Selama 10 tahun menjalin ikatan pernikahan, Farel dan Amira belum juga di karuniai seorang anak hingga sebuah tragedi kecelakaan menimpa Amira yang membuatnya hilang tanpa jejak.
Di tengah keterpurukannya, Hana yang merupakan sahabat baik Amira datang ke dalam kehidupan Farel. Sinta menggunakan kesempatan itu untuk menyatukan Farel dan Hana agar ia segera mendapatkan seorang cucu.
Satu tahun pernikahan Farel dan Hana, Amira kembali ke dalam kehidupan Farel dibantu oleh Raihan. Amira semakin berani melawan orang - orang yang telah merebut semua kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 - Kisah Masa Lalu
Dua hari sebelum pernikahan Farel dan Amira. Farel berjalan dengan sangat terburu - buru menuju ke suatu tempat. Hingga, Ia akhirnya sampai di depan sebuah ruangan. Farel pun membuka pintunya dengan senyuman lebar yang terlukis di wajahnya.
"Amira sayang," Ucap Farel sambil membuka pintu tersebut.
Dan betapa terkejutnya dia ternyata yang ia temui di dalam kamar tersebut bukanlah Amira melainkan Hana yang sedang mencoba gaun pengantin Amira. Hana bersikap seperti orang gila. Ia seperti orang yang sudah kehilangan kesadarannya.
Hana terlihat sangat mengagumi gaun tersebut. Dia menari - nari menggunakan gaun tersebut dan sambil membayangkan bahwa dirinya lah yang menjadi pengantinnya dan bersanding di pelaminan bersama dengan Farel.
Farel yang merasa sangat bingung dengan tingkah laku Hana yang berubah menjadi aneh seperti itu pun langsung menghampirinya.
"Han,"
"Kamu ngapain disini,"
"Farel," Hana menoleh ke arah Farel dan tersenyum kepadanya.
Hana berlari mendekati Farel dan langsung memeluknya.
"Farel ku sayang, akhirnya kamu datang juga sayang. Kamu tau gak aku itu udah nungguin kamu dari tadi loh,"
Farel yang sadar bahwa hal ini tidak benar pun langsung melepaskan pelukannya Hana.
"Kamu kok jadi kasar kayak gitu sih Farel sama aku,"
"Aku itu kan kangen banget sama kamu tau,"
Hana pun kembali memeluk Farel tetapi Farel selalu melepaskan pelukan dari Hana.
"Kamu kenapa sih, Han,"
"Kenapa sikap kamu jadi seperti ini,"
"Sadar, Han. Sadar,"
"Aku itu sebentar lagi bakalan jadi calon suami dari sahabat kamu sendiri. Jadi, kamu sangat tidak pantas memelukku seperti itu, Han,"
"Seharusnya aku yang tanya sama kamu seperti itu, Farel. Kamu yang kenapa, kamu dulu sangat mencintai aku. Tapi sekarang, kamu itu sudah berubah Farel. Bahkan kamu saja sudah tidak mau lagi aku peluk,"
"Han, aku ini calon suaminya Amira. Sahabat kamu sendiri, Han,"
"Sahabat mana yang mengambil calon suami sahabatnya sendiri, Farel,"
"Amira tidak pernah mengambil aku dari kamu, Han. Kamu yang meninggalkan aku demi Reno. Terus kamu juga yang punya rencana untuk membuat Amira menggantikan posisi kamu untuk menikah denganku,"
"Itu memang kesalahanku, Farel. Aku dulu gak mengerti betapa berartinya dirimu. Sekarang aku sudah sadar Farel, bahwa aku sangat mencintaimu, Farel. Aku gak bisa jauh dari kamu. Dan, sekarang aku juga ingin mengambil kembali dirimu dari Amira,"
"Kamu benar - benar sudah gila, Han,"
"Kamu gila, pikiran kamu sekarang itu memang sudah tidak waras lagi, Han,"
"Iya, aku memang gila Farel. Aku gila karena dirimu,"
"Karena aku terlalu mencintaimu, Farel. Makanya aku menjadi seperti ini,"
"Aku mohon Farel, kembali lah padaku,"
"Maaf, Hana. Aku gak bisa kembali denganmu lagi. Aku sudah tidak mencintaimu, Han. Aku pernah mencintai dirimu dengan setulus hatiku. Tetapi, kamu malah mengkhianatiku dan lebih memilih Reno,"
"Aku akan tetap menikah dengan Amira karena sekarang cintaku hanyalah untuk dia, Han. Jadi aku mohon mengertilah, Han,"
"Gak, Farel,"
"Kamu gak boleh menikah dengan Amira,"
"Kamu itu hanya milikku Farel,"
"milikku," Teriak Hana.
