Mengisahkan Tentang Murid perempuan Nakal yang menjadi penakluk hati dari seorang Guru muda berbakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai paham
Di sore hari Mama Tantri sedang masak puding coklat kesukaan Vanya.
Vanya yang sedang bermain dengan kucingnya dihampiri Mamanya sambil membawa sepiring puding coklat.
"Vanya, makan dulu, ini mama buatkan puding coklat".ucap Mama dan Vanya pun menyambutnya lalu memakannya dengan lahap yang membuat mamanya senang.
"Ma, Kak Angga kapan pulang?" tanya Vanya
Belum sempat mamanya menjawab ada mobil berhenti di depan gerbang lalu memasuki pelataran rumah mewah itu .
"Kak Angga".teriak Vanya kegirangan setelah melihat sosok kakaknya turun dari mobil.
Vanya berlari lalu memeluk kakaknya dan minta gendong kakaknya.
"Adikku sayang, Jangan lari larian, kakimu belum sembuh total dek".ucap Angga lalu menggendong Vanya di belakang.
Mama Tantri yang melihat keakraban anaknya begitu bahagia.
Angga memberi salam pada mamanya lalu mencium kening mamanya kemudian masuk ke dalam rumah .
Mereka duduk bersam di sofa ruang tamu yang disitu sudah ada papa Banu yang sedang menonton televisi.
"Pa".Sapa Angga lalu mencium punggung lengan tangan papanya.
"Kenapa gak ngabarin dulu ?".Tanya Papa
"Kejutan pa".jawab Angga
Vanya pun melihat kakanya tidak membawa barang "kakak gak bawa oleh-oleh?".
"Bawa masih di mobil, mana mungkin kakak lupa membawakan oleh-oleh untukmu".jawab Angga lalu tersenyum.
Vanya berlari mengambil oleh-oleh dan Mama Tantri melarangnya "Nya, jangan lari, Lukamu belum sembuh benar nak".
"iya Ma".jawab Vanya
Ketika Vanya membawa oleh-oleh keluar dari mobil, Vanya melihat ada mobil putih di depan pagar "Seperti kenal mobilnya".
Pagar pun terbuka otomatis setelah Vanya memberikan isyarat pada penjaga untuk membuka gerbang.
Anam yang berada di dalam mobil pun bingung antara mau tancap gas atau keluar
Vanya menggedor kaca jendela
Anam pun membuka keluar dari mobil
"Eh pak guru, ngapain di depan rumah Vanya pak?".tanya Vanya
"ban mobil saya bocor".jawab Anam lalu Vanya mengelilingi mobil dan tidak melihat ada ban kempes
"Tidak ada yang kempes pak ".Ucap Vanya
"aha, Bapak ikut Vanya, ayo".ucap Vanya lalu menggandeng tangan Anam dan diajak jalan ke dalam rumah. Anam pun sudah dua kali disentuh Vanya yang membuatnya semakin penasaran dengan gadis pemberani ini.
Semua anggota keluarga Vanya bingung melihat Vanya menggandeng seorang pria masuk ke dalam rumah.
"Mama, Papa, Kakak, ini adalah Om om yang telah membuat Vanya tertabrak mobil, tapi om ini baik, om ini sudah membawa Vanya ke rumah sakit".jelas Vanya yang membuat Anam sedikit canggung
Papa Banu terkejut "Anam".
"iya om, maafkan saya telah mencelakai putri om Banu".jawab Anam dan papa Banu pun tersenyum lalu mengangguk.
"Silahkan duduk nak".ucap Mama Tantri
Angga hanya tersenyum sambil melihat kelakuan Vanya.
Anam dan Vanya duduk
"Nya, tangan kamu".ucap Angga yang menyadarkan Vanya
"Eh iya ,maaf om maaf".ucap Vanya lalu melepas gandengannya dan Vanya berpindah tempat di dekat kakaknya.
"Mama dan Papa kenal sama om ini?".tanya Vanya
"Nak Anam ini putra dari Wijaya pemilik WGroup Nya".jawab Papa Banu
"Oh my God".Vanya kaget
"tapi kenapa jadi guru Vanya?".heran Vanya
Angga menutup mulut Vanya dengan sepotong roti yang membuat Vanya berhenti bicara.
"sudah nak, jangan hiraukan Vanya, silahkan dinikmati hidangannya, Gimana kabar papamu?."tanya Papa Banu
"Baik om, Papa Sehat".jawab Anam
"Anam Wijaya , kawan lamaku".ucap Angga tertawa
Anam pun tersenyum "Sudah sekian lama kita berpisah, Sekarang kita bertemu kembali".
"Ich kesel, kenapa Cuma Vanya yang tidak kenal dengan om ini, Ah males ah, Vanya mau mandi".ucap Vanya lalu pergi meninggalkan mereka.
