Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Sore ini sepulang dari kantor nya, Rivan sengaja pergi ke rumah yang sudah di jual oleh Naila. Dia ingin memastikan, apakah Naila ada di sana atau tidak. Tapi dia harus menelan kekecewaan nya, saat tiba di sana dia tidak menemukan jejak kehadiran Naila sama sekali.
"Kemana Naila pergi saat ini? Kenapa dia seperti hilang di telan bumi?" Rivan bertanya pada diri nya sendiri.
Rivan harus bisa menemukan Naila, karena bagi Rivan Naila adalah akar permasalahan yang du hadapi oleh keluarga nya saat ini. Sekalipun Naila telah menjual rumah itu, tapi Rivan akan tetap memaksa Naila untuk bertanggung jawab, Naila harus menyediakan tempat tinggal untuk seluruh keluarga nya.
Rivan kembali ke rumah ibu nya, hari ini dia gagal menemukan Naila. Tapi Rivan akan terus berusaha, dia tidak akan menyerah sampai Nadila membuat keluarga nya hidup dengan nyaman kembali.
"Bagai mana Van? Apakah kau berhasil menemukan Naila?" Pertanyaan dari bu Rima lah yang menyambut kepulangan Irfan malam ini.
"Tidak bu!" Jawab Rivan lesu sambil menggelengkan kepala nya.
"Kemana wanita kampung pergi? Padahal dia tidak memiliki siapa - siapa di kota ini selain kita, tidak punya teman maupun saudara!" Bu Rima memijit pelipis nya sendiri.
"Van, mbak di pecat!" Yuni berkata pada adik nya.
"Apa mbak? Bagai mana bisa?" Tanya Rivan heran.
"Video saat kita di tangkap polisi di deoan rumah orang tua nya Naila kemarin Viral, dan pihak pengelola minimarket mengenali mbak di dalam nya. Mereka merasa mbak telah mencemarkan nama baik tempat kerja mbak, jadi mereka memecat mbak!" Jelas Yuni dengan nada sendu.
"Ini semua gara - gara Naila, dia sudah melaporkan kita semua ke polisi dan dia juga telah membuat kita kehilangan tempat tinggal!" Rivan berkata dengan geram sambil mengepal kan tangan nya.
"Bagai mana pun cara nya, kita harus bisa menemukan Naila. Gara - gara dia, ibu tidak punya muka untuk bertemu dengan orang - orang. Semua orang di sini menyalahkan kita, mereka menuduh kita telah berbuat zalim pada Naila!" Bu Rima berkata pada anak nya.
"Iya Van, semua orang di lingkungan ini juga membicarakan keluaga kita, ini semua gara - gara wanita sialan itu!" Yuni juga ikut menambahkan.
"Keluarga kita menderita gara - gara Naila, kita kehilangan rumah gara - gara dia. Kita juga harus kembali ke lingkungan yang kumuh dan kotor ini, dan menjadi gunjingan orang - orang juga gara - gara Naila. Pokok nya, apapun itu kita harus berhasil menemukan Naila. Ibu akan memberi pelajaran pada wanita kampung itu!" Seperti nya saat ini bu Rima benar - benar membenci menantu nya itu.
Rivan tidak menduga Naila bisa membuat hidup keluarga nya kacau seperti ini, dulu mereka semua terlalu meremehkan Naila dan menganggap wanita itu terlalu lemah. Selama 3 tahun menikah, tidak pernah sekalipun Naila membantah ucapan Rivan dan keluarga nya.
Naila menerima semua perlakuan keluarga Rivan pada nya, tanpa mengeluh sama sekali. Naila juga di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri, dengan di beri uang 3 juta selama satu bulan. Uang itu harus cukup untuk makan enam orang dewasa di rumah itu, dan Rivan tidak mau tahu akan kekurangan nya selama ini.
Rivan sudah naik jabatan menjadi seorang manajer, setelah satu tahun menikah dengan Naila. Tapi Rivan dan keluarga nya menyembunyikan semua itu dari Naila, mereka tidak mau jika Naila sampai meminta tambahan uang belanja.
