NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Wanita Es Berbisa

​Udara sedingin es di dalam ruangan batu itu tiba-tiba terasa sangat menyesakkan dada Lin Tian. Tekanan spiritual dari tatapan mata wanita berpakaian putih itu mengunci seluruh persendian tubuhnya.

​Lin Tian perlahan menurunkan pusat gravitasinya dan memposisikan gagang pedangnya di depan dada. Otot-otot di kedua lengannya menegang keras bersiap untuk menyambut serangan fatal kapan saja.

​Wanita itu masih duduk bersila di atas ranjang es berukir teratai dengan napas terengah-engah. Gaun sutra putihnya telah basah oleh keringat dingin yang langsung membeku menjadi serpihan es.

​Wajahnya yang secantik dewi dari kahyangan kini dipenuhi oleh urat-urat halus berwarna merah darah. Warna merah itu merayap dari dua lubang gigitan di lehernya menuju ke arah tulang pipi.

​'Mundur perlahan sekarang juga jika kamu masih menyayangi nyawa kecilmu itu Lin Tian.' Suara Yue Chan terdengar sangat serius di dalam lautan kesadaran pemuda tersebut.

​'Wanita ini berada setidaknya di ranah Transformasi Dewa awal yang bisa menghancurkanmu dengan satu jentikan jari.' Penjelasan permaisuri iblis itu membuat pupil mata Lin Tian menyusut seketika.

​Lin Tian tidak mengeluarkan suara sekecil apa pun dan mulai menggeser telapak kakinya ke belakang. Dia sangat mengerti batas kemampuannya dan menolak mati konyol di tangan seorang kultivator tingkat tinggi.

​Tepat saat ujung tumit Lin Tian menyentuh batas pintu es yang hancur, wanita itu membuka mulutnya. Uap putih pekat keluar dari sela bibirnya yang pucat pasi dan bergetar hebat.

​“Pergi dari sini sekarang juga atau aku akan membekukan jiwamu menjadi debu es abadi.” Suara wanita itu terdengar sangat merdu namun dipenuhi oleh niat membunuh yang luar biasa dingin.

​Lin Tian sama sekali tidak merasa tersinggung dengan ancaman arogan dari wanita sekarat tersebut. Dia justru bersyukur karena makhluk mengerikan di depannya ini masih memiliki sisa akal sehat.

​Pemuda itu memutar tubuhnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas ancaman itu. Tangan kanannya masih menggenggam erat gagang pedang saat dia bersiap melesat keluar.

​BBOOOMMM!

​Sebuah dinding es setebal tiga meter tiba-tiba terbentuk dari bawah lantai menutupi jalan keluar. Lin Tian terpaksa menghentikan laju larinya dan melompat mundur untuk menghindari tusukan duri es.

​Dia menoleh ke belakang dengan tatapan mata yang kini memancarkan kilatan amarah tertahan. Wanita berpakaian putih itu ternyata telah bangkit berdiri dari atas ranjang teratai esnya.

​Napas wanita itu kini terdengar semakin memburu dengan dada yang naik turun secara tidak beraturan. Sepasang mata biru kristalnya perlahan mulai tertutup oleh kabut berwarna merah muda yang pekat.

​“Apakah kamu sedang mempermainkan nyawaku dengan menutup jalan keluar ini senior?” Lin Tian bertanya dengan nada suara yang sangat datar tanpa menyembunyikan rasa tidak sukanya.

​Wanita itu tidak menjawab dan hanya mencengkeram dadanya sendiri dengan ekspresi sangat kesakitan. Tubuhnya bergetar hebat menahan gelombang panas yang meledak dari dalam pusat dantiannya.

​'Ini sama sekali bukan keinginannya melainkan insting liar dari racun Ular Naga Api.' Yue Chan menjelaskan situasi mematikan itu dengan nada yang terdengar sedikit geli.

​'Racun ini mengubah inangnya menjadi monster yang haus akan energi Yang murni dari pria.' Permaisuri iblis itu seolah sedang menikmati tontonan krisis yang menimpa wanita suci tersebut.

​Lin Tian mendecakkan lidahnya pelan lalu memutar tubuhnya menghadap kembali ke arah wanita itu. Dia mengalirkan energi spiritual ke Pedang Berat Hitam untuk menghancurkan dinding es penghalang.

​Namun sebelum Lin Tian sempat mengayunkan pedangnya, sebuah tekanan energi masif menghantam dadanya. Tubuh pemuda itu terlempar ke udara dan menghantam dinding batu di sisi kanan ruangan.

​BRRAAKK!

​Bongkahan batu kristal stalaktit berjatuhan menimpa lantai gua akibat benturan keras tubuh Lin Tian. Dia memuntahkan seteguk darah segar karena organ dalamnya terguncang oleh serangan energi murni tersebut.

