NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Ini pertemuan kembali Kemuning dan Aditya setelah kejadian malam penggerebekan. Kemuning menatap Aditya lama dengan tatapan tajam. Seolah mencoba memastikan bahwa pria di hadapannya benar-benar orang yang dulu ia cintai. Rasa yang dulu pernah menggetarkan hati mereka, sudah tidak ada. Sekarang yang ada hanya rasa benci.

“Jangan pernah datang ke sini lagi! Aku tidak mau melihat kamu lagi. Pergilah!” ucap pria itu dingin.

“Aku datang bukan untuk menemui kamu,” balas Kemuning tidak kalah dingin.

“Lalu, mau apa lagi datang ke sini sekarang, hah?!” bentak Aditya, maju selangkah.

“Aku cuma mau ambil barang milikku,” kata Kemuning tegas.

Aditya mendengus. “Barang?”

“Semua barang milikmu sudah aku buang!” teriak Bu Ratih tersenyum culas.

“Kenapa Ibu buang barang milikku?”

Kemuning marah karena ada beberapa barang peninggalan orang tuanya di dalam lemari baju. Dahulu, dia belum sempat mengamankan barang-barangnya. Dia baru menyamankan aset harta kekayaannya saja.

“Kamu bilang kenapa?” Bu Ratih melotot. “Terus kenapa juga aku harus simpan barang rongsokan milik kamu itu di rumahku, hah?!”

“Benar kata Ibuku,” lanjut Aditya. “Rumah kami tidak menampung barang rongsokan.”

Bu Ratih tersenyum sinis. Sementara Kemuning, menahan rasa amarah.

“Jadi, sebaiknya sekarang kamu pergi! Kamu enggak punya barang apa-apa lagi di sini. Ini rumah orang tuaku.” Aditya mengusir Kemuning.

“Iya, benar,” sahut Bu Ratih sambil mendorong bahu Kemuning. “Pergi kamu dari sini! Kami sudah cukup sabar menghadapi kamu.”

“Baiklah.” Kemuning mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia berbalik. Langkahnya meninggalkan rumah itu terasa ringan, meski di dalam dadanya, ada sesuatu yang benar-benar selesai.

Baru saja beberapa saat Kemuning mengendarai motornya, seseorang memanggilnya. Mau tidak mau dia berhenti.

“Mbak Kemuning, barang-barang milik Mbak yang dibuang sama Bu Ratih ke tempat sama, sekarang ada sama aku,” ucap Seruni, anaknya Pak RT. Rumahnya cuma terhalang tiga rumah dari rumah Bu Ratih.

Seruni mengeluarkan dua dus besar dari dalam rumahnya. Dari semua barang milik Kemuning, yang paling berharga baginya adalah album foto keluarga. Kemuning memeluknya erat.

“Terima kasih, Mbak Seruni!” Kemuning menangis bahagia.

Belakangan Kemuning memang tinggal di peternakan. Bukan karena takut pulang ke rumah Bu Ratih, tetapi rumah itu selalu dalam keadaan terkunci. Selain itu, dia juga memang akan mengakhiri pernikahannya dengan Aditya.

Di kantor peternakan memang ada kamar yang biasa dipakai Aditya untuk beristirahat atau menginap jika lembur. Sebuah ruangan kecil yang hanya bisa memuat ranjang berukuran single dan sebuah lemari kecil. Tempat yang sangat sederhana. Bahkan jauh dari kata nyaman.

Sekarang di sanalah Kemuning sekarang tinggal. Kamar itu juga jadi tempat dia menyusun kembali hidupnya yang sempat hancur.

Malam-malamnya yang dilalui oleh Kemuning sekarang terasa sepi. Ia sering duduk sendirian, menatap lampu redup, membiarkan pikirannya berkelana. Tentang masa lalu yang dikira indah, tentang mimpi membangun keluarga bahagia yang gagal, dan tentang dirinya yang dulu terlalu percaya kepada Aditya.

Setiap kali rasa itu datang, Kemuning hanya menarik napas panjang. Ia tidak lagi menangis. Air matanya seolah sudah habis, yang tersisa hanya tekad untuk membahagiakan dirinya sendiri.

Kemuning menemui Arkatama di kantor pengacara miliknya. Dia ingin menanyakan perkembangan proses gugatan perceraiannya dengan Aditya.

“Aku akan sekuat tenaga agar kamu bisa mendapatkan keadilan,” kata Arkatama serius. Pria itu sempat kesal dan marah karena Aditya dan Lavanya bisa ke luar dari penjara.

“Yang aku inginkan saat ini adalah lepas dari Mas Aditya,” balas Kemuning lirih.

Sebuah panggilan masuk lewat ponsel milik Arkatama, di waktu yang bersamaan Aryasatya datang membawa sebuah tas berukuran cukup besar.

“Kakak, nih, barangnya!” ucap pemuda itu sambil meletakan di atas meja kerja.

“Eh, ada Mbak Kemuning! Lagi bicarakan masalah perceraian, ya?” tebak Aryasatya menyeringai nakal.

“Mbak Kemuning, aku tinggal dahulu sebentar.” Arkatama berjalan menuju pintu, keluar dari ruang kerja.

Kini di dalam ruang itu tinggal Kemuning dan Aryasatya. Keduanya duduk berhadap-hadapan.

