NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Hari, Dok?

Satu minggu berlalu dan hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi para Dokter muda di departemen bedah saraf, karena hari ini adalah Ujian Evaluasi Bangsal.

​"Kayla, ayo cepat! Dokter Arthur sudah menunggu di ruang konferensi," ajak Celine.

​Kayla menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Ia tahu, meskipun semalam ia sudah belajar, di ruang ujian nanti suaminya itu tidak akan memberinya ampun, Arthur tetaplah penguji paling objektif dan kejam yang pernah ada.

​Ruang konferensi terasa sangat dingin, Arthur duduk di tengah meja panjang, didampingi oleh Dokter Bian. Di depan mereka, tumpukan berkas kasus sudah disiapkan, para koas duduk berjejer dengan keringat dingin.

​"Sistem ujian hari ini sederhana, saya akan memberikan satu skenario kasus gawat darurat. Kalian harus memberikan diagnosis, langkah penanganan primer hingga teknik pembedahan yang tepat. Jika jawaban kalian salah atau ragu-ragu, nilai kalian nol dan tidak akan ada remedial," ucap Arthur dengan suara yang menggema di ruangan yang sunyi itu.

​Dokter Bian melirik Arthur, lalu tersenyum tipis pada para koas, "Santai saja, jangan tegang," ucap Dokter Bian yang mencoba menenangkan para koas.

​"Tidak ada kata santai untuk nyawa pasien, Dokter Bian, baik kita mulai dari Dokter Muda Celine," ucap Arthur.

​Satu per satu koas diuji, Celine berhasil menjawab dengan gemetar, sementara Nadia sempat tersendat saat ditanya soal dosis obat pasca-operasi, lalu beberapa koas lainnya juga berhasil meskipun sedikit gemetar hingga akhirnya giliran Kayla tiba, di mana Kayla mendapat nomor urut terakhir.

​"Kayla," panggil Arthur datar.

Arthur memberikan sebuah hasil CT Scan ke atas meja, "Pasien laki-laki 25 tahun, kecelakaan motor tanpa helm, penurunan kesadaran mendadak, pupil anisokor kanan, hasil scan menunjukkan Epidural Hematoma masif. Apa tindakan pertamamu?" tanya Arthur.

"Stabilisasi jalan napas dan sirkulasi, segera berikan manitol untuk menurunkan tekanan intrakranial lalu lakukan craniotomy evakuasi cito untuk mengeluarkan bekuan darahnya, Dok," jawab Kayla gugup.

​"Teknik craniotomynya? Di mana kau akan membuat lubang bor?" tanya Arthur yang tidak memberikan jeda Kayla untuk santai bahkan bernapas.

​Kayla terdiam sejenak, mengingat anatomi yang ia pelajari semalam, "Pada titik pterion, karena arteri meningea media biasanya pecah di sana pada kasus EDH temporal," jawab Kayla.

​Arthur menyandarkan punggungnya di kursi, matanya menatap Kayla tajam. "Jika saat dibuka perdarahan masih aktif dan tekanan otak tetap tinggi, apa langkah cadanganmu?" tanya Arthur.

Suasana semakin tegang, Celine dan Nadia menahan napas, ini adalah pertanyaan jebakan yang biasanya hanya bisa dijawab oleh residen senior.

'Apa yang harus aku lakukan?' batin Kayla.

"Kenapa diam?" tanya Arthur.

​"I-itu lakukan decompressive craniectomy, Dok. Membuka sebagian tulang tengkorak untuk memberi ruang bagi otak yang membengkak," jawab Kayla ragu.

​Keheningan melanda ruangan itu selama beberapa detik, Arthur tidak langsung menjawab, ia menuliskan sesuatu di lembar penilaian dengan ekspresi yang sulit dibaca.

​"Jawaban yang cukup sistematis, ujian selesai dan hasilnya akan ditempel di papan pengumuman sore ini, kalian boleh kembali ke bangsal," ucap Arthur.

​Begitu keluar dari ruangan, Celine langsung memeluk Kayla. "Kay! Gila, kamu keren banget! Kok bisa kepikiran soal craniectomy? Aku tadi udah blank duluan lihat muka Dokter Arthur," ucap Celine.

​"Aku tadi aja hampir lupa, sampai Dokter Arthur tanya dua kali loh," ucap Kayla.

"Gapapa, yang jelas jawaban kamu tadi keren banget," ucap Nadia.

​Sore harinya, saat hasil ujian ditempel, seluruh koas berkumpul. Nama Kayla berada di urutan paling atas dengan nilai A-Mutlak. Namun, di bawah papan pengumuman itu, ada sebuah catatan kecil yang ditulis tangan dengan tinta hitam.

*​*Nilai bagus bukan berarti kau hebat, tetaplah rendah hati dan jangan pernah lepaskan fokusmu. - Dr. Arthur*.

"Kita semua berhasil," ucap Celine.

.

Keberhasilan ujian itu memberikan sedikit napas lega bagi Kayla, namun kebahagiaannya harus sedikit tertahan ketika Arthur memanggilnya ke ruangannya keesokan harinya.

​"Aku harus ke kota B malam ini," ucap Arthur sambil merapikan beberapa dokumen ke dalam tas kerjanya.

"Kenapa?" tanya Kayla.

"Ada rapat konsorsium dokter bedah saraf seluruh negeri selama tiga hari, selama aku tidak ada, Dokter Bian yang akan mengambil alih bimbinganmu," ucap Arthur.

​"Tiga hari, Dok?" tanya Kayla yang merasa kehilangan.

