NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Pertemuan Tim dan Keangkuhan Sang Jenius Hyuga

Matahari pagi baru saja mengintip dari balik cakrawala ketika Reymond—yang kini sudah sepenuhnya menerima identitasnya sebagai Rock Lee—berjalan menuju Area Latihan Nomor Tiga. Dia mengenakan pakaian hijau ketatnya yang sudah dicuci bersih, lengkap dengan beban berat yang terikat di kedua pergelangan kakinya.

Sesampainya di lapangan berumput yang luas itu, dia melihat dua orang sudah berdiri di dekat tiang kayu besar.

Yang pertama adalah seorang gadis dengan rambut cokelat yang disanggul dua mirip bakpao, mengenakan baju bergaya Tiongkok berwarna merah muda dan putih. Tenten. Dia sedang sibuk memeriksa gulungan-gulungan senjata di tas pinggangnya.

Yang kedua adalah seorang remaja laki-laki dengan rambut hitam panjang yang diikat longgar di bagian ujung. Dia berdiri dengan menyilangkan dada, matanya yang berwarna putih susu tanpa pupil menatap lurus ke depan dengan tatapan dingin dan arogan. Neji Hyuga. Sang jenius nomor satu di angkatan mereka.

"Oh, Lee! Kamu sudah datang?" Tenten melambaikan tangannya dengan senyum ceria begitu melihat kedatangan Lee. "Kudengar dari Guru Guy kemarin kamu masuk rumah sakit karena kelelahan. Bagaimana keadaanmu? Jangan dipaksakan kalau masih sakit."

Lee berjalan mendekat, membalas lambaian tangan Tenten dengan senyum lebar. "Terima kasih perhatiannya, Tenten! Aku sudah sembuh seratus persen! Malah, aku merasa lebih segar dari biasanya!"

Neji melirik Lee sekilas dari sudut matanya, lalu mendengus pelan, suara yang sarat akan nada cemoohan. "Menyembuhkan diri dengan cepat tidak akan mengubah takdirmu, Lee. Seorang pencundang yang memaksakan diri melampaui batasnya hanya akan berakhir merusak dirinya sendiri. Kerja keras tidak akan pernah bisa melampaui bakat alami."

Kata-kata itu terdengar sangat menusuk telinga. Tenten yang mendengarnya langsung menghela napas panjang, tampak sudah terbiasa dengan sikap dingin Neji. Dia melirik Lee dengan tatapan khawatir, takut kalau rekan timnya yang sensitif itu akan langsung meledak marah atau menangis drama seperti biasanya.

Namun, reaksi Lee kali ini justru membuat kedua remaja itu tertegun.

Lee tidak berteriak. Dia tidak menangis, dan tidak juga membantah dengan kalimat "Masa muda tidak mengenal batas!" yang biasa dia gembar-gemborkan. Sebaliknya, Lee hanya menatap Neji dengan tatapan datar, seulas senyum tipis yang sulit diartikan terukir di sudut bibirnya.

"Takdir, ya?" Lee bergumam pelan, suaranya terdengar sangat tenang, hampir seperti suara orang dewasa yang sedang mendengarkan celoteh anak kecil. "Kita lihat saja nanti, Neji. Apakah takdir yang kamu agung-agungkan itu bisa menahan pukulanku atau tidak."

Neji sedikit mengernyitkan alisnya. Ada yang berbeda dengan Lee hari ini. Sorot mata bulat yang biasanya dipenuhi oleh ambisi menggebu-gebu dan rasa rendah diri yang ditutupi oleh teriakan, kini terlihat... sangat dalam dan tenang. Seperti air telaga yang tidak beriak.

"Sombong sekali," Neji mendesis, aura di sekitarnya mendadak mendingin. "Kamu ingin mencoba bertarung denganku sekarang? Aku tidak keberatan mengingatkanmu kembali di mana posisimu berada."

"Boleh juga," Lee menjawab santai, melangkah maju dua langkah dan langsung mengambil posisi kuda-kuda bertarung. "Anggap saja sebagai pemanasan sebelum Guru Guy datang."

"Eh? Tunggu dulu, kalian berdua! Jangan bertarung di sini!" Tenten mencoba melerai dengan panik, namun kedua pria di depannya sama sekali tidak mengindahkannya.

Neji membuka kedua kakinya, menurunkan pusat gravitasinya, dan menjulurkan tangan kanannya ke depan dengan telapak tangan terbuka. Kuda-kuda khas Juken (Tinju Lembut) klan Hyuga. "Jangan menyesal jika kamu harus kembali ke rumah sakit, Lee."

