NovelToon NovelToon
Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:87.7k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Rumah tangga Kartika dan Deva sudah 10 tahun dan berjalan baik, walau sering mendapatkan banyak rongrongan dari keluarga Deva, entah itu orang tuanya atau adik-adiknya yang suka bergantung kepadanya.

“Kartika, mulai sekarang kebutuhan rumah tangga kita bagi dua. Karena ibu ingin membeli rumah baru untuk Gavin, setoran tiap bulannya tiga juta setengah,” kata Deva di tengah-tengah kumpulan keluarganya.

Mendengar itu Kartika menahan amarah dan kesal. Gaji Deva sebanyak 25 juta sebagian besar digunakan untuk keluarganya.

“Makanya kamu harus bekerja, jangan cuma mengandalkan uang anakku saja!” ucap Bu Hania, mertuanya.

Karena rasa cinta Kartika yang begitu besar kepada Deva, dia sampai meninggalkan rumah dan harta kekayaannya. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga agar bisa mengurus suami, anak, dan rumah.

“Oke! Kalau begitu, maka mulai sekarang aku pun akan minta bayaran untuk semua hal yang aku kerjakan di rumah,” balas Kartika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Ruang makan malam itu terlihat jauh lebih ramai dari biasanya. Meja panjang dipenuhi oleh hidangan mahal. Udang saus mentega, iga bakar, sate, sup buntut, ayam goreng, sampai semur jengkol favorit Pak Dimas yang aromanya langsung memenuhi ruangan.

Semua orang tampak antusias untuk menyantap makanan itu. Bu Hania bahkan tersenyum lebar sejak tadi sambil sibuk mengambilkan makanan untuk Delisa.

“Ada acara apa ini? Tumben kita makan-makan begini.”

Nada suara Bu Hania terdengar ringan dan matanya berbinar. Di kepala wanita paruh baya itu sudah muncul satu kemungkinan,

“Deva pasti dapat bonus besar lagi.”

Pak Dimas juga tampak puas. Laki-laki tua itu langsung mengambil semur jengkol cukup banyak ke piringnya.

“Wah, ini baru namanya makan!”

Kenzie duduk di ujung meja sambil makan sate, ceuk seperti biasa. Tidak terlalu peduli dengan suasana di sana.

Sementara Gavin dan Rosita masih sibuk bermesraan kecil di kursi mereka. Rosita terkikik saat Gavin menyuapinya potongan udang yang jarang dia makan.

Sedangkan Iriana sibuk nyomot sana nyomot sini, mengambil makanan lebih dulu, takut kehabisan.

Di tengah semua keramaian itu, Deva duduk diam. Tatapannya menyapu satu per satu wajah keluarganya. Orang-orang yang selama ini selalu ia prioritaskan. Orang-orang yang selama ini ia bela mati-matian.BOrang-orang yang membuat rumah tangganya hancur perlahan.

Malam ini ia ingin tahu satu hal. Apakah mereka benar-benar peduli padanya? Atau hanya peduli pada uangnya?

Deva menarik napas panjang. Lalu akhirnya membuka suara. “Malam ini aku sengaja ngundang kalian makan bersama karena ada yang mau aku bicarakan.” Nada suaranya serius.

Seketika beberapa orang mulai menoleh.

Pak Dimas mengunyah pelan. “Ada apa? Katakan saja.”

Deva terdiam beberapa detik. Lalu ia menatap meja makan itu lurus-lurus.

“Sebenarnya, aku melakukan kesalahan besar di kantor.”

Sendok Bu Hania berhenti di udara. Perasaan dia mulai tidak enak.

“Kantor mengalami kerugian tiga miliar.”

Gelas di tangan Rosita hampir jatuh. Sementara sendok di tangan Bu Hania jatuh ke atas piring dan menimbulkan bunyi nyaring.

“Apa?!” pekik hampir semua orang bersamaan. Kecuali Delisa yang masih sibuk makan ayam goreng, tidak mengerti apa-apa.

Suasana meja makan langsung berubah total. Wajah-wajah yang tadi santai mendadak pucat.

Pak Dimas bahkan langsung berdiri setengah badan. “Ti-ga mili-yar?!”

Bu Hania terlihat lemas. Tangannya gemetar kecil. “Ka-kamu bohong kan, Deva?”

Deva menatap ibunya lama. “Apa untungnya buat aku bohong, Bu?”

