NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai yang Mendekat

Sementara Ethan sibuk memperkuat dirinya di Paviliun Buku, sebuah konspirasi gelap sedang merayap di sudut lain Kota Angin Puyuh.

Di sebuah mansion megah milik Geng Serigala Hitam, atmosfer ruangan terasa sangat mencekam. Di atas kursi kulit harimau, seorang pria paruh baya dengan aura merah darah yang mengerikan sedang meremukkan cangkir giok di tangannya hingga menjadi abu. Ia adalah Gu Jue, Ketua Geng Serigala Hitam, seorang ahli kuat di Ranah Pemurnian Qi Tingkat 2.

Di bawahnya, Lin Hao—murid Sekte Pedang Awan yang kemarin dikalahkan oleh Ethan—berlutut dengan wajah penuh dendam.

"Ketua Gu, bajingan berbaju besi hitam itu tidak hanya membunuh regu pencari Anda, tapi dia sekarang dilindungi oleh Keluarga Mu sebagai Tetua Tamu," ucap Lin Hao, suaranya bergetar oleh kebencian. "Keluarga Mu memanfaatkannya untuk mengamankan Kotak Giok Sembilan Jiwa yang Anda incar."

Gu Jue berdiri, aura merah darahnya meledak, membuat suhu di ruangan turun drastis. "Keluarga Mu mengira mereka bisa menantangku hanya karena mendapatkan seorang pengembara aneh? Lin Hao, bagaimana dengan rencana kita dengan Sekte Pedang Awan?"

Lin Hao tersenyum sinis. "Guru saya, Tetua Ketiga dari Sekte Pedang Awan, sudah setuju. Dua hari lagi, saat perayaan tahunan Kota Angin Puyuh, kami akan menuduh Keluarga Mu melakukan pengkhianatan dan menyembunyikan kultivator iblis—yaitu si berbaju besi itu. Saat itulah, kita akan meratakan Keluarga Mu dan membagi rampasannya."

"Bagus!" Gu Jue tertawa terbahak-bahak, suara tawanya mengguncang ruangan. "Dua hari lagi, aku sendiri yang akan menguliti pemuda berbaju besi itu dan meminum darahnya!"

Mereka tidak menyadari bahwa di luar jendela mansion, sebuah Micro-Drone pengintai seukuran lalat dengan teknologi optik kamuflase tingkat tinggi milik Ethan sedang merekam setiap kata dan rencana mereka, mengirimkan data audio dan visual tersebut secara langsung ke dalam memori taktis sang Assassin modern.

Di dalam Paviliun Buku, mata Ethan yang berada di balik visor berkedip, menampilkan rekaman konspirasi tersebut.

"Dua hari?" Ethan menarik napas dalam-dalam, mematikan layar holografiknya. Wajah tampannya tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, melainkan kilatan dingin seorang predator yang siap berburu. "Kalkulasi yang menarik. Mari kita lihat, siapa yang akan menguliti siapa di malam perayaan nanti."

Ethan duduk bersila di keheningan kamarnya, mengamati proyeksi holografik tiga dimensi dari mansion Geng Serigala Hitam yang melayang di atas telapak tangan kirinya. Data topografi, jumlah penjaga, hingga rute patroli yang direkam oleh Micro-Drone pengintai miliknya terpampang dengan akurasi matematis yang sempurna.

Bagi para kultivator di dunia ini, strategi perang adalah tentang jumlah pasukan, formasi susunan elemen, dan bentrokan kekuatan Qi yang brutal. Namun bagi Ethan, perang adalah seni mengelola informasi dan mengeksekusi target sebelum mereka menyadari dari mana datangnya kematian.

[ Analisis Ancaman Terdeteksi: ]

Gu Jue (Ketua Geng): Ranah Pemurnian Qi Tingkat 2. Kecepatan reaksi tinggi, daya hancur fisik tinggi.

Tetua Ketiga Sekte Pedang Awan: Estimasi Ranah Pemurnian Qi Tingkat 4-5. Ancaman terbesar.

Lin Hao & Pasukan Aliansi: 150+ personel (Ranah Pengumpulan Qi bervariasi).

"Sistem, dengan basis kultivasiku yang sekarang berada di Tingkat 3 Pengumpulan Qi, berapa peluang keberhasilan konfrontasi langsung?" tanya Ethan dalam hati.

[ Peluang kemenangan dalam konfrontasi terbuka: 34,7%. Baju besi Anda akan mengalami kerusakan struktural sebesar 60% akibat akumulasi serangan Qi tingkat tinggi. ]

"Angka yang buruk," desis Ethan. Sepasang mata kelamnya menyipit pintar. "Kalau begitu, kita tidak akan menggunakan konfrontasi terbuka. Kita bawa mereka ke dalam permainan pembunuh bayaran."

