agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
failed
mom bagaimana ini, kita bangkrut, aku tak ingin hidup susah mom....clara menghentak-hentakkan kakinya.
diamlah clara! " teriak mommy jenar
bukannya mencari solusi kau malah membuat mom pusing, fadli keruangan sekarang ada yang perlu kita bicarakan.
"baik nyonya", ucap fadli sambil membungkukkan kepalanya.
mereka melangkah menuju ruangan Ceo, "fadli menurutmu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"
tak ada cara lain selain kita menjual perusahaan ini nyonya, untuk membayar gaji karyawan dan membayar ganti rugi para investor
jadi menurutmu tak ada harapan lagi perusahaan ini akan bangkit? "mom jenar mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja".
tak ada nyonya. "ucap fadli meyakinkan"
carila pembeli yang mau membeli harga perusahaan ini dengan harga yang lumayan tinggi, agar semua dapat tertutupi.
baik nyonya, tapi ada masalah yang harus anda hadapi sekarang nyonya, para investor sudah mengetahui semuanya, sekarang mereka ada di ruang rapat menanti keputusan anda nyonya.
baiklah sekarang kita ke ruang rapat. "mom jenar menatap nanar seluruh ruangan yang dihuninya selama beberapa tahun ini, dia akan kehilangan semuanya". dia belum beranjak dan kemudian menghela nafas berat.
fadli menurutmu apa ada seseorang yang berniat menghancurkan perusahaan ini?
mungkin nyonya, saya sudah berusaha nyonya tetapi alamat IPnya bukan di indonesia.
hah! apa-apaan ini, siapa yang ingin menghancurkanku, apa mungkin itu lea? tapi mana mungkin lea berani melakukan itu.
nona lea, ya nona lea tak mungkin melakukan itu, harusnya perusahaan ini yang menjalankan nona lea, bukan nenek sihir ini, anda dimana nona, perusahaan ini sekarang sudah diujung tanduk. "fadli bergumam dalam hati".
fadli segeralah tawarkan perusahaan ini, dan yang memberikan nilai tertinggi yang mendapatkannya.
baik nyonya, segera saya beri tahu nanti hasilnya
hm..jawab mom jenar singkat
mari keruang rapat, mereka tiba diruang rapat, suara riuh para investor menunggu nyonya jenar dengan keputusannya, "selamat siang semua, saya yakin hadirnya kalian disini karna telah mengetahui situasi perusahaan, saya tau kondisi perusahaan sedang tidak baik-baik saja, tapi jangan khawatir, kami akan mengembalikan investasi yang telah kalian tanamkan diperusahaan ini".
"apa kau yakin mampu mengganti semua investasi kami nyonya" ucap salah satu investor
"ya nyonya bisakah anda menjaminnya" investor lainnya menambahkan.
ya kami akan mengembalikan semua investasi kalian, dengan cara menjual perusahaan ini. nyonya jenar berusaha meyakinkan mereka kalau dengan cara itu mampu menutupi seluruh biaya yang harus dibayarkan.
"baiklah kami akan tunggu, semoga semua cepat terselesaikan nyonya", ucap para investor
rapat ditutup dan para investorpun telah meninggalkan ruang rapat
aku pulang kepalaku rasanya pusing, aku ingin istirahat, clara ayo kita pulang, kita bicara dirumah.
ya mom, mari kita pulang. clara menuntun sang mommy yang terlihat memegangi kepalanya terus.
fadlipun menawarkan nugraha corp melalui situs internet dan berharap segera terjual untuk menutup kerugian para investor.
di belahan bumi yang lain sikembar terbangun dari tidur lelapnya.
agam cepat bangun ayo kita lihat ada berita apa pagi ini dijakarta?
"agler menggoyangkan lengan kembarannya".
hm...berisik, heboh sekali..."ucap agam dengan suara seraknya khas bangun tidur".
cepatlah sedikit...kenapa kau lelet sekali..agler menarik lengan agam supaya beranjak dari tempat tidurnya.
"aish anak ini, bukankah kau bisa membukanya sendiri, kenapa mengusikku" agam kesal kepada saudara kembarnya.