Novel ini menceritakan tentang Theresia Renata atau biasa dipanggil Renata. Seorang wanita cantik dengan sejuta mimpinya. Pengkhianatan dan kematian ibunya, membuat dia tumbuh menjadi wanita yang berkarakter, kuat, mandiri dan idealis. Setelah lulus dari kuliah, dia mengejar mimpinya untuk menjadi seorang perancang busana yang sukses.
Kini Renata masuk di perusahaan fashion ternama yaitu NS Company.
Suatu hari, dia bertemu dengan Reyhand Adhitya Nasution yang merupakan pewaris dari NS Company.
Dia sangat tampan, layaknya bintang idola. Dia menyembunyikan identitasnya untuk menyelidiki suatu kebenaran dan memutuskan rendah hati sekaligus misterius terhadap orang lain. Sifatnya yang lembut, membuat semua wanita suka kepadanya.
Mereka semakin dekat dan tumbuh cinta diantara keduannya. Akan tetapi, perjalanan cinta mereka terhalang oleh seseorang dari masa lalu Reyhand.
Miselya Alexander seorang perancang busana yang namanya tengah naik daun. Misel adalah putri dari orang kaya yang sangat berpengaruh di perusahaan NS Company. Dia kembali dari Amerika dan memutuskan untuk menetap di Indonesia. Kedatangannya adalah untuk mencari seseorang yang telah lama menghilang. Dia menjadi saingan Renata dalam hal karir ataupun cinta. Dan selalu berusaha untuk melawannya.
Akan tetapi, Renata tak pernah takut dengan Misel. Dia mengandalkan kecerdasan dan kemauannya untuk sukses dalam karir dan cintanya.
Kenzo Kalandra adalah kakak tiri Reyhand yang sangat kejam. Dia selalu berusaha untuk menghancurkan Reyhand.
Lalu bagaimana mereka terlibat satu sama lain? Apa yang akan terjadi dengan hubungan Renata dan Reyhand selanjutnya?
Simak terus kelanjutan setiap episodenya yah reader..., terimakasih 😊😍🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listia Umay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Wisuda dan Perpisahan Sekolah
Selamat membaca😊
🌺🍃🌺🍃🌺
Sampailah Renata di rumah. Dia melakukan aktivitas seperti biasa. Dan juga belajar untuk ujian selanjutnya. Ujian akan berlangsung selama tiga hari. Ini baru hari pertama Renata menyelesaikan ujiannya. Yang alhamdulillah berjalan dengan lancar. Persiapan Renata untuk ujian hari kedua dan ketiga pun sama seperti ujian dihari pertama.
# Tiga Hari Kemudian #
Kini ujian Renata telah selesai semuanya. Berjalan dengan baik dan lancar.
Malam menjelma menjadi pagi. Pagi pun menjelma menjadi siang dan sore. Kemudian kembali lagi ke malam dan seterusnya. Begitulah waktu terus berputar.
Sekarang tinggal menunggu pengumuman hasil ujian yang akan diberitahukan seminggu setelah ujian. Hasil ujian akan diumumkan berbarengan dengan Wisuda dan perpisahan sekolah.
Renata sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Andai waktu bisa di percepat, dia ingin hasilnya diumumkan sekarang juga.
"Ya Allah..., rasanya aku ingin secepatnya mendengar pengumuman hasil ujian kemarin. Tapi..., setelah itu akan ku bawa kemana langkah kaki ini," ucap Renata cemas dengan penuh kesedihan di hatinya.
"Ren, kamu kenapa nak? Masih pagi gini kok sudah sedih?" tanya ibunya pada Renata yang sedang duduk di depan rumahnya.
"Bu, Renata bingung. Disatu sisi Renata senang karena sebentar lagi akan lulus, akan tetapi disisi lain Renata sedih Bu," ucap Renata sambil menangis tersedu-sedu di pelukan ibunya.
"Sayang..., ga boleh nangis ah, nanti cantiknya hilang loh. Ibu tahu kok apa yang kamu maksud," ucap ibunya yang masih memeluk Renata sambil mengelus halus rambutnya.
