NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 25.

Pagi itu, aktivitas di Wiranata Corp berjalan seperti biasa.

Zahira baru saja menyelesaikan rapat evaluasi operasional bersama para manajer divisi. Seluruh peserta rapat keluar dengan wajah puas setelah strategi efisiensi yang ia susun mendapat persetujuan direksi.

"Bu Zahira, laporan ini benar-benar membantu kami."

"Terima kasih, Pak."

"Kalau begini terus, target kuartal ini pasti tercapai."

Zahira hanya tersenyum sopan.

Begitu seluruh peserta meninggalkan ruang rapat, sekretaris Revan datang menghampiri.

"Bu Zahira, Pak Revan meminta Ibu ke ruangannya."

"Baik."

Tok...

"Masuk."

Zahira membuka pintu.

Revan sedang berdiri di depan jendela besar sambil membaca beberapa dokumen. Mendengar langkah kaki Zahira, pria itu menutup map di tangannya.

"Duduk."

Zahira duduk di kursi yang berada di hadapan meja kerja Revan.

"Ada sesuatu yang ingin kubicarakan."

"Apa ada masalah dengan pekerjaanku?"

"Bukan."

Revan menggeser sebuah map tipis ke arah Zahira. "Dua minggu lagi akan ada Business Leadership Summit di Singapura, Wiranata Corp mendapat undangan khusus. Aku ingin kamu ikut denganku."

Zahira membuka map tersebut. Di dalamnya terdapat jadwal acara, daftar pembicara, serta agenda pertemuan dengan beberapa investor internasional.

"Aku?"

"Ya, kamu."

"Tapi aku baru bergabung di perusahaan ini belum terlalu lama, apa ini akan baik-baik saja?"

"Itu bukan masalah." Tatapan Revan tetap tenang. "Forum itu bukan hanya tempat membangun relasi, aku ingin kamu melihat bagaimana perusahaan-perusahaan besar mengambil keputusan."

Zahira membaca kembali seluruh isi map. "Pakai paspor?"

"Ya."

"Aku belum punya."

"Nanti bagian administrasi akan mengurus semuanya."

Zahira mengangguk pelan. "Baik."

"Lalu ada satu hal lagi." Revan menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Apa?"

"Deris juga mendapat undangan ke forum itu."

Suasana ruangan mendadak sunyi.

Beberapa detik kemudian, Zahira menutup kembali map tersebut. "Aku mengerti."

"Kamu masih ingin ikut?"

"Kenapa tidak?" Tatapan Zahira lurus menatap Revan. "Aku datang sebagai General Manager Wiranata Corp, bukan sebagai mantan istri Deris."

Jawaban wanita itu membuat sudut bibir Revan terangkat tipis. "Itu jawaban yang kuharapkan."

...*****...

Deris sedang berada di ruang kerjanya ketika sekretaris masuk dengan wajah tergesa.

"Pak."

"Ada apa?"

"Undangan Business Leadership Summit sudah dikirim panitia."

Deris langsung mengambil amplop tersebut. Begitu membukanya, matanya langsung membaca daftar perusahaan yang hadir. Diantaranya ada...

Adikara Group.

Wiranata Corp.

Gardapati Group.

"Berarti mereka juga datang." Deris menarik napas panjang.

Sekretaris mengangguk. "Iya, Pak."

Tatapan Deris perlahan berubah serius. Ia tahu... pertemuan itu bukan sekadar forum bisnis. Itu akan menjadi pertemuan pertamanya dengan Zahira setelah perceraian mereka resmi diputus pengadilan.

Sementara itu...

Di rumah keluarga Gardapati, Kayla masih dikurung dalam kemarahan. Kerugian perusahaan ayahnya belum pulih, dan hubungannya dengan Deris juga semakin renggang.

Saat itulah ponselnya berdering, nama seseorang muncul di layar... Almira.

Kayla langsung mengangkat panggilan itu. "Halo."

"Kudengar hubunganmu dengan Deris mulai bermasalah." Suara Almira terdengar dingin.

Kayla menggertakkan giginya. "Siapa yang bilang?"

