Dalam keheningan Zahra hanya bisa menangis karena ia harus menikah dengan orang yang tidak pernah ia cintai.
Menjalalin hubungan bertahun-tahun dengan Danis nyatanya harus kandas karena perbedaan agama.
Zahra yang hatinya terlanjur dipenuhi dengan Danis, ia tidak bisa mencintai Azka~ Suami Zahra dari hasil perjodohan orang tuanya.
Bagaimana akhir dari kisah cinta Zahra? Apakah dia akan kembali pada Danis? Atau hatinya akan berbalik karena kesholehan suaminya tersebut?
Simak terus yuk kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah Yusuf dan Zulaikha
"Apakah aku saja yang mengalah?" tanya Zahra dengan air mata yang mengalir.
"Maksudmu?" tanya Azka memicingkan matanya.
Pria itu curiga pada Zahra karena pikiran wanita itu sedang tidak baik-baik saja. "Aku akan mengikuti agama dia," ucap Zahra lemah.
Jedduarrr .....
Astaghfirullahal Azdimmm ....
"Zahra!" sentak Azka tanpa sadar.
Pria itu tidak habis pikir, dengan jalan pikiran Zahra yang nyaris tersesat karena rasa cinta butanya pada Danis.
"Cepat baca syahadat!"
"Aku tau kamu mencintai kekasihmu, tapi kamu tidak boleh mengorbankan agama hanya karena cinta!" Azka benar-benar emosi mendengar ucapan calon istrinya tersebut.
"Zahra, bersyukurlah atas apa yang telah kamu miliki, kamu akan bahagia jika kamu ikhlas menerima takdir dari Allah," ucap Azka yang mencoba mengingatkan wanita itu.
"Tapi aku sangat mencintai Danis, Pak Azka! Aku hanya menginginkan dia untuk menjadi pendampingku!" teriak Zahra dengan tangisan yang memilukan.
"Jika memang Danis jodoh yang ditakdirkan Allah untukmu, maka dia pasti tidak akan kemana, Ra! Ingatlah kisah Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha," ucap Azka untuk mengingatkan wanita itu.
Azka berharap Zahra sadar, bahwa cinta yang dipaksakan olehnya, hanya akan membawa wanita itu ke jalan yang salah. Karena pada dasarnya mereka berbeda arah dan selamanya tidak akan pernah bisa menyatu jika diantara keduanya sama-sama berpegang teguh pada agama masing-masing.
"Memangnya kenapa dengan Kisah Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha, Pak?" tanya Zahra seraya menghapus air matanya.
Ia penasaran dengan kisah Nabi Yusuf, karena sebelumnya ia tidak pernah tau tentang pelajaran agama di sekolahnya.
Azka tersenyum, lalu menjawab pertanyaan wanita tersebut. "Allah menjauhkan Nabi Yusuf dari Siti Zulaikha saat cinta Siti Zulaikha lebih besar pada Nabi Yusuf dibandingkan pada Allah. Akan tetapi, Setelah Siti Zulaikha lebih mencintai Allah dibandingkan Nabi Yusuf, maka Allah mendatangkan Nabi Yusuf sebagai pendampingnya."
Deg
Zahra semakin meneteskan air matanya saat wanita itu mendengar ucapan Azka. Ia menangis terisak-isak karena menyesal dengan ucapannya yang begitu keterlaluan.
"Maafkan hamba ya Allah, Ampuni dosa hamba. Seharusnya dari dulu hamba sadar bahwa apapun yang terjadi atas kehendak-Mu, seharusnya hamba rela melepaskan Danis jika dia memang tidak ditakdirkan untukku," ucap Zahra dengan tangisan pilunya.
Wanita itu menangis terisak-isak di pinggiran kolam air mancur, hingga beberapa menit kemudian Azka mengambil tisu dan disodorkan pada wanita tersebut.
"Zahra, lebih baik aku antar kamu pulang dulu! hari ini sepertinya kamu terlalu banyak pikiran," ucap Azka tersenyum tipis.
"Seandainya orang yang kucintai itu adalah kamu, mungkin orang tuaku akan senang, kamu baik, Sholeh dan sepertinya kamu juga pandai ilmu agamanya," ucap Zahra tersenyum kaku. .
"Oh iya?" Azka tersenyum mendengar ucapan wanita itu. Lalu, ia duduk di samping Zahra seraya menatap wanita itu penuh kelembutan.
"Iya, tapi entah ... cintaku pada Danis terlalu besar hingga aku tidak bisa melihat pria yang baik melebihi dia, bagiku dialah yang terbaik, meskipun aku belum tau bagaimana akhir dari hubungan kita nanti!" ucap Zahra dengan wajah sedihnya.
Azka tersenyum tipis. Pria itu melangkah di samping Zahra dengan berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih.
"Sebenarnya aku juga dijodohkan oleh orang tuaku, tapi entah seperti apa dia, aku belum tau yang sebenarnya, karena aku tidak ingin menemuinya, bahkan aku sangat tidak tertarik untuk melihat wajahnya," ucap Zahra.
Deg
Hati Azka terasa perih, bagaikan di tusuk ribuan jarum yang tertancap sempurna.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
...TBC...
alhamdulillah