“Mbak Kemuning jangan khawatir. Kak Arka akan menegakkan keadilan untuk para istri yang terzalimi,” kata Aryasatya dengan nada jenakan.

“Wah, berarti di pahlawan, dong!” balas Kemuning tertawa geli.

“Iya. Kak Arka itu menjadi pahlawan untuk orang lain, tetapi tidak bisa untuk dirinya sendiri,” ujar pemuda itu lirih. Senyum nakalnya hilang, digantikan dengan tatapan sendu.

“Maaf kalau pertanyaan aku ini terlalu lancang. Memangnya Mas Arka kenapa?” tanya Kemuning penasaran.

“Seperti yang aku bilang tadi, Kak Arka itu banyak membela para istri yang dizalimi. Sementara dia sendiri, dizalimi oleh istrinya sendiri,” jawab Aryasatya. Dari sorot matanya terlihat jelas ada kemarahan.

Mulut Kemuning terbuka. Dia tidak menyangka Arkatama mengalami hal seperti itu.

“Apa Mbak Kemuning tahu, kenapa Kak Arka menjadi pengacara? Terutama pengacara yang menangani perceraian,” tanya Aryasatya.

Tiba-tiba pintu terbuka, Arkatama pun masuk sambil membawa beberapa amplop berukuran besar. Sehingga pembicaraan Kemuning dan Aryasatya pun berakhir.

“Kita sudah mendapatkan waktu kapan sidang perceraian akan digelar,” kata Arkatama tersenyum tipis kepada Kemuning.

“Semoga sidangnya berjalan lancar dan sukses, Kak!” Aryasatya memberi dukungan kepada kakaknya.

***

Hari persidangan akhirnya tiba. Ruang sidang terasa penuh sesak pagi itu. Kursi-kursi hampir tidak tersisa, dipenuhi warga yang penasaran ingin menyaksikan kelanjutan perkara yang sudah berhari-hari menjadi bahan perbincangan. Udara di dalam ruangan terasa hangat, bercampur dengan bisik-bisik yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Kemuning duduk tenang di kursinya. Punggungnya tegak, kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan. Wajahnya tampak tenang, tetapi di dalam dadanya, ada sesuatu yang terus berdenyut pelan. Bukan lagi ketakutan, melainkan sisa luka yang belum benar-benar sembuh.

Di sisi lain, Aditya duduk dengan wajah kaku. Rahangnya mengeras, matanya sesekali melirik ke arah Kemuning, lalu cepat-cepat membuang pandangan. Di sampingnya, Bu Ratih tampak gelisah, jemarinya tidak berhenti meremas ujung bajunya sendiri.

“Sidang dimulai!” Suara hakim menggema, membuat seluruh ruangan langsung hening.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Kemuning .. 👍👍👍
Aditya hp/ bunda Lia
LV pasti si Lavanya
Ita rahmawati
tuh Adit wanita yg kmu cintai sampe kamu rela mengkhianati kemuning wanita yg sudah memberikan segalanya utkmu ternyata aslinya tuh udh terbukti dn kmu liat sendirikan kamu ditinggalin saat GK punya apa2 dan dia malah milih jd LC kyk gtu 😏😏
rasain kmu Aditya 🤣
mimief
WKWKWK..lu ninggalin istri Soleha lu buat pel4cvr kaya dia🤣🤣
Ita rahmawati
apa aja gpp fit asal halal dn kmu berubah
Aidil Kenzie Zie
dari jalang berkedok pelakor akhirnya kembali ke jalang 🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah si lavanya
Nanik Arifin
tuh kan akhirnya jd rendah pekerjaan & hidupnya, dlu suka ngeremehin & menganggap rendah orang sih... makanya hormati orang lain, biar pekerjaan & hidup kita berharga bagi orang lain
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ummee
benar dugaan ku, memang lavanya...
hhmmm lavanya, skrg kamu makin terjerumus
Yuningsih Nining
sukuri penting halal jg paling nggak masih bs nghidupi km sendiri, mngkn masih bnyk orang² keliling nyari kerjaan
Lianty Itha Olivia
akhirnya hidupnya LV malah dijlnan kotor yg penuh dg abu2
ken darsihk
Woouuw pasti Aditya terkejut sangat terkejut , tak di sangka mereka bertemu lagi
ken darsihk
Aq kira Kemuning berhijab
ken darsihk
Hukum tabur tuai ada nyata nya Aditya , dan saat ini lo sedang mengalami
Sugiharti Rusli
entah apa yang akan terjadi saat si Lavanya bertemu kembali sama si Aditya, mantan bos nya yang dia porotin saat kaya dan ditinggal saat jatuh miskin,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya si Aditya memang akan bertemu si Lavanya yah, soalnya profesi apa lagi yang harus dilakukan selain modal tubuhnya buat bekerja di kota,,,
Sugiharti Rusli
memang dasar kamunya saja yang lupa diri saat itu terhadap Kemuning, sekarang pekerjaan yang tidak pernah kamu bayang kan harus kamu lakukan demi bertahan hidup,,,
Sugiharti Rusli
yah seperti itu yang namanya roda berputar Dit bagi kamu yang dulu berfoya-foya di atas penderitaan seorang istri yang setia dan bahkan memberikan modal usaha kamu,,,
Sugiharti Rusli
bukannya kalo di ibukota sekarang tranportasi umum seperti bus sudah mulai tertata yah, meski penuh tapi sekarang bagus lha pegangannya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!