NovelToon NovelToon
Dihina di Depan Umum, Bangkit Jadi Pengacara Terkuat

Dihina di Depan Umum, Bangkit Jadi Pengacara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perubahan Hidup
Popularitas:0
Nilai: 5
Nama Author: Galaxy

Alexander Wijaya hanyalah pengacara magang berpenghasilan pas-pasan, menanggung uang kos dan biaya kuliah adiknya sendirian — sampai malam ia dipermalukan habis-habisan oleh mantan kekasihnya, Priscilla Salim, di depan umum. Amarah dan keterhinaan itu justru membangunkan Sistem Pengacara Terkuat: panel status rahasia, kemampuan membaca pikiran, dan analisis bukti secepat kilat yang hanya bisa dilihat olehnya sendiri.

Sejak saat itu, setiap lawan yang meremehkannya berakhir mati sosial di ruang sidang. Namun di balik kebangkitannya, tersimpan luka lama: kematian ayahnya 27 tahun silam yang penuh kejanggalan, dan sebilah golok berdarah warisan keluarga yang menyimpan rahasia kelam.

Ketika seorang profesor dijatuhi vonis mati atas tuduhan yang tidak pernah ia lakukan, dan waktu eksekusi tinggal menghitung hari, Alexander harus membuktikan satu hal yang bisa mengubah segalanya — bahwa keadilan yang tak terlihat, lebih berharga untuk diperjuangkan daripada nyawanya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galaxy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Pukul 22.18, Dimas Prasetyo menaruh cangkir kopi di samping map PT Cantika Teknologi.

"Kalau dokumen elektroniknya terlihat terlalu bersih," katanya, "biasanya ada dua kemungkinan."

Alexander menatap layar laptop di ruang arsip Kantor Hukum Adiwangsa.

"Satu, memang bersih."

"Dua," kata Dimas, "dibersihkan oleh orang yang tahu apa yang harus ditinggalkan."

Kevin Tanuwijaya mendengar lewat telepon yang diletakkan di tengah meja. Suaranya serak karena seharian menahan panik.

"Jadi kita tidak punya apa-apa?"

"Belum," jawab Alexander.

Dimas meliriknya. "Belum punya bukti sah."

Penekanan itu membuat Alexander menoleh.

Dimas Prasetyo belum resmi menjadi staf kantor. Malam itu ia datang sebagai asisten lepas yang direkomendasikan Gunawan: mantan hakim tingkat pertama, lebih banyak diam daripada bicara, tetapi setiap kalimatnya seperti sudah melalui ruang musyawarah sendiri.

Gunawan hanya memberi satu instruksi sebelum pulang.

Pakai Dimas untuk menjaga agar kau tidak mengubah firasat menjadi gugatan.

Alexander membuka ulang file pendaftaran paten PT Cantika Teknologi. Versi cetak tampak wajar. Versi digital lebih wajar lagi: tanggal pembuatan rapi, nama penyusun hukum jelas, struktur folder bersih, dan tidak ada jejak kasar salin-tempel.

Terlalu bersih.

"Kevin," kata Alexander, "file yang kamu terima dari sistem pendaftaran ini salinan resmi?"

"Iya. Dari hasil unduhan kuasa hukum kami sebelumnya, sebelum aku datang ke kamu."

"Ada file asli dari sumber lain?"

"Ada lampiran email dari investor yang pertama memberi tahu kami soal pendaftaran Cantika. Aku kirim sekarang?"

"Kirim ke alamat kantor. Jangan ke ponsel pribadi."

Dimas mengangguk kecil, seolah memberi nilai pada jawaban itu.

Lima menit kemudian, file masuk.

Alexander membuka metadata dasar. Tidak ada yang mencurigakan bagi mata biasa. Nama file, waktu modifikasi, pembuat dokumen, semua sesuai.

Tetapi saat kursor berhenti di panel properti, Panel Status tiba-tiba menyala.

Ting!

Dadu IP mendeteksi pola asal-usul digital.

Mode terbatas: petunjuk investigasi, bukan bukti sah.

Sebuah dadu biru transparan berputar di tepi pandangan Alexander. Angkanya berubah menjadi potongan alamat, jalur folder, dan titik-titik biru yang muncul seperti peta kecil.

Alexander menahan napas.

Ia tidak menyentuh layar terlalu cepat.

Pengalaman dari kasus-kasus sebelumnya mengajarinya satu hal: sistem bisa membuka pintu, tetapi hukum tetap meminta kunci yang dibuat manusia.

Dadu itu berhenti.

Satu jalur muncul di pikirannya:

salinan lama - server riset eksternal - arsip teknis dua dekade - IRN.

Lalu satu fragmen nama:

B. Kusnadi.

Alexander membeku.

Dimas menyadari perubahan itu.

"Apa yang Anda lihat?"

Pertanyaan itu tidak terdengar seperti rasa ingin tahu. Lebih seperti peringatan.