Di Sekolah
Reta, Salsa dan Lili sedang berdiri di dekat gerbang sekolah untuk menunggu Bragi
Vanya datang sendirian "Astaga Reta, masih juga nungguin Bragi, ckckck".
"Udah jalan sana, Lagian aku dan Bragi sudah mau meresmikan hubungan kami".jawab Reta sambil melirik ketus ke arah Vanya
"Wah, Selamat Akhirnya kamu bisa bersanding dengannya, tuh orangnya datang sambutlah pangeranmu gadis primadona".ucap Vanya lalu berjalan mundur yang membuat kakinya terpeleset.
"Jalan ke depan, bukan ke belakang".ucap Anam yang berhasil menolong Vanya .
"Om lagi om lagi, Iya iya, terimakasih om".jawab Vanya lalu berjalan ke arah kelasnya.
Salsa dan Lili terpesona melihat Anam sementara Reta sudah jalan dengan Bragi ke kelas.
"astaga, itu guru tampan sekali, kenapa aku baru tahu ada guru tampan disini".ucap Salsa terpesona akan sosok guru Anam.
Di kelas Reta
Bragi sedang mendengarkan penjelasan guru dengan Seksama sementara Reta memandang Bragi dengan penuh harap.
"Reta kerjakan soal di depan".perintah guru dan Reta pun ke depan lalu menjawab soal dengan benar.
Semua memberi tepuk tangan namun Bragi hanya bersikap biasa saja.
Jam istirahat berbunyi semua murid keluar kelas
"Nya ayo beli bakso".ajak Meta
"Aku mau belajar Ta, nanti waktunya Matematika".jawab Vanya lalu mulai belajar
"Semangat ya Nya, yaudah aku beli di cup saja nanti kita makan di kelas ya".jawab Meta dan Vanya pun mengangguk , Meta lalu keluar kelas.
Anam dan Pak Heri berkeliling kelas untuk mengecek keadaan kelas setiap istirahat.
Pak Heri pun berhenti ketika melihat Vanya memegang pensil dan buku matematika.
"Dia itu murid terhebohku, Suka bikin ulah namun sekolah ini akan Sepi tanpa Vanya, Nilai lainnya bagus namun hanya matematika kelemahanya".ucap Pak Heri dan Anam pun melihat ke arah Vanya.
"Ehm, Pak Anam, ajarilah Vanya matematika dengan telaten agar ia dapat memperoleh nilai hitam".tambah pak Heri sambil menepuk pundak pak Anam lalu kembali jalan diikuti Pak Anam.
"Jadi memang dia lemah di matematika".batin pak Anam yang membuatnya mengerti.
Meta datang dengan membawa dua cup bakso kuah "Nya ini makan dulu".
"Ah Meta, makasih ".jawab Vanya lalu menerimanya
Meta dan Vanya makan di dalam kelas namun belum selesai Vanya makan Bel masuk berbunyi. Vanya segera menaruh cup baksonya di kolong meja.
Pak Anam masuk kelas dan mulai mengecek kehadiran murid.
Kini pak Anam menerangkan pelajaran dan Vanya pun memperhatikan dengan seksama.
Sesi tanya jawab dimulai
Vanya mengangkat tangan "Pak, jadi dari sekian banyak gambar bangun itu, cara mengerjakannya kita harus hitung satu per satu dulu?".
"Iya Vanya, untuk mendapatkan jawaban, kamu harus teliti melihat gambarnya sehingga kamu bisa menyelesaikan permasalahannya".jawab pak Anam
Vanya pun menjadi aktif di kelas,sedikit demi sedikit ia mulai mengerti.
Kelas Selesai semua murid keluar kelas.
Di parkiran Vanya dan Meta sedang minum es Teh di wadahi plastik.
"Ah segernya Ta, panas begini minum ea teh".ucap Vanya setelah merasakn kesegaran es teh.
"Iya Nya, Seger banget".jawab Meta.
Vito datang dengan motornya dan Meta pun naik motor itu.
"Nya, Metanya ku pinjam".ucap Vito meledek
"Bawa To, bawa kalau perlu karungin biar gak ilang".Jawab Vanya lalu Vito dan Meta pun tertawa kemudian mereka berlalu.
Bragi menghampiri Vanya dengan motornya berniat mengantar Vanya pulang.
Pak Anam melihat Bragi dan Vanya dari dalam mobilnya "Ternyata itu kekasihnya".
"Tidak usah pak ketua, noh nona primadona udah menantimu"tunjuk Vanya lalu Vanya berjalan pulang sendirian.
"Nya Vanya, kapan kamu mengerti akan perasaanku?"batin Bragi lalu Bragi pun mengendarai motornya.
msak dlm 1 episode bisa merubah dlm skjap anehh..brusan brkelahi,,ga mau ngakuin vanya,eeh 10 mnit udh berubah,,ada ya gitu
mas kamu nakalll 😘😘