NovelToon NovelToon
Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Terlarang / Konflik etika / Romantis / Tamat
Popularitas:597.3k
Nilai: 5
Nama Author: winda siregar

"Om tidak melarang kalian menikah. Kalian boleh tetap pada keyakinan masing - masing. Tapi Om tanya pada kamu, kalau kalian punya anak. Anak kamu akan membawa nama keluarga siapa?" Tanya Abraham Papanya Malik.

Aluna hanya diam menunduk.

"Tentu membawa nama besar keluarga Abraham. Apa kamu setuju dengan permintaan Om? Pikirkan baik - baik Aluna" Pinta Pak Abraham.

*****
"Aku tidak bisa ikut kamu Aluna. Aku satu - satunya anak laki - laki orang tuaku. Aku dan keturunanku kelak yang akan membawa nama keluarga. Tidak mungkin aku ikut keyakinan kamu" Ujar Malik

"Tapi aku juga tidak akan mungkin Malik. Aku anak sulung, Papaku sudah meninggal sedangkan Mamaku sakit - sakitan. Kalau aku ikut keyakinan kamu Mamaku pasti akan mati" Sahut Aluna.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Malik

Akankah cinta mereka bersatu dengan pertentangan dua keluarga? Apakah jodoh akan berpihak pada mereka?

Selamat membaca...

catatan : Novel ini saya ambil dari pengalaman pribadi beber

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jelang Wisuda

"Lik yang ini saja lebih bagus" ucap Aluna saat dia dan Malik berada di sebuah Mall untuk membeli kemeja putih yang nanti akan dipakai Malik untuk sidang tugas akhir mereka.

Malik bergaya di depan cermin, melihat bagian tubuhnya yang terlihat gagah memakai kemeja pilihan Aluna.

"Yang ini aja ya?" tanya Malik.

"Iya lebih keren" jawab Aluna.

"Ya sudah kita ambil yang ini saja" ujar Malik.

"Okey, lepas bajunya biar di bayar" perintah Aluna.

Aluna keluar dari ruang ganti membiarkan Malik berganti pakaian di dalam. Setelah selesai Malik keluar dari ruangan ganti dan memberikan kemeja yang akan dia beli kepada Aluna.

Aluna membayar kemeja itu ke kasir dan membayarnya memakai kartu ATM milik Malik yang dia pegang. Sekarang gaji Malik sudah masuk ke dalam rekening dimana ATMnya di pegang oleh Aluna.

Aluna sudah menolaknya tapi tetap saja Malik memaksa. Alasannya kalau uangnya di pegang oleh Aluna dia akan lebih hemat. Dia cukup meminta uang kepada Aluna kalau dia butuh.

Sejak awal mereka sama - sama bekerja Malik memang selalu seperti itu. Dia sekali terbuka dan jujur soal keuangan kepada Aluna. Semua dia serahkan kepada Aluna karena menurutnya Aluna sangat pintar mengatur keuangan.

Ingatan Aluna sangat kuat dalam berhitung. Apalagi soal uang masuk dan uang keluar. Malik merasa nyaman dan karena itu pelan - pelan dia sudah punya barang. Seperti motor yang dia beli dari hasil bekerja, walau baru motor second.

Tibalah sidang tugas akhir Malik dan Aluna. Keduanya lulus dengan nilai yang sangat baik. Aluna dan Malik merayakannya berdua saja. Mereka sengaja makan di sebuah restoran besar.

Biasanya mereka hidup dengan sederhana, makan di warung pinggir jalan dengan harga yang ramah di kantong para mahasiswa. Tapi kali ini tidak apa kalau sedikit berlebihan. Ingin merayakan saat - saat penting dalam hidup mereka.

"Lik bulan depan kita akan wisuda. Orang tua kamu datang kan?" tanya Aluna.

"Iya Al, Bapak dan Ibu akan datang dari kampung. Kamu juga kan? Mama kamu juga datang kan?" tanya Malik.

"Iya, Mama akan datang. Tapi Lik ada yang ingin aku katakan pada kamu" ucap Aluna ragu.

"Apa? Tumben kamu ragu - ragu gini?" tanya Malik penasaran.

"Mmm... nanti saat kita wisuda kamu jangan marah ya kalau aku kenalkan sama Mama sebagai teman aku" pinta Aluna.

Malik terdiam sesaat.