"Aku juga baru tahu ternyata Revan benar-benar serius melindungi Zahira."

Rahang Kayla mengeras. "Jangan menyebut nama perempuan itu!"

"Kalau kita terus bergerak sendiri-sendiri, kita akan kalah."

"Maksudmu?" Kayla mulai menyipitkan mata.

"Aku ingin Zahira keluar dari kehidupan Revan."

"Aku juga ingin dia hancur!" Kayla menggeram.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita bekerja sama?"

Kayla terdiam cukup lama, perlahan senyum tipis muncul di wajahnya. "Kedengarannya menarik."

Dua wanita yang sama-sama dipenuhi rasa iri akhirnya memiliki tujuan yang sama. Namun, mereka belum menyadari satu hal. Semakin mereka berusaha menjatuhkan Zahira, semakin banyak kebusukan mereka sendiri yang akan terbongkar di hadapan semua orang.

Malam itu, sebuah restoran mewah di pusat kota.

Almira duduk di sudut ruangan VIP sambil memainkan gelas anggur di tangannya. Tak lama kemudian, Kayla datang mengenakan kacamata hitam dan topi agar tidak mudah dikenali.

"Kamu terlambat," ucap Almira tanpa basa-basi.

"Rumahku sedang kacau."

"Aku sudah menduga."

Kayla langsung duduk di hadapan Almira. Wajahnya masih menyimpan sisa kemarahan. "Aku ingin Zahira kehilangan semuanya! Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya dipermalukan."

"Kalau tujuan kita sama, berarti akan lebih mudah." Almira tersenyum tipis.

"Kamu punya rencana?"

"Ada." Almira mengeluarkan sebuah map tipis dari tasnya, lalu mendorongnya ke depan Kayla.

"Apa ini?"

"Profil lengkap Zahira."

Kayla membuka map itu perlahan. Di dalamnya terdapat riwayat pekerjaan Zahira, posisi barunya di Wiranata Corp, hingga jadwal keberangkatannya ke Business Leadership Summit di Singapura.

"Kamu bahkan mendapatkan jadwal keberangkatannya?"

"Ayahku masih memiliki relasi di beberapa perusahaan, mendapatkan informasi seperti ini bukan perkara sulit."

Kayla tersenyum puas. "Lalu apa yang akan kita lakukan?"

"Forum bisnis di Singapura dihadiri ratusan pengusaha dari berbagai negara. Sekali nama seseorang rusak di sana, reputasinya akan ikut hancur."

"Maksudmu mempermalukan Zahira di depan semua orang?"

"Bukan hanya mempermalukan dia, seperti rencana gagal yang pernah kau lakukan." Tatapan Almira berubah dingin, seringai tipis muncul di bibirnya. "Aku ingin membuat seluruh dunia bisnis meragukan integritasnya."

"Kamu ingin menjebaknya?" Kayla mulai memahami arah pembicaraan itu.

Almira mengangguk pelan. "Kalau seorang General Manager dituduh membocorkan data perusahaan atau melakukan pelanggaran etika dalam forum internasional, menurutmu apa yang akan terjadi?"

"Para Dewan di Wiranata Corp pasti akan memecatnya!" Mata Kayla langsung berbinar.

"Bukan cuma itu, Revan juga akan kehilangan kepercayaan kepada Zahira." Almira tersenyum penuh keyakinan.

Kayla perlahan ikut tersenyum, kini ia merasa memiliki harapan membalas semuanya.

"Aku suka rencana ini."

Almira mengangkat cangkir kopinya. "Kalau begitu... kita bekerja sama."

"Demi menjatuhkan Zahira." Kayla mengangkat gelasnya.

Gelas keduanya beradu pelan.

Tak seorang pun menyadari bahwa di meja lain yang hanya berjarak beberapa meter, seorang pria mengenakan jas abu-abu sedang menurunkan koran yang sejak tadi menutupi wajahnya. Ia merupakan anggota tim keamanan internal Wiranata Corp yang diperintahkan Revan untuk diam-diam mengawasi Almira setelah insiden di depan kantor beberapa hari lalu.