​Wanita itu telah berpindah tempat dan kini berdiri hanya berjarak lima langkah dari posisi Lin Tian. Tangannya yang seputih salju terangkat ke udara mengumpulkan energi es pembeku yang mematikan.

​“Kamu membawa energi Yang yang sangat murni di dalam darah tubuh kotormu itu.” Wanita itu menggumam pelan dengan suara yang anehnya terdengar sangat serak dan menggoda.

​Lin Tian segera menyeka darah di sudut bibirnya dan bangkit berdiri menggunakan pedangnya sebagai tumpuan. Dia tidak peduli dengan kecantikan wanita ini karena baginya ancaman tetaplah sebuah ancaman.

​“Simpan pujian anehmu itu untuk dirimu sendiri wanita gila.” Lin Tian memusatkan seluruh qi di dalam dantiannya dan bersiap untuk bertarung mati-matian.

​Tangan kanan wanita itu tiba-tiba mengayun ke bawah menciptakan bilah pedang es dari udara kosong. Dia melesat maju dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa ditangkap oleh bayangan mata Lin Tian.

​TRAANGG!

​Lin Tian secara instingtif mengangkat pedang beratnya untuk menangkis tebasan mematikan dari atas. Benturan dua senjata itu menciptakan gelombang kejut yang menyapu bersih embun beku di lantai.

​Kaki Lin Tian amblas sedalam sepuluh sentimeter ke dalam lantai batu akibat menahan tekanan tebasan. Otot-otot di kedua lengannya seolah akan robek menahan kekuatan fisik kultivator Transformasi Dewa.

​Namun Lin Tian menyadari sebuah kejanggalan besar dari serangan mematikan wanita cantik tersebut. Aliran energi es di bilah pedang wanita itu sangat tidak stabil dan berfluktuasi secara liar.

​Suhu tubuh wanita yang menempel dekat dengannya itu memancarkan hawa panas yang membakar kulit. Wajah cantiknya kini dipenuhi oleh keringat dan rona merah yang sangat tidak wajar.

​Wanita itu tiba-tiba melepaskan tekanan pedangnya dan mundur beberapa langkah sambil memegangi kepalanya. Dia menjerit tertahan saat racun ular naga kembali menyerang sistem saraf pusat jiwanya.

​“Menjauh dariku sekarang juga bocah keparat sebelum aku benar-benar membunuhmu!” Wanita itu membentak keras dengan sisa kesadaran rasional yang sedang berjuang melawan insting hewani.

​Lin Tian mendengus dingin melihat sikap kontradiktif dari wanita yang sedang kehilangan akal sehatnya itu. Dia memutar pergelangan tangannya dan menancapkan pedang beratnya ke lantai batu untuk berjaga-jaga.

​“Kamu yang menutup jalan keluarku dan kamu juga yang menyuruhku pergi dari sini.” Pemuda itu berbicara dengan nada sinis yang mengiris harga diri tinggi wanita tersebut.

​'Sisa energi jiwanya sedang bertarung hebat melawan halusinasi hasrat dari racun kuno itu.' Analisis tajam Yue Chan kembali mengalir masuk ke dalam pikiran Lin Tian yang sedang bersiaga.

​'Dia menutup pintu keluar karena alam bawah sadarnya menahanmu sebagai sumber penawar racun alami.' Penjelasan ini membuat Lin Tian segera memahami situasi sangat berbahaya yang sedang menjeratnya.

​Wanita bernama Shen Bingxue itu adalah seorang tetua agung dari sekte besar di benua tengah. Dia selalu hidup dalam aturan suci yang melarang segala bentuk emosi fana dan hasrat duniawi.

​Tingginya status dan kemurnian kultivasinya justru membuat racun Ular Naga Api bereaksi semakin ganas. Tubuh sucinya menolak keras racun itu namun pada saat yang sama perlahan mulai takluk.

​Shen Bingxue menggigit bibir bawahnya sangat keras hingga darah segar mengalir membasahi dagunya. Rasa sakit fisik itu dia gunakan untuk mempertahankan secercah kesadaran di tengah badai gairah.

​Dia menatap Lin Tian dengan sepasang mata yang kini terus berubah warna antara biru dan merah. Tangan kirinya meremas ujung gaun putihnya sendiri hingga kain sutra mahal itu robek.

​“Aku adalah Tetua Shen Bingxue dari Sekte Istana Es Abadi yang dihormati ribuan wilayah.” Wanita itu meracau pelan mencoba mengingat kembali identitas agungnya di tengah halusinasi racun.

​“Aku tidak akan pernah sudi menyerahkan kesucianku kepada seekor semut dari alam rendah ini.” Shen Bingxue memusatkan sisa qi es murninya untuk menciptakan sebuah sangkar pelindung di sekitar tubuhnya.

