Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resep Kuno dan Formasi Sembilan Putaran Naga
Beberapa buah kotak
pemberian Tetua Gu diletakkan berjejer di atas meja kayu kamarnya. Tutup
kotak-kotak tersebut segera dibuka satu per satu, memperlihatkan tumpukan
tanaman herbal spiritual yang memancarkan pendaran Qi lembut, didominasi oleh
herba tingkat satu hingga tingkat dua.
"Persediaan herba spiritual dari tingkat satu sampai dua ini sangat melimpah
untuk memulai latihan tingkat lanjut," batin Luo Chen menutup kotak kayu
terakhir. "Semua bahan berharga ini harus kusimpan terlebih dahulu di dalam
dimensi Cincin Ruang kelas Langit agar energinya tidak menguap."
Dengan gerakan cepat, ia menyapu tangannya di atas meja batu, membiarkan seluruh
kotak kayu berisi herba spiritual tersebut tersedot masuk ke dalam cincin perak
di jarinya sebelum berjalan kembali menuju ke arah ranjang kayu tuanya.
Sambil duduk bersila dengan mata terpejam rapat, ia memfokuskan seluruh
konsentrasi pikiran dan jiwanya untuk melakukan meditasi harian di dalam kamar
kecilnya yang sunyi. "Aku bertekad untuk memanfaatkan persediaan herba ini demi
menerobos masuk ke dalam tingkat Kondensasi Qi dalam kurun waktu satu bulan ke
depan," batinnya mulai mengalirkan energi fisiknya di sepanjang jalur
meridian tubuh.
Di dalam lautan kesadarannya yang dipenuhi pendaran cahaya emas hangat,
lembaran-lembaran kuno dari "Kitab Maha Tahu" mulai terbuka dengan sendirinya,
memaparkan sebaris resep alkimia baru yang menarik perhatiannya.
"Pil Pengondensasi Roh Kuno... sebuah resep pil tingkat dua yang berfungsi untuk
merangsang perluasan jalur meridian fisik praktisi," batin Luo Chen
membaca setiap baris aksara kuno yang terpahat di halaman pertama. "Pil ini
mampu menarik aliran energi Qi luar masuk menyatu ke dalam pembuluh darah
sepuluh kali lipat lebih cepat selama proses meditasi berlangsung. Ini adalah
pil terbaik untuk mempercepat laju kultivasiku."
Satu pergerakan lembaran kitab berikutnya mendadak memaparkan sebuah resep pil
tingkat tiga yang selama ini sangat dirahasiakannya dari dunia luar.
"Pil Restorasi Dantian Sembilan Surga... ini adalah resep pil tingkat tiga
legendaris yang mampu merekonstruksi dan memulihkan kembali dantian praktisi
yang telah hancur sepenuhnya!" batin Luo Chen dengan kilatan cahaya keterkejutan
yang luar biasa terang di dalam matanya, berbicara dalam hatinya dengan debaran
jantung yang berpacu kencang. "Jika aku berhasil memurnikan pil tingkat tiga
ini, dantian Ayah yang hancur akibat jarum korosif Luo Jun pasti bisa dipulihkan
kembali seperti semula! Ayah akan memiliki kesempatan untuk kembali
berkultivasi!"
Keesokan harinya, di bawah naungan langit pagi yang cerah di luar gerbang
halaman gubuk, ia melangkah keluar dari dalam kamarnya untuk berpamitan kepada
kedua orang tuanya.
"Ibu, Ayah, aku akan pergi menuju ke Paviliun Seribu Obat hari ini untuk
beberapa urusan penting," ujar Luo Chen
merapikan kembali lipatan jubah biru tuanya yang mewah.
"Hati-hati di jalan, Chen'er. Jangan memaksakan dirimu jika situasi di kota
tidak aman," sahut Mu Xue menepuk pundak putranya dengan pandangan mata
yang lembut namun dipenuhi rasa khawatir.
"Gunakan lencana perak Alkemis Tingkat Dua milikmu dengan bijak, Chen'er.
