NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegiatan Padepokan

Permisi mbah , sarapan sudah siap di pendopo" Danu menghampiri kiyai Ismajati di halaman dekat gapura padepokan.

"ya terimakasih Danu , ajak yang lain untuk sarapan , apakah Syifa masih di dapur ?" ujar kiyai Ismajati menanyakan anaknya .

"mbak Syifa sudah tidak ada di pawon mbah , mungkin sudah kembali kedalam" yang dimaksud Danu kedalam adalah kerumah pribadinya kiyai Ismajati.

"haha sekarang kamu menyebut dapur pun pawon , kamu sudah mulai terbiasa dengan bahasa daerah sini , yasudah ajak yang lain untuk sarapan" ujar kiyai Ismajati yang tertawa melihat perkembangan Danu selama di padepokan.

melihat semua murid sudah berkumpul di pendopo untuk sarapan , takut menunggu terlalu lama kiyai Ismajati pun segera menghampiri mereka .

"sudah berkumpul semua ?" tanya kiyai Ismajati yang baru datang ke pendopo .

"sudah mbah" jawab Cahyo .

"kalau begitu ayo mulai sarapan , Aziel , nah beginilah suasana disini , saya harap Aziel bisa menerima apa yang ada di pagi hari ini teruntuk sarapan ya begini adanya" ujar kiyai Ismajati sembari menjelaskan tentang di padepokannya .

"baik mbah , ini sudah lebih dari cukup , saya tidak mempermasalahkan soal makanan" jawab Aziel .

"syukurlah kalau begitu , nikmati saja yang ada ya , semua akan terasa nikmat jika kita mensyukurinya , ayo segera ciduk nasi dan lauknya" ujar kiyai Ismajati mengajak untuk memulai sarapan .

"baik mbah" jawab Aziel .

menikmati hidangan yang tersedia , ditemani kicauan burung dan suasana pedesaan yang masih sangat kental , Aziel merasa nyaman dan tentram , sesekali kata takjub keluar dari mulutnya "Subhanallah" . suatu bentuk rasa syukur karena takjub dengan Kuasa Allah.

setelah selesai menyantap hidangan sarapan , Danu dan yang lainnya merapihkan piring dan lauk untuk dibawa ke pawon . Aziel pun membantu tanpa harus diminta .

setelah semua selesai , kiyai Ismajati masih belum beranjak dari pendopo , murid yang lain pun masih duduk mendekati gurunya tersebut.

"nak Aziel , selain ingin belajar tentang agama dan mengerti tentang arti hidup , apa lagi yang nak aziel cari ?" tanya kiyai Ismajati.

"untuk saat ini belum terfikirkan yang lain mbah , saya masih ingin belajar agama dan mencari arti tentang hidup saja dulu" jawab Aziel .

"baiklah kalau begitu , saya akan jelaskan kegiatan di padepokan ini . walaupun mungkin teman-temanmu sudah memberitahu tapi akan saya perjelas lagi. setelah sarapan ini biasanya murid-murid melanjutkan hafalan surat-surat, tetapi ada juga yang sambil bekerja diluar sampai pukul 4 sore. dengan catatan tidak melupakan kewajibannya untuk menghafal surah , dilanjutkan setelah maghrib mengaji bersama dan membaca shalawat . setelah isya semua murid mulai menghafal surah kembali , jam 9 atau jam 10 ada yang sudah istirahat karena jam 12 mengamalkan amalan yang saya beri . masing-masing amalan berbeda , tidak semua sama . kurang lebih begitulah kegiatan disini . jika nak Aziel ingin bekerja silahkan tetapi jika nak Aziel ingin fokus dengan kegiatan disini pun tak jadi masalah" ujar kiyai Ismajati menjelaskan tentang kegiatan di padepokannya.

"baik mbah , akan saya pikirkan kembali untuk persoalan bekerja atau tidaknya" jawab Aziel .

"yaaa , rileks saja , tidak perlu ada yang di khawatirkan disini" ujar kiyai Ismajati sambil tersenyum lebar .

"oh iya mbah , ada yang ingin saya tanyakan , tetapi saya takut salah jika saya menanyakannya" ujar Aziel .

"tanyakanlah nak Aziel , insyaaAllah tidak akan menjadi masalah" ujar kiyai Ismajati.

"baik mbah , saya ingin bertanya mbah , apakah murid di padepokan ini hanya Danu , Kuntadi dan Cahyo , dan mungkin sekarang ini ditambah dengan saya ? maaf mbah bukan bermaksud lain hanya sekedar bertanya" tanya Aziel .

"hahaha jadi kamu belum menanyakan ini kepada cahyo , kuntadi dan danu ya ? yaaa untuk saat ini murid yang tersisa tinggal kalian berempat , dikarenakan sudah banyak yang lulus dan memulai kehidupan baru di luar sana , terakhir yang lulus dari padepokan ini ada 23 orang , mereka adalah orang-orang yang lebih dulu datang kesini sebelum cahyo , kuntadi dan danu , setelah 2 bulan cahyo , kuntadi dan danu disini mereka yang 23 orang itu lulus dan memulai kehidupannya di luar sana . kurang lebih begitulah ceritanya Aziel" jawab kiyai Ismajati sambil tertawa .

"ooo begitu mbah , maaf mbah saya fikir hanya kami berempat saja yang disini hehe" ujar Aziel sambil memegang kepala bagian belakang karena sedikit malu .

"yaa untuk sementara ini hanya kalian saja yang tinggal di padepokan ini , kalau yang hanya belajar mengaji nanti nak Aziel bisa melihat sendiri ba'da ashar" jawab kiyai Ismajati tersenyum lebar .

"apakah setelah ashar ada yang datang untuk belajar mengaji mbah ?" tanya Aziel .

"yaa , anak-anak warga desa Giriasem khususnya yang sudah akhir baligh akan belajar mengaji disini , yang masih kecil akan diajari oleh Ustadz Danar di masjid" jawab kiyai Ismajati

" ooo begitu mbahh, apakah saya boleh ikut bergabung nanti setelah ashar mbah ?" tanya Aziel bersemangat .

"silahkan saja , tidak ada yang melarang , tapi biasanya murid yang tinggal denganku disini ikut serta mengajar mereka yang datang belajar ba'da ashar nanti hehehe" jawab kiyai Ismajati tertawa tipis .

" benarkah ? waaahh ternyata kalian sudah bisa mengajar , tolong ajari aku juga lah" ujar Aziel menatap Danu , Kuntadi dan Cahyo .

"ya kamu bisa minta tolong mereka untuk mengajarimu mengaji nak Aziel , sekarang sampai disini dulu karena saya harus melihat putri saya di dalam apakah dia sudah sarapan atau belum" ujar kiyai Ismajati sembari berpamitan kepada muridnya .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!