"Aku itu sudah bukan milikmu lagi Hana. Aku itu sekarang sudah menjadi milik Amira, sahabat kamu sendiri,"
"Jadi aku mohon mengertilah Hana, jangan kamu seperti ini terus. Kalau kamu seperti ini terus itu sama saja dengan kamu menyakiti diri kamu sendiri, Han,"
"Aku itu sayang sama kamu, Han. Tapi bukan lagi sebagai seorang kekasih. Aku menyayangimu sekarang hanya seperti adikku sendiri,"
"Aku tidak mau kamu anggap seperti adik kamu sendiri, Farel. Aku mau menjadi istrimu bukan adikmu,"
"Kalau kamu mau aku tidak menyakiti diriku sendiri, maka kembalilah padaku Farel. Menikah lah denganku dan lupakan Amira,"
"Kembali lah padaku, Farel,"
"Aku sangat mencintaimu,"
"Aku tidak mungkin kembali padamu, Han. Hari pernikahanku dengan Amira tinggal dua hari lagi. Dan aku sekarang sangat mencintainya. Jadi aku tidak mungkin kembali kepadamu lagi,"
"Apa sih istimewanya Amira, Farel. Sampai kamu tidak bisa meninggalkannya demi aku. Aku jauh lebih sempurna daripada dia. Dia cuma gadis miskin dari kampung yang kuliah dengan bantuan beasiswa. Orangtuanya juga orang susah,"
"Dia hanya beruntung mendapatkan sahabat sepertiku,"
"Sahabat yang memberikan calon suaminya sendiri untuk menjadi calon suaminya, memberikan hidup enak bersama dengan laki - laki yang seharusnya menjadi calon suami sahabatnya,"
"Amira jauh lebih baik daripada kamu Hana, kamu sudah dibutakan oleh ego mu sendiri. Kamu dari kecil sudah hidup dalam kemewahan. Semua yang kamu mau pasti akan langsung kamu dapatkan dengan sangat mudahnya. Berbeda dengan Amira yang harus bekerja keras terlebih dahulu baru bisa mendapatkan apa yang dia inginkan,"
"Kamu selalu menilai segalanya bisa kamu dapatkan dengan uang, kalau kamu berfikir seperti itu, Han. Itu artinya semua yang kamu pikirkan itu semuanya salah besar Hana. Aku Farel Permana tidak bisa kamu dapatkan dengan uangmu,"
"Aku akan tetap menikah dengan Amira. Aku tidak peduli lagi denganmu, dan apa yang akan kamu lakukan pada dirimu,"
"Kamu gak akan pernah mengerti apa artinya itu cinta, Hana. Kamu bayangkan jika Amira mengetahui sifat aslimu yang seperti ini,"
"Dia pasti akan sangat kecewa,"
"Aku tidak peduli dengan perasaannya Amira,"
"Kamu egois sekali Hana. Padahal Amira selalu memikirkan tentang dirimu, Han,"
"Kamu memang sudah berubah, Han. Kamu bukan Hana yang aku kenal dulu. Mulai hari ini jangan pernah kamu tunjukkan wajah kamu lagi di depanku. Jika, kamu mau tetap dianggap baik oleh semua orang disini,"
Farel pun langsung pergi dari ruangan tersebut. Hana yang mengenakan gaun milik Amira pun berusaha mengejar Farel tetapi dirinya terjatuh dikarenakan gaun tersebut yang sangat berat.
"Aku yang menyatukan kalian berdua. Maka aku juga lah yang akan memisahkan kalian berdua. Aku gak rela Amira mendapatkan hidup yang enak yang seharusnya jadi milikku,"
Kembali ke saat ini, Farel sedang berdiri di balkon kamarnya sambil menatap indahnya langit pada malam itu, di penuhi oleh bintang - bintang yang menenangkan dirinya.
Amira yang terbangun melihat Farel sudah tidak ada di atas tempat tidurnya pun mulai panik dan mencari Farel. Dan Amira pun melihat Farel sedang berdiri di Balkon kamar mereka.
"Ternyata dia disitu rupanya,"
Amira berjalan menghampiri Farel.
"Kamu gak bisa tidur ya, Mas,"
Farel pun langsung menoleh ke arah Amira yang berdiri tepat di belakangnya.
"Sayang, kamu kok bangun,"
"Aku mengganggu tidur kamu ya, Sayang,"
"Nggak kok, Mas,"
"Kamu kenapa kok belum tidur sih, Mas,"
"Aku cuma lagi kepikiran masalah kerjaan di Kantor aja,"
"Beneran,"
"Iya sayang,"
"Udah ah, udah malam, yuk kita tidur lagi,"
"Iya, Mas,"
Farel pun mengajak Amira untuk kembali tidur.
Kisah masa lalu itu, kisah yang sudah bertahun - tahun Farel simpan agar Amira tidak mengetahui sifat aslinya sahabatnya yang paling ia sayangi. Farel tidak ingin membuat Amira menjadi sedih. Kisah itu juga lah yang membuat Farel sangat tidak suka dengan kehadiran Hana kembali di rumahnya.
"Hallo Readers, ini adalah novel pertama author. Mohon maaf kalau ada typo dan kesalahan yang lainnya. Berikan like dan pilih episode favorite kalian, dukungan kalian sangat berarti untuk melanjutkan Novel ini"
Terima Kasih🥰🤗🤩