NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Sisi Lemah sang CEO dan Panik Berjamaah

Setelah insiden panjat pohon mangga di desa, Adrian berpikir tingkat kesabaran dan ketangguhan mentalnya sudah berada di level tertinggi. Namun, ia lupa satu hal: usia kehamilan Aura baru memasuki bulan kelima, dan hormon kehamilan istrinya masih menyimpan banyak kejutan tak terduga.

Pagi itu, area lantai teratas Gedung Vane Group yang biasanya hening dan profesional mendadak tegang. Bukan karena serangan siber atau krisis saham, melainkan karena kebiasaan baru Nyonya Utama Vane Group: Aura tidak mau dipisah satu meter pun dari Adrian.

Di dalam ruang rapat direksi yang megah, belasan petinggi perusahaan duduk dengan tegap. Adrian memimpin rapat di kepala meja dengan wajah tegas. Namun, tepat di kursi sebelah kanannya, Aura duduk rapat sampai lengan mereka bersentuhan.

Aura mengenakan gaun hamil berwarna krem yang anggun. Tangannya sejak tadi menggenggam erat ujung lengan kemeja hitam Adrian, sambil sesekali menyandarkan kepalanya di bahu tegap sang suami di tengah-tengah pemaparan laporan keuangan.

"Jadi, Tuan Vane... proyek ekspansi ke wilayah utara ditargetkan selesai dalam—" Pemapar materi dari dewan direksi mendadak menghentikan kalimatnya.

Aura tiba-tiba menguap kecil, lalu cemberut menatap sang pemapar materi dengan mata berembun.

"Bicaranya bisa agak pelan sedikit tidak?" tegur Aura dengan suara serak-serak basah khas orang mengantuk, tapi bernada manja. "Suaramu terlalu berat, bikin anak di perutku kaget..."

Direktur senior berkumis tebal yang sedang memapar materi itu langsung pucat pasi. Ia membungkuk panik seratus delapan puluh derajat. "M-mohon maaf yang sebesar-besarnya, Nyonya Muda! Saya akan pelankan suara saya!"

Adrian hanya bisa menahan senyum. Pria yang biasanya sangat dingin dan tanpa ampun di ruang rapat itu kini mengusap lembut kepala istrinya.

"Rapatnya diselesaikan via surel saja," perintah Adrian singkat kepada seluruh direksi. "Semua dokumen kirim ke sekretaris. Rapat dibubarkan."

Tanpa banyak bicara, belasan direktur senior langsung membereskan berkas mereka dan keluar ruangan secepat kilat, tak berani mengganggu kenyamanan sang Ratu.

Begitu ruangan rapat kosong, Adrian memutar kursinya menghadap Aura. "Kamu mengantuk, Sayang? Mau istirahat di ruangan pribadi di dalam?"

Aura menggeleng cepat, matanya yang bulat berkaca-kaca lagi. "Tidak mau..."

"Lalu mau apa, hm?" tanya Adrian sabar, tangannya mengusap pipi halus Aura.

"Mau dengar kamu nyanyi," rengek Aura polos.

Uhuk!

Adrian hampir tersedak ludahnya sendiri. "Nyanyi? Aura, kamu tahu sendiri kan suaraku kalau bicara saja sudah berat begini. Aku tidak bisa bernyanyi, Sayang."

Mendengar penolakan halus itu, pertahanan emosi Aura langsung runtuh seketika. Dua bulir air mata besar menetes dari matanya, bibirnya memanyun penuh rasa kecewa.

"Tuh kan... kamu berubah!" tangis Aura sesenggukan, bicaranya meluncur cepat dengan nada protes. "Dulu waktu lawan Lukas kamu turuti semua strategiku! Sekarang cuma minta dinyanyikan lagu pengantar tidur saja kamu tidak mau! Kamu sudah bosan ya sama aku yang makin gendut ini?!"

Melihat istrinya menangis dan mulai bicara sembarangan, kepanikan tingkat tinggi langsung menyerang Adrian! Sang CEO mafia yang tak pernah gemetar di depan laras senapan kini panik setengah mati.

"Bukan begitu, Sayang! Demi Tuhan, aku tidak pernah bosan!" seru Adrian panik. Pria itu langsung menarik Aura ke dalam pangkuannya, merangkul tubuh istrinya erat-erat sambil menghapus air matanya. "Baik, baik! Aku bernyanyi sekarang! Tapi jangan menangis lagi, ya? Kasihan matamu sampai merah begitu."

Aura menyeka hidungnya dengan tisu, menatap Adrian dengan mata berbinar pasrah. "Beneran mau nyanyi?"

"Iya, Beneran," pasrah Adrian.

Maka, di dalam ruang rapat direksi Vane Group yang bernilai triliunan rupiah itu, seorang CEO paling ditakuti di Asia Tenggara berdehem pelan, lalu mulai menimang istrinya sambil menyanyikan lagu anak-anak dengan suara bass-nya yang sangat berat dan agak kaku.

Aura tersenyum puas, menyandarkan kepalanya di dada bidang Adrian. Dalam hitungan tiga menit, napas Aura mulai teratur dan ia tertidur lelap di dalam pelukan hangat suaminya.

