NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

​Tatapan jijik, sinis, dan tawa tertahan langsung tertuju kepada Devan begitu ia menginjakkan kaki di koridor sekolah.

Namun, setiap kali Devan menoleh ke arah mereka dengan wajah merah padam, orang-orang itu langsung membuang muka dan berpura-pura sibuk ke arah lain.

​"Sialan! Gak mungkin aku melakukan hal menjijikkan begitu! Itu editan atau beneran sih?!" umpat Devan dalam hati. Ia benar-benar merasa marah, malu, dan tidak terima dengan situasi ini.

​Tidak lama kemudian, Hendra dan teman-teman satu gengnya datang menghampiri. Bukannya membela, Hendra malah tertawa mengejek dengan puas.

​"Hahaha! Gila kamu, Van. Birahi sama bantal guling! Mantap banget, awowkwok!" ledek Hendra tanpa beban.

​Devan yang sudah berada di puncak kekesalan langsung menatap Hendra dengan mata melotot, lalu menyentak dan menarik kuat-kuat kerah baju Hendra. "Diem, anjing! Lebih baik kalian bantu aku cari tahu siapa bajingan yang sudah menyebarkan video ini!"

​Di tengah ketegangan itu, segerombolan murid perempuan berjalan mendekat.

Nabila dan teman-temannya menatap Devan dengan pandangan penuh kekecewaan.

​"Kak Devan, apa video itu beneran? Kok bisa sih Kakak melakukan hal memalukan kayak begitu? Bikin malu aku saja, ih!" ketus Nabila sambil bersedekap dada.

​Devan menoleh dengan tatapan galak. "Diem kamu, Nabila! Sudah jelas-jelas ini pasti cuma video editan!" bentaknya kasar.

​Sementara itu di kejauhan, ada satu orang yang paling bahagia melihat pemandangan ini. Siapa lagi kalau bukan Arga.

Ia sedang duduk santai di sebuah bangku panjang, memperhatikan kepanikan kakaknya dengan senyum lebar.

​"Hari yang indah. Nikmati dulu saja prosesnya sebelum dramanya selesai," ucap Arga dengan sangat senang.

​Di koridor, Devan langsung mengusir Nabila dan teman-temannya karena merasa risih. "Pergi sana! Bantu juga enggak, cuma bikin pusing kepala saja!"

​"Ya sudah! Padahal aku ke sini karena khawatir sama kamu. Ayo pergi, biarkan saja dia sendirian!" Nabila berbalik dan melangkah pergi dengan perasaan kesal.

​Setelah Nabila menjauh, Hendra tersenyum puas dan mulai menganalisis situasi. "Van, bisa saja ini semua ulah si Arga. Dia kan orang yang paling gak suka sama kamu. Apalagi ponsel salah satu anak buah kita yang jatuh kemarin jangan-jangan ditemuin sama dia."

​Mendengar analisis Hendra, mata Devan langsung melotot.

Otaknya langsung menghubungkan semua kejadian, dan ia menjadi sangat yakin meskipun belum memegang bukti fisik.

​"Bener juga! Anak haram itu memang mencurigakan! Di mana dia sekarang?! Awas saja kalau dia beneran pelakunya!" geram Devan, langsung berjalan cepat menuju area kelas dua.

​Arga yang melihat pergerakan Devan dan gengnya dari kejauhan langsung mendelik. "Waduh, harus buru-buru pergi dari sini sebelum ketahuan," gumamnya. Ia segera bangkit dan berlari cepat menuju kelasnya di 2-B.

​Sesampainya di dalam kelas dengan napas yang agak memburu, teman-teman sekelas Arga tampak kebingungan melihatnya.

​"Kamu kenapa lari-lari begitu, Arga?" tanya salah satu teman sekelasnya.

​Arga merapikan seragamnya sambil menjawab asal, "Gak ada apa-apa. Cuma takut ada guru lewat saja tadi."

​"Hm? Biasanya kan kamu dihukum gara-gara ketahuan bawa rokok. Lebih baik kamu jangan bawa barang-barang gituan lagi deh ke sekolah."