Alexander memejamkan mata sebentar, lalu membuka lagi.

"Bukan bukti."

Dimas menunggu.

"Petunjuk. File Cantika kemungkinan disunting dari salinan lama yang pernah melewati server riset eksternal. Server itu punya jejak arsip lama yang berkaitan dengan Institut Riset Nasional."

Kevin di telepon langsung berkata, "IRN lagi?"

Dimas tidak terlihat terkejut oleh nama lembaga itu. Ia lebih tertarik pada kata "kemungkinan".

"Dari mana Anda tahu?"

Alexander menatapnya.

Di sinilah batasnya.

Ia belum bisa berkata: ada dadu sistem di pandangan saya.

Ia juga tidak boleh berbohong dengan menyebutnya hasil forensik.

"Dari pola metadata yang tidak muncul di tampilan umum," kata Alexander akhirnya. "Tapi belum bisa dipakai dalam surat gugatan."

Dimas bersandar pelan.

"Benar. Kalau kita menulis itu sekarang, pihak lawan akan meminta sumber analisis. Kita tidak punya laporan ahli, tidak punya chain of custody, tidak punya akuisisi forensik."

"Maka kita buat."

Malam itu, mata Dimas sedikit berubah.

"Anda paham maksudnya?"

"Kita ajukan permintaan audit forensik digital terhadap file pendaftaran Cantika, file lampiran investor, dan server eksternal yang disebut dalam arsip lama. Kita minta ahli independen mengekstrak metadata, hash file, riwayat modifikasi, dan jalur penyimpanan. Kita juga minta penetapan agar data tidak dihapus selama sengketa berjalan."

Dimas menatap Alexander beberapa detik.

"Bagus."

Kevin menghela napas di telepon. "Jadi kita punya jalan?"

"Kita punya pintu," kata Alexander. "Jalan dibuat setelah ahli bisa membuka lognya secara sah."

Dimas mengambil kertas kosong dan mulai menulis draf kerangka permohonan.

Tulisan tangannya kecil, rapat, hampir seperti catatan hakim.

"Frasa 'server IRN' jangan masuk dulu," katanya.

Alexander mengangkat alis.

"Kenapa?"

"Karena jika kita menyebut IRN terlalu dini tanpa dasar formal, perkara paten bisa melebar menjadi spekulasi. Fokus permintaan: asal-usul file, riwayat modifikasi, sumber penyimpanan eksternal, dan pihak yang mengakses."

"Lalu B. Kusnadi?"

Pena Dimas berhenti.

"Nama itu muncul dari mana?"

Alexander menunjuk layar, lalu membuka folder arsip investor lama. Di salah satu log daftar penyimpanan yang hampir tidak terbaca, ada kolom "pengelola lama". Tulisan pindaian kabur, tetapi cukup untuk dibaca:

B. Kusnadi.

Dimas mencondongkan badan.

"Ini bukan metadata file Cantika. Ini log arsip lama."

"Saya tahu."

"Maka pisahkan. Satu jalur untuk sengketa paten. Satu jalur untuk asal-usul arsip IRN. Jangan campur sampai ada jembatan sah."

Alexander tersenyum tipis.

"Pak Gunawan benar memilih Anda."

"Pak Gunawan memilih saya karena ia tahu Anda suka mengejar api."

"Dan Anda?"

"Saya biasa memeriksa apakah api itu bisa dibawa ke ruang sidang tanpa membakar berkas sendiri."

Kevin tiba-tiba tertawa kecil di telepon. Suara itu terdengar seperti orang yang baru ingat cara bernapas.

Mereka bekerja sampai lewat tengah malam.

Draf permintaan audit forensik digital selesai dalam tiga bagian: objek data, metode pengamanan, dan batas penggunaan hasil. Dimas menambahkan catatan tebal di bawahnya:

Hasil sistem internal/analisis awal tidak disebut. Semua dalil harus bersandar pada laporan ahli independen.

Alexander membaca kalimat itu dua kali.

Ia menyukainya.

Keindahan tidak ada hubungannya.

Karena menyelamatkan perkara.

Sebelum menutup laptop, ia memandang lagi fragmen nama di log arsip lama.

B. Kusnadi.

Nama itu belum berarti apa-apa baginya.

Belum.

Tetapi cap IRN dari amplop ayahnya, laporan teknis di kantor Aeon, dan server riset yang kini muncul di belakang file Cantika membuat satu garis tipis mulai terlihat.

Dimas memasukkan draf ke map.

"Besok pagi kita ajukan permintaan resmi?"

"Besok pagi," jawab Alexander.

Di layar laptop yang mulai gelap, pantulan wajahnya tampak lebih tua daripada kemarin.

Perkara Kevin masih perkara paten.

Tetapi di balik kode sumber, ada nama lama yang menunggu giliran untuk dibaca.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!