​Arthur berhenti sejenak, menatap Kayla yang tampak lesu. Ia berjalan mendekat dan menepuk puncak kepala Kayla pelan, sebuah gestur langka yang ia lakukan di rumah sakit.

"Hanya tiga hari, angan karena aku tidak ada, kamu jadi bersantai. Aku sudah meminta Dokter Bian untuk memberikan laporan harian tentang kinerjamu," ucap Arthur.

​"Iya, Dok. Hati-hati di jalan," jawab Kayla.

Apartemen terasa sangat luas dan sunyi tanpa kehadiran Arthur, Kayla mencoba menyibukkan diri dengan membaca jurnal di meja makan, tempat biasanya Arthur duduk menyesap kopi pahitnya, Kayla baru menyadari betapa ia sudah terbiasa dengan kehadiran pria kaku itu di sekitarnya.

​Ketika tengah bersantai, tiba-tiba ponselnya bergetar, sebuah pesan singkat masuk.

Jangan lupa kunci pintu balkon, makan malammu sudah kupesankan lewat aplikasi, sebentar lagi sampai, ingat tidur jangan terlalu larut.

^^^​Wah, makasih!!!!!!^^^

Keesokan paginya di rumah sakit, suasana terasa sangat berbeda bagi Kayla, tidak ada tatapan tajam yang mengawasi setiap gerakannya dari balik meja konsul, tidak ada suara berat yang memanggil namanya dengan nada menuntut.

Dokter Bian jauh lebih santai, "Kayla, hari ini kamu bantu saya di bangsal vvip ya. Santai saja, saya tidak segalak Arthur," canda Dokter Bian saat memulai morning report.

"Iya, Dok," jawab Kayla.

"Setelah kamu jadi anak bimbingan Dokter Arthur, kemampuan kamu meningkat ya," ucap Dokter Bian.

"Iya, Dok. Karena kalau kemampuan saya tidak meningkat bisa-bisa Dokter Arthur marah-marah terus sama saya," ucap Kayla.

Dokter Bian yang mendengarnya pun tertawa, "Dokter Arthur memang orangnya keras, disiplin dan tegas. Tapi, saya akui Dokter Arthur itu Dokter yang jenius, saya saja kagum dengan kemampuan Dokter Arthur," ucap Dokter Bian.

"Dokter Bian sudah kenal lama dengan Dokter Arthur?" tanya Kayla.

"Tidak lama juga sih, saya waktu itu baru dua tahun di rumah sakit ini terus Dokter Arthur datang dan menunjukkan kemampuan yang luar biasa bahkan akhirnya Dokter Arthur diangkat sebagai kepala departemen bedah saraf itu karena kemampuannya yang memang lebih unggul dibanding yang lain. Tapi, meskipun begitu, Dokter Arthur bukan tipe orang yang suka pamer dengan kemampuannya, dia suka mengajarkannya ke dokter-dokter lain, salah satunya ke kamu. Kalau saya jadi koas, saya pasti akan memilih Dokter Arthur," ucap Dokter Bian.

.

.

.

Bersambung.....

1
Nur Syamsi
Itulah Josua buah dr sifat irimu terhadap Athur waktu itu, untung Athur orang yg jiwa penolongnya kuat dan selalu mengutamakan keselamatan nyawa sseorang
Nur Syamsi
Waduh salah sasaran ni preman....
SLina
jgn langsung baik kay
Nur Syamsi
Sabar ya dr Athur dr Kayla SMA sepertimu jiwa nolongnya sangat kuat yg ingin menyelamatkan nyawa seseorang
Nur Syamsi
We dr Athur istrimu itu belum makan siang trus kamu maw memakannya 😃😃😃
Nur Syamsi
Tidak salah waktu dijodohkan Athur tdk menolak gegara melihat Kayla menolong seseorang dgn merawat orang tersebut ternyata mrk sejodoh dan seprofesional 💪💪💪
Nur Syamsi
itulah konsekwensinya klaw mendengar sepihak coba dr Juan tanyak Baek" dr Kayla itu langsung main skorsing aja tdk mikir ap berita itu benar ap tidak ....
Ani Kurniati
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Nur Syamsi
Tu pasien kepo bangat kan kamu TDK tau prosesnya seseorang sampai mencapai titik jdi dr spesialis, sebagai pasien hanya menerima pengobatan dan yg lainnya bukan mengurusi pribadi orang....
Nur Syamsi
💪💪💪 Kayla, dr Athur tetap bersamamu walau hanya fotomu yg dia bawa bawa
Nur Syamsi
Athurnya tu sehat sehat Kayla menolong orang yg kena serangan cuma di tempatnya susah jaringan....jdi bersabarlah ....klaw bisa di wa sja jdi pas ada jaringan Jan bisa dia baca sebagai pengobat rindu
Nusa thotz
bapaknya sok tau banget ya....baru juga jodohin udah bilang "sudah bahagia..." padahal belum di jalanin...sok tau dan egois..
Nur Syamsi
Yg sabar Kayla berdoa saja mudah" an komplik yg didatangi Athur cepat selesai shg Athurmi cepat balik
Nur Syamsi
💪💪💪🤲🤲🤲
Nur Syamsi
Itu Krn dr Athur orang yg cerdas dan kompeten makanya dia dikirim
Sulistiyani
zzz🐌🐌🐹🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌😛
Endang Sulistia
keren ...
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Leo Singa
mampir
Endang Sulistia
CK..CK..CK...Arthur bener bener berubah..
🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!