NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu / Tamat
Popularitas:13.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Ketegangan di dalam kamar mandi itu telah mencapai puncaknya. Arlan tidak lagi mampu meredam desakan emosi yang bergejolak di dalam dadanya setelah kedekatan yang begitu intim dengan Amara. Dengan napas yang memburu berat, ia menarik tubuh Amara dari tepian wastafel, membawanya masuk ke dalam dekapan yang begitu erat dan posesif.

Arlan melangkah tegas menuju area toilet. Ia menurunkan penutup kloset yang elegan itu, lalu mendudukinya seraya menarik Amara ke dalam pangkuannya. Posisi mereka kini saling berhadapan, begitu dekat hingga tidak ada lagi jarak yang tersisa di antara mereka. Amara duduk melingkari pinggang kokoh Arlan, membuat kedekatan fisik mereka terasa begitu nyata. Karena pakaian Amara yang longgar sudah tersingkap dan Arlan pun tidak lagi mengenakan pakaian lengkapnya, kontak kulit yang dekat itu langsung mengirimkan getaran hebat yang mendebarkan kesadaran mereka.

Amara melenguh lirih, merasakan kehangatan yang luar biasa dari tubuh Arlan yang mendekapnya erat. Sentuhan langsung tanpa penghalang itu terasa begitu intim dan mendebarkan jantungnya.

"Bergeraklah, Amara... ikuti instingmu," bisik Arlan dengan suara serak yang sarat akan permintaan yang kuat, terdengar begitu dominan di telinga Amara. Kedua tangannya memegang pinggul Amara dengan erat, memberikan dorongan lembut namun pasti agar gadis itu mulai mengambil kendali atas kedekatan mereka.

Amara, yang sudah sepenuhnya terhanyut dalam pesona romansa yang membakar, mulai menggerakkan tubuhnya perlahan. Gesekan demi gesekan yang tercipta di antara tubuh mereka memicu sensasi yang luar biasa. Ruangan yang sempit itu kini dipenuhi oleh riuh napas dan kehangatan yang memabukkan. Setiap sentuhan fisik yang intens itu mengirimkan gelombang debaran yang membuat Amara seolah kehilangan pijakan pada realitas.

"Ahhh... ini sungguh luar biasa, Tuan..." Amara meracau pelan dengan kepala terdongak dan kelopak mata yang terpejam rapat. Setiap kedekatan intim itu menyebarkan rasa menggelitik yang hebat ke seluruh jaringan sarafnya.

Melihat keindahan tubuh Amara yang bergerak mengikuti irama, Arlan tidak mampu lagi menahan diri. Ia memajukan wajahnya dengan tidak sabar, menyatukan bibirnya pada dada Amara yang terekspos. Ia mengecup dan memberikan sesapan-sesapan dalam pada area sensitif itu, sementara bagian bawah tubuh mereka terus bergesekan dengan ritme yang semakin cepat, mempertemukan titik-titik paling peka dari diri mereka.

Amara bergerak semakin berani. Meski belum ada penyatuan yang seutuhnya, kedekatan intim yang konstan di sepanjang area tersebut sudah lebih dari cukup untuk menguji batas pertahanan dirinya.

Arlan pun turut memacu gerakan tubuhnya dari bawah, memberikan tekanan balik yang membuat setiap sentuhan terasa semakin dalam dan intens. Kehangatan alami yang keluar dari tubuh mereka kini membuat setiap gerakan terasa semakin mulus, menyatu, dan tak menyisakan ruang kosong di antara mereka.

"Terus, Amara... jangan berhenti," geram Arlan rendah di sela-sela kecupannya yang intens pada dada Amara. "Sentuhanmu begitu erat dan hangat... ahhh!"

Suasana hangat di dapur yang mereka tinggalkan kini telah terlupakan sepenuhnya. Di atas kloset itu, keduanya benar-benar terombang-ambing di dalam badai asmara yang meluap-luap. Suara desahan halus Amara terus mengalun seiring ia memanggil nama sang tuan, merasakan ketegangan Arlan yang berdenyut hebat seolah siap menembus pertahanannya. Namun, Arlan sengaja menahan diri, membiarkan sensasi yang menyiksa namun nikmat ini berlangsung lama hingga mereka berdua benar-benar mendekati gerbang kepuasan tertinggi.

Namun, kebersamaan yang memabukkan itu mendadak pecah berantakan. Suara tangisan kencang Kenzo tiba-tiba menggema membelah keheningan malam melalui baby monitor yang diletakkan tak jauh dari sana.

Oeeekkk! Oeeekkk!

Suara itu bagaikan siraman air es yang menyentak kesadaran keduanya. Amara seketika membeku, seolah tersadar dari mantra gairah yang mengikatnya. Ia langsung menghentikan gerakan tubuhnya yang tadi sedang memburu puncak pelepasan. Napasnya tersengal-sengal, sementara rona merah masih memenuhi seluruh wajah dan lehernya.

"T-Tuan... Tuan Muda Kenzo terbangun," bisik Amara dengan nada panik yang kentara. Ia mencoba bergeser untuk turun dari pangkuan Arlan, namun persendian kakinya terasa begitu lemas seperti jeli akibat ketegangan yang mendadak putus. "Dia menangis keras... saya harus segera melihatnya."