​Lapisan es berbentuk teratai mekar perlahan menutupi seluruh tubuh cantiknya yang sedang bergetar hebat. Dia berencana untuk membekukan dirinya sendiri demi menekan penyebaran racun sampai bantuan sektenya tiba.

​Lin Tian hanya berdiri diam menyaksikan proses pembekuan diri dari kultivator tingkat tinggi tersebut. Dia sama sekali tidak berniat menjadi pahlawan kesiangan yang menawarkan bantuan konyol.

​Bagi pemuda pendendam itu, keselamatan dirinya dan Su-er adalah prioritas mutlak di atas segalanya. Dia kembali berbalik arah menuju dinding es penghalang dan bersiap untuk menghancurkannya paksa.

​Dia menarik napas panjang lalu mengalirkan seluruh kekuatan mutiara iblis ke kedua belah lengannya. Urat-urat di lehernya menonjol saat dia mengangkat Pedang Berat Hitam tinggi-tinggi ke udara.

​ZRRTTT!

​Sebuah tebasan energi bulan sabit melesat dari bilah pedangnya menghantam tepat di tengah dinding es. Permukaan es yang sangat padat itu langsung memunculkan pola retakan panjang ke segala arah.

​Namun tepat saat Lin Tian bersiap memberikan tebasan kedua, terdengar suara pecahan kaca dari belakangnya. Sangkar teratai es yang dibuat oleh Shen Bingxue hancur berantakan menjadi debu kristal.

​Lin Tian memutar kepalanya ke belakang dan melihat pemandangan yang membuat punggungnya meremang. Shen Bingxue berdiri di tengah serpihan es dengan gaun putih yang kini basah bersimbah keringat.

​Rona merah telah sepenuhnya menguasai wajah cantik dan area leher jenjang wanita tersebut. Sepasang mata birunya telah menghilang tanpa sisa digantikan oleh warna merah muda yang sangat pekat.

​Hawa dingin yang sebelumnya memenuhi ruangan kini berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat panas. Udara di dalam gua batu itu terasa seperti berada di dalam tungku pembakaran pil tingkat tinggi.

​Shen Bingxue tidak lagi memancarkan aura seorang dewi es suci yang tidak tersentuh duniawi. Dia kini terlihat seperti sosok iblis wanita penggoda yang sedang kelaparan mencari mangsa malamnya.

​“Panas sekali, tubuhku terasa seperti sedang dibakar dari dalam tungku neraka terdalam.” Shen Bingxue mendesah pelan dengan suara yang sangat lembut meruntuhkan iman laki-laki normal.

​Tangannya yang ramping perlahan menarik kerah gaun putihnya sendiri hingga memperlihatkan kulit bahunya. Dia tidak sadar sedang mengupas lapisan harga diri dan kesuciannya di depan seorang pria asing.

​'Kesadaran rasionalnya telah sepenuhnya mati ditelan oleh racun Ular Naga Api malam ini.' Yue Chan memberikan vonis akhir terhadap nasib wanita suci dari sekte besar tersebut.

​'Kini hanya tersisa insting murni untuk mencari pelepasan energi Yang dari lawan jenisnya.' Tawa pelan permaisuri iblis itu terdengar sangat jelas mengejek kejatuhan moral kultivator lurus.

​Lin Tian segera mencabut pedangnya dan memposisikan mata pisaunya tepat ke arah Shen Bingxue. Dia tidak akan membiarkan wanita gila ini mendekatinya meski dia memiliki wajah secantik bidadari.

​“Jangan melangkah lebih dekat lagi atau aku akan memotong kedua kaki jenjangmu itu.” Ancaman Lin Tian sama sekali tidak mengandung keraguan atau rasa kasihan sedikit pun.

​Bagi Lin Tian, wanita di depannya ini hanyalah sebuah ancaman mematikan yang sedang kehilangan kendali. Dia sudah terlalu banyak melihat kematian untuk bisa digoyahkan oleh godaan fisik semata.

​Namun ancaman berupa pedang tajam itu sama sekali tidak masuk ke dalam telinga Shen Bingxue. Tatapan mata merah muda wanita itu hanya terkunci pada dada bidang Lin Tian yang hangat.

​Insting liarnya bisa mencium aroma murni dari fisik pemuda yang baru saja dicuci sumsum tulangnya itu. Bagi racun Ular Naga Api, tubuh Lin Tian adalah penawar mutlak yang sangat lezat.

​SYUUUTT!

​Tubuh Shen Bingxue menghilang dari pandangan dan hanya menyisakan aroma wangi bunga persik yang menyengat. Ruang di depan Lin Tian seketika terdistorsi oleh kecepatan pergerakan yang melanggar hukum alam.

​Lin Tian bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengedipkan matanya merespons serangan mendadak tersebut. Pedang beratnya ditepis ke samping oleh sebuah telapak tangan putih yang selembut sutra mahal.