"Kamu harus tetap yakin dan percaya, bahwa kamu pasti bisa melanjutkan pendidikanmu ke jenjang yang lebih tinggi," lanjut ibunya yang sudah melepaskan pelukan Renata sambil menatap wajah sedih putrinya.
"Makasih yah Bu. Ibu selalu saja membuat hatiku tenang," ucap Renata sembari menghapus wajah sedihnya.
"Sama-sama sayang," ucap ibunya penuh senyum.
Suara motor pun terdengar ditelinga Renata dan ibunya. Dilihatnya laki-laki muda dengan motor mewahnya yang berwarna merah. Belum diketahui siapa pengendara motor tersebut karena kepalanya ditutup oleh helm.
Seketika sampailah laki-laki itu dihadapan Renata dan ibunya. Ternyata orang yang ada dibalik motor itu adalah Yudha.
"Yudha...," panggil Renata dengan heran pada Yudha yang telah melepaskan helmnya.
Yudha pun menjawab panggilan Renata hanya dengan senyum manisnya.
"Pagi Bu...," sapa Yudha pada ibu Renata sembari menyaliminya.
"Pagi juga. Eh..., nak Yudha. Tumben pagi-pagi sudah kesini," ucap ibu Renata ramah.
Yudha pun langsung saja ke inti, mengucapkan maksud kedatangannya.
"Bu, boleh ga Yudha pinjam putri ibu sebentar?" tanya Yudha pada ibu Renata sambil tersipu malu.
"Emangnya barang main pinjam-pinjam," ucap Renata kesal.
"Duh..., jangan bete dulu dong Ren. Maksudnya, hari ini aku ingin menghabiskan waktu satu harian penuh denganmu." ucap Yudha menjelaskan maksudnya.
"Boleh kan Bu?" lanjut Yudha bertanya pada ibu Renata.
"Boleh sih, tapi emangnya mau kemana nak Yudha?" tanya ibu Renata penasaran.
Renata pun menatap tajam wajah ibunya karena memberikan izin kepada Yudha untuk mengajaknya pergi.
"Yudha ingin mengajak Renata jalan-jalan sekalian membelikan Renata kebaya untuk acara wisuda dan perpisahan sekolahnya nanti," jawab Yudha pada ibu Renata.
"Oh, ga perlu repot-repot Yud. Aku udah ada kok, kebaya yang masih bisa dipakai buat acara wisuda dan perpisahan nanti. Atau kalau ga, aku bisa jahit sendiri. Ibu aku juga bisa kok Yud," ucap Renata.
"Emmm, tapi Ren...," ucap Yudha yang belum sempat melanjutkan perkataannya karena sudah di potong oleh ibu Renata.
"Tapi, acaranya kan tinggal satu minggu lagi. Belum ada bahan untuk kebayanya. Lagian ibu juga lagi ada banyak pesanan baju. Dan kalau kamu jahit sendiri juga tidak mungkin. Mesin jahit di rumah kita kan cuma satu. Ibu akan memakainya full untuk satu minggu ini. ucap ibu Renata melanjutkan perkataan Yudha, agar Renata mau pergi bersama Yudha.
"Udah Nak..., kamu terima ajah ajakan Yudha.," bujuk ibunya lagi.
Renata pun bungkam seribu bahasa karena sudah tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi.
Iya akhirnya menyetujui permintaan ibunya. Memang Renata tidak akan pernah bisa menolak jika ibunya yang menyuruh.
"Baiklah Bu, kalau itu memang mau ibu," ucap Renata.
"Nah..., gitu dong," ucap ibunya dengan senyuman.
Ibunya berharap dengan Renata berjalan-jalan. Setidaknya dia akan lupa dengan kesedihannya.
"Makasih yah Ren, akhirnya kamu mau aku ajak jalan-jalan," ucap Yudha penuh ke gembiraan.
"Jangan makasih sama aku dong Yud, makasihnya sama ibu. Kan ibu yang mengijinkan kita pergi. Aku sih ngikut kemauan ibu ajah," ucap Renata.