*******
Naila hidup dengan bahagia sekarang, dia melakukan apa pun itu atas keinginan nya sendiri. Tidak ada lagi suara cempreng bu Rima, dan juga perintah nya. Penampilan Naila jauh lebih baik dan fresh dari sebelum nya, kini Naila bisa merawat diri nya seperti wanita - wanita oada umum nya.
Hari ini Naila pergi ke pusat perbelanjaan, dia ingin membeli semua kebutuhan nya. Termasuk bahan pokok di apartemen nya pun sudah habis, Naila pergi berbelanja sepulang dia dari kantor nya.
Pada saat sedang memilih barang- barang kebutuhan rumah nya, mata Naila tidak sengaja menatap seorang laki - laki di seberang sana. Dia adalah Alan, suami nya Yuni. Tampak nya dia juga sedang berbelanja, tapi ada hal yang membuat Naila heran, wanita yang bersama nya bukan lah Yuni.
"Itu kan mas Alan, kenapa dia ada di sini? Dan siapa wanita hamil yang bersama nya itu?: Naila bertanya pada diri nya sendiri.
Naila tahu persis, selama 3 tahun tinggal satu atap, Alan tidak pernah perduli akan kebutuhan rumah tangga. Mereka memang tinggal di dalam rumah yang sama, tapi Alan tidak pernah mau membantu pengeluaran di rumah itu. Bahkan untuk makan saja, dia bergantung pada Rivan.
"Apa jangan - jangan di selingkuh dari mbak Yuni ya?" Naila bertanya pada diri nya sendiri.
Naila penasaran, siapa wanita yang saat ini bersama Alan. Dia mendekati mereka, tapi masih menjaga jarak. Naila sengaja membelalangi mereka, agar Alan tidak mengenali nya. Naila ingin tahu, siapa wanita itu dan apa yang tengah mereka bicarakan.
"Mas, malam ini kau pulang ke rumah kan?" Tanya wanita itu.
"Untuk malam ini tidak sayang, Yuni akan curiga jika aku tidak pulang!" Jawab Alan.
"Mas, memang nya kamu tidak kangen sama anak kita?" Wanita itu kembali bertanya sambil mengelus perut nya yang buncit.
"Tentu saja kangen sayang, ini kan anak kita!" Jawab Alan sambil mengelus perut buncit wanita hamil itu.
Naila mengambil ponsel nya, dia menyalahkan kamera nya dan meletakkan ponsel itu di troli belanja nya. Dia mereka semua aktivitas kedua manusia di belakang nya, sambil pura - pura memilih barang.
"Mas, kapan sih kamu akan menceraikan istri mu yang cerewet itu?" Tanya wanita itu lagi.
"Tunggu mas berhasil mengambil semua perhiasan nya, bukan kah kau mau perhiasan kan?" Alan balik bertanya.
"Tentu saja mau mas!" Jawab wanita itu dengan mata berbinar.
"Tapi tidak sekarang sayang, saat ini Yuni dan keluarga nya sedang dalam masalah. Istri dari adik ipar ku itu kabur dan dia menjual rumah, jadi saat ini aku akan membantu mereka menemukannya agar mereka tidak curiga pada kita!" Alan menjelaskan rencana nya pada mereka.
Naila mengepal kan tangan nya, ternyata ipar dari suami nya ini sangat licik. Selama ini dia juga bersikap tidak baik dengan Naila, dia juga mendukung keluarga itu untuk menindas Naila Selama 3 tahun ini, Naila lah yang mencuci pakaian semua orang di rumah. Termasuk pakaian Yuni dan suami nya, serta anak nya.
'Dasar laki - laki licik, awas kau alan tunggu giliran mu!' Batin Naila di dalam hati.
mkne gedek juga ma nayla. di permalukan di kantor juga ttp lembek gk sat set. baik nya nayla mlh njelehi.
nyebelin banget
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....