NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka Sang Penguasa

Di dalam ruang kendali utama Alister Group, atmosfer yang semula sudah tegang kini berubah menjadi sedingin es yang mematikan. Suara derit gigi Devan Alister terdengar begitu jelas di tengah keheningan ruangan. Sepasang mata elang pria itu menatap tajam ke arah layar monitor satelit yang menampilkan pergerakan titik-titik merah di sepanjang perbatasan kota.

"Tuan Muda Devan!"

Pintu ruang kendali didobrak dari luar oleh Leon yang masuk dengan napas memburu dan wajah yang pucat pasi. Di tangan kanannya, ia memegang sebuah gawai pintar yang terus menyala menampilkan rekaman koordinat GPS darurat.

Devan langsung membalikkan tubuhnya dengan cepat, aura mengintimidasi di tubuhnya kian pekat. "Bagaimana? Di mana posisi Keyra?!"

Leon menelan ludahnya dengan susah payah sebelum berani menjawab. "Tim patroli perimeter luar baru saja menemukan sepatu pengantin milik Nona Keyra tergeletak di pinggir jalan raya kasta tiga, sekitar dua kilometer dari gedung ini. Dan... berdasarkan rekaman kamera dasbor dari sebuah mobil logistik yang kebetulan melintas di area tersebut sepuluh menit lalu, Nona Keyra... telah dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil van hitam tanpa plat nomor. Nona Keyra diculik, Tuan Muda."

Brak!

Devan menggebrak meja kendali utama dengan kekuatan penuh hingga layar monitor di atasnya bergetar hebat. "Diculik?! Di bawah pengawasan ratusan pengawal terbaikku dan blokade total yang aku perintahkan, ada tikus yang berani menculik wanitaku dari jalanan?!"

Amarah Devan yang meledak membuat beberapa operator komputer di dalam ruangan reflex menundukkan kepala mereka sedalam mungkin, tidak berani menatap wajah sang penguasa kota yang kini tampak bagaikan iblis yang siap mencabut nyawa.

"Siapa dalangnya, Leon?! Jangan katakan padaku tim intelijenmu tidak bisa melacak mobil sampah itu!" desis Devan, suara baritonnya yang berat terdengar begitu rendah namun sarat akan ancaman pembunuhan yang nyata.

"Kami sudah melacak nomor sasis mobil tersebut melalui jaringan satelit privat Alister Group, Tuan Muda," jawab Leon dengan cepat, mencoba menenangkan tuannya. "Mobil van tersebut bergerak menuju ke arah kawasan industri tua yang terbengkalai di pelabuhan barat. Dan dari enkripsi peladen yang meretas kamera CCTV rutan serta gedung pernikahan kita tadi, tim siber kami menemukan tanda digital yang sangat spesifik. Ini bukan ulah Keluarga Wijaya yang sudah pincang."

Leon menjeda kalimatnya sejenak, wajahnya kian serius. "Peretasan tingkat tinggi ini menggunakan kode pemrograman milik dinasti bisnis raksasa dari utara... Aliansi Naga Hitam, yang dipimpin oleh Tuan Besar Kenneth. Pria tua yang dulu menjadi musuh bebuyutan mendiang ayah Anda di dunia bawah."

Mendengar nama 'Kenneth' disebut, sudut bibir Devan tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman kejam yang teramat dingin dan mengerikan. "Kenneth... Tua bangkai itu rupanya masih belum kapok setelah aku memotong setengah dari jalur penyelundupan bisnisnya tahun lalu. Dia sengaja menggunakan rahasia kematian ibu Keyra untuk memecah belah fokusku, lalu menculik Keyra untuk menjadikannya sebagai sandera penukar aset."

Devan melangkah lebar menuju ke arah lemari besi rahasia di sudut ruangan kerja VVIP-nya. Ia membuka pintu sandi tersebut, lalu mengeluarkan sebuah senjata api laras pendek berwarna hitam legam bertatahkan lambang elang emas—senjata khusus yang hanya ia gunakan saat turun langsung ke medan pertempuran dunia bawah.

