"Kamu tahu, terkadang waktu yang singkat memiliki kenangan yang hebat."
Gadis cantik dengan bulu mata lentik itu tersenyum kecut tanpa menatap lawan bicaranya. Ia sudah lelah menggantungkan harapan pada pria yang selalu mengumbar kata sayang, namun sikap dan usahanya tak menunjukkan hal demikian.
"Maafkan aku, kutahu ini sakit bagimu. Tapi ini juga sulit untukku," lirih Joe sungguh-sungguh.
Bagaimana bisa pria itu menahan seseorang, ketika ia masih mengharapkan cinta dari yang lainnya. Dia tak ingin melepas salah satunya. Dan Shena tau itu. Tapi bodohnya, Shena tak kuasa untuk mundur sebab rasa cintanya sudah terlanjur dalam.
"Bersamamu aku sakit, tapi jika tidak denganmu aku hancur."
Ini kisah Shena Morghia yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Joe Mafarulls. Seorang pria dewasa dengan kisah hidupnya yang rumit. Trauma akibat ditinggalkan kekasihnya di masa lalu, membuat Joe kesusahan membuka diri pada orang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 08 - Shena Is Shena
"Gak lama, cuma 10 menit. Ada yang mau aku omongin sama kamu. Mau, ya."
Untuk ke sekian kalinya, pria itu mengutarakan keinginannya. Namun, lagi-lagi Shena menolak dengan alasan yang sama, "Sorry, aku lagi sibuk," tolak perempuan berwajah dingin itu singkat.
"Aku bilang sebentar, kita harus bicara," ucap pria itu setengah memaksa. Ia semakin mendekati Shena, bermaksud untuk menyentuh tangan gadis itu. Namun, dengan sigap Zoe menahan tangan si pria.
"Dia bilang lagi sibuk. Itu artinya penolakan," ucap Zoe datar.
Pria itu menepis tangan Zoe agak kasar. Ia mundur satu langkah, kemudian tersenyum remeh. "Ini urusan kami, jadi jangan ikut campur!" balas si pria.
"Shena sahabatku. Jelas ini urusanku," kata Zoe tak mau kalah.
"See. Kalian cuma sahabatan. Jadi, beperilakulah selayaknya sahabat," desisnya. "Ini masalah pribadi kami. Enggak ada hubungannya sama kamu." Pria itu menggunakan jari telunjuknya mendorong dada Zoe dengan sedikit tekanan.
Melihat hal itu, Shena mulai merasakan situasi yang mulai memanas. Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan. Ini tidak bisa dibiarkan. Untung saja tadi Shena segera meninggalkan restoran, gadis itu tak lagi berselera dan memutuskan untuk pulang. Tapi, nyatanya si mantan malah menyusul Shena dan juga Zoe hingga ke parkiran Mall.
"Hei, Bung! Santai, gak perlu nyolot begitu!" seru Zoe tak terima. Ia masih tetap menjaga intonasinya agar tidak berlanjut saling berteriak dan baku hantam. Ya, kecuali jika pria itu tidak paham dan malah kekeh memaksakan keinginannya seperti sekarang ini.
Pria itu tampak memainkan lidah, lalu mendorong bagian dalam pipinya. Ia mendengus, seraya menatap remeh pada Zoe. "Perilakumu tidak sesuai dengan perkataanmu, Bung." ucap pria itu sinis.
Siapa di dunia ini yang tidak tahu? sama sekali tidak ada pertemanan murni antara laki-laki dan perempuan. Sahabat? Adik-kakak?. Huh! Omong kosong! Pastinya akan selalu ada salah satu yang memendam perasaan, hingga rasanya frustasi dan ingin mati. Fasenya selalu sama. Terpaksa melupakan, tersiksa membiasakan diri, kemudian mengikhlaskan meski membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Menyebalkan, dan memuakkan!.
"Silakan pergi dari sini! kami harus pulang sekarang," sahut Zoe tak menimpali ucapan pria itu.
Zoe masih berusaha menahan diri untuk tidak berbuat kasar pada pria di hadapannya, meski rasanya tangannya sudah gatal ingin melayangkan pukulan di wajah menyebalkan itu.
"Kalau aku menolak, kau mau apa?" tanyanya dengan nada menantang.
Emosi Zoe mulai terpancing, ia mendengus kasar seraya menyugar rambutnya ke belakang. Air mukanya sudah dingin dan memerah.
"Ckk!! Mau ini."
Bughh!!
Bughh!!
Pria tersebut tersungkur ke lantai sana, ia memegangi pipinya seraya meringis kesakitan. Di ujung bibirnya ada sedikit darah akibat pukulan yang cukup keras sehingga menggores bagian dalam pipinya karena terkena giginya sendiri.
Sedangkan Zoe sendiri masih terperangah, ia membeku di tempat dengan tangan yang masih menggantung sejajar dengan kepalanya. Zoe terkejut. Ia menatap Shena dengan seksama yang ternyata lebih dulu menonjok pria itu.
Bravo! Shena.
"Ka-kamu ngapain, Na?" gumam Zoe yang sebenarnya itu bukan pertanyaan, ia hanya terlampau kaget dengan apa yang dilihatnya. Come on! Harga diri Zoe sebagai pria sejati agak terluka, sebab harusnya dia yang melakukannya. Bukan Shena. Oh, God. Shena is Shena.
"Kita udah selesai, enggak ada lagi yang harus diomongin. Jadi, jangan pernah muncul di hadapan aku lagi!" Ucap Shena kemudian mengambil napas sejenak. Ia menatap sinis dan dingin pada sang mantan yang masih terduduk di lantai.
