NovelToon NovelToon
Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: HeniNurr

Kisah Asmara Arini, seorang gadis muda sederhana dengan kekasihnya Aditya yang harus kandas ditengah jalan. Status sosial menjadi tembok penghalang hubungan mereka.

Dengan terpaksa Aditya melakukan pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya.Tanpa Aditya sadari, Arini melahirkan seorang anak dari hubungan mereka selama ini.

Dengan menelan kekecewaan dan sakit hati, Arini membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh perjuangan dan air mata. Hingga akhirnya datang seorang pria bernama Radit yang begitu bersimpatik dan mengagumi kehidupan Arini. Bersamaan dengan itu pula Aditya datang kembali dalam kehidupannya.

Akankah Arini kembali menerima cinta Aditya?

Atau....

Akankah Arini menerima cinta tulus Radit yang begitu mencintai dan menerima semua masa lalunya?

Penasaran.....? pantengin terus cerita di setiap partnya...❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Masa Lalu

Matahari siang menyengat menerpa kulit siapapun orang yang berada dibawah teriknya. Tak mengenal ras, suku, warna kulit ataupun golongan. Andai saja semua orang yang hidup dimuka bumi ini melakukan hal yang sama dengan matahari, yang tak pernah pandang bulu memberikan sinarnya, mungkin kehidupan dibumi akan terasa lebih damai.

Arini berjalan cepat dengan Nuno dalam gendongannya tertidur pulas semenjak dari angkutan umum tadi karena kelelahan bermain-main di taman kota.

Berpeluh kening Arini basah...butiran kecil keringat meluncur menyentuh pipi halusnya, ia biarkan begitu saja tanpa berniat menyekanya karena kedua tangan yang sedang memangku.

Masuk ke sebuah rumah berpagar besi bercat kuning emas yang untungnya sudah sedikit terbuka jadi tidak membuatnya kesulitan saat membuka pintu pagar itu.

Ting Tong...Ting Tong....

Arini memencet bel yang ada disamping pintu yang didesain ukiran kaca dibagian tengahnya. Tak lama pintu terbuka, terlihat Laras melongok dari balik pintu.

"Mbak Arini, ayo masuk Mbak."

Arini masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Nyeesss....sejuk, ruangan yang berAC membuat badannya sedikit segar kembali, enak tenan....

"Loh Rin Nuno tidur toh. Coba tidurin dikamar tamu sana." Bude Wati muncul saat mendengar nama Arini disebut.

"Nggak usah Bude disini saja. Palingan sebentar lagi juga bangun." Sambil menidurkan Nuno di sofa dengan kaki yang mengarah kepangkuannya.

"Mbak aku mau pesen baju yang ini nih Mbak. Pas banget ukurannya dengan badan aku." Menunjukan gambar yang ada di ponselnya. Berupa dress sepanjang lutut berlengan pendek berwarna hijau bottle berbahan velvet, yang dibagian kerahnya terdapat renda dan dilingkari pita dibagian perut, pasti akan terlihat manis bila dipakai nanti oleh Laras.

"Memang Laras mau ada acara apa pesen baju gini?"

"Ke acara pesta ulang tahun temen Mbak, acaranya dua mingguan lagi."

Selain bekerja sebagai office girl, Arini mencoba berjualan baju online. Yang tidak begitu banyak menyita waktunya saat bekerja. Walau untungnya tak seberapa tapi lumayan lebihnya bisa dipakai jajan Nuno. Saat mengandung Nuno pun, Arini pernah menjadi tukang cuci piring di sebuah warung nasi dan sekali-kali bantu-bantu membersihkan rumah Bude Wati dan berjualan nasi uduk keliling komplek yang dekat dengan kontrakannya. Saat itu apapun Arini lakukan asal bisa mendapatkan uang karena melamar pekerjaan dengan keadaan berbadan dua sangatlah sulit. Karena itulah Nuno dilahirkan dengan keadaan premature karena faktor kelelahan dari sang ibu.

"Mbak cek dulu barangnya, mudah-mudahan barangnya ready. Nanti mbak kabarin lagi ya."

"Oke."

Bebarapa menit kemudian Nuno menggeliat bangun dari tidurnya.

"Nuno, udah bangun sayang." Bude Wati mengusap-usap kepala Nuno.

"Bunda mana Bude?"

"Lagi ke kamar mandi sebentar."

