Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.
Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.
Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.
Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Fans Romo
"Adek mau sekolah juga kayak Mamas, Mbun." Kata Bima.
"Beneran mau sekolah? Kemarin waktu Mamas daftar, katanya Adek belum mau sekolah?" Ujar Meshwa yang baru mendaftarkan Aka di taman kanak - kanak.
"Nanti Adek gak punya temen, kalau Mamas sekolah." Jawab Bima.
"Yasudah, ayo kita daftar sekolah. Mamas udah selesai kasih makan ayam belum?" Kata Meshwa yang akhirnya akan kembali lagi ke sekolah untuk mendaftarkan Bima.
"Udah kok, mamas udah selesai kasih makan ayam. Kan adek bantuin." jawab Bima.
"Yasudah, ayo gek siap - siap." Ajak Meshwa.
Setelah bersiap - siap, Meshwa bersama kedua putranya pun segera menuju ke taman kanak - kanak Yayasan milik keluarganya.
"Telfon Romo dulu, Nak." Ujar Meshwa yang kemudian menyerahkan ponselnya pada Aka.
"Assalamualaikum, Sayang." Sapa Arjuna saat panggilan telfon mereka terhubung.
"Waalaikumsalam, Cintaku." Kata Bima yang menyahut hingga membuat mereka berempat tertawa.
"Loh, Adek ternyata." Kata Arjuna sambil terkekeh.
"Ada apa kok telfon Romo? Adek kangen sama Romo? Padahal Romo baru satu jam berangkat ke Balai Desa." Tanya Arjuna.
"Ih, Romo kepedean. Adek gak kangen tuh, sama Romo." Sahut Bima.
"Terus kenapa kok telfon Romo? Gak di kasih uang jajan sama Mbun? Biasanya langsung datengin Romo ke Balai Desa kalau gak di kasih uang jajan sama Mbun." Cicit Arjuna.
"Aah! Romo jangan bilang gitu. Kan ketahuan jadinya sama Mbun." Protes Bima yang membuat Arjuna tertawa.
"Terus, ada apa?" Tanya Arjuna.
"Ini lho, Mo, Mamas, Mbun sama Adek mau ke sekolah TK lagi." Kata Aka.
"Ngapain, Nak? Ada kegiatan calon wali murid di sana?" Tanya Arjuna.
"Enggak, Mo. Adek mau sekolah TK kayak Mamas." Jawab Bima.
"Adek juga mau sekolah? Kemarin katanya gak mau?" Tanya Arjuna.
"Adek semalem galau, Mo. Adek takut sendirian di rumah, gak punya temen main kalau Mamas sekolah." Aka yang menyahut hingga membuat Meshwa dan Arjuna terkekeh.
"Yasudah, Adek juga ikut sekolah Mamas, biar pinter." Ujar Arjuna.
"Nanti pulangnya Adek sama Mamas mau main ke rumah Pakde Romi, boleh gak Mo?" Tanya Aka.
"Memang Pakde Romi sama Bude Bila ada di rumah, Mbun?" Tanya Arjuna.
"Gak tau, Mo. Mbun belum telfon. Ini anak - anak mendadak mintanya, wong rencananya cuma mau ke TK aja kok." Jawab Meshwa.
"Coba di telfon dulu Pakde Romi, kalau ada, ya gak apa - apa kalau mau main ke sana." Jawab Arjuna.
"Matur suwun, Romo." Ucap Aka dengan girang.
"Njih, sami - sami Cah Bagus." Jawab Arjuna.
"Hati - hati di jalan, Mbun. Kalau udah sampai kabari Romo." Pesan Arjuna.
"Sendiko dawuh, Kang Mas, Cintaku." Jawab Meshwa.
"Ciyeee! Mbun sama Romo...." Ledek Bima yang membuat Meshwa dan Arjuna tertawa.
Setelah menelfon Arjuna untuk mengabari dan memina izin, aka kemudian menelfon Pakdenya. Namun sayang, Pakde dan Budenya itu sedang tidak berada di rumah.
"Main ke rumah Kakek sama nenek aja deh, Mbun. Pakde Irfan juga pasti gak ada di rumah kayak Pakde Romi." Ujar Aka.
"Ini kan hari kerja, Nang. Kalau mau main kesana ya pas hari libur to." Jawab Meshwa.
Setelah selesai mendaftar di sekolah TK, Meshwa bersama kedua putranya kemudian menuju ke rumah Orang Tua Meshwa. Tak lupa, Meshwa kembali mengabari suaminya jika mereka saat ini sedang berada di rumah kedua orang tua meshwa.
"Assalamualaikum, Kakek.... Nenek...." Seru Bima yang memanggil kakek dan neneknya.
"Waalaikumsalam." Terdengar sahutan dari Nenek yang berada di dalam rumah.