Syuuwt!

Tanpa peringatan, Neji melesat maju dengan kecepatan yang luar biasa untuk ukuran seorang Genin. Dalam sekejap, dia sudah berada di depan Lee, telapak tangannya mengarah langsung ke arah dada kiri Lee, mengincar salah satu titik tenketsu (titik aliran chakra) untuk menghentikan pergerakan jantungnya.

Lee tidak menghindar. Dia sengaja ingin menguji seberapa efektif cheat regenerasinya menghadapi gaya bertarung Juken yang merusak organ dalam.

Plak!

Serangan Neji mendarat telak di dada Lee. Gelombang chakra murni milik Hyuga menyusup masuk melalui kulit, mencoba menghancurkan jaringan chakra dan organ dalam di balik tulang rusuk Lee. Neji sudah bersiap untuk melihat Lee memuntahkan darah dan berlutut kesakitan.

Namun, sedetik... dua detik... tidak ada yang terjadi.

Mata Neji membelalak tak percaya. Di depan matanya, Lee bahkan tidak bergeser satu sentimeter pun dari posisinya. Aliran chakra perusak yang disuntikkan Neji ke dalam tubuh Lee langsung diserap dan dinetralkan oleh sistem regenerasi instan milik Lee dalam sekejap mata. Sel-sel organ dalam yang sempat tertekan langsung pulih ke kondisi semula sebelum rasa sakit sempat mencapai otak Lee.

"Hanya segini kekuatan dari sang jenius?" Lee berbisik di telinga Neji, suaranya terdengar dingin di tengah keheningan lapangan latihan.

"A-apa?!" Neji tersentak, insting shinobinya berteriak bahaya. Dia mencoba menarik tangannya kembali untuk mundur, namun pergelangan tangannya sudah dicengkeram erat oleh tangan kiri Lee yang sekeras baja.

Cengkeraman itu sangat kuat, membuat Neji meringis kecil. "Lepaskan!" Neji berteriak, tangan kirinya bergerak cepat menyerang wajah Lee.

Lee menggunakan momen itu untuk melepaskan cengkeramannya dan sedikit memiringkan kepala ke kanan, membiarkan angin serangan Neji melewati pipinya. Di saat yang sama, Lee memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan memutar yang mengincar rusuk Neji.

Bum!

Neji berhasil menyilangkan kedua lengannya tepat waktu untuk menangkis tendangan itu, namun kekuatan mentah di balik tendangan Lee jauh melampaui perkiraannya. Tubuh Neji terseret mundur hingga lima meter di atas tanah, meninggalkan dua jalur tanah yang terkikis sebelum akhirnya dia berhasil menstabilkan posisinya.

Napas Neji sedikit memburu. Kedua lengannya terasa mati rasa akibat menahan benturan tadi. Dia menatap Lee dengan tatapan yang kini dipenuhi oleh rasa tidak percaya yang mendalam, bercampur dengan sedikit kemarahan yang mulai membakar egonya.

Di sisi lain, Tenten berdiri di tepi lapangan dengan mulut terbuka lebar, tangannya menutup mulut karena terkejut. "Lee... dia berhasil memukul mundur Neji dalam satu pertukaran serangan?!"

Lee menurunkan kakinya, berdiri tegak dengan santai sambil menepuk-nepuk debu imajiner di celana hijaunya. Dia menatap Neji yang tampak sangat syok.

"Pertahanan yang bagus, Neji," kata Lee dengan nada memuji yang tulus, namun di telinga Neji, itu terdengar seperti ejekan yang paling sarkastik. "Tapi seperti yang kukatakan tadi... takdir adalah sesuatu yang bisa diubah jika pukulanmu cukup kuat."

Tepat ketika Neji bersiap untuk mengaktifkan Byakugan miliknya karena merasa terhina, sebuah suara tawa yang sangat akrab menggema dari atas pohon di dekat mereka.

"Hahaha! Pertarungan yang sangat memukau di pagi hari yang cerah ini!" Guru Guy melompat turun dari dahan pohon, mendarat tepat di antara Lee dan Neji dengan pose andalannya. "Masa muda kalian berdua benar-benar meledak-ledak! Tapi simpan dulu energi kalian, karena hari ini kita memiliki misi penting dari Hokage!"

Aura tegang di antara kedua remaja itu perlahan memudar, meskipun Neji masih menatap Lee dengan tatapan tajam yang penuh selidik. Lee sendiri hanya tersenyum tipis, merasa sangat puas dengan hasil eksperimen pertamanya pagi ini. Hidup di dunia ini ternyata mulai terasa menarik.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!