​"Oh, oke," jawab Arga singkat dan acuh tak acuh.

​Tidak lama setelah Arga duduk di bangkunya, pintu kelas 2-B digebrak kasar dari luar.

Gerombolan Devan dan Hendra melangkah masuk dengan aura mengintimidasi.

Teman-teman sekelas Arga seketika melotot, terdiam, dan menelan ludah karena ketakutan melihat kedatangan para senior penguasa sekolah itu.

​Devan berjalan cepat mendekat, lalu menggebrak meja Arga dengan sangat keras. Brak!

​"Kamu kan pelakunya?!" bentak Devan langsung menuding wajah Arga.

​"Pelaku apa woi? Tiba-tiba datang ke kelas orang langsung marah-marah," sahut Arga dengan wajah polos berpura-pura tidak tahu. Di dalam hati, ia menahan tawa setengah mati.

​Devan semakin naik pitam melihat kepolosan palsu Arga. Ia langsung maju dan mencengkeram kerah seragam Arga dengan kasar. "Jangan pura-pura bodoh deh! Mana HP-mu?! Berikan kepadaku sekarang biar aku periksa!"

​Arga dengan kasar menepis tangan Devan hingga terlepas. "Lepasin! Apa-apaan kalian ini? Jangan asal tuduh kalau gak punya bukti. Lagian bisa saja video itu memang beneran asli, kan? Seorang Devan yang terhormat ternyata bernafsu sama bantal guling sampai mau menikahinya, hahaha!"

​Mendengar ejekan mentah-mentah itu, Devan kehilangan kendali diri. Ia mengepalkan tangan dan bersiap melayangkan pukulan ke wajah Arga.

Namun, pergerakan Arga jauh lebih cepat. Sebelum tinju Devan sampai, satu pukulan mentah dari Arga sudah mendarat telak di pipi Devan.

​Bugh!

​Devan terhuyung ke samping. Arga memanfaatkan momen itu untuk langsung mundur beberapa langkah ke belakang.

Dengan gerakan taktis, ia menyambar sebuah kursi kayu milik kelas dan mengangkatnya tinggi-tinggi sebagai senjata.

​"Ayo sini maju! Keroyokan mulu mainnya dari kemarin. Satu lawan satu kalau berani!" tantang Arga dengan senyum menantang.

​Devan memegangi pipinya yang mulai memar sambil meringis kesakitan. "Brengsek! Tangkap dia sekarang! Hajar dan ambil ponselnya!" teriak Devan memberi perintah pada anak buahnya.

​Hendra yang hari ini sedang malas berurusan secara fisik dengan Arga hanya bersedekap dada di belakang sambil menyahut malas, "Hajar, Guys."

​Teman-teman satu geng mereka saling pandang satu sama lain.

Di dalam hati, mereka sebenarnya sudah merasa sangat lelah selalu disuruh-suruh meladeni urusan pribadi Devan dan Hendra.

​'Ah, bangsat banget nih dua orang gila. Capek banget aku jadi teman mereka,' batin anak-anak buah itu dengan perasaan frustrasi.

​Walaupun terpaksa, mereka harus tetap melangkah maju mendekati Arga demi solidaritas geng.

Melihat musuhnya mulai mendekat, Arga tersenyum licik.

Tepat saat salah satu dari mereka maju selangkah, Arga langsung mengayunkan kursi kayunya di udara untuk menakut-nakuti mereka.

​"Ayo maju sini! Sekali kena, tulangmu langsung retak nih! Keras nih bangku, ayo maju kalau mau ngerasain tidur di rumah sakit!" ancam Arga dengan nada menggertak yang meyakinkan.

​Mendengar gertakan Arga dan melihat kokohnya kursi kayu di tangannya, langkah kaki anak-anak buah Devan langsung terhenti seketika. Mereka ragu-ragu dan menjadi ragu untuk maju.

​'Iya juga ya, kalau kepalaku bocor kan berabe,' batin mereka ikut frustrasi di tengah kepungan.

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!