NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali, Sang Dewa Maha Tahu

Kelahiran Kembali, Sang Dewa Maha Tahu

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / System / Barat / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mad Kojer

Kelahiran kembali seorang Dewa maha tahu. Yang mana, ia mengetahui segala macam pengetahuan dan hal hal lainnya. Namun, kehidupannya bukanlah sebagaimana ia adalah Dewa.

Dia terus menerus harus menuruti semua permintaan Tuhan pencipta. Dalam perkataan Tuhan pencipta, ''Ini adalah tugas terakhirmu, selamatkan Planet bumi dari Invasi Ras Galgara.''

Namun Sang Dewa Maha Tahu, mengetahui itu hanyalah omong kosong belaka.

haaaahhhhhh.

Menghela nafas berat Sang Dewa Maha Tahu. Akhirnya, ia dikirim menuju Planet Bumi dan berusaha menumpas habis semua Galgara yang ada.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷.

Novel tak ada sangkut pautnya dengan keagamaan ataupun tradisi lainnya. kemungkinan, banyak yang sama dan hal sebagainya.

Novel juga, lebih ke Romantisan dan ngak begitu banyak actionnya.

tetap Kalm dan selalu

Coment

Like

Subscribe

vote juga ngak papa.

Untuk Update. Author janjikan up nya hari minggu dan senin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.9 Membingungkan.

''Kau, Rilia, kah?''

Benar benar terkejut Azra dengan kenyataan ini. Tak menyangka, muridnya akan menjadi jelmaan sang dosa nafsu setelah ia tinggal karena tuhan pencipta memberinya tugas.

'Hmm~, begitukah... Aku mengerti garis besarnya. Sejak awal aku dan Rilia bertemu waktu di hutan, sebuah sensasi jahat dalam jumlah besar terasa pada waktu aku mendekati Rilia. Namun, disaat bersamaan juga, sensasi jahat tersebut tidak ada dan seakan memanglah tak pernah ada, walau ini cukup membingungkan, konsepnya sama dengan konsep {Yin Yang}.'

Azra seketika menyadari satu hal. Sepintas memang membingungkan namun bila lebih teliti lagi, cukup mudah dipecahkan.

Sejak awal, Rilia adalah wadah dari sang dosa nafsu. Hanya saja, pemicunyalah yang belum ada. Sejak awal juga, energi negativ yang tercipta dari hawa nafsu memanglah telah disimpan kedalam tubuh Rilia atau wadah yang mana, itu adalah Rilia sendiri.

Dan membutuhkan sebuah pemicu untuk melepaskan energi {Yin} yang mengental kuat ditubuh Rilia. Dan pemicunya adalah, dia sendiri atau Azrael.

Azra menebak, kemungkinan 80% waktu Rilia memiliki mata kosong tak hidup adalah, waktu dimana energi {Yin} yang mengental telah bangkit. Dan jadilah, sosok Rilia yang mengganas seiring berjalannya waktu bila hasrat nafsu Rilia tak dilepaskan atau dirinya tak puas.

''Jadi, Rilia. Selamat datang, muridku tersayang.'' Mungkin sudah terlambat. Namun, bagi Azra keterlambatan lebih baik dibanding tak sama sekali.

''Aku pulang, kaka-guru.'' Rilia langsung berlari memeluk Azra melepas rindu sebenarnya karena Azra telah mengetahui siapa dirinya.

Kerinduan yang Azra rasakan setelah lama tak ia rasakan. Mungkin, 80 juta tahun?. Tak taulah, Azra yang penting sudah lama tak merindukan rasa rindu ini.

Beberapa menit kemudian, suasana berubah menjadi canggung diantara keduanya.

Dengan Azra yang sadar akan identitas Lusty yang sebenarnya. Ia malu betul, karena telah merenggut keperawanan muridnya sendiri. Walau yang aslinya Lusty-ah yang merenggut keperjakaan Azra terlebih dahulu.

Sejenak, kecanggungan ini berlangsung dalam pelukan satu sama lain tanpa melepaskannya.

''Sekarang kau harus kupanggil apa. Lusty atau Rilia?.'' Sebagai Pria Sejati, tentunya Azra haruslah membuka pembicaraan terlebih dahulu. Apa lagi dihadapan wanita sexy, montok, ssssseerrrta ehmmm gitulah.

Inget puasa, sekarang lagi bulan ramadhon. Bagi yang islam ya.

''Cukup panggil aku Lusty aja, kaka-guru. Ya, terserah kau saja si, kaka-guru.'' Lusty hanya menjawab dengan santai namun agak canggung.

''Baiklah, akan kupanggil Lusty saja. Nama itu juga bagus... Walau cukup erotis si.'' Kalimat terakhir, Azra cengengesan tak jelas mengingat arti namanya yang hanya bertambah -y saja, jadi Lust-y atau Lusty.

''Hehe~ mau lagi?. Murid bakalan nerima aja kok. Lagian, enak juga kan.'' Bisik goda Lusty di telinga Azra membuat aroma tubuh Lusty tercium dengan jelas dan pekat.

''Bukankah... Kau terlalu agresif, Lusty?.'' Azra segera mendorong tubuh Lusty dan duduk di kursi gazebo depan tersebut.

''Lagian, ini yang murid inginkan, kaka-guru. Dari dulu, murid udah suka ama kaka-guru, juga.'' Memanyunkan bibir, Lusty menanggapi pertanyaan Azra.

Azra tak mempedulikan hal tersebut. Namun, ia menatap serius pada pemandangan hijau dieng namun pikirannya bukan disitu. Melainkan melayang entah kemana.

