NovelToon NovelToon
Istri Misterius Sang Jenderal

Istri Misterius Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Nikah Kontrak / Kerajaan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.

Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.

Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?

*

Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Arina menyusuri kebun mangga dengan cepat. Tangan kanannya terangkat sedikit, sementara sinar ungu samar memancar dari ujung jari-jarinya.

Ia terus mempercepat langkah.

Tak lama kemudian, ia tiba di ujung kebun.

Di sana, sesosok berjubah hitam dengan lambang ular bercabang di tengah punggungnya tampak hendak meninggalkan area kebun.

Tidak ingin targetnya lolos begitu saja, Arina langsung mempercepat larinya.

Aksi kejar-mengejar pun dimulai.

Sosok berjubah itu telah meninggalkan Kota Asterra dan berlari menuju kawasan hutan di luar kota. Arina terus membuntutinya tanpa memberi kesempatan sedikit pun untuk memperlebar jarak.

Saat orang itu hampir menghilang di balik pepohonan, Arina mengangkat tangannya.

Seketika, seberkas cahaya ungu melesat cepat menembus udara.

Brak!

Cahaya itu menghantam sebatang pohon besar hingga tumbang tepat di depan sosok berjubah tersebut.

Jalannya langsung terhalang.

Karena berlari terlalu kencang, orang itu tidak sempat menghindar. Kakinya menghantam batang pohon yang melintang.

Buk!

Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh keras ke tanah.

Arina segera menyusul.

Dalam beberapa langkah, ia sudah berada di samping orang itu. Saat ia berjongkok dan hendak menariknya berdiri, tangan sosok berjubah itu bergerak secepat kilat.

Sebuah belati berlapis racun tiba-tiba muncul di genggamannya.

Belati yang sama...

Belati yang digunakan penyusup ke kamarnya beberapa malam lalu.

Tanpa ragu, orang itu langsung menusukkan belati tersebut ke arah perut Arina.

Gerakannya terlalu cepat.

Arina tidak sempat menghindar.

Namun, tepat sebelum mata pisau itu menyentuh tubuhnya, embusan angin yang sangat kuat datang dari belakang.

Brak!

Krak!

Terdengar suara benturan keras, disusul bunyi tulang yang seolah retak.

"Argh...!"

Sosok berjubah itu terpental beberapa meter ke depan, berguling beberapa kali sebelum akhirnya menghantam sebuah pohon.

Arina menoleh.

Orion telah berdiri di sampingnya.

Wajah pria itu garang, sementara kaki kanannya masih sedikit terangkat, menandakan dialah yang baru saja melepaskan tendangan tersebut.

"Kau terlalu gegabah," desis Orion.

Tanpa menunggu jawaban, ia meraih pergelangan tangan Arina dan menariknya ke belakang tubuhnya.

Gerakannya tegas, melindunginya secara naluriah.

Di depan mereka, sosok berjubah itu perlahan bangkit kembali.

Meski langkahnya sedikit goyah, ia masih menggenggam belati beracunnya erat-erat.

Suasana hutan mendadak berubah mencekam.

Hanya suara angin malam yang berembus pelan di antara pepohonan, mengiringi tatapan ganas Orion yang kini sepenuhnya tertuju pada musuh di hadapannya.

"Siapa kau?!" bentak Orion sambil melangkah maju. Tangannya menggenggam gagang pedang, siap menyerang kapan saja.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku!" balas sosok berjubah itu. Suaranya menggema di tengah hutan yang sunyi.

Tatapannya yang dingin tidak tertuju pada Orion, melainkan pada Arina.

"Yang perlu kau tahu hanyalah satu hal, wanita itu harus mati malam ini!"

Arina mengamati sosok tersebut tanpa berkedip.

Jadi, dia bukan mata-mata yang dikirim untuk mengawasi Asterra. Dia adalah orang yang sama seperti semalam. Pembunuh yang datang khusus untuk menghabisiku.

Anehnya, Arina sama sekali tidak merasa takut. Bahkan jika Orion tidak datang tepat waktu, ia yakin dirinya tidak akan mati di tempat ini.

Sebelah alis Orion sedikit terangkat. Mendengar tujuan sebenarnya dari orang itu, sorot matanya berubah semakin ganas.

