NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Wush.

Dua pedang melengkung menebas dari sisi kiri dan kanan mengincar leher dan pinggang Lin Xiao.

Trang.

Lin Xiao tidak menghindar, dia hanya memutar pedang besinya dengan sangat cepat untuk menangkis kedua serangan itu sekaligus.

Brak.

Benturan keras terjadi hingga membuat percikan api menyala di tengah kabut berdarah.

Kedua tentara bayaran itu terbelalak kaget saat merasakan getaran hebat menjalar ke lengan mereka.

Senjata mereka terpental mundur seolah baru saja menebas dinding baja yang tak tertembus.

"Bagaimana mungkin tenaganya sebesar ini?" teriak salah satu tentara bayaran dengan wajah pucat.

"Dia seharusnya hanya sampah yang tidak bisa berkultivasi!"

Lin Xiao tersenyum kejam menatap wajah panik kedua pembunuh itu.

"Kalian terlalu banyak bicara untuk ukuran orang yang akan mati."

Sring.

Pedang besi di tangan Lin Xiao berkelebat membelah udara dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata.

Cras.

Sebuah garis merah tipis muncul di leher tentara bayaran sebelah kiri.

Pria itu membuang senjatanya dan memegangi lehernya yang menyemburkan darah segar.

Dia jatuh berlutut sambil mengeluarkan suara dari tenggorokannya sebelum akhirnya ambruk tak bernyawa.

Tentara bayaran di sebelah kanan berteriak ketakutan melihat temannya mati dalam satu serangan.

Dia memutar tubuhnya dan bersiap untuk melarikan diri ke dalam kabut.

"Ketua, sepertinya informasi kita salah, anak ini ternyata seekor monster!" teriak pria itu sambil berlari putus asa.

"Kau tidak akan pergi ke mana-mana." ucap Lin Xiao dengan nada sedingin es.

Wush.

Lin Xiao menendang pedang melengkung yang jatuh di tanah tepat ke arah pria yang melarikan diri itu.

Jleb.

Pedang itu melesat seperti anak panah dan menembus jantung pria itu dari belakang hingga tembus ke dada.

Tubuh tentara bayaran itu terlempar ke depan dan jatuh tengkurap tanpa nyawa.

Hanya butuh tiga tarikan napas bagi Lin Xiao untuk membunuh dua kultivator tahap Pembentukan Dasar.

Hutan kembali menjadi sunyi, hanya terdengar suara tetesan darah yang jatuh ke tanah berlumut.

Ketua Serigala Hitam dan dua anak buahnya yang tersisa menatap kejadian itu dengan mata terbelalak tidak percaya.

"Bocah keparat, ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu selama ini!" geram Ketua Serigala Hitam dengan wajah memerah.

"Pantas saja Kepala Tetua klanmu rela membayar mahal untuk menyingkirkanmu!"

Lin Xiao menyipitkan matanya mendengar ucapan ketua tentara bayaran itu.

'Tebakanku benar, ini memang ulah anjing tua Lin Zhen.' batin Lin Xiao.

"Serang dia bersama-sama!" perintah Ketua Serigala Hitam sambil mengangkat kapak besarnya.

"Dia hanya sendirian, kita pasti bisa mencacahnya menjadi daging cincang!"

Dua anak buah yang tersisa menelan ludah dengan gugup, namun mereka tetap melesat maju mematuhi perintah ketuanya.

Mereka berdua melepaskan anak panah berturut-turut dari jarak menengah untuk mengalihkan perhatian Lin Xiao.

Wush. Wush. Wush.

Hujan anak panah meluncur deras ke arah wajah dan dada Lin Xiao.

Trang. Trang. Trang.

Lin Xiao kembali mengayunkan pedangnya dengan tenang, memangkas semua anak panah itu hingga hancur berkeping-keping.

Namun dari balik serpihan anak panah itu, tubuh raksasa Ketua Serigala Hitam melompat tinggi ke udara.

Kapak besarnya yang bersinar dengan aura kuning kecokelatan menebas lurus ke arah kepala Lin Xiao.

"Mati kau, sampah!" teriak Ketua Serigala Hitam dengan seluruh tenaga dari tahap Pembentukan Dasar tingkat ketiga.

Duarr.

Kapak raksasa itu menghantam tanah dengan ledakan yang sangat keras.

Debu dan lumpur beterbangan ke segala arah menutupi pandangan para pembunuh bayaran itu.

Ketua Serigala Hitam tersenyum puas, yakin bahwa Lin Xiao telah hancur di bawah kapaknya.

"Ketua sangat hebat! Anak sombong itu akhirnya mati!" puji salah satu anak buahnya dari kejauhan.

Namun senyum Ketua Serigala Hitam tiba-tiba luntur saat merasakan kapaknya tidak memotong daging atau tulang.

Kapaknya hanya menghantam tanah kosong.

"Apa kau sedang mencariku?" bisik suara dingin tepat di belakang telinga Ketua Serigala Hitam.

Bulu kuduk pria bertubuh raksasa itu langsung merinding hebat.

Dia berusaha memutar tubuhnya sambil menarik kapaknya dari dalam tanah.

Bugh.

Sebuah tendangan keras mendarat telak di punggung Ketua Serigala Hitam sebelum dia sempat berbalik.

Krak.

Suara tulang belakang yang retak terdengar mengerikan.

"Aaaargh."

Ketua Serigala Hitam menjerit kesakitan dan terlempar sejauh belasan meter hingga menabrak pohon besar.

Lin Xiao berdiri tepat di tempat ketua itu berdiri sebelumnya, sama sekali tidak terluka.

Dia kemudian menoleh ke arah dua pemanah yang tersisa dengan tatapan mata layaknya dewa kematian.

Kedua pemanah itu menjatuhkan busur mereka dan langsung jatuh terduduk di tanah.

Kaki mereka lemas karena ketakutan yang luar biasa melihat ketua mereka dikalahkan dalam satu gerakan.

"Ampun! Tolong ampuni nyawa kami!" rengek salah satu pemanah sambil bersujud berkali-kali.

"Kami hanya mengikuti perintah, kami tidak punya dendam pribadi padamu!" sahut pemanah lainnya sambil menangis.

Lin Xiao berjalan perlahan mendekati kedua orang itu dengan pedang yang masih meneteskan darah.

"Saat kalian menerima uang untuk membunuhku, kalian seharusnya sudah siap dengan risiko ini."

Sring. Cras.

Dua kilatan pedang berkelebat di udara, memisahkan kepala kedua pemanah itu dari tubuh mereka seketika.

Darah segar kembali menyembur, mewarnai tanah Hutan Kabut Berdarah menjadi semakin merah.

Lin Xiao mengibaskan pedangnya dengan wajah tanpa ekspresi, tidak ada sedikit pun rasa kasihan di matanya.

Di kejauhan, Ketua Serigala Hitam merangkak dengan susah payah berusaha melarikan diri.

Mulutnya terus memuntahkan darah karena organ dalamnya hancur akibat tendangan Lin Xiao tadi.

Tap. Tap. Tap.

Suara langkah kaki Lin Xiao yang mendekat terdengar seperti irama kematian di telinga ketua tentara bayaran itu.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!