'Sistem, apa kau tau cara memutuskan kontrak yang kulakukan dengan tuhan pencipta?.' Azra memang mengakui, ia memang tak tahu menahu mengenai kontrak mantra yang dilakukan oleh tuhan piencipta dengan dirinya. Maka dari itu, sistemlah yang bisa memberikan informasi.

[Capailah sampai batas kekuatan tertemtu. Nanti, sistem akan memeberikan info tersebut bila tuan telah mencapai kekuatan batas tertentu.]

Namun, sepertinya kali ini tak seperti yang dia harapkan.

Haaaaaahhhhh.

Mengehela nafaslah yang hanya bisa Azra lakukan. Terlalu banyak misteri yang harus dipecahkan bila ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hal yang tak seharusnya kau sentuh ataupun kau pelajari.

Seolah olah. Apa yang namanya suatu hal baru adalah hal yang tak memiliki batasan. Layaknya Ouroboros, dimana eksistensi Ouroboros seperti halnya sebuah rantai yang akan terus mengulang ulang membuat hal baru dan tak terbatas akan suatu hal.

''Kaka-guru, ada apa? Kenapa kau melamun terus?.'' Suara Lusty menyadarkan Azra dari pikiran yang menyetress kan dirinya sendiri.

''Ngak, mulai saat ini. Panggil aku dengan namaku saja, atau terserah kau sajalah. Yang penting nyaman.'' Azra mulai lagi terfokus kepada sistemnya untuk bertanya.

'Sistem, berapa waktu yang kubutuhkan untuk mengetahui informasi memutuskan kontrak serta melawan tuhan pencipta bila terjadi pertikaiaan?.' Tentunya, Azra berharap agar waktu sesingkat mungkin bagi dirinya agar bisa bebas hidup dan bahagia.

[90% selama 70 juta tahun bagi Tuan bila terjadi pertikaian dengan tuhan pencipta. Selama 70 juta tahun juga, tuan selalu harus meningkatkan kekuatan.]

'Baiklah, sekarang aku mengerti apa yang harus dilakukan.'

Setelah mengatakan hal tersebut dalam hati, Azra terkaget dengan apa yang ia lihat ketika kesadarannya kembali ke tubuhnya.

Melihat, Lusty duduk dipangkuannya dengan senyuman manis menggoda.

''Hmm~, kau saja bengong mulu si, SA-YANG-KU~.''

Azra hampir saja tersedak ludahnya namun dengan segera, ia hentikan karena tak ingin tenggorokannya gatal gatal.

''Lusty, kalo yang itu cobalah jangan mengatakan didepan orang orang selain hanya kita berdua. Aku tak menolak memang, bagaimanapun, aku tau perasaanmu kepadaku. Namun ingat, sekarang umurku baru 9 tahun saja. Takut, ibuku marah nanti bila mengetahui anaknya dah melepaskan keperjakaannya.'' Azra seketika bergidik ngeri mengingat hukuman yang diberikan oleh ibunda tercintanya.

Berbeda dengan Azra yang ngeri, Lusty terkejut mendengar umur sebenarnya Azra. Tanpa permisi, Lusty mengecek usia tulang Azra.

Seketika, ia terkejut dengan kenyataannya. Hanya tersenyum kecut Lusty merasakan kenyataan yang sebenarnya.

''Baiklah, sayang~. Aku akan mengatakan hal ini ketika kita berdua saja.'' Sebuah senyuman manis penuh kebahagiaan terlukis di wajah Lusty. Tak pernah sebahagia ini, Lusty ketika dirinya hidup.

****

.

.

Yang tak Azra sadari. Hina von Alvonia, sang ibu telah menyadari posisi anaknya sendiri. Setelah satu tahun berlalu, Hina mulai mencari anaknya dalam pengamatan serius karena Azra lepas dari pengawasannya.

Namun, tak disangka. Hina melihat Azra sedang bermesraan dengan seorang wanita yang entah dari mana muncul dikamar Azra.

''Heeee~, begitukah. Jadi begitu, begitu ya. Azra... Azra, setelah kau pulang nanti. 100 ribu tamparan pan*at sepertinya masihlah sangat kurang ya.''

Tanpa Azra sadari. Sosok malaikat dari neraka siap menampar bok*ng dirinya lebih dari nominal yang tak seharusnya.

''>><<>><<>><<>><<>><<>><<>><<''

Gima ngab cerita author. Kalo bagus, coment ya. Abcd juga ngak papa. Yang penting jangan promosi novel ya.

Bye bye.

See you again.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

...

...

....

.....

.......

........

.........

1
Seizurann
kan ada sistem unlimited masa udh 12 tahun masih aja segitu kekuatannya
Seizurann
kuatin napa mcnyan
Seizurann
tp ktanya dewa tp kok lemah banget
Seizurann
pdhal menarik lo ceritanya
Seizurann
udh 12 tahun masih aja lemah
Seizurann
mcnya kyknya lemah banget dh
Seizurann
kok nyegel kekuatan pake koin thor?, udh gitu mahal lagi
AlfianX Gaming
upp
Seven Deadly Sins•﹏•
(*^o^*)
zhanshen
kya sniper locus dri codm😁😁😁
❖⍣⃟️⃢🅟𝐑𝐘𝐔ᶯᵃʳᵃN🍡🎮ᵐᶥ⃟
ga papa ko asal jangan hiatus aja
jadi semangt terus ya
Seven Deadly Sins•﹏•
ヾ(*´∀`*)ノ
GOD KING HEAVEN
lanjutin thor sumpah keren bangetttttt
Seven Deadly Sins•﹏•
(*^o^*)
ArJunazx
wes jawa
Izuna Zhein
Lanjut Thor Keren
Izuna Zhein
Up Up Up Up Up Up
Seven Deadly Sins•﹏•
ヾ(*´∀`*)ノ
Juan
ey yo wtf
(📀. ORION .⭐)
is a good😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!