Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Kania terkejut dan dia tidak menyangka akan bertemu dengan Erlan di acara pesta ini.
"Kania, aku minta maaf Kania!" Erlan berkata dengan lirih.
Erlan maju ingin mendekati Kania, tapi Kania dengan cepat menghindar. Kania lalu menangkup kan kedua tangan nya di depan dada.
"Tolong jaga jarak mas, kota bukan mahram!" Kania berkata dengab tegas.
"Kania, aku tahu aku salah Kania, tolong maafkan aku!" Erlan memohon pada Kania.
Pal Rama dan bu Sarah maju, mereka menghalangi Erlan untuk menyentuh Kania. Tapi Erlan tidak mau menyerah begitu saja, dia ingin meraih tangan Kania. Bu Sarah dengan cepat menepis tangan Erlan, dan setelah itu tangan nya terayun kr arah pipi Erlan.
Plaaakkkk.
Sebuah tamparan dari bu Sarah mendarat di pipi Erlan, bu Sarah sudah sangat geram dengan laki - laki yang memperlakukan putri nya dengan sangat buruk selama ini.
"Apa belum cukup kau membuat putri ku menderita selama ini? Kau membuang nya seperti sampah demi wanita lain, dan selarang dengan berani nya kau ingin menyentuh putri ku!" Bu Sarah berkata dengan nada yang berapi - api.
"Pak, bu, saya tahu saya salah, tolong maafkan saya. Saya sudah menyadari semua nya, saya berjanji bahwa saya akan menjaga Kania dengan baik!" Erlan memohon pada orang tua Kania.
"Erlan, acara akan segera di mulai. Tolong menjauh lah dari putri saya!" Pak Rama berkata dengan tegas.
Pak Rama segera mengajak anak dan istri nya pergi ke depan, di mana meja dan kursi khusus untuk mereka sudah di siap kan. Setelah Pak Rama dan keluarga nya pergi, Papa Beni mengajak anak dan istri nya duduk di tempat khusus para tamu undangan yang lain nya.
Di sana juga hadir Tuan Andre dan Nyonya Lila bersama putri mereka, Wina. Mereka mencari kesempatan untuk mendekati Pak Rama dan keluarga nya. Sementara Wina, mata nya fokus pada Erlan dan keluarga nya, dia mencari - cari celah untuk mendekati Erlan.
"Bapak ibu, para hadirin sekalian. Selamat datang di acara pesta penyambutan ini, kami persiapkan pada yang punya hajat untuk naik ke panggung menyampaikan sedikit pepatah nya!" MC meminta pak Rama dan bu Sara naik ke panggung.
Pak Rama dan bu Sarah segera naik ke atas panggung, lampu sorot mengarah kepada kedua nya. Semua mata memandang ke arah mereka, penguasa dunia bisnis saat ini.
"Selamat malam semua nya, di sini saya dan istri saya mengundang kalian semua untuk merayakan kembali nya putri saya yang hilang 25 tahun yang lalu. Kami ingin berbagi kebahagiaan yang tengah kami rasakan, kami juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar - besar nya pada Abah Muis dan Umi Latifah yang sudah merawat, menjaga dan membesar kan putri kami dengan sangat baik!" Pak Rama menghentikan ucapan nya.
Lampu sorot beralih pada Kania dan orang tua angkat nya, kini semua orang melihat sendiri wajah pewaris dari semua harta kekayaan pak Rama dan bu Sarah.
Wina yang melihat nya langsung menutup mulut nya dengan tangan nya, dia sangat terkejut dan syok saat menyadari bahwa Kania putri pak Rama adalah Kania yang sama dengan istri nya Erlan.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Wanita kampungan itu adalah putri nya pak Rama!" Wina menggelengkan kepala nya.
"Ada apa Wina?" Tanya Tuan Andre sambil mengernyitkan dahi nya.
"Dia,,, dia adalah istri nya mas Erlan, Pa!" Jawab Kania dengan suara lirih.
"Apa? Benarkah itu?" Tanya Nyonya Lila tidak percaya.