"Leon, batalkan seluruh aturan hukum formal hari ini," perintah Devan sembari menyelipkan senjata api tersebut di balik jas hitam pernikahannya yang kini terasa menakutkan. "Kerahkan seluruh divisi tempur utama Alister Group. Instruksikan tiga helikopter serbu privat untuk mengudara menuju pelabuhan barat sekarang juga. Aku tidak ingin ada satu pun anggota Aliansi Naga Hitam di tempat itu yang tersisa hidup jika mereka berani menyentuh seujung kuku Keyra."

"Baik, Tuan Muda! Pasukan elit sudah bersiap di helipad!" seru Leon tegap.

Sementara itu, di dalam sebuah gudang tua berkarat yang terletak di tepi dermaga pelabuhan barat yang sepi, bau anyir air laut dan besi tua menyeruak pekat di udara. Guyuran hujan deras di luar membuat suara hantaman air di atap seng gudang terdengar begitu bising menggema.

Keyra perlahan-lahan membuka sepasang matanya yang terasa teramat berat. Rasa pusing yang luar biasa akibat efek obat bius kimia masih mendera kepalanya. Ia mencoba menggerakkan kedua tangannya, namun rasa sakit langsung menjalar di pergelangan tangannya. Saat kesadarannya pulih sepenuhnya, Keyra menyadari bahwa dirinya kini tengah duduk terikat di sebuah kursi kayu tua di tengah gudang yang remang-remang. Kedua tangan dan kakinya dililit erat oleh tali tambang rami yang kasar.

Gaun pengantin putih mewahnya kini telah sepenuhnya kotor terkena noda minyak dan debu gudang, robek di beberapa bagian hingga memperlihatkan kulit mulusnya yang kini dipenuhi bekas luka memar.

"Oh, sang calon Ratu Alister Group akhirnya sudah terbangun rupanya," sebuah suara serak dan parau terdengar dari arah kegelapan di depan Keyra.

Dari balik bayang-bayang tiang besi, melangkah keluar seorang pria tua bertubuh kurus dengan setelan jubah tradisional berwarna hitam gelap. Pria itu memegang sebatang pipa rokok kuno dengan mata yang sipit namun memancarkan kelicikan yang teramat dalam. Dialah Tuan Besar Kenneth, pemimpin tertinggi Aliansi Naga Hitam.

Keyra mengatur napasnya yang memburu, mencoba menahan rasa takut yang menjalar di hatinya. Ia menatap lurus ke arah pria tua di hadapannya dengan keberanian yang tersisa. "Siapa Anda? Dan apa mau Anda menculikku?"

Kenneth tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar bagai desisan ular yang berbisa. "Siapa aku tidak penting bagi wanita kasta rendah sepertimu, Nona Keyra. Yang penting adalah, kamu adalah satu-satunya kelemahan terbesar yang dimiliki oleh bocah arogan bernama Devan Alister itu. Berkat surat tanpa nama yang aku kirimkan ke ruang riasmu tadi, pernikahan agung kalian hancur berantakan, bukan?"

Keyra seketika tersentak. "Jadi... amplop hitam itu... Anda yang mengirimkannya?"

"Tentu saja," jawab Kenneth sembari mengembuskan asap rokoknya ke udara dengan santai. "Dokumen itu seratus persen asli. Ayah Devan memang orang yang memerintahkan pembunuhan ibumu delapan belas tahun lalu demi memperebutkan lahan bisnis militer. Aku hanya mengembalikan ingatan itu kepadamu di waktu yang paling tepat. Dan sekarang, Devan Alister akan datang ke sini membawakan seluruh dokumen pengalihan aset Alister Group kepadaku demi menebus nyawamu."

Kenneth melangkah mendekat, lalu mencengkeram dagu Keyra dengan jarinya yang keriput dan dingin. "Mari kita lihat, seberapa berharga harga diri seorang anak pembunuh saat dia harus berlutut di hadapanku demi wanita yang membencinya."

Keyra memejamkan matanya rapat-rapat, dadanya bergemuruh hebat. Di satu sisi, ia teramat terluka karena kebohongan Devan mengenai kematian ibunya. Namun di sisi lain, mendengar bahwa Devan kini sedang mempertaruhkan seluruh hidup dan kerajaannya demi menyelamatkannya dari sarang naga ini, membuat secercah rasa cinta dan penyesalan kembali menyeruak di dalam lubuk hati Keyra. Badai besar di pelabuhan barat kini bersiap untuk meletus.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!