"Kamu juga pasti mengerti kan? Dan saat berkenalan dengan Bapak dan Ibu kamu aku juga tidak keberatan kok kalau kamu kenalkan aku pada mereka sebagai teman. Kita tidak mungkin mengatakan hubungan kita pada mereka Lik. Aku belum siap, Mama pasti akan keberatan dengan masalah agama kita" ujar Aluna.

Malik tampak sedang berpikir dan mempertimbangkan ucapan Aluna. Jujur dia juga belum memikirkan hal ini. Setelah Aluna berbicara begini baru Malik tersadar.

Kalau nanti dia kenalkan Aluna sebagai pacar pada Bapak dan Ibunya. Orang tuanya akan melihat Mama Aluna yang memakai jilbab, pasti orang tua Malik tau apa agama Aluna.

Malik sangat yakin orang tuanya juga akan menentang hubungan mereka. Mungkin begitu juga dengan orang tua Aluna.

Lantas apa yang terjadi dengan hubungan mereka? Apakah mereka harus putus setelah itu. Sedangkan hubungan ini sudah mereka jalani selama tiga tahun tanpa rintangan yang berat.

Mereka sama - sama hidup mulai dari nol hingga mereka seperti ini sekarang. Perlahan - lahan kehidupan dan keuangan mereka semakin baik. Dia dan Aluna berhasil melewati masa - masa terberat saat mereka kuliah.

Akhirnya Malik harus mengambil keputusan.

"Oke kalau itu mau kamu" sambut Malik.

"Kamu gak marah kan Lik?" tanya Aluna.

Malik tersenyum tipis.

"Tidak.. aku tidak marah. Aku juga akan kenalkan kamu sebagai teman kepada Bapak dan Ibuku" jawab Malik.

Aluna kini bisa tersenyum lega setelah mendengar jawaban Malik.

Tibalah saat wisuda Malik dan Aluna. Sehari sebelum hari wisuda Aluna memberikan kartu ATM milik Malik.

"Lik ini kartu ATM kamu" ucap Aluna sambil menyerahkan kartu ATM Malik.

"Untuk apa?" tanya Malik bingung.

"Nanti Bapak dan Ibu kamu kan datang. Kamu pasti butuh ini untuk bawa mereka jalan - jalan atau makan" jawab Aluna.

"Oh iya untung saja kamu ingatkan" sambut Malik.

Malik mengambil kartu ATM yang diberikan Aluna dan menyimpannya ke dalam dompetnya

"Gak lupa kan pinnya?" tanya Aluna.

"Tanggal jadian kita kan?" tanya Malik balik.

"Iya, kamu ingat tanggal berapa?" tanya Aluna iseng.

"Ingat donk, mana mungkin aku lupa saat itu. Kamu datang bawa nasi bungkus untuk menjenguk aku yang pura - pura sakit dua hari" jawab Malik dengan senyum manisnya.

"Lho kamu pura - pura sakit saat itu?" tanya Aluna terkejut.

"Iya, aslinya aku malas dan gak semangat kuliah. Karena seminggu kamu jauhin aku padahal kamu janji akan beri jawaban. Aku pikir karena kamu menjaga jarak padaku pasti kamu akan menolak cintaku. Makanya aku malas pergi ke kampus dan hanya tiduran aja di kos" jawab Malik jujur.

"Dasar.. tiga tahun ternyata aku baru tahu udah di bohongi. Tau gitu aku gak datang bawa nasi bungkus" ucap Aluna kesal.

"Jadi kamu menyesal nih?" goda Malik.

"Yaaa menyesal juga sih. Bela - belaan ini aku turunkan harga diriku datang ke kosan cowok sendirian. Masuk ke sarang penyamun hanya untuk jenguk kamu yang lagi sakit. Eh gak taunya bohong" jawab Aluna dengan bibir manyun.

Malik tersenyum tipis dan gemas melihat wajah Aluna. Rasanya pengen cium tapi Malik tidak punya keberanian untuk itu.

Tiga tahun mereka pacaran, mereka lalui dengan saling menjaga. Malik tidak pernah berbuat dan meminta yang aneh - aneh pada Aluna. Mereka hanya berpegang tangan saat jalan atau pelukan mesra Aluna saat dibonceng naik motor.

Malik sangat menghormati Aluna, dia tidak ingin merusak kepercayaan Aluna kepadanya. Karena Malik sejak awal sudah berjanji pada Aluna akan menjaga Aluna dan hubungan mereka dengan baik.