Identitas itu adalah perisai terbaikmu saat berada di luar wilayah klan utama,"
tambah Luo Hao menganggukkan kepalanya perlahan dari balik tongkat
kayunya.
Langkah kaki pemuda itu terasa sangat ringan saat ia berjalan cepat menyusuri
jalan setapak berdebu sejauh lima ratus meter menuju ke gerbang kota. Begitu ia
melangkah masuk melewati pintu gerbang besar Paviliun Seribu Obat, beberapa
orang penjaga zirah besi dan tetua luar paviliun segera membungkukkan tubuh
mereka sembilan puluh derajat dengan ekspresi wajah yang dipenuhi rasa hormat
yang mendalam, memperlakukannya layaknya seorang tamu VIP yang amat sangat
penting bagi reputasi paviliun.
"Selamat datang kembali, Tuan Luo Chen!" sapa Tetua Gu berjalan
cepat menuruni anak tangga aula lantai pertama dengan senyum lebar yang sangat
ramah. "Lencana mu benar-benar membuat seluruh murid paviliun kami merasa
kagum. Ada yang bisa kami bantu untuk keperluan transaksi herbal Anda hari ini?"
"Terima kasih atas sambutan hangat Anda, Tetua Gu," jawab Luo Chen
menyembunyikan kedua tangannya di balik lipatan jubah biru tuanya dengan sikap
yang sangat tenang. "Hari ini saya membutuhkan sebuah ruang pemurnian pribadi
yang sunyi untuk mulai meracik beberapa jenis pil tingkat tinggi."
"Tentu saja ada, Tuan Chen! Paviliun kami memiliki beberapa ruang
pemurnian tingkat tinggi yang dilengkapi oleh formasi pelindung terbaik," sahut
Tetua Gu dengan anggukan cepat. "Mari ikuti aku menuju ke area belakang lantai
dua."
Selain tempat memurnikan obat, Luo Chen menghentikan langkah kakinya sesaat di
depan konter bahan obat untuk menatap wajah sang pengawas paviliun. "Tetua Gu,
tolong bantu saya mempersiapkan beberapa jenis bahan herbal spiritual segar dari
tingkat satu hingga tingkat tiga dalam jumlah yang cukup banyak."
"Tuan Chen, herba spiritual tingkat tiga?" tanya Tetua Gu dengan dahi
yang berkerut heran, menghentikan langkah kakinya menatap wajah pemuda
itu dengan ekspresi wajah yang sangat aneh. "Bolehkah aku tahu jenis pil apa
yang sebenarnya hendak Anda racik menggunakan bahan tingkat tiga yang sangat langka tersebut?"
"Aku akan memurnikan beberapa botol Pil Pengondensasi Roh tingkat dua untuk
membantuku fokus menerobos basis kultivasiku, serta Pil Restorasi Dantian
Sembilan Surga tingkat tiga," jawab
Luo Chen dengan nada suara yang sangat datar dan tenang tanpa ada sedikit pun
keraguan di suaranya.
"Dia benar-benar ingin meracik pil tingkat tiga?" batin Tetua Gu menatap
tubuh Luo Chen dari atas hingga bawah dengan debaran jantung yang mulai tidak
beraturan. "Basis kultivasinya saat ini baru berada di Ranah Pemurnian Tubuh
tahap kelima, dan kekuatan Inti Apinya yang didapat dari binatang buas fana
mungkin tidak akan cukup kuat untuk memicu suhu pemurnian pil tingkat tiga yang
sangat ekstrem. Risiko kegagalan tungkunya terlalu besar."
"Meracik pil tingkat tiga membutuhkan kontrol energi jiwa dan Qi yang sangat
stabil di garis depan, Luo Chen," ujar Tetua Gu menghela napas berat dari
balik jubah abu-abunya. "Jika Anda tidak keberatan, aku bersedia menawarkan diri
untuk menyalurkan energi es dingin milikku untuk membantu Anda menyeimbangkan
suhu tungku selama proses pemurnian berlangsung."
