NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:76.4k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sudah hampir dua bulan berlalu sejak Astrid mulai bekerja bersama Mateo. Dalam waktu itu juga perlahan mengubah hidupnya sedikit demi sedikit.

Pagi itu, Astrid berdiri di depan cermin kamar sambil merapikan blazer krem yang baru dibelinya beberapa minggu lalu. Ia sempat mengernyit ketika menarik bagian pinggang blazer tersebut. Pakaiannya itu menjadi longgar. Padahal saat pertama kali membeli pakaian itu, ukurannya pas di tubuhnya.

Astrid kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Pipi dia tidak lagi sebulat dulu, wajah tampak lebih segar. Rambut yang kini selalu dirawat terlihat jatuh rapi di bahunya. Tanpa sadar, ia tersenyum tipis. Lalu berjalan ke arah timbangan digital yang tersimpan di sudut kamar.

Beberapa detik kemudian angka muncul di layar. 85 kilogram.

Astrid terdiam. Dua bulan lalu berat badannya masih 108 kilogram.

Perlahan ia mengembuskan napas panjang. "Turun lagi ...."

Untuk mencapai berat badan ini, perjalanan Astrid tidaklah mudah. Bukan karena diet ekstrem atau karena obat pelangsing. Melainkan karena hidupnya berubah. Ia mulai mengurangi nasi dan makanan manis. Setiap pagi berjalan kaki atau jogging ringan di halaman belakang. Awalnya tubuhnya sering pegal setelah jogging. Beberapa kali ia bahkan hampir menyerah karena kelelahan. Namun setiap kali ingin berhenti, ia selalu mengingat satu hal. Ia melakukan semua ini demi dirinya sendiri, bukan demi Lucas.

Siang hari sibuk bekerja bersama Mateo. Malam hari sering menghabiskan waktu menyelesaikan desain sambil menemani Ariana tidur. Ditambah lagi beban pikiran yang tidak pernah benar-benar pergi. Luka pengkhianatan memang tidak terlihat. Namun sering kali menguras seseorang lebih banyak daripada pekerjaan fisik.

"Mamaaa..."

Suara cadel dari arah pintu membuat Astrid menoleh.

Ariana berdiri sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya. Mulutnya belepotan bekas makan biskuit.

Anak kecil itu langsung menunjuk blazer yang dikenakan ibunya. "Kebecalan."

Astrid tertawa kecil. "Mamanya yang besar atau bajunya yang kebesaran?"

Ariana berpikir beberapa detik. Kemudian menunjuk blazer itu lagi.

"Bajunya."

"Kok bisa tahu?"

Ariana mendekat. Tangannya menarik ujung blazer Astrid.

"Longgal."

Astrid langsung tertawa. "Oh, jadi bajunya kebesaran?"

Ariana mengangguk semangat. "Iya."

"Lalu Mama harus bagaimana?"

Anak kecil itu kembali berpikir. Wajah mungilnya terlihat sangat serius.

"Beli lagi."

Astrid sampai menutup mulut menahan tawa. "Wah, Ariana pintar ya."

"Iya."

"Siapa yang bilang?"

"Ana."

Kali ini Astrid benar-benar tertawa..Ariana ikut tertawa meski tidak tahu apa yang lucu.

Anak itu lalu mengangkat kedua tangannya. "Mau gendong."

Astrid langsung berjongkok. "Sekalian kita mandi, ya. Biar wangi, bersih, dan cantik"

Ariana memeluk lehernya erat. "Mama juga cantik."

Kalimat sederhana itu membuat senyum Astrid perlahan memudar. Bukan karena sedih, justru karena hangat.

Sudah lama sekali tidak ada yang mengatakan hal itu kepadanya. Selain Ariana.

Astrid mencium pipi putrinya berkali-kali. "Terima kasih, Sayang."

"Mama cantik."

"Yang benar Mama cantik?"

"Iya." Anak kecil itu mengangguk-angguk penuh semangat.

"Kalau Ariana?"

Ariana langsung tersenyum lebar. "Ana cantik."

"Kok, bisa?"

"Kan anak Mama."

Astrid langsung tertawa lagi. Dadanya terasa hangat. Untuk beberapa saat ia melupakan semua masalah yang sedang dihadapinya.

Karena di dunia yang terasa semakin rumit, Ariana selalu menjadi alasan terbesar yang membuatnya tetap kuat.

Di sisi lain kota, Lucas sedang duduk di ruang kerjanya. Ruangan besar yang sudah hampir dua bulan menjadi wilayah kekuasaannya. Jabatan baru yang diperolehnya membuat pengaruhnya semakin besar. Dan Lucas sangat menikmati itu.

Pintu ruangannya diketuk.

"Masuk."

Seorang pria berjas masuk sambil membawa sebuah kotak eksklusif. Perwakilan salah satu perusahaan farmasi yang selama ini bekerja sama dengan rumah sakit.

"Selamat siang, Dokter Lucas."

Lucas tersenyum tipis. "Silakan duduk."

Pria itu meletakkan kotak tersebut di atas meja. "Sedikit tanda terima kasih dari perusahaan kami."

Lucas melirik kotak itu. Jam tangan mewah. Nilainya jelas tidak murah.

"Kalian tidak perlu repot."

Pria itu ikut tersenyum. "Kami hanya berharap kerja sama kita tetap berjalan lancar."

Lucas menyandarkan tubuhnya. "Tentu saja."

"Produk terbaru kami akan segera diluncurkan," ucap tamu itu.

Lucas mengangguk. "Nanti saya bantu rekomendasikan ke bagian pengadaan."