Ethan membuka Toko Sistem. Sisa poinnya saat ini adalah 200 Poin. Ia menggeser layar holografik, mencari komoditas yang paling efisien untuk menjembatani jurang perbedaan kekuatan taktis ini.

[ Pembelian Dipilih: Modul Peretas Formasi Spiritual (Tingkat 1) — 150 Poin. ]

[ Sisa Poin Anda: 50 Poin. ]

[ Modul Peretas Formasi berhasil diintegrasikan ke dalam Sistem Pemindai Exo-Suit. Anda kini dapat mendeteksi, memanipulasi, dan membalikkan aliran energi dari formasi perlindungan atau serangan sekte tingkat rendah. ]

Ethan berdiri, menekan dadanya hingga Exo-Suit kembali membungkus tubuhnya dalam sekejap. Pendar sirkuit ungu-biru di tubuhnya berkedip seirama dengan detak jantungnya yang tenang. "Lin Hao, kau mengira telah menyusun jebakan yang sempurna. Kau tidak tahu bahwa umpan yang kau pasang adalah sebuah bom waktu."

Malam sebelum hari perayaan tiba, ketegangan yang tak kasat mata mulai menyelimuti atmosfer Kota Angin Puyuh. Di taman paviliun Keluarga Mu, kelopak bunga magnolia berguguran ditiup angin malam yang dingin.

Mu Rong berdiri di dekat pagar pembatas kolam, menatap pantulan dua bulan di atas permukaan air yang beriak. Gaun sutra birunya berkibar pelan, namun wajah cantiknya dipenuhi gurat kecemasan. Sebagai putri kepala keluarga, ia memiliki intuisi yang tajam tentang pergerakan aneh beberapa tetua keluarga dan penurunan drastis aktivitas dagang di pasar kota.

Sret.

Sebuah suara gesekan kain yang halus terdengar di belakangnya. Tanpa perlu menoleh, Mu Rong tahu siapa yang datang dari aroma udara yang mendadak terasa dingin dan statis—seperti udara setelah badai petir.

"Tuan Ethan," ucap Mu Rong lembut, membalikkan tubuhnya.

Ethan berjalan mendekat. Malam ini, ia tidak mengenakan pelindung wajahnya, membiarkan wajahnya yang dingin terpapar cahaya bulan. Jubah hitam Exo-Suit-nya melambai pelan seiring langkah kakinya.

"Kau tidak bisa tidur," ujar Ethan, bukan sebagai pertanyaan, melainkan sebuah observasi taktis.

"Ada badai yang sedang menuju ke arah keluarga kami, Tuan Ethan," Mu Rong mendesah pelan, sepasang matanya yang jernih menatap Ethan dengan bumbu kepasrahan dan harapan yang campur aduk. "Sekte Pedang Awan telah memblokir jalur komunikasi kami keluar kota. Ayah saya berpura-pura tidak tahu, namun dia diam-diam telah menyiapkan pasukan mati Keluarga Mu. Saya takut... perayaan besok akan menjadi hari terakhir bagi keluarga ini."

Ethan menatap gadis itu datar. Di dunia lamanya, ketakutan seperti ini adalah hal yang biasa ia eksploitasi untuk mendapatkan kontrak yang lebih mahal. Namun, ingatan tentang jemari hangat Mu Rong yang menyentuh tangannya dua malam lalu mendadak melintas di benaknya.

Ethan melangkah maju, memperpendek jarak di antara mereka hingga Mu Rong bisa mencium aroma maskulin yang khas dari tubuh pemuda itu. Ethan mengangkat tangan kanannya yang terbalut sarung tangan hitam siber, lalu dengan lembut—gerakan yang teramat langka bagi seorang pembunuh berdarah dingin—ia menyelipkan sehelai rambut Mu Rong yang tertiup angin ke belakang telinganya.

Mu Rong tersentak kecil, pipinya seketika memerah hebat di bawah sinar rembulan, dan jantungnya berdegup kencang secara dramatis.

"Jangan takut," ucap Ethan, suaranya yang berat terdengar sangat menenangkan dan penuh keyakinan yang keren. "Di dunia lamaku, aku tidak pernah membiarkan target yang telah kulindungi mati sebelum kontrakku selesai. Dan di dunia ini... kau adalah kontrak tertinggiku."

"Tuan Ethan..." bisik Mu Rong, sepasang matanya berkaca-kaca oleh rasa haru yang mendalam. Kata-kata Ethan mungkin terdengar kaku dan tidak romantis layaknya puisi para sarjana kultivasi, namun bagi Mu Rong, itu adalah janji paling mutlak dan aman yang pernah ia dengar seumur hidupnya.

Ethan membalikkan tubuhnya kembali menghadap kegelapan di luar tembok kediaman. "Istirahatlah, Mu Rong. Besok, biarkan mereka datang. Aku akan menunjukkan pada mereka bagaimana seorang Assassin masa depan mendikte aturan kematian."

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!