Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Flashback On
Asha pergi ke sebuah cafe tak jauh dari rumah sakit..
Siang itu Ibu Dirga mengajak Asha untuk bertemu, ia ingin berbicara penting dengan Asha
Saat Ibu Dirga datang, Asha mencoba berjabat tangan namun sang ibu justru mengabaikannya
" Siang Tante " ucap Asha dengan gugup
" Saya tidak suka basa-basi "
Ibu Dirga mengeluarkan cek dengan nominal uang yang cukup besar
" Jauhi Dirga "
" Tapi Tante saya sayang dan cinta sama Dirga "
" Saya bilang jauhi Dirga, kamu itu cuma pembawa sial untuk Dirga "
Asha menunduk, kedua tangannya meremas kaus miliknya
" Saya tau kamu butuh uang kan ? "
" Cukup kan uang yang saya berikan untuk kamu menjauhi Dirga ? "
Asha masih diam, namun dadanya terasa sakit
" Kamu lihat sekarang anak saya terbaring tidak sadar karena siapa ? "
" Karena kamu Asha "
" Kamu itu cuma pembawa sial bagi anak saya "
" Kalau kamu memang mencintai anak saya, pergi Asha pergi yang jauh "
" Jangan pernah kamu muncul di hadapan Dirga lagi "
Asha mulai menangis tanpa suara
" Dirga itu anak saya satu-satunya "
" Saya sudah kehilangan suami saya, dan saya tidak mau kehilangan Dirga anak saya "
" Lagipula kamu juga tidak pantas bersama dengan Dirga, Asha harusnya kamu sadar diri "
' Ambil uang ini, dan jangan pernah kamu temui anak saya lagi "
Ibu Dirga pergi begitu saja meninggalkan Asha..
Sedangkan Asha yang seorang diri itu menangis dengan rasa sakit
Asha mengambil cek itu
Ia simpan didalam dompetnya..
" Aku minta maaf Dirga, maaf aku nggak punya pilihan lagi "
Sambil menangis, Asha meninggalkan cafe tempat ia dan ibu Dirga bertemu
Ia memandangi rumah sakit itu dari luar
" Selamat tinggal Dirga.. "
Flashback off
...
Siang ini Asha pergi ke sebuah tempat yang jauh dari kantor
Ia duduk di sebuah ruangan khusus yang sudah disiapkan sebelumnya
Tak lama sosok perempuan masuk kedalam ruangan itu
Sosok perempuan yang pernah berbicara empat mata dengannya tujuh tahun yang lalu
" Saya pikir kamu tidak berani datang "
Asha tersenyum
" Saya akan datang "
Perempuan itu duduk di sebarang Asha
" Kamu ini nggak punya malu rupanya yah "
" Bahkan sekarang kamu mendekati anak saya dengan cara menjijikan "
Asha yang dulu hanya diam, kini berani melawan
" Kalau Dirga yang tau sebenarnya, sepertinya Dirga akan membenci tante "
Ibu Dirga pun memasang wajah marah
" Kamu itu mendekati Dirga hanya ingin harta saja kan ? "
" Sebutkan berapa yang kamu butuhkan, saya akan berikan asal kamu kembali pergi dari hidup Dirga "
" Tujuh tahun saya sudah pergi dari hidup Dirga, Tante "
" Pergi lagi kalau perlu selamanya, Asha "
" Maaf Tante, saya nggak bisa "
Ibu Dirga yang marah, langsung memukul mejanya dengan keras
" Jadi kamu berani bantah saya, Asha ? "
" Saya bukan ingin membantah, tapi saya memang tidak ingin pergi lagi seperti dulu "
" Oke, kalau seperti itu mau kamu Asha "
" Tapi jangan harap hidup kamu akan baik-baik saja Asha "
Ibu Dirga pergi dengan penuh amarah..
Sedangkan Asha ia sendiri tak tau apakah yang ia lakukan sudah benar atau belum..
..
Asha kembali ke kantor tepat setelah makan siang
Begitu ia masuk kedalam ruangan, ia melihat minuman coklat diatas meja kerjanya
" Dari siapa ini ? "
Tak ada catatan apapun disana
" Kalau ternyata ada racunnya gimana ya ? " ucap Asha sendirian
Asha pun akhirnya membuang minuman itu ketempat sampah..
Diruangan Dirga sedang tersenyum membayangkan wajah Asha menerima minuman coklat itu
Sesuai ide Bayu tadi, Dirga harus memberikan minuman atau makanan favorit Asha diam diam dan tanpa memberitahu jika itu dari dirinya
Tok.. Tok.. Tok..
Dirga langsung memperbaiki postur tubuhny
" Ya masuk " ucap Dirga
Pintu perlahan terbuka
Asha masuk dengan membawa berkas ditangannya
" Permisi pak "
" Ya "
Asha mendekati meja kerja Dirga, dan meletakkan dokumen yang ia bawa
Dirga memperhatikan raut wajah Asha, ia ingin mengetahui apakah Asha sudah meminum coklat yang ia berikan tadi
" Ekhm " Dirga berdeham
" Kenapa Pak ? "
" Nggak ada, saya liat wajah kamu sedang bahagia"
Asha mengangkat satu alisnya
Ingin sekali Asha melempar berkas itu ke muka Dirga
Sudah jelas Asha sedang tidak baik saja karena ibunya
" Bapa tau darimana kalau saya sedang gembira ? "
" Karena tadi saya liat ada seseorang yang memberikan minuman favorit kamu di meja kerja kamu "
Asha dengan santai menjawab
" Ohh, saya buang "
Dirga terkejut
" Kamu buang ? "
" Iyah saya buang, ya habis saya takut kalau minuman itu ada racunnya pak "
" Astaga Asha, kenapa kamu buang "
" Memangnya kenapa Pak ? Minuman itu bukan dari Pak Dirga kan ? "
Dirga menghela panjang
" Astaga, jadi itu dari Pak Dirga ? "
Disaat yang bersamaan Bayu masuk kedalam, ia belum mengetahui ada Asha disana
" Gimana ide gue Dir baguskan ? Gue liat minumannya udah ga ada di meja Asha "
Namun wajah Bayu langsung berubah saat melihat Asha dan Dirga
" Hehe hallo Sha "
" Saya permisi dulu ya Pak Dirga, Pak Bayu "
Merasa situasi yang tidak baik, Asha pun memilih untuk pergi..
Bayu meneguk Saliva nya dengan kasar, terlebih saat ini raut wajah Dirga yang tidak bersahabat
" Kayaknya ada yang telpon gue Dir, gue angkat dulu yah "
Bayu dengan cepat keluar dari ruangan Dirga
" Kenapa gue punya sahabat bodoh kayak dia sih " ucap Dirga dengan kesal
" Gue juga bodoh, ngapain minta saran ke manusia itu "
Dirga memijat pelipisnya
...
Malam hari sebelum tidur..
Asha kembali membuka cek yang ia simpan didalam dompetnya..
" Kayaknya aku emang harus jelasin ke Dirga "
Asha membuka foto lama bersama Dirga..
" Walaupun Kita nggak bisa kayak dulu .. "
" Setidaknya kamu tau yang sebenarnya Dir.. "
Asha memeluk foto itu..
Asha tau cepat atau lambat Dirga akan mengetahui semuanya