NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Suara benturan tinju ke perut Lin Liu terdengar nyaring di gang sempit belakang ruko itu. Dia ambruk, tangannya refleks meremas kerikil di tanah yang becek bekas hujan sore tadi.

"Lin Liu, aku sudah baik sama kau," kata pria bertubuh besar bertato naga di lengannya, sambil berjongkok agar sejajar dengan wajah Lin Liu yang sudah babak belur. "Bosku memberi kamu waktu tiga bulan. Sekarang sudah lewat, dan kamu masih belum bayar lima puluh juta itu."

"A-Wei... aku... aku sedang berusaha," suara Lin Liu serak, darah menyembur tipis dari sudut bibirnya. "Berikan waktu seminggu lagi..."

"Seminggu?" A-Wei tertawa, lalu berdiri, melirik dua anak buahnya yang berdiri mengapit. "Kamu sudah bilang begitu tiga kali, Lin Liu. Kali ini aku hanya memberi peringatan. Lain kali, bukan hanya wajahmu yang babak belur."

Salah satu anak buahnya menendang perut Lin Liu sekali lagi sebelum mereka bertiga pergi, meninggalkan Lin Liu yang meringkuk sendirian di gang gelap itu, hanya diterangi lampu jalan yang berkedip-kedip.

Butuh waktu lama bagi Lin Liu untuk bangun. Setiap gerakan kecil membuat tulang rusuknya berdenyut nyeri. Ia berjalan terseok-seok keluar gang, menyusuri trotoar yang mulai sepi karena malam telah larut. Tangannya memegang pipi kirinya yang bengkak, matanya sedikit sembab, entah karena pukulan atau karena menahan tangis.

"Kenapa sih... kenapa harus aku yang menanggung," gumamnya sendiri, melangkah sempoyongan seperti orang mabuk padahal hanya kesakitan. "Papa, Mama... kalian meninggalkanku begitu saja. Utang lima puluh juta, kalian yang membuat, aku yang disuruh membayar. Kabur ke mana sebenarnya kalian?"

Dia tertawa getir sendiri, berbicara pada udara kosong seperti orang gila. Orang-orang yang lewat hanya melirik sekilas lalu buru-buru mempercepat langkah, malas berurusan dengan pemuda babak belur yang bicara sendiri.

GUUURRR...

Perutnya keroncongan. Sejak pagi Lin Liu belum makan apa-apa. Matanya melihat sebuah rumah makan kecil di seberang jalan, lampu kuning hangatnya membuat perutnya semakin protes keras. Ia meraba kantong celananya, hanya menemukan selembar uang lima ribuan yang sudah lecet.

"Sudahlah, coba saja dulu," pikirnya, sambil menyeberang jalan dengan langkah gontai.

Begitu masuk, aroma nasi goreng dan mie rebus langsung menyerbu hidungnya, membuat perutnya semakin melilit. Ia mendekati ibu penjaga warung yang sedang mengaduk wajan.

"Bu, permisi... uang saya hanya segini," Lin Liu memberikan uang lima ribuan itu dengan tangan gemetar. "Boleh minta nasi putih saja? Atau apa pun, yang penting bisa makan..."

Ibu itu melirik uangnya, lalu melirik wajah Lin Liu yang babak belur, alisnya langsung mengernyit jijik. "Yang paling murah di sini sepuluh ribu, Nak. Lima ribu dapat apa? Air putih pun tidak cukup!"

"Bu, tolonglah, saya sudah dari pagi belum makan—"

"Sudah, pergi sana! Mengganggu pelanggan saja!" ibu itu mendorong bahu Lin Liu sampai ia menyenggol meja, dan suaminya yang keluar dari dapur langsung menarik kerah baju Lin Liu, menendangnya keluar sampai jatuh ke aspal trotoar.

"Preman miskin begini masuk-masuk warung orang!" suami ibu itu mengomel, lalu membanting pintu kaca warung.

Lin Liu hanya bisa terkapar di pinggir jalan, kepalanya terasa pusing. Rasa lapar, sakit, dan lelah menjadi satu, menumpuk di dadanya seperti batu.

"Tuhan... siapa pun yang mendengarkan," bisiknya lirih, matanya perlahan terpejam, "aku hanya ingin makan sekali ini saja. Hanya itu."

Dan tepat saat kesadarannya hampir hilang sepenuhnya, sebuah cahaya biru transparan muncul mendadak di depan matanya, melayang seperti layar hologram.

...[SISTEM TERDETEKSI... MEMPROSES...]...

Sebuah kartu bercahaya muncul, berputar pelan di udara, dengan angka besar tertulis di tengahnya:

...50%...

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!