"Terimakasih banyak yah bu...," lanjut Yudha.
"Kita pamit dulu bu. Ayo Ren," ajak Yudha sembari menyalimi ibu Renata.
Yudha pun mempersilahkan Renata naik ke atas motornya. Yudha mengendarai motor menuju ke suatu tempat. Yudha ingin membawa Renata ke sebuah mall untuk mengajaknya makan, nonton dan membeli kebaya mewah untuk Renata.
Sampailah Yudha dan Renata di sebuah mall mewah yang sudah ramai oleh pengunjung.
Renata pun sontak terpukau melihat mall yang begitu megah dan besar. Baru kali ini dia ke mall yang tidak seperti mall-mall pada umumnya.
Mall yang dikunjungi oleh Renata dan Yudha adalah mall paling bergengsi yang ada di kota mereka. Dimana kebanyakan pengunjungnya adalah orang-orang berduit.
"Ayo Ren masuk," ajak Yudha yang telah memarkirkan motornya.
Renata pun menarik jaket Yudha, karena merasa kurang percaya diri untuk masuk ke dalam mall.
"Yud...," ucap Renata sambil menarik jaket Yudha.
"Kamu ga salah ngajak aku ke mall sebagus ini, aku malu Yud. Pakaianku terlalu kampungan. Liat orang-orang yang kesini, semuannya terlihat fashionable. Kayaknya mall ini bukan dibuat untuk orang-orang seperti aku deh," ucap Renata merendah sembari menatap kearah para pengunjung.
"Apaan sih kamu Ren. Ini tuh mall, tempat umum. Siapapun boleh masuk ke dalamnya,"
ucap Yudha menyakinkan Renata.
"Ayo masuk Ren. Kamu ga usah khawatir ada aku di sampingmu. Nanti kalau sampai ada yang macem-macem sama kamu, biar aku yang menghadapinya," lanjutnya semakin menyakinkan Renata.
Setelah mendengarkan ucapan Yudha, Renata pun mengangguk dan mau masuk ke dalam mall.
Pertama kali masuk ke dalam mall, restaurant korea lah yang dituju oleh Yudha. Yudha mengajak Renata masuk ke dalamnya dan memesankan menu paling terbaru yang ada di restaurant itu.
Setelah selesai makan, mereka menonton bioskop dan dilanjut memilih kebaya untuk Renata di outlet butik langganan mamah Yudha. Kebaya yang Yudha pilih, merupakan kebaya terbaik yang ada di butik tersebut. Tentunya hargannya pun sangat menguras kantong.
"Yudha, ini tuh mahal banget. Jangan ah," ucap Renata lirih kepada Yudha.
"Ga papa Ren, kalau kamu suka pasti aku akan membelikannya," ucap Yudha.
Yudha memang tidak pernah mempermasalahkan yang namanya uang. Apalagi jika untuk orang yang dia sayangi. Apapun akan dia lakukan. Untuk soal uang, rasanya tidak masalah bagi seorang anak pengusaha kaya seperti Yudha.
"Aku suka sih, tapi ini tuhhh," ucap Renata yang masih melihat harga kebaya pilihannya.
Yudha tidak menghiraukan lagi perkataan Renata. Karena Renata sangat menyukai gaun itu, Yudha segera menuju ke bagian kasir dan
membayar kebaya pilihan Renata.
"Mb..., ambil yang ini yah," ucap Yudha pada salah satu kasir butik.
Setelah membayar, mereka pun meninggalkan mall tersebut. Dan Yudha mengantarkan Renata pulang ke rumahnya.
bersambung...
🌺🍃🌺🍃🌺
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
My Kids My Hero
aku akan selali mendukung kakak
next up kak..
Pembaca setia hadirrr..
aku suka ceritanya kak.. semangat yaaa 😘😘
tinggalin juga yaa jejak kk di novelku ASIYAH AKHIR ZAMAN 🥰
salam dari ....
#Rindu With Me
#Suamiku kakak sahabatku
jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:
"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊
ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️