Dipaksa menjadi pengantin pengganti demi melunasi utang lima miliar keluarga angkatnya, Kiyora Aleena pasrah dibawa oleh penguasa mafia Italia yang paling ditakuti—Salvatore.
Namun, alih-alih dijadikan tawanan atau simpanan, pria dingin nan kejam itu justru memperlakukannya bagai seorang ratu. Puncaknya terjadi saat sebuah bisikan misterual membakar ingatan masa lalunya.
"Aku tidak pernah salah mengenali milikku," bisik Salvatore rendah, menatap gelang perak berbandul merah di pergelangan tangan Kiyora.
"Kamu adalah Istriku. Ratu dari seluruh kerajaanku ... Alaura."
"N-Nama aku Kiyora, Om Tuan Mafia! Salah orang kali!" pekik Kiyora panik dengan mata bulatnya yang berbinar kaget.
Siapa sebenarnya Alaura? Dan mengapa takdir mempertemukannya kembali dengan Salvatore di tengah ancaman perang berdarah antar-klan mafia yang siap membongkar rahasia besar tentang identitas aslinya?
Terlebih, ada bocil cadel menggemaskan yang merecoki kisah percintaan mereka.
"Ini Mama Milooo!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setresnya Sang Don
Setelah insiden perdebatan kecil tentang gudang dan pakaian, Kiyora akhirnya mengalah. Ia bersedia mengenakan salah satu gaun baru yang Salvatore sediakan, meski bukan gaun malam super mewah yang sebelumnya. Kali ini, sebuah dress santai bermotif bunga-bunga kecil menjadi pilihannya. Potongannya sangat sederhana dan kasual, persis seperti pakaian remaja seusianya saat hendak jalan-jalan santai. Bahannya yang lembut dan adem membuat gadis itu merasa amat nyaman.
"Nah, gini kan enak! Adem, ndak ribet, ndak kayak mau manggung di pasar malam," gumam Kiyora puas sambil mengagumi bayangannya sendiri di dalam cermin ruang ganti.
Kiyora melangkah keluar dari ruang ganti dengan senyuman cerah. Langkah kakinya yang ringan membawanya mendekati Salvatore yang sejak tadi setia menunggu di tengah ruangan.
"Sudah, Om!" seru Kiyora riang dengan nada cempreng khasnya.
Salvatore yang mendengar suara itu refleks menoleh. Sepasang mata hitamnya yang dingin terkunci pada sosok gadis muda di hadapannya. Seketika, pria tegap itu terdiam membisu. Tatapannya menyusuri penampilan Kiyora dari atas ke bawah. Panggilan 'Om' yang baru saja meluncur santai dari bibir gadis itu berpadu sempurna dengan wajah polosnya yang masih sangat belia. Apalagi pagi ini rambut panjang Kiyora diikat kuncir dua secara asal, dipadukan dengan dress bunga-bunga yang membuatnya tampak persis seperti anak sekolah.
Salvatore menarik napas panjang, lalu mengusar kasar wajah tampannya dengan telapak tangan yang kekar.
"Usiaku yang beda 13 tahun dengannya, ditambah penyebutan panggilan 'Om' itu ... aku merasa macam pedofil," gumam Salvatore sangat pelan pada dirinya sendiri, merasa frustrasi dengan perbedaan usia mereka.
"Kenapa, Om?" tanya Kiyora polos sambil memiringkan kepalanya bingung.
Salvatore menghela napas kasar, mencoba menata ulang intonasi suaranya agar tetap terdengar berwibawa. "Bisa kamu ubah panggilanmu untukku? Jangan panggil aku 'Om'. Aku tidak setua itu," tuntut Salvatore dengan nada tegas yang tak suka dibantah.
Kiyora memegangi kedua sisi gaun bunga-bunganya, mengetuk-etukkan ujung kakinya di lantai dengan raut berpikir keras. "Ehm ... atau mau ku panggil Ayah?" celetuk Kiyora santai tanpa beban.
Deg.
Salvatore seketika menganga lebar. Matanya melotot syok mendengar opsi panggilan absurd dari sang istri.
"Astaga, ya Tuhan ...," Salvatore kembali mengusap wajahnya rapat-rapat. Ia mengangkat wajahnya, menatap ke arah langit-langit kamar dengan helaan napas berat sebelum kembali menatap tajam ke arah Kiyora.
