NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Siakan

Wanita Yang Kau Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Demi menepati janji masa lalu, Mahira memilih hidup sederhana dan menjadi istri yang berbakti bagi Ziko, seorang pengusaha sukses di Bandung.

Namun, ketulusan Hira justru dibalas dengan dinginnya sikap Ziko dan hinaan bertubi-tubi dari ibu mertuanya.

Hira kerap dianggap wanita tak berpendidikan yang hanya menjadi beban keluarga. Padahal, di balik layar, koneksi rahasia Hiralah yang membuat bisnis Ziko terus meroket.

​Penderitaan Hira mencapai puncaknya ketika sebuah kesalahpahaman sengaja diciptakan untuk menjebaknya. Saat Ziko terang-terangan melukai harga dirinya demi wanita lain, kesabaran Hira akhirnya habis. Ia memutuskan melangkah pergi dan menyetujui perceraian tanpa meminta harta sepeser pun.

​Kepergian Hira menjadi awal kehancuran dunia Ziko. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi asing, dan rahasia besar di balik sukses bisnisnya perlahan terbongkar. Di sisi lain, Hira bangkit menunjukkan identitas aslinya sebagai wanita berkelas dan berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Gaun Murah dan Celemek

   ​Kesibukan di kediaman Ziko sudah terasa sejak subuh. Hari ini adalah hari ulang tahun Bu Rani yang ke-lima puluh lima. Untuk merayakannya, Ziko menggelar pesta makan malam cukup mewah di area ruang tamu dan taman dalam rumah.

   Beberapa kolega bisnis Ziko, rekan kantor, serta kerabat dekat diundang untuk hadir. Ziko ingin menggunakan momentum ini untuk memperlihatkan citra keluarganya yang makin mapan sekaligus mempererat hubungannya dengan beberapa calon mitra kerja.

   ​Sejak pagi, Bu Rani sibuk bolak-balik di ruang tengah. Wajahnya tampak berseri-seri, dipenuhi rasa bangga. Apalagi Clarissa sudah membelikannya sebuah gaun malam berwarna ungu tua yang tampak mewah, terbuat dari bahan sutra impor dengan payet yang berkilauan di bagian dada.

   ​Sementara itu, Mahira sejak pagi sudah disibukkan dengan berbagai persiapan dapur. Ia menyiapkan seluruh bahan hidangan, memotong buah, hingga merapikan perabotan. Meski fisiknya lelah, raut wajah Mahira tetap datar. Tidak ada keluhan yang keluar dari bibirnya.

   ​Menjelang sore hari, ketika para tamu diperkirakan akan mulai berdatangan dalam dua jam ke depan, Bu Rani masuk ke area dapur belakang. Wanita tua itu membawa sebuah kantong plastik hitam kusam yang dilemparkannya ke atas meja pantry di depan Mahira.

   ​"Ini," kata Bu Rani dengan nada dingin. "Kamu pakai baju ini nanti untuk pesta malam."

   ​Mahira menghentikan gerakannya yang sedang mengelap piring. Ia memandangi kantong plastik hitam itu sejenak, lalu menatap Bu Rani dengan pandangan dingin.

   ​Mahira membuka kantong tersebut dan mengeluarkan isinya. Di dalamnya ada sebuah daster katun tipis berwarna hijau muda dengan potongan longgar yang sudah agak memudar warnanya. Baju itu dibeli dari pasar kaget dengan harga puluhan ribu rupiah.

   ​"Kenapa? Kamu tidak suka?" celetuk Bu Rani dengan senyum mengejek. "Baju itu sudah cukup bagus untuk kamu, Mahira. Jangan mimpi mau pakai baju mewah seperti Clarissa. Nanti kalau kamu pakai baju bagus, malah disangka nyonya rumah lagi. Kamu itu pantasnya pakai daster tipis begitu supaya tahu diri."

   ​Mahira tidak protes. Ia hanya melipat kembali baju katun murah itu dengan rapi. "Baik, Bu," jawabnya pendek.

   ​"Satu hal lagi," tambah Bu Rani, memajukan tubuhnya dan menunjuk wajah Mahira. "Nanti kalau acara sudah mulai, tugasmu hanya di dapur! Cuci piring, siapkan makanan yang kurang, dan pastikan tidak ada sampah menumpuk. Jangan berani-berani menampakkan wajahmu di ruang tamu depan para tamu Ziko. Saya tidak mau punya menantu kusam dan pembawa sial seperti kamu bikin malu keluarga di depan kolega bisnis Ziko!"

