NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Posesif yang Tidak Masuk Akal

...Suara retakan tulang yang mengerikan itu masih terngiang-ngiang di telinga Larissa saat dia melangkah tergesa-gesa memasuki sudut gelap....

...Di sana, pria asing yang tadi menyenggolnya sudah terduduk lemas di lantai sambil memegangi pergelangan tangannya yang membiru dengan wajah pucat pasi penuh keringat dingin....

...Sementara itu, Gavin Kingsley berdiri tegak di hadapannya, perlahan merapikan manset kemeja putihnya yang sedikit bergeser dengan pelan dan tenang seolah tak terjadi apapun....

..."Hei! Apa yang kamu lakukan?!" Larissa menghampiri Gavin dengan langkah menghentak, mata hazelnya melebar menatap ngeri ke arah pria yang kesakitan di lantai....

...Sifat bar-barnya kali ini bercampur dengan rasa tidak percaya atas tindakan kasar pengawalnya....

...Gavin berbalik perlahan....

...Ekspresi wajahnya langsung kembali mengeras, kaku bak tembok, seolah-olah aura iblis mematikan yang memancar dari dirinya beberapa detik lalu hanyalah ilusi optik....

..."Membersihkan ancaman, Nona," jawabnya dengan suara bariton yang datar dan dingin....

..."Ancaman? Dia cuma tidak sengaja menyenggol bahuku, Patung Lilin! Kamu hampir mematahkan tangannya!" omel Larissa, suaranya naik satu oktav....

...Dia berkacak pinggang, menatap Gavin dengan pandangan menuntut penjelasan. "Ini berlebihan! Kamu itu pengawal pribadi, bukan algojo hukuman mati! Kalau setiap orang yang menyenggolku di mal ini kamu buat cacat, besok kita berdua yang akan mendekam di penjara!"...

...Sebenarnya, Larissa tidak tahu bahwa bagi seorang Gavin Kingsley, menyentuh kulit milik Larissa tanpa izin adalah sebuah dosa besar yang hukumannya bisa jauh lebih mengerikan dari sekadar pergelangan tangan yang bergeser....

...Gengsi tingginya menolak mengakui bahwa rasa kepemilikan dan keposesifannya yang ekstrem telah mengambil alih akal sehatnya....

...Batinnya bergejolak cemburu dan marah melihat ada pria lain yang menatap Larissa dengan pandangan tidak sopan....

...Namun, di depan gadis itu, Gavin harus tetap memasang topeng kaku andalannya....

..."Prosedur keamanan, Nona." balas Gavin ketus, mengabaikan omelan panjang Larissa....

...Dia melirik dingin ke arah pria di lantai yang kini buru-buru merangkak pergi menjauh karena ketakutan....

..."Setiap kontak fisik dari orang asing dikategorikan sebagai potensi serangan. Saya hanya mengantisipasi serangan tersebut agar tidak menjadi serangan yang lebih berbahaya suatu saat nanti. Tugas saya adalah memastikan Anda pulang tanpa lecet sedikit pun."...

...Larissa mendengus keras, meniup poni rambut cokelatnya yang bergelombang....

..."Alasan! Kamu itu cuma posesif tidak masuk akal!" gerutunya sebelum berbalik dengan hentakan kaki yang sengaja diperkeras, berjalan meninggalkan koridor menuju area utama mal....

...Gavin, seperti biasa, langsung mengambil posisi tepat dua meter di belakangnya, berjalan bagai bayangan hitam yang tak terpisahkan....

...Untuk meredakan kekesalannya sekaligus menyusun rencana baru untuk meruntuhkan tembok kekakuan Gavin, Larissa memutuskan untuk mengunjungi sebuah kafe bertema Prancis yang estetik di lantai dua mal....

...Kafe itu dipenuhi aroma harum kue panggang dan kopi....

...Larissa memilih meja di sudut yang agak privat dekat jendela besar....

...Bianca, yang merasa suasana di antara Larissa dan pengawal barunya terlalu tegang, memilih pamit pulang lebih awal dengan alasan sakit kepala....

...Larissa duduk di kursi beludru merah mudanya, sementara Gavin tetap berdiri tegak di samping mejanya dengan kedua tangan tertaut di balik punggung....

