Bagaimana jadinya jika permusuhan antara dua keluarga telah menjadi penghalang untuk kedua insan yang di mabuk cinta? Raja yang terlahir dari keluarga Kaya mencintai Rani yang juga seorang anak dari keluarga kaya, sama-sama saling mencintai saat pandangan pertama.
Kisah ini menceritakan tentang dua insan yang berusaha agar cinta mereka di restui dan berusaha agar permusuhan di antara keluarga mereka berakhir. Dengan banyak cobaan dan rintangan akhirnya mereka bisa menikah.
Tapi apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan pernikahan antara Raja dan Rani tokoh utama di cerita ini?
Yuk ikuti ceritanya di jamin menarik dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Tersesat
🌹
Pertemuan kesekian kalinya antara Raja dan Rani di restoran itu sangat penting bagi hubungan mereka yang sedang berkembang. Keduanya duduk di meja yang sama, dan suasana terasa hangat dan menyenangkan.
Raja memulai percakapan, "Aku senang bisa bertemu denganmu lagi, Rani. Pertemuan kita yang pertama sangat menyenangkan."
Rani tersenyum, "Aku juga merasa sama, Raja. Aku berharap kita bisa melanjutkan pertemuan kita yang terakhir dan menjadi lebih dekat."
Raja mengangguk, "Aku setuju. Mari kita mulai dengan memesan makanan dan minuman."
Mereka memesan makanan dan minuman, dan kemudian mulai berbicara tentang segala hal, dari hobi mereka hingga kehidupan pribadi mereka. Raja dan Rani saling bertukar cerita dan menertawakan lelucon satu sama lain.
Setelah makanan tiba, Raja berkata, "Aku ingin meminta maaf atas perlakuanku pada pertemuan kita yang kemarin karena tidak bisa memenuhi janjiku untuk menemuimu. Aku merasa sangat tegang dan tidak bisa menunjukkan sisi terbaik dari diriku."
Rani menjawab, "Tidak ada yang perlu dimaafkan, Raja. Aku juga merasa tegang pada saat itu. Tetapi hari ini, kita bisa melupakan semua itu dan memulai kembali."
Setelah makan mereka selesai, Raja menawarkan untuk membayar tagihan. Namun, Rani menolak dan berkata, "Aku ingin membayar tagihan kali ini. Ini hanya salah satu cara untuk menunjukkan bahwa aku menghargai persahabatan kita."
Raja tersenyum, "Terima kasih, Rani. Aku sangat menghargai itu."
Pagi hari... di pinggir kolam hotel Raja dan Sam sedang duduk menikmati sinar matahari sebelum acara kuliah di mulai hari ini.
"Raja, lihatlah Rani ada disana sepertinya dia mau kesini."
Raja berpura-pura tidak melihatnya dan mengarahkan pandangannya ke arah yang lain. Terlihat Rani memang sedang menuju ke arah Raja tetapi saat berjalan Rani melewatinya beberapa pemuda yang sedikit nakal dan mencoba mengganggu Rani.
"Hai Raja... Sam... Apakah kalian sudah menyiapkan bahan untuk presentasi nanti siang?."
Salah satu teman Raja menghampiri meja Raja dan mengajaknya berbincang tapi fokus Raja berada ke arah Rani yang sedang di ganggu.
"Raja, apakah kamu mendengarkan aku? Kamu sedang melihat apa sehingga tidak mendengarku?."
Temannya itu melihat ke arah Raja melihat lalu berkata,
"Wuih... Siapa gadis itu? Dia cantik sekali... Apa dia juga sekolah di kampus kita?."
Pandangan Raja teralihkan saat temannya itu memuji Rani. Hatinya sangat ingin membantu Rani tapi dia mengurungkan nya. Saat para pemuda itu sudah keterlaluan kepada Rani, Raja pun hendak berdiri dan membantunya tapi...
"Apa mau kalian?."
Rani mulai geram kepada para pemuda yang mengganggunya.
"Kami tidak mau apa-apa... Hanya ingin mengajakmu untuk duduk bersama kami."
"Tidak usah! Maaf aku harus pergi menemui temanku, hem!."
Rani mencebikan bibirnya dan bersikap judes kepada mereka. Hal itu membuat Raja dan teman-temannya tertawa dan memancing para pemuda tadi sehingga merasa tidak nyaman.
"Sombong sekali gadis itu!."
Setelah beranjak dari sana Rani segera menghampiri meja Raja dan menyapanya.
"Selamat pagi Raja...."
Lalu mendudukkan dirinya di bangku yang kosong dan mengeluarkan foto-foto Raja yang dia ambil, hendak memberikan hasilnya kepada Raja. Teman Raja di sebelah melihat heran karena ternyata Raja mengenal gadis ini.
"Ini lihat... Fotonya bagus bukan?."