Kalimat itu langsung membuat jantung Bu Hania berdegup makin keras dan tubuhnya lemas.

Pak Dimas membanting sendok ke meja. “Deva! Uang tiga miliar itu bukan sedikit!”

“Tentu saja bukan sedikit, Yah.” Nada suara Deva tetap tenang.

“Jabatan aku tinggi. Gaji aku besar. Jadi, tanggung jawabnya juga besar.”

Ruangan mulai terasa menyesakkan. Tak ada lagi suara sendok beradu, apalagi suara tawa. Semua orang kini terlihat tegang.

Deva memperhatikan semuanya diam-diam. Di situlah ia mulai melihat sesuatu yang selama ini tidak pernah ia sadari.

Tak satu pun dari mereka bertanya, “Lalu, kamu gimana? Kamu baik-baik saja? Kamu jangan sampai stres!"

Tidak ada sama sekali peduli kepadanya. Yang mereka pikirkan hanya angka kerugian, tiga miliar.

Bu Hania langsung memegang dadanya. “Terus sekarang gimana? Apa kamu harus bayar?”

Deva mengangguk pelan. “Perusahaan kasih waktu.”

“Kalau enggak bisa ganti rugi?”

Deva menatap lurus ayahnya. “Aku bisa dipenjara.”

Kalimat itu membuat ruangan langsung sunyi total. Rosita refleks memegang tangan Gavin erat. Iriana menelan ludah gugup. Kenzie akhirnya mengangkat kepala sedikit dengan tangan memegang tusuk sate.

Namun, lagi-lagi tak ada wajah yang terlihat khawatir kehilangan Deva sebagai keluarga. Mereka lebih terlihat takut kehilangan sumber uang. Kenyataan itu membuat sesuatu di hati Deva terasa retak perlahan, tetapi rasanya sangat menyakitkan.

Pak Dimas berdiri, lalu berjalan mondar-mandir gelisah. “Gimana kamu bisa sampai ceroboh begitu?!”

Deva menatap ayahnya diam. Biasanya ia akan langsung merasa bersalah. Namun, malam ini berbeda. Dia benar-benar memperhatikan reaksi mereka. Dan yang ia lihatntidak ada ketulusan.

Bu Hania mulai panik. “Tabungan kamu masih ada kan?”

Deva menggeleng pelan. “Ibu tahu sendiri, semua tabungan aku habis untuk uang nikahan Gavin. Aku udah enggak punya lagi, sedikit pun!”

Kalimat itu langsung membuat beberapa wajah berubah.

Gavin yang sejak tadi diam akhirnya bicara cepat. “Rumah? Mobil? Aset kekayaan Kakak?”

“Walau semua itu aku jual, tidak akan bisa menutupi kerugian.”

Pak Dimas langsung duduk lemas. “Mati kita ....”

Deva langsung mengangkat pandangan. "Mati kita." Bukan, "Kasihan kamu." atau ”Kita bantu cari jalan keluarnya.”

Deva tersenyum kecil. Rasanya pahit sekali. Dalam detik itu ia merasa seperti orang bodoh paling besar di dunia.

Selama ini Deva jungkir balik bekerja. Lembur, mengorbankan perasaan istri. Mengabaikan waktu bermain sama anak-anak. Demi apa? Demi membuat keluarganya hidup nyaman. Namun, sekarang saat dirinya jatuh tak ada satu pun yang berdiri di sisinya.

“Kamu harus cari pinjaman ke bank, Deva!” seru Bu Hania panik.

“Tiga miliar bukan uang sedikit, Bu.” Deva menatap ibunya lama.

“Kalau enggak ada yang minjemin? Ya, jual semua aset milik kamu.”

“Aset yang mana, Bu?”

Bu Hania langsung diam. Karena hampir semua aset keluarga itu dibeli menggunakan uang Deva. Ironisnya tak ada satu pun yang benar-benar atas nama Deva sendiri.

Deva teringat dengan ucapan teman-temannya di kantor, tempo hari. Belum tentu orang yang diperjuangkan mati-matian akan melakukan hal yang sama untuk kita.

Deva menatap Gavin. “Kalau aku masuk penjara, kamu bisa bantu keluarga?”

Gavin langsung kaku. “A-aku?”

“Iya. Kan sekarang usaha kamu udah jalan.”

Wajah Gavin langsung berubah. “Ya, tapi belum stabil.”

“Selama ini aku sering kasih bantu modalnya.”