Adrian bernapas lega, menatap wajah tertidur istrinya dengan rasa cinta yang teramat dalam. Meski terkadang tingkah mengidam dan manja Aura membuatnya senam jantung, Adrian tak pernah merasa sebahagia ini sepanjang hidupnya.

Malam harinya di Mansion Vane.

Suasana tenang malam mendadak pecah ketika jam menunjukkan pukul dua dini hari!

Aura terbangun dari tidurnya, merasakan nyeri melilit yang cukup hebat di bagian perut bawahnya. Muka Aura memucat, ia memegang perutnya sambil menepuk-nepuk dada Adrian yang tertidur di sampingnya.

"A-Adrian... bangun..." bisik Aura gemetaran.

Adrian yang memiliki refleks tinggi langsung mengepalkan mata dan duduk tegap. "Aura?! Ada apa, Sayang?! Apa yang sakit?!"

"Perutku... perutku mules sekali, Adrian..." ringis Aura sambil memegangi perut lima bulannya.

Mendengar kata "mules", pikiran Adrian langsung berasumsi ke skenario terburuk! Tanpa memikirkan apa-apa lagi, sang penguasa mafia itu langsung panik luar biasa!

"Sopir! Tim Medis! Siapkan helikopter dan ambulans sekarang juga!" teriak Adrian bergema ke luar kamar sambil mengangkat tubuh Aura dalam papahan bridal style secara protektif.

Dalam waktu kurang dari dua menit, seluruh mansion gempar! Belasan pengawal berlarian di koridor, sirine kedaruratan medis mansion berbunyi halus, dan dokter pribadi keluarga Vane lari terengah-engah membawa peralatan medis lengkap ke kamar utama.

"Tuan Besar! Nyonya kenapa?!" tanya dokter pribadi dengan wajah pucat melihat bos besarnya menatapnya dengan aura membunuh karena panik.

"Perutnya mules! Periksa sekarang! Kalau sampai terjadi apa-apa dengan istri dan anakku, kamu aku pecat!" gertak Adrian dengan napas memburu.

Dokter pribadi itu dengan tangan gemetaran langsung memeriksa perut Aura, mengecek denyut nadi, dan menggunakan stetoskop. Sementara Adrian berdiri di samping ranjang sambil memegang tangan Aura erat-erat, dahinya dipenuhi keringat dingin.

Setelah dua menit pemeriksaan yang menegangkan... raut wajah dokter pribadi itu berubah samar, dari tegang menjadi agak canggung.

"Bagaimana, Dokter?! Kenapa diam saja?!" desak Adrian garang.

Dokter itu berdehem pelan. "Anu... Tuan Besar..."

"Apa?!"

"Nyonya Muda... sebenarnya tidak apa-apa," terang dokter dengan hati-hati. "Perut mules yang dirasakan Nyonya hanya efek dari kontraksi palsu akibat asam lambung dan terlambat buang air besar. Sepertinya Nyonya tadi malam makan buah mangga muda terlalu banyak."

Keheningan seketika melanda seluruh kamar utama.

Belasan pengawal yang berdiri di depan pintu saling pandang. Adrian mematung di tempat, matanya berkedip lambat menatap sang dokter, lalu beralih menatap Aura di atas ranjang.

Aura yang tadinya ringis-ringis mendadak menutup wajahnya dengan kedua tangan, pipinya membara merah padam karena malu luar biasa!

"M-mangga muda...?" gumam Adrian tak percaya.

"Iya, Tuan... Nyonya hanya butuh minum air hangat dan pergi ke toilet," jawab dokter sambil menunduk menahan senyum.

Setelah dokter dan para pengawal keluar ruangan dengan napas lega, kamar utama kembali hening.

Aura pelan-pelan membuka telapak tangannya, mengintip Adrian yang masih berdiri tegap di samping ranjang dengan kemeja tidur yang agak kusut.

"Adrian... maaf ya..." cicit Aura polos dengan suara sangat pelan, bicaranya tidak gencar lagi seperti biasanya. "Aku kira tadi bayinya mau keluar..."

Adrian menatap istrinya beberapa saat. Kepanikan hebat yang baru saja melanda dadanya perlahan berganti menjadi rasa gemas yang luar biasa tak tertahankan.

Adrian mengembuskan napas panjang, lalu merebahkan tubuhnya di samping Aura dan menarik istrinya ke dalam pelukan hangatnya.

"Kamu ini benar-benar ya, Nyonya Vane..." bisik Adrian sambil terkekeh renyah di dekat telinga Aura, mengecup pipi merona istrinya berulang kali. "Bikin seluruh isi mansion dan pasukan keamanan hampir serangan jantung di tengah malam."

Aura menyembunyikan wajah malunya di dada bidang Adrian, menyelimuti tubuh mereka berdua. "Kan aku tidak tahu kalau sakit perut mangga rasanya mirip begitu..."

Adrian tertawa lepas, sebuah tawa bahagia yang menggema lembut di dalam kamar malam itu. Pria itu mempererat dekapannya, mengusap perut Aura dengan kasih sayang yang tak terbatas.

Tak peduli seberapa kacau dan konyolnya hari-hari yang mereka lalui, selama ada Aura di pelukannya, hidup Adrian terasa sangat sempurna.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!