"Sedikit aja anggota tubuh kamu tertangkap penglihatanku, kali ini nggak cuma kaca mobilmu yang aku hancurin, kepalamu sekalian aku pecahin!"
"Wow!" ucap Zoe tanpa suara. Ia menaikkan kedua alisnya dengan mulut berbentuk 'O'.
Sejak saat itu, sang mantan tidak pernah lagi datang menemui Shena. Jelas saja, sepertinya ia masih menyayangi kepala dan juga kendaraannya. Memang siapa di dunia ini yang berani mempertaruhkan nyawanya
hanya demi seorang wanita?.
Maka dari itu, jangan pernah percaya pada kalimat 'aku tidak bisa hidup tanpamu', sebab semua itu hanya bualan dan pemanis kata. Nyatanya, si mantan masih hidup. Bahkan berbahagia dengan pilihannya yang baru.
...*...
...*...
Satu minggu kemudian, tepatnya pada sabtu malam. Di mana sebuah acara ulang tahun sebuah perusahaan swasta digelar. Zoe sudah menghabiskan waktu lebih dari 2 jam menunggu sahabatnya selesai berdandan. Shena sama sekali tidak berbelas kasih pada Zoe yang sejak tadi menahan kantuknya akibat merasa bosan dan lelah tanpa alasan.
"Padahal acaranya dimulai jam 9 malam, tapi kamu udah bikin aku pusing seharian, Shena." Gumam Zoe ketika pada akhirnya mereka berangkat juga menggunakan mobil Zoe. Mereka menuju hotel tempat di mana acara diselenggarakan.
Kemarin, Shena merengek, lebih tepatnya memaksa Zoe agar mau menemaninya ke acara. Perempuan itu diundang lantaran pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut sebagai penerjemah tentunya.
Hari ini, Zoe menggunakan jas hitam formal. Pria itu tampak gagah dan juga tampan 2 kali lipat dari biasanya. Shena sendiri memakai dress berwarna senada dengan Zoe, ia tampak elegan dan cantik dengan model lengan panjang di atas lutut. Rambutnya digerai rapi dengan aksesoris anting dan juga kalung.
"Ngomel terus ih. Tapi aku cantik 'kan hari ini?" tanya Shena untuk ke sekian kalinya. Berulang kali ia juga berkaca pada ponselnya sendiri, memastikan penampilannya sudah sempurna tanpa cela.
"Cantiiiik. Kamu kan udah cantik dari dulu." Jawab Zoe dengan mata yang terus menatap ke jalanan di depan sana. Zoe tidak berbohong, Shena memang nampak sangat cantik.
Shena memang sosok perempuan yang cantik juga menarik, ia adalah wanita dengan pembawaan yang tegas, mandiri, juga berwawasan luas. Tak jarang teman laki-laki Shena di kantor banyak yang menaruh hati padanya. Dan ketika ada yang berani mengungkapkan, sudah pasti Shena akan menolaknya. Alasannya sudah jelas—Zoe.
Peran Zoe sendiri tak kalah penting dalam urusan pribadi Shena, pria itu tak sekali dua kali menentang laki-laki yang mendekati Shena. Seperti ....
"Jangan dia! aku gak suka perangainya."
"Tolak aja, kelihatan banget orangnya pemaksa gitu. Gak sopan!"
"Enggak! Gak boleh dia, setahuku laki-laki modelan begitu tuh manipulatif."
Dan masih banyak lagi alasan yang lainnya. Sampai-sampai Shena sendiri kebingungan, kalau pria yang ini dan itu tidak baik, lalu pria seperti apa yang baik untuk dirinya? Huhh! Zoe badjingan!.
Zoe pikir, Shena harus dengan pria yang jauh lebih baik. Pria itu bahkan pernah menyarankan Shena untuk dekat dengan sepupunya saja. Menurutnya, saudaranya itu mempunyai effort yang bagus jika sudah mengenai percintaan. Punya track record yang bersih jika sudah soal wanita.
"Iya sih, cantik. Tapi buat apa? Kalau cintaku aja bertepuk sebelah tangan," Desaah Shena. Ia bergumam sendiri, yang sebenarnya masih bisa didengar oleh Zoe. Tapi, ya, seperti biasa. Lagi dan lagi, pria itu berpura-pura tak paham dan memilih tidak menanggapi sindiran si wanita.
saking dalamnya dia menoreh kan luka di hatimu /Grievance/
makanya jangan nyepelein wanita klo lagi cemburu 🤣🤣🤣🤣
keren nih cowok kere 🤣🤣🤣
weh orang mah bawa ke hotel ini di mobil 🤣🤣🤣🤣
kamu lupa klo shena yg skrg bukan Shena yg dlu lagi yg bisa kamu permainkan, ya wlopun perasaan kamu ke Shena skrg emg sungguhan.tapi buat Shena susah buat percaya lagi sama kamu zoe.dan kita liat sejauh mana perjuangan kamu buat dapetin lagi hati Shena.
hadeuh ko tamat sih teh 🙄
lanjut ke part 2 ya🙄🤔
kuy lah mrapat ke part 2 nya 🤣🏃🏃🏃
it's too late Zoe!!
eh bner teu sih bhsa inggris na🙄 sieun salahan ke gagal keren atuh 🤭🤣🤣🤣🤣
maklum sarapan na sampeu teh Anna lain roti lapis kotak"..🤣🤣🤣
Harry klo Shena ga maw sama kamu ,yuk maen sini yuk ke krawang aku ikhlas ry jadi tempat mu bersandar apalagi jdi tmen bobo kamu ry,ikhlas bgt aku 😳😳😳🤭🤭🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃
paksu ga baca novel ini kan 👀👀
🤣🤣🤣🏃🏃🏃