"Apa mukaku setua itu?! Kamu lihat, kamu lihat?!" Salvatore melangkah maju mendekati Kiyora, menunjuk-nunjuk wajahnya sendiri yang padahal masih sangat tampan, tegas, dan menawan di usia matangnya.
Kiyora refleks mundur satu langkah. Raut wajahnya meringis geli saat melihat wajah Salvatore dari jarak yang begitu dekat. "Bukan gitu, tapi memang—"
"CITU CUDAH BELUBAN MEMANG CUDAH TUA JANGAN NGEYEL JADI OLANG!"
Sebuah teriakkan melengking memotong kalimat Kiyora secara tiba-tiba! Baik Kiyora maupun Salvatore tersentak kaget dan kompak menoleh ke arah sumber suara. Di atas ranjang, Milo ternyata baru saja terbangun dari tidurnya. Bocah gembul itu duduk bersila dengan rambut tak beraturan dan mata yang masih agak sipit.
Salvatore syok dan hanya bisa menganga tak percaya. Dalam hati, sang Don Mafia baru menyadari satu hal pahit, kesibukan dan penderitaan dalam hidupnya akan berlipat ganda mulai hari ini. Kehadiran Kiyora yang ternyata memiliki tingkat kelakuan ajaib yang sama persis dengan Milo membuatnya paham bahwa hidupnya di mansion ini tidak akan pernah tenang lagi.
"Tuh, bener kata Milo! Sudah ubanan tuh! Walau cuma satu, tetap aja namanya ubanan," tambah Kiyora polos sambil menunjuk ke sisi pelipis Salvatore.
Salvatore yang penasaran langsung berbalik dan melangkah cepat mendekati cermin raksasa. Ia menyibak rambut hitamnya dan membelalak saat menemukan sehelai rambut berwarna perak tumbuh di sana. Tanpa ragu, Salvatore memegang sehelai uban itu lalu mencabutnya dengan sekali tarik. Pria itu kembali berbalik dan berdiri tegak di hadapan Kiyora dengan dagu terangkat.
"Lihat, sudah gak ada, kan?" ucap Salvatore memastikan prestisenya tetap terjaga.
Kiyora mengangguk-angguk pelan, tapi pandangannya mendadak teralih pada area bawah hidung pria itu. "Tapi kumis Om mirip Mario Bros," gumam Kiyora pelan namun sangat jelas terdengar di dalam kamar yang tenang itu.
Milo yang mendengar gumaman polos Kiyora seketika membelalak gembira. Bocah itu langsung tertawa terbahak-bahak di atas ranjang sampai berguling-guling!
"HAHAAHA! LACAKAN! BENEL KAN KATA MILO, MALIO BOLOOOOOS!" teriak Milo histeris menertawakan sang paman, tepuk tangan heboh dengan ekspresi sangat puas.
Salvatore berdiri membeku di tempat dengan ekspresi menganga lebar. Pria yang ditakuti seluruh klan mafia di dunia bawah itu baru saja dihina dan disamakan dengan karakter game oleh seorang gadis 19 tahun dan bocah balita. Salvatore menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan untuk menahan emosinya yang berada di ambang batas.
"Turun ke ruang makan sekarang, sebelum aku berubah menjadi serigala yang akan menerkammu," ucap Salvatore dingin pada Kiyora. Tanpa menunggu balasan lagi, Salvatore berbalik dan melangkah lebar meninggalkan kamar tersebut, melampiaskan kekesalannya.
Pintu kamar tertutup dengan bunyi berderit pelan, meninggalkan suasana kamar yang mendadak hening.
Kiyora berkedip polos, lalu beralih menatap Milo yang masih nyengir di atas kasur. "Dia jelmaan serigala?" tanya Kiyora penasaran.
Milo mengibaskan tangan gembulnya dengan raut sok tahu. "Bukan, mucang kamplet kata om keleta api itu olang," ucap Milo santai.
Kiyora seketika meringis menahan tawa membayangkan Don Mafia yang ditakuti semua orang itu disamakan dengan musang oleh keponakannya sendiri.
__________________________
kiyora 😭