"Oh iya... Sangat bagus."
"Ini... Aku berikan untukmu."
"Tidak usah...."
"Tidak apa-apa... Ini kan juga fotomu. Simpan saja." Rani tetap memberikan fotonya walaupun Raja menolaknya, setelah itu Rani segera pergi dari sana.
Teman Raja mengoceh karena Raja tidak mengenalkan Rani kepadanya. Tapi Raja hanya tersenyum bangga berbeda dengan Sam, dia sangat tidak menyukai kedekatan Raja dan Rani.
Hari ke tiga beberapa kelompok mahasiswa melakukan perjalanannya ke gunung untuk berkemah termasuk Raja dan juga Rani yang mengikutinya.
Saat di perjalanan mereka berdua nampak selalu bersama layaknya sepasang kekasih meskipun belum jadi status yang resmi bahwa mereka pacaran tetapi keduanya sudah menautkan hati satu sama lain.
Saat di tengah perjalanan yang melewati tebing tiba-tiba saja kaki Rani terpeleset dan Raja yang berada paling dekat dengannya berhasil memegang tangan Rani dan menahannya agar tidak terjatuh ke bawah.
Dalam beberapa saat Raja bisa menahannya dan Sam yang hampir menjangkau dan menolong mereka tidak mempunyai waktu lagi untuk menolong, karena saat hanya tinggal beberapa cm lagi Raja dan Rani terjatuh karena Raja sudah tidak bisa menahan berat mereka berdua.
Akhirnya dua sejoli itu terjatuh ke bawah tebing yang tinggi beruntung di bawahnya terdapat sungai dan beruntung juga keduanya ahli dalam berenang. Tapi yang menjadi masalah besar, kini mereka berdua terbawa hanyut oleh derasnya air.
Dengan susah payah melawan arus, Raja berusaha menjangkau tangan Rani dan berhasil memegang dan memeluknya sehingga mereka terombang ambing di derasnya arus dengan berpelukan dan tidak melepaskan satu sama lain.
Dengan keadaan yang sudah lemas akhirnya Raja menemukan tepi dan berusaha mendorong Rani yang sudah tidak sadarkan diri.
Raja mencoba memberi pertolongan pertama kepada Rani dan memberikan nafas buatan. Raja merasa panik karena Rani sudah dalam keadaan pucat dan belum menyadarkan diri.
Dengan terus mencobanya akhirnya Rani terbatuk batuk dan mengeluarkan air yang terminum berlebih lalu sadarkan diri. Raja yang merasa senang segera memeluk Rani dan menangis.
"Raja... Kenapa kamu menangis?."
"Aku sangat takut... Aku sangat takut kehilanganmu."
Raja mengeratkan pelukannya. Setelah beberapa saat mereka melihat sekitar dan seperti tidak ada tanda kehidupan di tempat itu.
Raja mencoba menyalakan api dengan kayu yang dia dapatkan di hutan dekat tepi sungai. Hari yang sudah sore dan mulai malam membuat mereka harus bermalam disana karena jilat melakukan perjalanan mereka takut semakin tersesat.
Malam pun tiba... Baju yang basah kuyup membuat Rani dan Raja terkena flu. Mereka ingin menghangatkan badan yang sudah menggigil kedinginan itu lalu membuka baju mereka dengan posisi saling membelakangi, lalu membiarkan baju mereka di hangatkan oleh api unggun.
"Raja, apa tidak akan ada binatang buas disini?"
"Aku juga tidak tau...."
Mereka bicara masih dengan saling membelakangi. Lalu di rasa baju mereka sudah lumayan hangat mereka segera memakainya kembali.
"Kamu tidurlah di sini."
Raja merapikan satu lembar kain untuk Rani gunakan sebagai alas tidur. Lalu Raja pergilah ke tempatnya lagi.
"Kamu tidak tidur disini juga?."
Raja menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Cepatlah tidur... Besok kita akan melalui perjalanan yang panjang."
Setelah itu Raja segera berbaring dan memejamkan matanya, tiba-tiba dia merasa di sampingnya ada kehangatan. Ternyata Rani segera berlari dan tidur di samping Raja.
Raja yang menyadarinya hanya mangangkat badannya dan menoleh sejenak lalu tidur kembali saat Rani memintanya untuk tidak menyuruhnya pindah dan membiarkannya tidur di sampingnya.
Berbeda dengan Rani yang sudah terlelap tidur, Raja masih terjaga karena ini pertama kalinya dia tidur bersama seorang perempuan apalagi orang itu adalah orang yang dia sukai. Jiwa lelakinya menantang.
Setelah beberapa menit akhirnya Raja pun memejamkan matanya dan tertidur.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
tapi Rohit pergi kemana tuh? semoga Rohit dapat pasangan yang tepat dan mencintainya juga 🥰