   ​"Iya, Bu Rani. Saya mengerti," balas Mahira. Suaranya terdengar datar tanpa beban, seolah instruksi yang sangat merendahkan itu tidak lebih dari sekadar urutan jadwal kerja biasa.

   ​Bu Rani mendengus puas melihat Mahira yang dianggapnya pasrah dan tidak berdaya. Ia merapikan gaun ungu mewahnya, lalu berbalik pergi meninggalkan dapur.

   ​Malam harinya, rumah Ziko tampak gemerlap. Lampu-lampu kristal dinyalakan, dan alunan musik instrumental lembut mengudara di seluruh ruangan. Para tamu yang hadir mengenakan pakaian terbaik mereka, berbincang ramah sambil menikmati hidangan pembuka.

   ​Ziko tampak gagah dengan setelan jas hitam. Di sampingnya, Clarissa berdiri dengan gaun malam berwarna merah hati yang anggun, sibuk mendampingi Bu Rani yang terus dipuji oleh para undangan. Clarissa bersikap sangat manis, bertindak seolah-olah dia adalah bagian dari keluarga tersebut dan nyonya rumah yang sebenarnya.

   ​"Wah, Bu Rani beruntung sekali punya calon menantu seperti Clarissa. Sudah cantik, pintar, dari keluarga terpandang pula," puji salah seorang rekan wanita Bu Rani di dekat meja prasmanan.

   ​Bu Rani tertawa lebar, merasa disanjung setinggi langit. "Ah, biasa saja, Jeng. Tapi ya memang Clarissa ini sudah seperti anak sendiri. Dia yang mengurus semua acara malam ini."

   ​Sementara di ruang depan penuh dengan tawa dan gemerlap cahaya, Mahira berdiri sendirian di dapur belakang. Ia sudah berganti pakaian mengenakan daster katun hijau tipis yang diberikan Bu Rani tadi sore, dilapisi celemek kain di bagian luarnya.

   ​Hawa di dapur terasa hangat dan agak pengap oleh uap piring-piring kotor dan tumpukan gelas bekas minuman tamu. Mahira sibuk membasuh gelas satu per satu. Tangannya yang halus dengan cekatan menggosok busa sabun tanpa henti.

   ​Pintu dapur mendadak terbuka. Ziko melangkah masuk dengan raut wajah agak tegang. Ia menutup pintu rapat-rapat agar tidak ada tamu yang melihat kondisi area belakang.

   ​Ziko menatap Mahira dari ujung kepala sampai ujung kaki. Melihat istrinya mengenakan daster murah yang memudar dengan celemek kusam di dapur, ada sedikit rasa tidak nyaman yang terlintas di hatinya. Namun, rasa gengsi dan amarahnya atas kejadian kemarin jauh lebih dominan.

   ​"Mahira," panggil Ziko dengan nada tegas namun pelan. "Ibu bilang kamu sudah tahu kan tugasmu malam ini?"

   ​Mahira tidak menghentikan bilasan airnya. Ia hanya menoleh sedikit. "Iya, Mas. Aku tetap di dapur."

   ​"Bagus kalau kamu sadar diri," kata Ziko dingin. "Acara malam ini sangat penting untuk nama baikku dan perusahaanku. Beberapa kolega dari sektor perbankan dan investasi hadir di depan. Aku tidak mau ada kekacauan sekecil apa pun. Jadi, tetap di sini dan selesaikan semua pekerjaan dapur sampai semua tamu pulang."

   ​Mahira mematikan keran air, lalu mengelap tangannya dengan kain kering. Ia menatap suaminya lurus dengan pandangan datar yang jernih.

   ​"Kamu tidak perlu khawatir, Mas Ziko. Aku tidak akan mengganggu acara malam ini," sahut Mahira datar.

   ​Ziko memperhatikan keheningan di mata istrinya. Tidak ada nada ketus, tidak ada keluhan, dan tidak ada lagi pandangan hangat yang dulu selalu ia dapatkan dari Mahira. Sikap datar Mahira yang konsisten ini jujur membuat Ziko merasa ada sesuatu yang asing, namun ia menepis perasaan itu.

   ​"Ya sudah. Cepat bereskan piring-piring itu," ujar Ziko singkat sebelum berbalik dan kembali ke ruang tamu yang ramai.