"Halo cogan, pules banget bobonya." Laras menutup aplikasi ponselnya yang sedari tadi dia mainkan. Lalu menghampiri Nuno dan mencubit kedua pipi Nuno dengan gemasnya.

"Tante nanti pipi aku memble." Mengusap-usap pipinya yang mulai berubah merah karena cubitan Laras.

Laras yang melihat wajah Nuno yang memberengut malah cekikikan.

"Cepet gede ya, biar nanti bisa dijadiin pacar."

"Ih ogah, masa aku pacaran sama tante-tante sih. Nanti orang bilang Nuno cowok apaan."

Seketika Laras terbahak-bahak mendengar celotehan Nuno. Memang anak ini pintar sekali kalau sudah berbicara, bahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa bisa kita duga sebelumnya.

"Iya nggak-nggak, cuma becanda deh."

"Bude punya sesuatu buat Nuno." Memberikan kantong kresek yang berisikan mobil-mobilan remot. Nuno berjingkrak-jingkrak senang bisa memiliki mobil yang dari dulu sangat dia inginkan. Namun ia tak pernah berani minta karena takut menyusahkan bundanya.

Mencium pipi Bude Wati."Makasih ya Bude, Nuno suka."

"Ko tante Laras nggak dicium sih?"

Nuno memeluk Laras dan mencium pipi Laras,"Makasih juga buat tante yang nggak bakalan jadiin Nuno pacar." Ucapnya datar.

Bude Wati dan Laras tertawa bersamaan mendengar ucapan Nuno. Lucu dan sangat menggemaskan. Kemudian Laras mengajak Nuno bermain game dikamarnya, setelah Arini datang dari kamar mandi.

"Rin boleh Bude bertanya sesuatu?"

"Apa Bude?"

"Apa kamu tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya Nuno?"

Arini terdiam tidak menjawab, belum siap dengan pertanyaann yang dilontarkan Bude Wati.

"Bude tahu mungkin kamu berat untuk menceritakan semuanya kepada Bude. Tapi Bude berharap, kamu bisa menjalani kehidupan kamu dengan bahagia. Apapun masa lalu kamu dulu, Bude tetap menyayangi kamu dan Nuno seperti anak Bude sendiri.

"Arini tidak tahu Bude harus mengatakannya dari mana, Arini malu mengatakannya."

"Anggap Bude ini ibu kamu, kita sudah saling mengenal sejak lama. Apa tidak cukup buat kamu mengganggap Bude ini ibu kamu sendiri."

"Bukan begitu Bude, Arini benar-benar sangat menyayangi Bude dan keluarga ini. Bude sudah banyak membantu Arini dan Nuno selama ini. Mungkin Arini tidak akan bisa membalas semua kebaikan Bude kepada Arini."

"Bude tidak mengharapkan itu semua Rin, Bude hanya ingin kamu mengganggap Bude ini bukan orang lain. Itu sudah cukup buat Bude. Kalau kamu ada masalah kamu bisa ceritakan semuanya kepada Bude, jangan dipendam sendiri."

"Iya Bude maafkan Arini."

"Nuno pernah bercerita kalau dia ingin sekali bertemu dengan ayahnya. Memang kamu tidak punya foto ayahnya Nuno? Kalaupun ayahnya Nuno sudah tidak ada, setidaknya Nuno bisa melihatnya walau hanya sekedar gambar."

Arini tak menyangka kalau selama ini Nuno sangat ingin bertemu dengan ayahnya. Selama ini Nuno tidak pernah bertanya lagi setelah dulu dia pernah menanyakan soal itu kepadanya sekali. Bahkan menyebut nama ayah saja Nuno tidak pernah.

"Nuno tidak pernah mau bertanya lagi soal ayahnya sama kamu Rin, Nuno nggak mau liat kamu bersedih karena Nuno bilang setelah dia bertanya soal ayahnya kamu jadi terlihat murung."

Arini terdiam, ternyata Nuno sepeka itu melihat keadaanya. Memang Nuno tidak pernah menanyakan lagi soal ayahnya. Arini kira Nuno sudah tidak mempedulikannya tapu ternyata tidak. Arini menangis, menutup wajah dengan kedua tangannya. Bude Wati menjadi khawatir karena tiba-tiba Arini menangis setelah mendengar ucapannya, ia mencoba mengelus-ngelus punggung Arini untuk menenangkannya.

