NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Air Mata di Hadapan Ustazah

Ustazah Zahra perlahan menuntun Fatimah masuk ke dalam rumah dinasnya yang bersahaja.

Setelah menutup pintu rapat-rapat, ia membimbing gadis itu untuk duduk di atas sofa ruang tamu.

Fatimah masih terisak kecil, tangannya meremas ujung khimarnya dengan erat. Napasnya masih terasa sesak, sisa dari tangis yang membuncah di teras tadi.

Dengan penuh kelembutan, Ustazah Zahra beranjak ke dapur dan kembali membawa secangkir air putih hangat.

Ia meletakkannya di atas meja, lalu mengambil tempat duduk tepat di samping Fatimah.

"Minum dulu, Nak. Tenangkan hatimu," ujar Ustazah Zahra sembari mengusap lembut punggung Fatimah.

Fatimah mengangguk patuh. Ia menurunkan sedikit cadarnya yang lembap akibat air mata, lalu meminum air tersebut perlahan.

Kehangatan air itu perlahan menjalar ke dadanya, memberikan sedikit rasa tenang yang sejak kemarin absen dari hidupnya.

Setelah meletakkan kembali cangkir itu, Fatimah menunduk dalam-dalam, tak berani menatap langsung sepasang mata teduh milik gurunya.

"Sekarang, ceritakan pada Ustazah. Badai apa yang sedang menimpamu di rumah?"

"Mengapa kepulangan yang seharusnya penuh suka cita justru membawamu kembali ke sini dengan luka sedalam ini?"

tanya Ustazah Zahra, suaranya mengalir bagai aliran sungai yang menyejukkan.

Fatimah menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya agar suaranya tidak terlalu bergetar.

"Ustazah... janji kuliah itu sudah tidak ada lagi. Impian Fatimah untuk melanjutkan belajar... sudah runtuh."

Ustazah Zahra mengernyitkan dahi, mendengarkan dengan saksama.

"Apa yang terjadi, Fatimah? Bukankah kakakmu sudah lulus?"

"Iya, Ustazah. Mas Faisal sudah lulus dan diwisuda. Namun, kepulangannya justru membawa kabar bahwa orang tua Fatimah telah menerima lamaran dari seorang pria untuk Fatimah," ucap Fatimah, air matanya kembali menetes melewati pipinya yang pucat.

"Seorang pengusaha kaya, usianya tiga puluh delapan tahun, Ustazah. Jauh sekali dari usia Fatimah."

Fatimah meremas jemarinya sendiri, meluapkan rasa sesak yang kembali membakar dadanya.

"Fatimah sempat menolak, Ustazah. Fatimah memberontak dan menuntut hak Fatimah untuk kuliah yang sempat tertunda selama satu tahun ini."

"Terlebih... Fadia yang baru saja tamat SMA, justru langsung dikuliahkan di universitas swasta oleh Ayah dan Ibu. Mengapa harus Fatimah yang dikorbankan untuk menikah secepat ini?"

Mengapa ini terasa sangat tidak adil?"

Ustazah Zahra mendengarkan tanpa memotong sedikit pun. Sorot matanya memancarkan rasa empati dan keprihatinan yang mendalam atas ujian berat yang menimpa santriwati kesayangannya ini.

"Lalu, apa yang membuatmu melangkah kembali ke pesantren dengan membawa seluruh barangmu, Nak?" tanya Ustazah Zahra lembut.

"Fatimah dikatakan akan menjadi anak durhaka karena melawan keputusan mereka, Ustazah,"

Bisik Fatimah lirih, suaranya nyaris hilang tertelan rasa perih.

"Kata-kata Ayah mematikan seluruh keberanian Fatimah. Fatimah takut... Fatimah sangat takut menjadi anak yang durhaka kepada orang tua."

"Tapi di sisi lain, hati Fatimah menolak pernikahan ini. Fatimah tidak tahu harus berbuat apa lagi. Pikiran Fatimah buntu, Ustazah. Fatimah merasa seolah-olah dunia ini runtuh menimpa Fatimah sendirian."

Mendengar seluruh keluh kesah dan curahan hati Fatimah, dada Ustazah Zahra ikut berdenyut linu.

Ia tahu betul bagaimana sifat Fatimah selama tiga tahun menjadi santriwati dan setahun mengabdi di sini—seorang gadis yang taat, lembut, dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain.

Melihatnya sehancur ini membuat Ustazah Zahra merasa sangat iba.

Ustazah Zahra meraih kedua tangan Fatimah, menggenggamnya dengan erat guna menyalurkan kekuatan.

"Fatimah, dengarkan Ustazah, Nak..."

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!