Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12: Siapa yang Berani Menyentuh Gadisku?
...Aula besar Grand Ballroom Hotel San Carlos malam itu diselimuti kemewahan yang mengagumkan....
...Lampu gantung kristal raksasa yang menggantung di langit-langit memancarkan cahaya keemasan, memantul di atas lantai marmer yang dipoles mengilat....
...Alunan musik klasik dari orkestra mini di sudut ruangan mengalir lembut, berbaur dengan gemerincing gelas sampanye dan gumam obrolan dari ratusan tamu undangan kelas atas yang mengenakan pakaian formal terbaik mereka....
...Di tengah suasana yang glamor itu, Larissa Moretti berjalan dengan langkah yang agak kaku....
...Jas hitam besar milik Gavin yang semula membungkus bahunya kini sudah berganti tempat....
...Begitu mereka tiba di lobi hotel, Helena Martinez, sang ibu yang anggun dan lembut langsung menghampiri putrinya dengan dahi berkerut halus....
...Helena memuji kecantikan Larissa, namun dia meminta Larissa melepas jas pria berukuran besar tersebut agar gaun malam marun rancangan desainer Milan itu terlihat rapi dan pantas di hadapan para kolega bisnis ayahnya....
...Larissa terpaksa menurut demi menjaga nama baik ibunya, meskipun hal itu berarti dia harus mengembalikan jas tersebut kepada pemiliknya....
...Saat jas itu dilepaskan, kulit putih di punggung Larissa kembali terekspos sepenuhnya di bawah lampu aula....
...Kaki jenjangnya yang mulus melangkah anggun, seketika menarik perhatian hampir sebagian besar pria di dalam ruangan....
...Gavin Kingsley, yang kini kembali mengenakan jas hitamnya setelah menerima dari Larissa, berdiri tegak di zona bayangan dekat pilar utama....
...Posisi siap sempurnanya tidak berubah, kedua tangannya tertaut di balik punggung, dan sepasang mata biru cerahnya menatap lurus ke depan dengan kaku....
...Namun, di balik topeng yang kaku itu, es di dalam diri Gavin telah mencair menjadi lahar kemarahan yang membakar....
...Ada sesuatu yang meronta hebat saat melihat puluhan mata pria hidung belang di aula itu menatap lapar ke arah punggung dan kaki jenjang Larissa....
...Jiwa mafianya bergolak beriringan dengan naluri posesif monsternya yang ekstrem....
...Batin sang pemimpin tertinggi Kingsley Syndicate itu berteriak ingin mencungkil setiap pasang mata yang berani memandangi gadisnya....
...Larissa yang mulai merasa gerah dan bosan dengan obrolan formal para pebisnis paruh baya, perlahan memisahkan diri dari kerumunan....
...Dia berjalan menuju ke arah pintu kaca besar yang mengarah ke balkon luar, sebuah area terbuka yang menghadap langsung ke pemandangan kerlip lampu kota Bogota di malam hari....
...Balkon itu tampak sepi dan temaram, hanya diterangi oleh sisa cahaya dari dalam aula dan sinar bulan....
...Larissa bersandar pada pagar pembatas balkon, membiarkan angin malam yang sejuk menerpa kulit leher dan punggungnya yang terbuka, mencoba mengusir rasa penat....
...Wangi stroberi segar dari tubuhnya menguar lembut ditiup angin....
..."Malam yang indah untuk seorang wanita yang luar biasa cantik," sebuah suara bariton yang berat dan terkesan ramah namun menyimpan nada licik mendadak memecah kesunyian dari arah belakang....
...Larissa menoleh, senyum cerianya langsung memudar digantikan ekpresi ketidaksukaan....
...Pemilik suara itu adalah Alejandro Vargas, seorang pengusaha kasino berusia kepala empat yang dikenal memiliki reputasi buruk sebagai pria hidung belang....
...Di balik senyum lebarnya, Alejandro sebenarnya adalah musuh bisnis tersembunyi Marco Moretti yang selama bertahun-tahun mencoba menjatuhkan pengaruh keluarga Moretti di Kolombia....
...Malam ini, melihat Larissa sendirian tanpa pengawasan Marco, Alejandro melihat kesempatan emas untuk merendahkan harga diri musuhnya melalui putrinya....
..."Pergi, Tuan Vargas. Aku sedang tidak ingin diganggu," kata Larissa dingin, sifat beraninya mulai naik ke permukaan....
..."Oh, ayolah, Larissa. Jangan ketus begitu pada teman lama ayahmu," Alejandro terkekeh, melangkah makin dekat hingga memotong jalur keluar Larissa dari sudut balkon....
...Dia menatap lapar kulit putih punggung Larissa yang terbuka, mengabaikan tatapan menantang dari mata hazel gadis itu....
..."Marco terlalu mengekangmu. Gadis seksi sepertimu seharusnya menikmati malam bersama pria yang tahu cara menghargai keindahan tubuhmu."...
...Sebelum Larissa sempat mengayunkan tangan kirinya untuk menampar wajah pria itu, Alejandro bergerak cepat....
...Menggunakan tubuhnya yang lebih besar, dia memojokkan Larissa ke sudut pagar balkon....
...Dengan lancang tangan kanan Alejandro bergerak maju dan mencengkeram pinggang ramping Larissa dengan erat, mencoba menarik tubuh gadis itu agar merapat ke dadanya....
..."Lepaskan tangan kotormu!" gertak Larissa, matanya berkilat marah....
...Dia bersiap menggunakan hak sepatunya untuk menginjak kaki Alejandro....
...Namun, Alejandro tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan aksinya....
...Dari kegelapan bayangan, seseorang sekelebat secepat sambaran petir di malam gelap....
...Kecepatannya melampaui batas kemampuan manusia biasa....
...SETT!...
...Sebuah tangan kekar yang dibungkus sarung tangan kulit hitam melesat maju dari kegelapan....
...Dengan kekuatan yang mengerikan, cengkeraman tangan itu langsung mengunci pergelangan tangan kanan Alejandro yang sedang menempel di pinggang Larissa....
...Cengkeraman itu begitu kuat, seolah-olah pergelangan tangan Alejandro baru saja dijepit oleh tang jepit baja raksasa yang tidak menyisakan ruang untuk bergerak....
..."A-Apa-apaan ini?!" Alejandro memekik kaget, mencoba menarik tangannya namun tubuhnya sama sekali tidak bisa bergeser sedikitpun....
...Gavin Kingsley, sosok tegapnya yang setinggi seratus delapan puluh lima sentimeter berdiri kokoh, mengintimidasi Alejandro sepenuhnya....
...Wajah tampan Gavin tidak memancarkan aura dingin dan kaku, wajah itu kini dipenuhi oleh ekspresi psikopat yang sangat dingin, dan mematikan....
...Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menegang, dan sepasang mata biru cerahnya telah menggelap menjadi sehitam jurang neraka, memancarkan amarah gila yang siap merobek siapa saja yang menyentuh hak miliknya....
...Naluri posesif di dalam diri sang bos mafia telah meledak melampaui batas kewarasan....
...Melihat tangan kotor pria lain menyentuh kulit pinggang Larissa membuat naluri iblis di tubuh Gavin menuntut darah....
...Sikap dinginnya menguap, digantikan oleh rasa kepemilikan yang mengerikan....
...Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Gavin memutar pergelangan tangan Alejandro ke arah luar dengan satu sentakan dingin yang penuh perhitungan....
...KRETEK....