Arlan mengerang frustrasi. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding kamar mandi dengan rahang yang mengatup rapat. Tubuhnya yang sudah berada di ambang batas pelepasan kini terasa berdenyut tegang karena harus ditahan secara mendadak. Ada rasa tidak rela yang bergejolak di dalam hatinya, namun tanggung jawab dan naluri seorang ayah jauh lebih besar. Ia tidak ingin putranya menangis terlalu lama di kamarnya sendiri.

"Sial," umpat Arlan pelan dengan suara yang bergetar akibat menahan gejolak batin. Dengan tangan yang masih gemetar, ia membantu merapikan daster Amara yang sempat berantakan. "Pergilah. Temui Kenzo dan tenangkan dia."

Amara mengangguk cepat. Dengan tergesa-gesa ia membenahi pakaiannya, bahkan tidak sempat memikirkan pakaian dalamnya yang masih tertinggal di area dapur. Sebelum melangkah pergi, ia sempat memberikan tatapan sekilas yang dipenuhi rasa bersalah sekaligus keinginan yang belum tuntas, sebelum akhirnya bergegas keluar dari kamar mandi menuju kamar bayi.

Setelah pintu kamar mandi tertutup rapat, Arlan masih terduduk sendirian di atas penutup kloset. Ia menundukkan kepala, menatap kondisi tubuhnya sendiri yang masih menegang hebat dan diselimuti oleh sisa-sisa kehangatan dari tubuh Amara. Ketegangan fisik yang luar biasa itu menuntut pelepasan yang gagal diselesaikan bersama sang pengasuh.

"Sabarlah," gumam Arlan pada dirinya sendiri dengan suara yang berat dan serak. Ia mengusap wajahnya dengan kasar untuk mengumpulkan kembali fokusnya. "Untuk malam ini, biarkan tangan ini yang menyelesaikan apa yang sudah dimulai."

Arlan melingkarkan jemarinya pada pangkal bagian pribadinya yang menegang. Ia mulai melakukan gerakan stimulasi mandiri dengan ritme yang cepat dan tegas, mencoba memanggil kembali memori tentang kehangatan dan kedekatan intim bersama Amara beberapa saat lalu. Sisa kehangatan tubuh Amara yang masih tertinggal di sana membantu melancarkan setiap gerakan tangannya.

"Ahhh... Amara..." Arlan mendesah berat, memejamkan matanya rapat-rapat saat bayangan visual tentang keindahan tubuh Amara yang bergerak di hadapannya kembali terlintas dengan begitu jelas.

Gerakan tangannya semakin cepat dan intens, memacu ritme seiring dengan bayang-bayang kepasrahan Amara yang berada di bawah kendalinya. Di tengah kesunyian malam di dalam kamar mandi tersebut, Arlan akhirnya mencapai titik puncaknya sendirian. Ia melepaskan seluruh ketegangan yang mendesak, memberikan kelegaan instan bagi tubuhnya yang sempat terbakar oleh pesona sang gadis desa.

1
Ca
terus ibu dan adik2 nya gimana ? ntar mlh disandera mertua luknut lho
Safira Oksi
Alur ceritanya membuat pembaca tertegun sqlut dengan karakter Arlan yang nyaris sempurna. Kasar, emosi, kejam, lembut, bijaksana, bertanggung jawab. semua menyatu dalam balutan kasih sayang. Bukan lagi cinta nafsu.
KarTika Sahupala
kadang suka heran sama noveltoon ini, kalau ada cerita yang banyak dilihat malah di revisi ... pdhl orang² sudh ikuutin dan menunggu penulis keluarkan karyanya dr awal ...
Badkill 99
hanya berisi konten aataau ceritaa dewaasaa
Iniakun Ke2
di wc cuman digesek doang
Iniakun Ke2
disini banyak cewe yang basah baca nyaa, seruuuu
rahasia
setiap bab,gitu² an terus ya thor😭😭
sambua
arlan mau pamer crta nya ke Amara ya😂😂
sambua
arlan kalo kamu mau harus nya coba ngomong sama Amara ijin gtu🤣🤣🤣
sambua
mampir thoor crta nya bagus
Een Hasanah
kenapa gak di nikahin siri aja...dari pada zina terus, gak pakai pengaman lama2 Hamidun deh
Ndari Wsb
ceritanya membosankan
Ndari Wsb
lama lama ceritanya nggak menarik, membosankan
Visitor9021
Harusnya nikahi sj biar ngak zina
Rahma diana
namanya jg crt
Niluhminia Wati
dari awal saja kalian pindah, ibunya arlan gk bisa memperbudak amara
Niluhminia Wati
Moga saja arlan melihat cctv di ruang tengah rumahnya dan amara kalau ibunya membuat istrinya amara biar mentalnya hancur, moga dapat karma Sofia
Niluhminia Wati
Moga ada yang beritahu arlan kalau ibunya sofia memperlakukan istrinya dengan mempermalukan amara di depan umum🥺🥺🥺
Niluhminia Wati
kapan Amara mengandung keturunan aditama ya
Jamayah Tambi
orang lain hamil juga tak ada la dikontrol sangat kayak gitu.Orang di desa siap pergi ke sawah angkat padi,jerami,menugal kandungan merekacelok2 saja.Anak yg lahir sihat walafiat.Ibu pun sihat.Tak ada yg bentan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!