Tanpa sepatah kata pun, ia mencabut pedang hitam yang tergantung di pinggangnya.

Srak!

Kilatan mata pedang memantulkan cahaya bulan.

"Kalau begitu..." ucap Orion pelan. "...mungkin kaulah yang akan mati malam ini."

Begitu kalimat itu berakhir, keduanya bergerak hampir bersamaan.

Brak!

Orion melesat ke depan secepat anak panah.

Sosok berjubah itu juga tidak tinggal diam. Ia mengayunkan belatinya yang beracun sambil menyambut serangan Orion.

Trang!

Pedang dan belati bertabrakan keras, memercikkan bunga api di tengah gelapnya hutan.

Gelombang angin dari benturan pertama menyapu dedaunan di sekitar mereka.

Debu beterbangan.

Ranting-ranting kecil patah.

Dalam sekejap, pertarungan sengit pun dimulai di bawah cahaya bulan yang pucat.

Orion tidak memberi lawannya kesempatan untuk bernapas. Setiap ayunan pedangnya semakin cepat dan semakin berat.

Trang! Trang! Trang!

Belati dan pedang terus beradu di bawah cahaya bulan.

Sosok berjubah itu beberapa kali mencoba menusuk dengan belati beracunnya, tetapi seluruh serangannya berhasil dipatahkan Orion.

Selangkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Orang itu terus dipaksa mundur.

"Argh!"

Sebuah tendangan keras menghantam dadanya hingga tubuhnya terpental dan menghantam batang pohon besar.

Brak!

Batang pohon berguncang hebat.

Belum sempat ia bangkit, Orion sudah berada tepat di depannya.

Tangan kirinya mencengkeram leher pakaian orang itu, sementara tangan kanannya mengayunkan gagang pedang dengan keras.

Buk!

Pukulan itu tepat mengenai pelipisnya.

Pandangan sosok berjubah itu langsung berkunang-kunang.

Namun, tepat sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, sudut bibirnya melengkung membentuk senyum tipis.

Tangan yang masih menggenggam belati bergerak cepat.

Sret!

Mata pisau itu berhasil menggores lengan kiri Orion. Tidak dalam, hanya luka tipis. Namun, cukup untuk membuat racun yang melapisi belati memasuki aliran darahnya.

Orion langsung memutar pergelangan tangannya dan menghantamkan kepala orang itu ke batang pohon.

Brak!

Tubuh sosok berjubah itu seketika terkulai. Belatinya terlepas dari genggaman. Ia benar-benar kehilangan kesadaran.

"Orion." Arina segera menghampiri Orion.

Pria itu masih berdiri tegak. Namun, napasnya mulai terdengar berat. Tangannya yang menggenggam pedang sedikit bergetar. Tatapan hazelnya perlahan kehilangan fokus.

"...Racun." Suara Orion terdengar serak. Ia melirik goresan tipis di lengannya.

Hanya luka kecil.

Tetapi kulit di sekitarnya mulai berubah keunguan. Tubuhnya mendadak kehilangan tenaga. Pedang hitam di tangannya terlepas.

Trang!

Sesaat kemudian, tubuh Orion limbung ke depan.

Arina bergerak cepat. Ia menangkap tubuh Orion sebelum pria itu benar-benar jatuh ke tanah.

Satu tangannya menopang bahu Orion, sementara tangan lainnya melingkari pinggangnya agar tetap berdiri.

"Orion." Arina menatap luka di lengannya. Warna ungu itu menyebar sangat cepat.

Bukan racun biasa.

Melihat keadaan Orion, tatapan Arina yang semula tenang berubah menjadi sedikit kemarahan. Ia menoleh ke arah sosok berjubah yang telah pingsan.

"Berani sekali..." gumamnya dingin.

...***...

...Like, komen dan vote...

1
Nda
kayanya Orion mulai cemburu nggak sh🤭
Nda
novelmu selalu menarik thor😍😍
ociii
🥰🥰
ociii
cerita'y bagus...♥️♥️
Mila Sari
Thor jgn setengah 2 ceritanya,, yg bnyk updatenya
Mila Sari: ditunggu ya Thor,, semangat berkarya
total 2 replies
Mila Sari
ceritanya smkin seru,, Thor yg bnyk updetnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!