NovelToon NovelToon
Lebih Sekadar Tante

Lebih Sekadar Tante

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agatha soul

Bagi Arvin, Karin bukan sekadar tante dari sahabatnya. Karin adalah tempatnya pulang, tawa yang selalu ia cari, dan masa depan yang ingin ia tuju. Di saat kedekatan mereka mulai mencairkan dinding perbedaan usia, sebuah kencan tak sengaja justru membawa kembali bayang-bayang masa lalu Karin yang belum usai.
Ketika masa lalu menuntut tempatnya kembali, akankah Karin bertahan pada zona nyamannya, atau berani melangkah demi rasa yang lebih dari sekadar tante?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agatha soul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibawah Temaram Lampu

Setelah mangkuk mi mereka kosong dan hanya menyisakan kuah hangat, suasana rumah Karin kembali hening, beradu dengan suara deru hujan yang semakin deras di luar. Hawa dingin membuat mereka berdua betah berlama-lama memandangi kepulan asap tipis yang tersisa.

Arvin meletakkan sumpitnya, lalu menatap Karin yang sedang bersandar di sofa sambil berselonjor kaki di atas karpet.

"Kenyang banget," gumam Karin sambil menepuk perutnya pelan. "Untung ada kamu, Vin. Kalau gak, Tante males banget masak sendirian malam-malam gini."

Arvin tersenyum tipis. Matanya kembali melirik ke arah pintu kamar Karin yang masih terbuka. Rasa penasarannya sejak tadi sudah tidak bisa ditahan lagi.

"Tan, itu... foto-foto di kamar Tante, foto siapa aja?" tanya Arvin sesantai mungkin, menunjuk ke arah dinding di samping meja rias dengan dagunya.

Karin menoleh ke arah kamarnya, lalu terkekeh. "Oh, itu? Foto-foto zaman kuliah, foto bareng kak Maya, sama ada beberapa foto si Eja pas masih bocah imut. Kenapa? Mau lihat?"

Arvin mengangguk tanpa ragu. "Boleh?"

"Boleh lah, masuk aja. Tante gak gigit kok," canda Karin sambil bangkit berdiri untuk merapikan mangkuk bekas makan mereka ke dapur.

Arvin berdiri dan melangkah pelan memasuki area pribadi Karin. Kamar itu beraroma vanilla yang lembut dan menenangkan, sangat mencerminkan pemiliknya. Dia berdiri di depan dinding meja rias, mengamati satu per satu lembaran polaroid yang ditempel di sana.

Ada foto Karin memegang buket bunga saat wisuda, foto Karin menggendong Reza yang masih balita, dan... beberapa foto Karin bersama seorang cowok yang wajahnya sengaja dicoret menggunakan spidol hitam.

"Itu foto mantan Tante," suara Karin tiba-tiba terdengar dari ambang pintu kamar, membuat Arvin sedikit tersentak. Karin bersandar di kusen pintu sambil bersedekap dada. "Males lepasnya karena estetik, jadi mukanya aja yang Tante coret."

Arvin menoleh, menatap Karin lekat-lekat. "Tante belum bisa move on?"

Karin langsung tertawa renyah, melangkah masuk ke kamarnya sendiri dan duduk di tepi ranjang. "Ya ampun, Vin. Udah lewat tiga tahun yang lalu. Tante cuma males beli dekorasi baru aja."

Pandangan Arvin kemudian beralih ke meja kerja Karin yang berada di sudut kamar. Di sana ada laptop yang masih menyala menampilkan lembar kerja digital, sebuah notebook, dan tumpukan buku referensi.

"Tante kalau nulis di sini?" tanya Arvin, berjalan mendekati meja kerja tersebut.

"Iya. Di situ tempat Tante nyari uang," jawab Karin santai.

Arvin melihat sebuah papan tulis kecil di dekat meja yang berisi linimasa cerita fiksi ilmiah dan romantis. "Cerita yang lagi Tante tulis sekarang... tentang apa?"

Karin menopang dagunya dengan tangan, menatap Arvin dengan binar mata seorang penulis yang senang jika karyanya ditanya. "Tentang cowok misterius yang punya masa lalu kelam, terus ketemu sama cewek yang ceria tapi aslinya rapuh. Klasik sih, tapi pembaca Tante suka yang kayak gitu."

Arvin terdiam sesaat. Dia membaca sekilas tentang karakter cowok di novelnya. "Karakter cowoknya... suaranya berat ngebas kayak gue ya?"

Karin seketika terpaku. Dia berdeham canggung, mencoba mengalihkan pembicaraan. "Eh... iya, mirip-mirip kamulah suaranya."

Mendengar jawaban jujur dari Karin, Arvin menyunggingkan senyum tipis yang tampak sangat menawan di bawah temaramnya lampu kamar. Dia berjalan mendekati ranjang tempat Karin duduk, lalu berhenti tepat beberapa langkah di depan wanita itu.