"Baiklah. Aku sangat menghargai bantuan dan kebaikan Anda, Tetua Gu," sahut Luo
Chen menganggukkan kepalanya pelan, menerima tawaran bantuan tersebut
dengan senyum tipis di bibirnya.
Setelah memasuki ruangan pemurnian pribadi yang berdinding batu basal tebal di
lantai dua, Luo Chen melangkah perlahan menuju ke arah meja batu di mana sebuah
tungku besi standar tingkat tinggi telah dipersiapkan dengan rapi.
"Memang sangat sulit untuk meracik pil tingkat tiga dengan kondisi basis
kultivasiku yang masih rendah saat ini," batin Luo Chen meraba permukaan
luar tungku besi yang dingin di hadapannya. "Kekuatan Inti Api Serigala Taring
Angin milikku juga tergolong lemah untuk menyatukan herba tingkat tiga. Tetapi
jika rintangan kecil seperti ini saja tidak sanggup kulewati, maka semua tekad
dan usahaku selama dua belas tahun ini tidak akan ada artinya!"
Satu gerakan jari Luo Chen meluncur cepat di udara kosong di atas permukaan meja
batu, memotong aliran udara dengan pendaran energi Qi berwarna keemasan yang
sangat rumit dan presisi.
"Sembilan Putaran Naga," batin Luo Chen merapal segel formasi pembentukan
pelindung pil kuno yang terpahat di dalam Kitab Maha Tahu.
Seketika itu juga, begitu formasi spiritual kuno tersebut diaktifkan di atas
meja batu, sebaris cahaya emas murni melesat keluar membentuk tiga sosok naga emas
kecil sepanjang setengah meter yang senantiasa terbang melingkar memutari tungku
besi di hadapan mereka dengan desisan angin tajam yang menenangkan. Energi naga
emas tersebut memancarkan kehangatan konstan yang secara dinamis mempermudah
jalannya proses pengikatan energi obat di dalam tungku.
"Sebenarnya masih berapa banyak rahasia yang disimpan oleh Chen'er di
dalam kepalanya? Dan siapa dia yang sebenarnya?" batin Tetua Gu menatap
gerakan naga emas kecil tersebut dengan mata yang mendadak berkaca-kaca menahan
rasa tidak percaya yang luar biasa, bibirnya bergetar halus menyaksikan formasi
kuno yang konon telah hilang ribuan tahun lalu dari dunia kultivasi kini
terpampang nyata di depan matanya.
Sambil menatap reaksi berlebihan dari sang pengawas paviliun, Luo Chen tersenyum
tipis dan melepaskan seikat bahan herbal pertamanya ke dalam tungku. "Tidak usah
terkejut seperti itu, Tetua Gu. Ini hanyalah sebuah formasi dasar pil yang
sangat sederhana untuk menyeimbangkan suhu udara di sekitar tungku."
"Apa katanya? Hanya sebuah formasi dasar pil?" batin Tetua Gu menyeka
butiran keringat dingin yang mulai membanjiri leher dan dahinya, tubuhnya
bergetar lemas mendengar ucapan tenang pemuda tersebut. "Formasi Sembilan
Putaran Naga ini adalah formasi kuno legendaris tingkat tinggi yang bahkan para
leluhur sekte pusat pun tidak mampu merekonstruksinya, tetapi dia mengatakannya
dengan sangat tenang seolah-olah itu hanya mainan kayu anak fana!"
Sekujur tubuh tetua pengawas itu terus mengeluarkan keringat dingin selama
menyaksikan secara langsung bagaimana jari-jari tangan Luo Chen bergerak lincah
menyeimbangkan energi herba tanpa ada satu pun kesalahan fatal di sepanjang
prosesnya.
Perlahan-lahan, semerbak aroma harum obat yang sangat menyejukkan mulai mengalir
keluar bebas dari celah-celah tutup tungku besi, memenuhi seluruh sudut ruangan
pemurnian batu dengan hawa spiritual yang sangat padat saat semua butiran pil
hijau zamrud berhasil diselesaikan dengan hasil yang sangat sempurna.