"Ya Allah, cucu - cucu Nenek. Kok gak ngabari kalau mau kesini?" Cicit Nenek. Aka dan Bima langsung menghampiri kemudian menyalami dan memeluk Neneknya.
"Tadi abis dari sekolah TK. Terus mampir ke sini." Jawab Bima.
"Loh, Mamas sama Adek udah mau sekolah TK, ya?" Tanya nenek yang di jawab anggukan oleh Aka dan Bima.
"Maa Syaa Allah, pinter - pinter banget cucu Nenek yang udah mau sekolah." Puji Nenek yang tampak senang saat mendengar jika kedua cucunya akan bersekolah TK.
"Kakek mana, Nek?" Tanya Bima.
"Kakek ada di belakang itu, lagi lihatin anak asuhnya." Kekeh Nenek.
"Kakek punya anak lagi?" Tanya Bima dengan tatapan bingung.
"Itu di belakang. Mamas sama Adek lihat aja ke belakang." Jawab Nenek sambil terkekeh.
Dua bocah itu pun langsung berlari ke belakang untuk mencari keberadaan Kakeknya.
"Kakek!" Seru Bima dan Aka ketika melihat kakeknya berada di tepi kolam yang berisi ikan Koi.
"Waaah! Cucu Kakek datang!" Sambut Kakek yang tak kalah girang dari dua cucunya. Pria itu langsung menyambut kedatangan cucunya dengan pelukan.
"Kok gak bilang dulu kalau mau kesini? Mbun dan Romo mana?" Tanya kakek.
"Tadi mampir setelah daftar sekolah, Kek." Jawab Aka.
"Kita cuma sama Mbun aja. Romo kerja di Balai Desa." Jawab Bima.
"Waah, kolamnya udah jadi." Kata aka sambil melihat ke arah ikan - ikan besar yang asyik berenang kesana dan kemari.
"Kata Nenek, Kakek punya anak. Mana akan Kakek?" Tanya Bima yang di sambut tawa oleh Kakeknya.
"Itu, anak Kakek banyak di dalam kolam." Sahut nenek yang berjalan bersama Meshwa.
"Ini kan ikan, Nek. Masak anaknya Kakek." Protes Aka yang kembali membuat mereka tertawa.
"Kek, ini ikan apa namanya?" Tanya Aka.
"Ini namanya ikan KOI." Jawab Kakek.
"Wah! Ikannya pinter masak ya, Kek." Sahut Bima.
"Itu Koki, Bim... Koki yang pinter masak." Ujar Meshwa yang kembali memecah tawa mereka.
"Ya Allah, ada - ada aja to, anakmu yang satu itu, Wa." Kata Kakek di sela - sela tawanya.
"Ya namanya juga anaknya Arjuna, Pak." Jawab Meshwa.
"Aku kan anaknya Mbun. Gak mau anaknya Romo." Kata Bima.
"Lho, kenapa gak mau jadi anak Romo?" Tanya Nenek.
"Romo jelek. Aku anaknya Mbun aja yang cantik." Jawab Bima yang membuat kakek dan neneknya tertawa.
"Romo mu itu ganteng lho, Le. Kok bisanya anak ganteng kayak gitu di bilang jelek." Kata Kakek.
"Tuh, Romo di belain sama Bapaknya." kekeh Meshwa.
"Kakek gak sakit mata, kan?" Tanya Bima sambil memperhatikan netra Kakeknya.
"Enggak lah. Mata Kakek sehat kok ini." Jawab Kakek sambil membulatkan matanya dan menunjukkannya pada Bima.
"Kata Mamas, orang yang bilang kalo Romo ganteng itu, berarti orangnya lagi sakit mata." Ujar Bima yang membuat Kakek, Nenek dan Mbunnya tertawa.
"Mamas ngawur banget." Komentar Meshwa.
"Emang iya kok, Mbun. Romo kan jelek. Lebih gantengan Mamas." Jawab Aka yang sedang sibuk mengusap - usap kepala ikan yang mengerubunginya.
"Romomu itu ganteng lho, Nang, Le. Gak boleh ya, ngomongin Romo jelek. Kalo Romo jelek, ya Mbun gak mau menikah sama Romo." Kata Nenek.
"Tuh, jangan bilangin Romo jelek, Mas. Romo kalo di sini, di belain terus sama Kakek dan Nenek." Kata Bima
"Iya. Kakek sama Nenek tuh pendukungnya Romo. Jadi jangan ngomongin Romo di sini." Sahut Aka.
"Fans nya Romo ya, Mas." Timpal Bima yang kembali membuat Kakek dan neneknya terkekeh.
"Duh alah, Ya Allah. Alamat perut jadi kaku kalo udah ada Bima sama Aka ini." Komentar kakek sembari memegangi perutnya yang terasa kaku karena terus tertawa.
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