NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 23

"Gimana kepalanya... apa masih sakit?" tanya Tama dengan nada suara yang merendah, menyiratkan perhatian yang samar.

​Elsa menoleh, sebelah alisnya terangkat tinggi menatap sang Juragan dengan tatapan skeptis. "Enggak usah sok perhatian deh, Juragan. Sana urusin saja istri tercintanya. Dia lagi hamil, kan? Bahaya loh, perempuan hamil ditinggal sendirian malam-malam," cibir Elsa tajam.

​Wanita muda itu lantas menyambar kotak kue yang sudah kosong, melemparnya ke tempat sampah dengan gerakan sekali hentak, lalu berbalik berjalan menuju kamarnya. Dia meninggalkan Tama yang masih berdiri mematung di dapur, menatap kepergian Elsa dengan pandangan yang teramat rumit.

​'Om...! Kalau sudah besar nanti... pokoknya aku mau nikah sama Om aja ya...!'

​Suara khas anak kecil yang ceria itu tiba-tiba berdengung memotong keheningan, menerobos masuk ke dalam kendang telinga Tama hingga membuat pria besar itu terpejam rapat. "Eca..." bisiknya lirih, meratapi memori lama yang mendadak bangkit.

​Hufff...

​Tama mengembuskan napas berat untuk menetralkan gemuruh di dadanya. Pria itu lantas melangkah, memutuskan untuk mengikuti jejak Elsa menuju kamar belakang.

​Klek. Pintu kamar Elsa terbuka, dan dengan cepat Tama menyelinap masuk lalu menutupnya kembali.

​Begitu berada di dalam, atensi Tama langsung tersita oleh sosok Elsa yang tengah duduk di sofa sambil menempelkan ponsel jadulnya di telinga. Gadis itu rupanya sedang menelepon seseorang.

​"Iya, besok aku ikut ya...!" ucap Elsa bersemangat. Perkataan itu spontan membuat dahi Tama mengernyit heran.

​"Eh, tapi aku enggak bakal mengganggu pengantin baru, kan?" tanya Elsa lagi, nadanya terdengar bercanda dengan orang di seberang telepon. "Oke deh, besok jam sembilan ya! Iya, tenang aja... Suami aku kan kaya raya, banyak duit. Cuma diminta sepuluh juta buat foya-foya mah enggak bakal mengurangi isi dompetnya!" imbuh Elsa lalu tertawa renyah.

​Mendengar dirinya dipuji "kaya raya" oleh istri mudanya sendiri, sudut bibir Tama tanpa sadar tertarik ke atas, membentuk senyuman tipis.

​"Oke, oke... Sudah dulu ya, bye..." ucap Elsa mengakhiri obrolan lalu mematikan ponselnya.

​Gadis itu lantas bangkit dari sofa hendak berjalan menuju ranjang. Namun, lagi-lagi langkahnya terhenti secara mendadak saat menyadari keberadaan Tama yang sudah berdiri tegap di dekatnya.

​"Astaga...! Juragan ini memang hobinya selalu mengagetin orang apa, sih?!" semprot Elsa benar-benar kesal setengah mati karena jantungnya nyaris copot untuk kedua kalinya.

​Tama hanya tertawa kecil, suara beratnya terdengar renyah. Pria itu melangkah satu langkah lebih dekat. "Tadi saya dengar... kamu mau pergi. Mau pergi ke mana?" tanya Tama penasaran.

​Elsa mendengus, melipat kedua tangannya di depan dada. "Oh, itu... mau jalan-jalan ke pantai sama ikut Jihan belanja," jawab Elsa ringan. Detik berikutnya, gadis itu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya, menengadah tepat di hadapan dada Tama.

​Tama menurunkan pandangannya ke arah telapak tangan mungil itu, lalu mendongak bingung. "Apa?"

​"Aduh, Juragan... Seenggaknya kalau enggak bisa kasih perhatian, dikasih nafkah dong anak orang ini. Saya minta duit," tembak Elsa blak-blakan tanpa tedeng aling-aling.

​Tama tersentak sesaat, sebelum akhirnya tertawa kecil. Sekelebat niat usil mendadak hinggap di kepala sang Juragan. 'Aku kerjain kamu, El,' batin Tama berkomplot dengan dirinya sendiri.

​"Ehem... Oke. Saya akan kasih kamu uang nafkah bulanan," ucap Tama, mendadak mengubah nada suaranya menjadi sangat rendah, berat, dan terdengar teramat serius. "...asal kamu bisa memuaskan saya malam ini."

​Mata Elsa membelalak sesaat, raut wajahnya berubah aneh. "Apa? Serius? Heh, Juragan... Permainan tadi pagi apa masih belum membuat kamu puas?!"

​Tama tertawa kecil, melangkah maju hingga memangkas jarak di antara mereka. "Heh, anak kecil. Kalau kamu memang enggak sanggup, bilang saja langsung. Padahal lumayan loh... dua puluh lima juta sebulan," tantang Tama dengan nada meremehkan yang sengaja dibuat-buat.

​'Dih, ngeremehin nih orang tua! Dia enggak tahu aja jiwa di dalam tubuh ini siapa,' batin Elsa (Hana) tertantang.

​Elsa menyunggingkan sebuah smirk tipis yang terlihat begitu menawan sekaligus berbahaya. Dengan gerakan luwes yang sengaja dibuat menggoda, dia melangkah mendekat hingga tubuhnya nyaris menempel pada dada bidang Tama. Tangannya terulur menyentuh kerah kemeja sang Juragan.

​"Baiklah. Tapi kalau aku bisa bikin kamu puas sampai bertekuk lutut, aku minta tiga puluh juta sebulan. Deal...?" ucap Elsa penuh intrik, sepasang matanya menatap Tama dengan pandangan berani yang mengunci.

​Tama sempat terkejut bukan main dengan kelancangan dan keberanian yang ditunjukkan Elsa. Di tahun ini, nominal tiga puluh juta sebulan adalah angka yang sangat besar, namun bagi Juragan tanah sepertinya, itu bukan perkara sulit. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Tama menyunggingkan senyum menantang dan menyambut jabatan tangan halus istri mudanya.

​"Deal," bisik Tama rendah, mengencangkan genggaman tangannya pada jemari Elsa, siap memulai permainan malam ini.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!