NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 Penghambaan Dokter Medis dan Peta Laboratorium Terlarang

Matahari pagi menembus kabut tebal yang menutupi puncak gedung pencakar langit Menara Fujimi Financial Center. Di dalam ruangan penthouse eksekutif yang mewah, Thomas berdiri di depan meja peta holografis yang baru saja terhubung dengan mainframe bentengnya.

Di belakangnya, pintu elevator khusus berbunyi berdenting halus.

TING!

Pintu terbuka, memperlihatkan Saeko Busujima yang berjalan anggun, memandu—atau lebih tepatnya mendorong pelan—Shizuka Marikawa yang melangkah dengan lutut yang gemetar.

Shizuka mengenakan jas putih dokternya yang agak kusam di atas pakaian kasualnya. Wajah cantiknya pucat pasi, matanya sembap bekas menangis, dan seluruh tubuhnya gemetar hebat begitu pandangannya berbenturan dengan sosok Thomas yang berdiri membelakangi jendela kaca raksasa.

Thomas berbalik perlahan. Pria itu tidak mengenakan baju zirah; ia hanya memakai kaus tanpa lengan hitam yang memperlihatkan serat otot dadanya yang padat dan bahu lebarnya yang kokoh. Namun, aura keberadaan (presence) yang terpancar dari tubuh Thomas—kombinasi dari genetik Bintang Laut Abadi dan Udang Mantis—begitu berat hingga membuat udara di dalam penthouse terasa sangat padat.

THUD.

Tanpa perlu diperintah dua kali oleh Saeko, Shizuka langsung jatuh berlutut di atas karpet tebal ruangan itu. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, memeluk tas medisnya dengan jemari yang memutih karena cengkeraman ketakutan.

"T-Tuan Thomas..." suara Shizuka bergetar hebat, hampir tak terdengar. "H-Hamba... Shizuka Marikawa... bersedia... bersedia menyerahkan seluruh pengetahuan medis dan hidup hamba untuk Tuan... Tolong... tolong ampunkan nyawa hamba..."

Thomas tidak langsung menjawab. Ia melangkah mendekati Shizuka dengan ritme langkah kaki yang tenang dan mematikan.

TAP... TAP... TAP...

Setiap helapan langkah sepatu bot Thomas di atas karpet bagaikan lonceng kematian di telinga Shizuka. Thomas berhenti tepat di depan dokter wanita yang sedang bersujud itu. Ia membungkuk sedikit, menjepit dagu Shizuka dengan jemari tangannya yang dilapisi kulit tebal.

Shizuka menahan napasnya, memejamkan mata erat-erat karena takut melihat wajah sang penguasa. Namun Thomas memaksanya untuk membuka mata dan menatapnya.

"Seorang dokter yang penakut," ujar Thomas dengan suara berat dan dingin yang bergema di seluruh ruangan. "Tetapi ketakutan adalah motivasi terbaik untuk menciptakan kepatuhan mutlak. Kau tahu apa tugasmu di sini, Marikawa?"

"Ya... Ya, Tuan!" jawab Shizuka cepat, takut jika jeda satu detik saja akan membuat kepalanya terpisah dari leher. "Mengurus fasilitas medis... merawat luka Tuan... memformulasi obat-obatan... apa saja yang Tuan perintahkan!"

"Bagus," Thomas melepaskan dagunya, membuat Shizuka bernapas lega walaupun dadanya masih berdegup kencang. "Tetapi di dunia baru ini, obat-obatan biasa tidak lagi bernilai. Aku membutuhkan seseorang yang sanggup mengolah ekstrak genetik monster mutan dan memformulasi serum penekan racun untuk pasukan atau asetku di masa depan."

Thomas melirik Saeko. Saeko maju satu langkah, melemparkan sebuah dokumen terenkripsi tebal berpita merah di atas meja holografis.

"Dokter Marikawa memiliki informasi penting mengenai fasilitas rahasia milik Kementrian Kesehatan dunia lama yang berada di batas Distrik Utara, Tuan," lapor Saeko.

Shizuka mendongak sedikit, mencoba memberanikan diri berbicara. "I-Iya, Tuan Thomas... Sebelum kiamat terjadi, pamanku yang bekerja di dinas militer pernah memberitahuku... Di bawah Pusat Penelitian Farmasi Distrik Utara, ada laboratorium Bio-hazard Tier 4 yang menyimpan ribuan liter bahan kimia murni, centrifuge pemisah genetik tingkat lanjut, serta sampel patogen mutasi tahap awal."

Mata Thomas berkilat mematikan. Ini adalah informasi yang sangat bernilai.

Untuk memaksimalkan potensi genetik dari kristal-kristal mutan yang akan ia panah di masa depan, Thomas membutuhkan peralatan laboratorium kelas atas. Memiliki kemampuan fisik terkuat adalah satu hal, tetapi memiliki laboratorium untuk memurnikan serum genetik akan memungkinkannya menciptakan stimulan bertarung atau senjata biologis yang tak tertandingi.

"Laboratorium Bio-hazard di batas Distrik Utara..." gumam Thomas sembari menatap peta holografis yang kini menampilkan struktur bawah tanah bangunan tersebut.

"Namun, Tuan," potong Saeko dengan nada analitis. "Sesuai dengan siaran radio militer semalam, area Distrik Utara adalah lokasi utama di mana resimen pembersih militer sedang mendirikan barikade pertahanan mereka. Mereka telah menempatkan tank, helikopter tempur, dan ratusan prajurit bersenjata berat di sana."

Thomas berjalan mendekati jendela kaca raksasa, menatap arah utara di mana kabut tebal dan asap hitam membumbung dari jauh.

"Tank? Helikopter tempur?" Thomas terkekeh dingin. Sebuah tawa yang dipenuhi penghinaan mutlak terhadap sisa-sisa kekuatan militer manusia. "Senjata-senjata mainan dari peradaban yang sudah runtuh."

Thomas berbalik menatap kedua wanita yang kini berada penuh di bawah cengkeramannya: Saeko Busujima yang berdiri gagah dengan Katana beracun di pinggangnya, dan Shizuka Marikawa yang masih berlutut pasrah di karpet.

"Busujima, siapkan seluruh perlengkapan tempur taktis. Marikawa, kumpulkan seluruh peralatan medis mendasar yang bisa kau bawa," perintah Thomas penuh otoritas mutlak. "Hari ini, kita bergerak ke Distrik Utara. Kita akan meratakan barikade militer mereka, merebut laboratorium rahasia itu, dan mengukir sejarah baru di atas bangkai pahlawan-pahlawan dunia lama."

"Laksanakan, Tuan!" jawab Saeko tegas sembari memberi hormat ksatria.

"I-Iya, Tuan Thomas! Hamba melaksanakan perintah!" sahut Shizuka dengan kepatuhan total, menyapu air matanya dan segera bangkit untuk menyiapkan tas medikalnya.

Fajar di Kota Fujimi baru saja berganti pagi yang mencekam. Pasukan penakluk yang dipimpin oleh sang predator puncak siap menerjang perbatasan dan menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalan menuju dominasi mutlak

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!