Senyum pria itu langsung melebar. "Itu kabar yang sangat baik."

Beberapa menit kemudian pria tersebut pergi.

Lucas membuka laci meja. Di dalamnya sudah ada beberapa hadiah serupa, jam tangan, voucher perjalanan liburan, kartu belanja, dan amplop-amplop yang nilainya tidak kecil. Lucas menutup laci itu kembali tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Siang harinya. Lucas kembali menerima tamu. Kali ini dari perusahaan alat kesehatan.

"Dokter, proposal alat MRI terbaru kami sudah masuk."

Lucas membalik beberapa halaman. "Lumayan."

"Kalau rumah sakit menyetujui pembelian ini, kami siap memberikan apresiasi tambahan."

Lucas tersenyum tipis. "Apresiasi?"

"Kami sudah siapkan." Pria itu ikut tersenyum. Ia mendorong sebuah amplop tebal ke atas meja.

Lucas tidak langsung menyentuhnya. Namun, matanya sempat melirik sekilas. Jumlahnya sangat besar.

"Terima kasih."

Pria itu mengangguk. "Kami percaya keputusan dokter tidak akan mengecewakan."

Setelah tamunya pergi, Lucas memasukkan amplop tersebut ke dalam tas kerjanya. Gerakannya begitu santai. Seolah semua itu adalah hal biasa. Karena memang sudah menjadi hal biasa.

Malam harinya, Lucas berada di apartemen mewah miliknya. Starla sedang duduk di sofa sambil membuka beberapa katalog tas bermerek.

"Kamu suka yang mana?" tanya Lucas.

Starla menunjuk salah satu gambar. "Yang ini."

Lucas melihat harganya, ratusan juta. Namun ia hanya tersenyum. "Kalau suka, beli saja."

Starla langsung memeluk lengannya. "Kamu memang yang terbaik."

Lucas tertawa kecil. Tangannya merangkul pinggang wanita itu.

Di atas meja terdapat beberapa kantong belanja dari butik ternama. Hasil belanja mereka hari itu.

Sementara di rumah yang lain, Astrid mungkin masih berpikir uang Lucas berasal dari gaji dan klinik. Padahal kenyataannya jauh berbeda.

Lucas memiliki rekening lain yang tidak diketahui siapa pun. Rekening yang selama bertahun-tahun menerima aliran dana dari berbagai sumber, komisi, suap, bonus tidak resmi, dan berbagai transaksi yang sengaja disembunyikan.

***

Tiga hari kemudian. Astrid sedang berada di kantor proyek ketika Julio datang membawa sebuah koper dokumen. Wajah mantan polisi itu terlihat jauh lebih serius dari biasanya.

Mateo yang sedang memeriksa gambar bangunan langsung mengangkat kepala. "Kamu menemukan sesuatu?"

Julio meletakkan koper di atas meja. "Banyak."

Astrid yang sedang menggambar langsung menghentikan pekerjaannya. Jantungnya mendadak berdegup lebih cepat.

1
Mardiana
Lucas... lupa sama istrinya karena lihat yg lebih kinclong 😈
Mardiana
cakep ...👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha selamat datang di hotel prodeo Lucas 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Good
sunaryati jarum
Saatnya Lucas runtuh,harta yang dikumpulkan dari hasil mencuri akhirnya akan kembali ke pemiliknya
sunaryati jarum
Semoga uang yang dicuri dan diberikan pada selingkuhannya kembali ke Astrid.Dan semua asetnya dibekukan dan jadi hak Astrid
Sugiharti Rusli
apa itu data" transaksi pengalihan yang dimiliki oleh istrinya yang selama ini juga disalah gunakan olehnya,,,
Sugiharti Rusli
dan kira" apa isi amplop yang pada akhirnya membuat pertahanan si Lucas runtuh yah itu,,,
Sugiharti Rusli
dalam hal ini sepertinya si Lucas sudah mempersiapkan kala dirinya sudah tertangkap dan bukti kejahatan mulai di paparkan,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo penyidik sudah berpengalaman tahu kapan mulai menyerang si tersangka yah,,,
Sugiharti Rusli
memang yah ada karakter penjahat yang bisa memainkan emosi penyidik sih dalam dunia kriminal,,,
Sugiharti Rusli
sekalinya penjahat tetap penjahat yah si Lucas itu
Sugiharti Rusli
dan kamu berkilah sama ibu kamu kalo ini hanya salah paham agar bisa menutupi semua kecurangan yang sudah kamu lakukan,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang kamu menghadapi dua gugatan sekaligus, dari Astrid dengan gugatan cerai, dan kasus penyelewengan
Sugiharti Rusli
kamu pikir kamu sudah bermain cantik dan tidak akan ketahuan dengan semua trik licik yang telah kamu perbuat, bahkan sama istri kamu sendiri,,,
Sugiharti Rusli
kamu memang terlalu sombong dan jumawa Lucas dengan sepak terjang kamu selama ini,,,
sutiasih kasih
lanjut thor...
ku kirim 🌹&☕.. biar semangat...
sutiasih kasih
yakin dech.... perempuan trindahmu... yg km cintai ugal"an.... g akn mau brtahan mdampingi kerutuhan karir dan hidupmu lucas🤣🤣
Tarwiyah Nasa
semakin seru 😄 gimana2 perasaan lo casss 🤣🤣
Halimah
Itulah buah dr perbuatan kalian berdua....Emak sm anak sm" benalu🤦🤦
Ini br awal Lucas...Setelah ini akan byk badai yg siap menerpa km
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!