Pria itu tidak melewatkan satu kalimat pun dari percakapan kedua wanita tersebut. Tanpa menarik perhatian, ia mengambil ponsel dari saku jasnya, lalu mengirim sebuah pesan singkat kepada Revan.

> Pak Revan, target bertemu. Dugaan Anda ternyata benar, Nona Almira dan Nona Kayla bekerja sama. Target berikutnya adalah Bu Zahira dalam Business Leadership Summit di Singapura, saya akan terus melakukan pemantauan.

Kurang dari satu menit kemudian, balasan masuk dari Revan.

> Terus awasi mereka, jangan bertindak dulu. Biarkan mereka merasa rencananya berjalan sempurna.

Pria itu menatap layar ponselnya sejenak, lalu kembali melirik ke arah Kayla dan Almira yang masih membicarakan rencana mereka dengan penuh keyakinan. Mereka sama sekali tidak menyadari, seluruh gerakan mereka sudah berada dalam pengawasan Revan.

1
Muft Smoker
tenang aj almira Kayla ,, harus ny km bersyukur masuk penjara ,, kalian gx perlu repot2 mikirin makan tiap hari ,, semua udh dtanggung pihak penjara ,, Selamat menempuh hidup baruuuu ,, duo kuntiii ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
nah kan ,, anda bermain dg org yg slah almira😏😏😏😏
Muft Smoker
untung pak bos peka yx ,,
Mundri Astuti
jangan sampai ada jaminan dari keluarganya, Revan jaga tetu jangan kasih kendor
Aditya hp/ bunda Lia
rasain ... merasa diri pintar padahal Revan lebih jenius .. selamat bobo cantik di hotel prodeo 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kalian lampiiirrr . gerandong
Muft Smoker: sabar bunda ,, mereka emnk turunan makhluk astral ,, tp jgn di perjelas juga ,,
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
gina altira
Hayo loh Almira
gina altira
untung ada revan
Uba Maoludin
Almira, Kayla kamu sebentar lagi mendapatkan kehancuran arena kamu berdua biangnya kerusuhan karena hati busukmu
Muft Smoker
orang panik biasa ny akan melakukan kesalahan ,, 😒😒😒
Dan kesalahan tu yg bikin mereka gx ingin melihat Dunia luar lgii ,, 😏😏😏😏😏😏
Muft Smoker
orang sirik tanda tak mampu ,,
dsnii bakal keliatan ,,
mana yg berdiri dg kaki ny ,,
Dan mana yg berdiri msh menggunakan kaki orang tuany ,, 😒😒😒😒🤭🤭🤭🤭
Aditya hp/ bunda Lia
duh gantung udah pinisirin bingit padahal ... gak sabar
Rita Rita
makin seru dan makin ingin tau aksi brutal 2 Mak Lampir.🤔🤭 yg udah sebenarnya udah kalah talak dengan Zahira,,
Mundri Astuti
gitu dong Revan, itu baru laki" keren
Rita Rita
gimana Kayla,,, dapet merebut pria mandul 🤭🤔🤣🤣🤣
Rere🌠: ngetawainnya puas banget kayaknya 🤣🤭
total 1 replies
Rita Rita
merebut dan akhirnya kena tampar ditengah perkumpulan orang banyak betapa rendahnya nilai harga diri. Kayla,,, Kayla wkwkwk,,,
Rita Rita
nyesel ya RIS,,,? makanya jangan tergiur dengan batu kali
Rita Rita
yang merebut milik orang hidup nya tak tenang ia akan selalu dibayangi rasa takut khawatir dan tak percaya
Rita Rita
lah,, ngapain juga Zahira noleh loe lagi Daris,,,? sesuatu yang udah loe buang ga bakalan balik lagi,dan Zahira pasti nganggap loe sampah yg tidak perlu dipungut.
Aditya hp/ bunda Lia
buat senjata makan tuan Thor kayaknya dia mau kasih Zahira obat setan terus ... ya gitu lah tapi buat si Almira yang kena sama si kayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!