...Pria itu menolak untuk duduk, mengabaikan tatapan mata para pengunjung kafe wanita yang terang-terangan mengagumi ketampanannya yang luar biasa....

..."Duduk, Gavin. Ini perintah," kata Larissa sambil membuka buku menu....

..."Saya dalam posisi bertugas, Nona. Pengawal tidak duduk bersama majikan," jawab Gavin kaku tanpa menoleh....

..."Terserah kamu," Larissa memutar bola matanya....

...Dia kemudian memanggil pelayan dan memesan sebuah Waffle besar dengan toping es krim vanila, siraman karamel tebal, saus cokelat, dan taburan buah stroberi segar....

...Untuk minumannya, dia memesan Double Chocolate Milkshake dengan krim kocok melimpah di atasnya....

...Semua pesanan yang dipenuhi gula dan rasa manis yang pekat....

...Ketika pesanan tiba, meja tersebut seketika dipenuhi oleh aroma manis yang sangat kuat....

...Larissa memotong sepotong kecil waffle yang sudah berlumur es krim dan karamel dengan garpunya....

...Namun, bukannya memasukkan potongan itu ke dalam mulutnya sendiri, sepasang mata hazel Larissa mendadak berkilat jail....

...Sebuah ide usil yang brilian melintas di kepalanya....

...Larissa menegakkan tubuhnya, bergeser sedikit ke tepi kursi, lalu mengulurkan tangan kanannya yang memegang garpu berisi potongan waffle manis itu tepat ke arah depan wajah Gavin....

..."Buka mulutmu, Pengawal tampan. Ini sangat manis dan enak, kamu harus mencobanya," ucap Larissa dengan nada suara yang sengaja dibuat manja, lembut, dan penuh godaan yang memikat....

...Dia mendekatkan tubuhnya hingga aroma stroberi segar dari rambutnya kembali menginvasi indra penciuman Gavin....

...Jarak di antara mereka mendadak menyusut drastis....

...Waffle berlumur es krim itu kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari bibir tegas Gavin....

...Bagi Gavin, ini adalah serangan mendadak yang jauh lebih berbahaya daripada kepungan sepuluh orang bersenjata laras panjang....

...Mata biru cerahnya membelalak kecil. Dari jarak sedekat ini, dia bisa melihat dengan sangat jelas detail wajah cantik Larissa, bulu matanya yang lentik, pipinya yang merona alami, dan bibir mungilnya yang sedikit basah....

...Wangi stroberi dari tubuh gadis itu seolah melumpuhkan seluruh fungsi otaknya dalam sekejap....

...Debaran gila terjadi di dalam dada sang bos mafia....

...Jantungnya mendadak berdegup dengan kecepatan ekstrem, berpacu begitu liar hingga Gavin takut suara detakannya bisa terdengar oleh Larissa....

...Reaksi malu-malunya langsung memuncak ke tingkat maksimal....

...Rasa hangat yang luar biasa menjalar dari leher hingga ke seluruh wajahnya, membuat kulit wajahnya yang biasanya pucat kini merona merah hebat akibat rasa malu dan salah tingkah yang tidak bisa dia bendung lagi....

...Gavin merasa harga diri tingginya terancam runtuh sepenuhnya jika dia terus menatap mata hazel yang penuh keusilan itu....

...Dengan gerakan panik yang berusaha dia sembunyikan di balik kekakuannya, Gavin refleks memalingkan mukanya ke arah lain dengan kasar....

...Dia memundurkan tubuhnya setengah langkah untuk menjauh dari jangkauan tangan Larissa....

..."Makan sendiri! Tangan Anda tidak buntung, Nona!" bentak Gavin dengan suara bariton yang mendadak meninggi, terdengar ketus, tajam, dan sedingin es, berusaha keras menutupi kepanikan luar biasa yang sedang bergejolak di dalam hatinya....

...Larissa sempat tertegun mendengar bentakan itu, namun saat matanya menangkap semburat merah yang sangat jelas di wajah dan kedua telinga Gavin yang kaku, senyuman menantang dan penuh kemenangan yang sangat lebar langsung mengembang di wajah cantiknya....

..."Oh, jadi robot ini punya kelemahan juga," batin Larissa bersorak puas....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!