"Kalau gitu... jadiin gue referensi tokoh utama di novel Tante selanjutnya dong," ucap Arvin dengan suara beratnya yang terdengar sangat intim di tengah suara hujan.

Karin mendongak, menatap mata Arvin yang begitu dalam dan serius. Entah kenapa, suasana di dalam kamar itu mendadak berubah menjadi sangat intens. 

Karin terkekeh pelan mendengar ucapan percaya diri cowok di depannya itu. "Kamu mau jadi tokoh utama di cerita Tante?" tanya Karin menantang.

Arvin mengangguk mantap tanpa keraguan sedikitpun. "Nanti gue bakal baca semua cerita Tante."

Karin menatap wajah Arvin, menelisik setiap pahatan tegas di sana sambil memikirkan genre cerita apa yang sekiranya cocok untuk karakter seperti Arvin. Di saat yang sama, Arvin berniat ikut duduk di samping Karin. Namun sial, kakinya tidak sengaja tersandung karpet. Tubuhnya oleng ke depan dan langsung jatuh di atas kasur, mengukung tubuh Karin yang terbaring di bawahnya.

Kedua telapak tangan Arvin bertumpu kuat di sisi kepala Karin. Jarak mereka seketika terkikis habis, menyisakan deru napas yang saling memburu. Mata mereka saling bertatapan dalam diam.

JEGARRR!

Tepat di saat suasana menegang, suara kilat menggelegar di langit. Sedetik kemudian, seluruh lampu di dalam rumah mendadak padam. Kamar itu seketika berubah menjadi gelap gulita.

"Aaa!" Karin menjerit kaget karena ketakutan, kedua tangannya langsung melingkar erat memeluk leher Arvin, menarik tubuh cowok itu hingga benar-benar menempel sempurna tanpa jarak.

"Arvin... Tante takut gelap," bisik Karin dengan suara bergetar di dekat ceruk leher Arvin.

Merasakan pelukan erat yang begitu hangat, Arvin sempat memejamkan mata menahan gejolak di dadanya. Dengan tangan kirinya yang bebas, dia merogoh saku celana, mengambil ponsel, lalu menyalakan fitur senter. Cahaya putih instan langsung menerangi langit-langit kamar mereka.

Saat Arvin menunduk, dia bisa melihat setitik air mata ketakutan jatuh di sudut mata Karin. Tanpa sadar, ibu jari tangan kanan Arvin bergerak lembut menghapus air mata itu. Tindakan itu membuat mereka kembali saling tatap di bawah temaram cahaya senter.

Lambat laun, perhatian Arvin turun dan terkunci pada bibir Karin yang sedikit terbuka. Wajah Arvin perlahan mendekat, begitu dekat hingga hidung mereka hampir bersentuhan. Namun, tepat sebelum bibir mereka bertemu, Karin dengan sisa kesadarannya langsung mendorong dada Arvin.

"Arvin... kamu berat," protes Karin pelan dengan napas tersengal.

Arvin langsung tersadar dari hipnotis sesaatnya. Dia buru-buru turun dari posisi mengukungnya dan duduk canggung di samping Karin. "Maaf, Tante."

Karin ikut duduk sambil memegangi dadanya yang berdegup menggila. "Ayo, anterin Tante ngambil lilin di dapur."

Karin langsung menggandeng erat tangan Arvin. Sementara tangan satunya meraba-raba udara, tangan Arvin bertugas mengarahkan cahaya senter ponsel ke depan untuk menerangi jalan mereka menuju dapur.

Namun, baru saja mereka menginjakkan kaki di area dapur, sesosok makhluk kecil hitam bergerak cepat melewati kaki Karin.

"Aaahh…”

Dia menjerit kencang, langsung meloncat dan menginjakkan kedua kakinya di atas punggung kaki Arvin sambil merengkuh tubuh cowok itu erat-erat. Wajahnya disembunyikan di dada Arvin sambil matanya melirik ngeri ke arah lantai bawah.

“Kecoa sialan!" umpat Karin histeris.

Setelah beberapa detik suasana hening dan kecoa itu menghilang ke sudut lemari, Karin baru menyadari posisinya. Kedua tangannya kini melingkar manis di leher Arvin, sementara sepasang tangan kekar Arvin sudah kokoh mendekap pinggangnya agar tidak jatuh.

Karin buru-buru turun dari kaki Arvin. "Kamu... cari-cari kesempatan aja ya, Vin!" tuduh Karin salah tingkah.

1
Bunga
Karya terbaik😍semangat 💪
Agatha soul: terima kasih
total 1 replies
Bunga
Terbaik
mary dice
sepertinya ada yang mau nembak nih... lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!