​TRRAANGG!

​Senjata seberat ratusan kati itu terlepas dari genggaman Lin Tian dan terpental jauh membentur dinding. Tangan wanita itu langsung mencengkeram kerah jubah hitam Lin Tian dengan kekuatan luar biasa.

​Lin Tian mencoba memukul titik nadi di pergelangan tangan wanita itu menggunakan tinju kirinya. Namun kulit wanita itu terasa sepanas besi membara dan sekeras sisik naga purba.

​Shen Bingxue menarik tubuh Lin Tian mendekat hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan langsung. Hembusan napas wanita itu terasa sangat panas menerpa wajah Lin Tian yang selalu tenang.

​Aroma wangi tubuh wanita dewasa bercampur dengan feromon racun mematikan menginvasi indra penciuman Lin Tian. Dia terpaksa menahan napasnya untuk mencegah gas afrodisiak itu masuk ke paru-parunya.

​“Kamu akan menjadi obat penawarku malam ini anak kecil.” Shen Bingxue berbisik tepat di telinga kanan Lin Tian dengan nada yang sangat posesif gila.

​Tangan kiri wanita itu dengan kasar merobek bagian depan jubah hitam yang baru dikenakan Lin Tian. Suara robekan kain terdengar sangat keras mengisi ruangan batu yang dipenuhi hawa nafsu tersebut.

​CRAATT!

​Dada bidang Lin Tian yang dipenuhi otot sempurna langsung terekspos di bawah cahaya kristal gua. Shen Bingxue menempelkan telapak tangannya yang panas ke atas dada pemuda itu tanpa ragu.

​Sensasi panas yang luar biasa langsung menjalar dari sentuhan kulit wanita itu ke dalam jantung Lin Tian. Aliran energi spiritual di tubuh Lin Tian menjadi kacau balau merespons invasi energi asing.

​Lin Tian menggertakkan giginya dan mencoba memusatkan qi untuk melepaskan diri dari cengkeraman maut ini. Dia menendang lutut wanita itu dengan seluruh sisa tenaga dari kakinya yang kokoh.

​BBUUGGHH!

​Tendangan keras itu tepat sasaran namun Shen Bingxue sama sekali tidak bergeming dari posisinya. Kekuatan fisik kultivator Transformasi Dewa terlalu jauh di atas pemahaman seorang kultivator tingkat awal.

​Wanita es yang kini telah berubah menjadi lautan api itu justru tersenyum melihat perlawanan Lin Tian. Dia mencengkeram kedua pergelangan tangan Lin Tian dan membanting tubuh pemuda itu ke dinding.

​BRRUKK!

​Tulang punggung Lin Tian menghantam bongkahan es di dinding dengan sangat keras hingga dia terbatuk. Kepalanya terasa pening akibat benturan paksa dan tekanan spiritual yang menguncinya dari segala arah.

​Shen Bingxue mengunci tubuh Lin Tian dengan menekankan lutut kanannya ke perut pemuda tersebut. Jarak di antara tubuh bagian bawah mereka berdua kini benar-benar tidak menyisakan ruang kosong.

​“Lepaskan tangan kotormu dariku wanita gila, aku bukan objek pemuas racunmu!” Lin Tian berteriak marah dengan mata yang memancarkan kebencian murni terhadap penindasan paksa ini.

​Dia paling membenci situasi di mana nasib nyawanya dikendalikan secara mutlak oleh orang lain. Sifat keras kepalanya membuat dia menolak menyerah meski menghadapi musuh yang mustahil dikalahkan.

​Namun kemarahan Lin Tian justru menjadi bumbu yang semakin membakar gairah racun di tubuh Shen Bingxue. Wanita itu perlahan menundukkan wajahnya dan mendekatkan bibirnya ke leher kokoh pemuda tersebut.

​'Kamu tidak memiliki jalan keluar lain selain menelan takdir yang sangat menguntungkan ini Lin Tian.' Yue Chan berbicara dengan nada serius yang langka di saat situasi benar-benar mencapai titik puncak.

​'Kultivasi ganda adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawanya dan juga nyawamu dari ledakan qi.' Penjelasan ini terdengar seperti sebuah vonis hukuman sekaligus berkah tersembunyi bagi pemuda fana itu.

​Lin Tian mencoba meronta sekali lagi namun tenaga fisiknya terasa seperti sedang ditelan lubang hitam. Sentuhan bibir panas Shen Bingxue di lehernya menghancurkan pertahanan mental terakhir yang dimilikinya malam itu.

​Pikiran rasional Lin Tian perlahan mulai tenggelam di bawah pengaruh feromon kuat Ular Naga Api. Kegelapan gua es itu kini sepenuhnya menjadi saksi bisu runtuhnya tembok kesucian seorang dewi.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!