Gavin terdiam. Rosita buru-buru ikut bicara.

“Kita juga baru nikah, Bang. Banyak kebutuhan.”

Deva mengangguk kecil. Lalu ia menatap Kenzie. “Ken, kamu?”

Kenzie langsung salah tingkah. “Aku masih kuliah.”

Deva tertawa kecil, tidak ada hangat sama sekali di sana.

Pak Dimas mulai frustrasi. “Kamu, tuh, bikin masalah aja!”

Kalimat itu berhasil menghancurkan sesuatu yang tersisa di hati Deva. Bukan karena marah, tetapi karena sadar.

Sadar bahwa selama ini dirinya hanya dianggap mesin. Mesin uang keluarga. Selama bisa memberi, ia dipuji. Saat tidak bisa memberi, ia dianggap jadi beban.

Tangan Deva mengepal kuat di bawah meja. Sampai buku-buku jarinya memutih.

Mendadak wajah Kartika muncul di kepalanya. Wanita itu tak pernah menuntut apa pun. Yang Kartika minta cuma satu, keluarga kecilnya diprioritaskan. Dan ia gagal memberikannya.

Dadanya langsung terasa sesak luar biasa. Ia membayangkan Kaivan menangis mencari dirinya. Membayangkan Kalingga yang diam-diam memendam rindu.

Sementara ia? Malah sibuk mempertahankan orang-orang yang bahkan tidak peduli dirinya hancur.

“Deva!” Suara Bu Hania membuyarkan lamunannya. “Kamu dengar Ibu enggak, sih?!”

Deva perlahan mengangkat kepala. Tatapannya berubah, tidak lagi selembut biasanya.

“Aku dengar, Bu.”

“Terus gimana sekarang?!” bentak Pak Dimas.

Deva menyandarkan tubuhnya pelan ke kursi. Dia tertawa kecil, matanya mulai memerah.

“Selama ini apa ada satu aja dari kalian yang benar-benar peduli aku?”

Hening, tak ada yang menjawab.

1
V3
yaa ampun .... mama lupa kak 🤦
V3
ibu gila yaaa bgtu ,, gak sadar kalau anak nya jg butuh perhatian 😡😡
V3
😭😭😭😭😭😭😭
aku nangis sampai mampet hidung ku 😭
V3
otak Deva mulai sadar sedikit demi sedikit
V3
yeeaaayyyy ... kita boleh telpon papa 👏👏
kata-kata itu SGT sederhana sx tp penuh arti segala nya buat anak-anak 😭
V3
good job Deva ,,, aku suka JK kamu bgni 👏👏
ayo buka lebar mata mu Deva ,, jg buta ja Krn keluarga mu 🤣
V3
pintar jg ide teman-temannya Deva 👏👏🤣🤣
V3
baru sadar kn Deva kalau keluarga kamu itu bukan anggap kamu keluarga ,, tp hanya menganggap kamu tuh ATM Berjalan mereka 🤣🤣
V3
kira-kira saran apa yaa yg akan mereka berikan PD Deva ❓
aku malas mikir nya 🤣
V3
aku sdh selesai baca nya ttg Sandrina dan Alecio ,,, sumpah ini cerita lucu bgt ,, aku mpe ngakak-ngakak baca nya 🤣🤣🤣🤣🤣
V3
semoga si Deva benar-benar sadar lah , bukan cm omdo ja 😡
V3
kasihan Kaivan 😭😭
V3
pke nanya ,,, U tolol apa bodoh si Deva ❓
yg U lakukan yaa menSTOP jatah mereka semuanya , biar sadar diri , biar tahu diri 😡😡
dan usiiiiir si Iriana dr rumah mu 😡
bgtu ja pke nanya , tolooooool 😡😡
V3
hahaha .... baru jg KK sekolah pertama dh dpt ciuman ja dr cewek 🤣🤣
V3
😭😭😭😭😭😭
V3
akhirnya Kartika pulang jg kerumah peninggalan orang tua nya 🤣
tinggal bertiga an ja ma anak-anak mu ,, gsah mikirin suami pecundang itu 😡
V3
aku JD nangis Krn Kartika dan Kalingga 😭😭
V3
mampoes kau Deva 🤣
V3
yaa dh nti anak-anaknya Kartika buat pancingan ja ,, biar istri nya Rangga cepat hamil 👏👏
V3
mampoes kau Deva ,, rasakan pilihan mu itu 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!