"Iya Ma, dia adalah Kania istri nya mas Erlan. Tapi kenapa mas Erlan tidak pernah cerita pada ku? Ini tidak bisa di biarkan, jadi ini lah sebab nya sikap mas Erlan pada ku berubah!" Wina mengepal kan tangan nya dengan geram.
"Pa, lakukan sesuatu Pa. Aku tidak rela mas Erlan kembali pada Kania, mas Erlan hanya milik ku, milik ku,,,,!" Wina berkata pada Tuan Andre.
"Wina benar Pa, kehadiran wanita itu telah membuat posisi Wina terancam. Erlan tidak akan pernah memilih Wina, jika wanita itu masih hidup. Lagian Papa kan ingin menghancurkan pak Rama, maka lenyap kan putri nya. Kali ini Rama dan Sarah tidak akan bisa bangkit lagi!" Nyonya Lila mulai menghasut suami nya.
"Papa tidak akan membiarkan semua itu terjadi, Ma!" Ucap Tuan Andre dengan geram.
Saat semua mata tertuju pada Kania dan orang tua nya, Tuan Andre beserta anak dan istri nya malah sibuk merencanakan kejahatan terhadap Kania. Tapi ada satu hal yang tidak mereka sadari, bahwa semua orang yang hadir di sini sudah di awali sejak awal.
Percakapan kedua nya terekam dengan jelas, karena setiap meja yang di tempati oleh para tamu sudah di lengkapi alat penyadap di bawah nya. Orang - orang pak Rama sudah bersiap di segala sisi.
Sementara itu, Baron orang suruhan nya Tuan Andre saat ini tengah menyamar sebagai pelayan di hotel ini. Dia menyekap seorang petugas catering di suatu tempat, dan dia mencuri semua identitas nya. Tidak hanya itu, Baron juga menggunakan sebuah topeng silikon dengan wajah petugas yang dia sekap tadi.
"Kalian tenang saja, Baron tidak akan gagal malam ini!" Tuan Andre berkata pada anak dan istri nya.
Nyonya Lila dan Wina tersenyum puas, mereka semua sangat yakin bahwa sebentar lagi Kania akan tiada. Mereka sangat yakin, kali ini orang tua nya tidak akan bisa bertahan lagi jika kehilangan putri nya untuk yang kedua kali nya.
Sementara itu, ada seorang gadis kecil yang ikut orang tua nya di dalam pesta ini. Tadi di dalam perjalanan, gadis kecil itu ngamuk minta di belikan seekor Marmut. Sehingga mau tidak mau orang tua nya membeli nya, gadis itu duduk dengan anteng sambil memeluk Marmut lucu itu.
Tapi tiba - tiba Marmut itu melompat, dan pergi. Gadis kecil itu bergegas mengejar nya. Marmut itu berlari dengan cepat memasuki ruangan khusus catering, gadis itu menyusul nya.
"Di mana kau sembunyi?" Tanya gadis kecil itu dengan cemas.
Dia mulai menangis mencari binatang lucu itu, para petugas yang bertugas di sana mendekati nya dan menanyakan sesuatu pada nya.
"Adik manis, kenapa kau menangis?" Tanya seorang wanita di sana.
"Marmut ku hilang, tadi bia berlari ke sini!" Jawab gadis kecil itu sambil menangis.
Semua orang di sana mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, dan tiba - tiba seseorang melihat makhluk lucu dan menggemas kan itu sedang menikmati kacang potong di sebuah meja dorong.
"Itu dia!" Ujar salah seorang petugas catering.
Petugas catering itu lalu segera menangkap Marmut itu dan menyerahkan nya pada gadis kecil itu.
"Ini sayang, tolong jaga dengan baik ya!" Ujar petugas itu sambil menyerahkan Marmut itu.
"Terima kasih!" Jawab gadis kecil itu dengan wajah bahagia.
Gadis itu mengelus kepala Marmut nya, dia lalu berjalan keluar. Tapi baru beberapa langkah tiba - tiba Marmut itu kejang dan meninggal.
"Hei, kau kenapa?" Tanya Gadis kecil itu dengan panik.