Setelah tangisannya sedikit reda, Arini mencoba bercerita.

"Bude....Sebenarnya Nuno adalah anak diluar nikah. Dulu waktu kuliah Arini melakukan kesalahan besar, melakukan sesuatu yang seharusnya tidak Arini lakukan. Waktu itu Arini benar-benar dibutakan oleh cinta dan terlebih lagi Arini begitu mempercayainy, Arini memang bodoh. Arini benar-benar berdosa Bude."

"Jadi laki-laki itu lari dari tanggungjawab?"

"Dia pergi keluar negeri setelah ditunangkan dengan wanita pilihan orang tuanya. Mereka tidak menyetujui hubungan kita karena status Arini yang hanya orang biasa. Mereka memaksa menggugurkan kandungan Arini dengan mengutus orang kepercayaannya dan mengirim Arini ke luar pulau Jawa. Untungnya orang kepercayaanya yang bernama Pak Diki itu orang baik. Saat di Bandara Arini diberikan tiket ke Surabaya dan memberikan sejumlah uang untuk bekal Arini. Dan dia berkata akan memberikan informasi palsu kepada atasannya kalau Arini sudah melakukan aborsi dan pergi keluar pulau Jawa." Arini kembali menangis mengingat kejadian itu.

Bude Wati ikut menitikan air mata merasa iba dengan jalan kehidupan Arini,"Berat sekali beban hidup kamu Rin."

"Arini tidak berani kembali ke Bandung, dimana semua keluarga Arini ada disana. Arini nggak mau membuat mereka malu dengan keadaan Arini. Dan Arini pun takut kalau orang tua pacar Arini menemukan Arini disana dan melahirkan bayi Arini."

"Kamu sudah aman disini Rin, ada Bude yang akan menjaga kamu dan Nuno."

"Terima kasih Bude." Arini memeluk Bude Wati haru, menumpahkan segala kesedihan yang selama ini dia simpan sendiri.

1
Ririn Santi
udah lama jg, jd gak usah drama gitu dit. kembalilah ke pelukan istri mu sana gih
Ririn Santi
makanya neng gak usah pacaran yah. ntar semua semua udah dikasi ,kamu malah ditinggal lari sama cowokmu, trus dia nya nikahnya sama orang lain. kamu dapat susahnya, dia dapat enaknya. ..☹️☹️☹️☹️
Ranie
iseng2 ngetik nama kak Heni eeh tainya ketemu dong ceritanya di NT 🤭🤭 sambil nunggu indah dan Alvin honeymoon aku baca ini deh 😅
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭nyesek Thor
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭
💞my heart💞
bodoh kamu Aditya
💞my heart💞
semoga Arini jodoh ngan Radit thor
💞my heart💞
ada bawang merah nya Thor 😭😭😭😭
Poernama 💜💜💝💝
Teteh aku selalu rindu sm karya mu yg pertama ini sangattt bagus
Arin
Halah pnysln BPK udh telat...Sono hdup aj dngn pnysln yg udh ngg ada guna biar tau rsa
Arin
nah dsni ada obtny,knpa kbnykan novel klo udh Kya gtu ktnya ngga ada obat selain gtuan...
marta💎: katax sih klo dosisnya terlalu tinggi solusinya hrs berhubungan bdn kak, krn klo d kasih obat bs bahaya ke syarafx, dan itupun tdk menjamin reda pengaruh obat perangsangnya.
total 1 replies
Arin
sy suka bngt sm visualny Thor...☺️
Arin
dasar si tua Bangka,sy sumphin anda ngga bkl punya cucu lain selain Nuno biar mampus tuh si tua
Arin
kpn si pak tua ini kena karma,dan menantu ksyngny juga
Arin
hemm Arini sama Adit itu SM aja....mentlny krupuk,sebel sy SM arini
Arin
udhlh Arini kmu ngga ush ngrsin tentang Adit,kmu fokus aja sama orng yg bner"tlus dan tegas ngga kaya Adit yg mentlny Kya krupuk
Arin
lagian kmu Arini,terllu gmpng maafin Adit,ydh makan tuh cinta
Arin
aduh Aditya...kmu jngn gtu dong,urusin dlu noh bpkmu sm istrimu
Arin
Gea kta"mu mwkli htiku...
Arin
semoga pak tua bangkrut trs dia lumpuh biar tau rsa,coba aja mntu ksyngn mau ngga ngrwt dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!