   ​Mahira kembali menyalakan keran air. Suara gemercik air yang mengalir mengiringi keheningan di dapur. Di balik gaun murah yang membalut tubuhnya dan status tempatnya yang dibuang ke area dapur belakang, tidak ada sebersit pun rasa hina yang dirasakan Mahira.

   ​Sebaliknya, ia merasa tempat ini adalah posisi terbaik untuk mengamati dari kejauhan. Semua kebohongan, kesombongan, dan rasa bangga yang sedang dipamerkan Ziko, Bu Rani, dan Clarissa malam ini hanyalah sebuah bangunan pasir di tepi pantai.

   Dan Mahira hanya perlu menunggu ombak kecil dari keputusan Grand Wijaya Group untuk menyapu bersih semuanya tanpa sisa.

1
Sri Rahayu
Ziko...Ziko....ini buah dari keserakahan, keegoisan dan ketololan mu Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Oke....
total 1 replies
Sri Rahayu
suka dgn tokoh Mahira...tegas tdk ada ampun utk Ziko /Good//Good//Good/ lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Mksh byk Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
Mahira sdh mulai mengeluarkan taringnya siap mengoyak Ziko, bu Rani dan Clarissa... lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
berpestalah kalian bertiga Ziko, bu Rani dan Clarissa...merayakan kebangkrutan Ziko 😇😇😇🤪🤪🤪...lanjut Thorf😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
lope lope utk Mahira /Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/.... dan vote utk Authorr...ditunggu lanjutan nya😘😘😘😘😘
Nasir: Makasih Kak...
total 1 replies
Sri Rahayu
suka ceritanya Thorr, lanjutin donk kepo ma si Ziko, mama nya n Clarisa setelah proposalnya ditolak....tetap optimis Thorr dan semangat selalu 😘😘😘😘😘
Nasir: Besok ya...
total 1 replies
Ika
luar biasa
Sri Rahayu
kehancuran menunggu mu Ziko 🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Besok ya.. m
total 1 replies
EVA OKTASARI
padahal ceritanya bagus lho thor,semangat thor sampai cerita tamat
Nasir: Entahlah Kak... tapi kenyataannya tdk banyak yg tertarik. Sedih sih. Bisa saja saya tamatkan di sini, tapi gak kontrak. Sebab klo dikontrakpun gak dpt apa2 selain dr pembaca. Pdhl udah sy usahakan boom bab, tp msh blm tercapai retensi. Semoga di bab 40 retensi tercapai...
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Lanjut kak Author ceritanya bagus kok sat set juga penyelesaiannya cepat, Tetap Semangat Jangan Pindah ke Tempat lainnya 🙏
Nasir: Makasih ya Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Tetap Semangat Melanjutkan ceritanya bagus tidak bertele2 kakak AUTHOR , ditunggu kelanjutannya ya 🙏
Nasir: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
asyikkk...Mahira uda nyuruh Jessi menolak proposal prshn Ziko...kebangkrutan akan Ziko rasakan bgt jg dgn nenek lampir yg sombong 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Ma Em
lama Thor Mahira keluar dari rumah Ziko , entah maunya Mahira apa msh tinggal dirumah Ziko meskipun selalu dihina dan dijadikan babu tiap hari
Nasir: Sabar ya Bun....
total 1 replies
Ma Em
kenapa sih Mahira msh mau bertahan dirumah Ziko dan rela dihina dan diinjak harga dirinya .
Sri Rahayu
Mahira keren...uda dihina, direndahkan tp tetap tenang...nunggu bom waktu yg akan diledakkan nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu: eh salah bukan Ardi tp Ziko...maaf salah sebut nama /Silent/
total 4 replies
Sri Rahayu
jgn tanda tangan proposal dr pershn Ardi...mereka bertiga jahat pd mu Mahira...biarkan saja prshn Ardi kolaps... lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mahira sdh terlalu lama kamu menyia nyiakan hdp mu msh juga mau bertahan dgn suami dan mertua yg selalu menghina dan merendahkan mu Mahira untuk apa Mahira bertahan tinggal bersama Ziko , lbh baik segera keluar dari rumah Ziko dan balas semua perbuatan Ziko , Bu Rani juga Clarisa .
Sri Rahayu
Ziko...Ziko dasar lk2 bodoh....bentar.lg kamu akan menikmati kebodohan mu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn diem aja Mahira...lawan dan hancurkan mereka bertiga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!