"Kalau kamu gak datang kita pasti gak jadian. Makasih ya udah datang saat itu. Tau gak aku senang sekali saat melihat kamu sedang menunggu aku di teras kosan. Aku sampai harus ke kamar mandi dulu untuk rapiin rambutku saat bertemu kamu" ungkap Malik.

"Oh ya?" tanya Aluna terkejut.

Dia tidak menyangka Malik bisa bertindak konyol seperti itu.

"Aku kan sudah sering bilang sama kamu. Aku sudah suka kamu sejak pertama kita bertemu waktu ospek. Habis kamu gemesin dengan rambut kepang dua kamu" jawab Malik jujur.

Aluna tersenyum manis dan penuh bahagia melihat Malik seperti ini. Pria dingin dan pendiam yang jarang sekali mengeluarkan kata - kata manis seperti ini.

Tapi perhatiannya yang selalu hangat dan mampu membuat Aluna nyaman dan aman berada disampingnya. Malik bisa menjaga kepercayaan dan harga dirinya sebagai wanita yang baik - baik.

Sekali saja Malik tidak pernah mencoba mengmbil kesempatan saat bersamanya. Dimana dan kapanpun Malik selalu berusaha menjaganya dan menghormatinya.

"Kamu sudah berulang kali mengatakan itu padaku. Apa gak ada cerita yang lain lagi?" goda Aluna.

"Aku belum pernah bilang ya kalau cintaku padamu jauh lebih besar sekarang. Aku sayang banget sama kamu" ungkap Malik sambil menggenggam tangan Aluna.

Seketika wajah Aluna memerah karena malu dengan perlakuan manis Malik seperti ini.

"Udah pintar gombal ya kamu sekarang. Ayo siapa yang ngajarin?" tanya Aluna.

"Kamu, kamu selalu buat aku gemas. Jadi pengen cium" goda Malik.

"Big Nooooo" tolak Aluna.

"Hahahaha gitu aja takut, dikit saja tipis - tipis. Pipi kamu gak akan habis kok aku makan" ucap Malik ingin menggoda Aluna.

"No.. no.. aku gak Mal. Udah ah jangan minta yang aneh - aneh" elak Aluna dengan wajah memerah karena malu.

"Hahaha... " tawa Malik pecah akhirnya.

.

.

BERSAMBUNG

1
Nur Arfian Auliya
makasih kak., novelnya seru dan menghibur sekali🥰
Dewa Nara
ringgy?
Dewa Nara
apa maksudnya Thor, aluna ke kampus utk menyiapkan makan malam?
Dewa Nara
dari kampung Thor
Dewa Nara
gerbang kampus Thor, masak pintu kampus
Dewa Nara
mahasiswa baru Thor, bukan murid baru. murid itu istilah utk anak SD
Johan Rika Suzanti
Luar biasa
Ratnasihite
seperti yg dlu aq rasakan mesti berpisah😭😭
Diah Ratna
dr awal waktu dijodohin m Kamal dah mulai curiga kl Kamal bukan laki2 baik.
Diah Ratna
putus karena perbedaan agama.
menerima lamaran orang lain karena ga enak m ortu, mengesampingkan perasaan sendiri hanya untuk berbakti PD ortu.
ortu tau anknya blm saling mencintai berharap bisa saling mencintai.
apalah daya sebagai anak menurut kemauan ortu,tapi ternyata pilihan ortunya tidak baik, diperlakukan buruk oleh suami sendiri.
mau ngadu sama siapa???
Ratnasihite
sm seperti aq dlu pacaran beda iman jd hrs putus waktu 6thn terbuang dgn cuma2😥
Ratnasihite
sm seperti aq dlu pacaran beda iman jd hrs putus waktu 6thn terbuang dgn cuma2😥
Niaq HabibieShop
luar biasa bagus bangetttttttttt
Diah Ratna
Tuhan kita satu,kita yg berbeda.
ini penggambaran novelnya.
Hafiza Asri
Luar biasa
bunda DF 💞
ceritanya bagus bgt walaupun alurnya lambat yaa,, tp ttp bikin penasaran sih
bunda DF 💞
sediiiih,,, tp emang klo pacaran beda agama itu seperti patah hati yg direncana kan ga siih,, karna susaaah bwt bersatunyaa
Anis Mawati
aluna masih perawan
Anis Mawati
mama aluna kok gitu sih
Anis Mawati
baguslah aluna hubungan u dan kamal spt ini, siapatau endingnya nanti kesucian u hanya untuk malik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!