Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Malam ini, Eliano berusaha keras menghubungi satu persatu pengusaha yang dia kenal, menjelaskan kondisi Perusahaan Buana, dan berusaha meyakinkan mereka untuk mau menanamkan modal sebagai investor baru.
Tiba-tiba, Eliano teringat dengan ayahnya. Dia mengetahui bahwa ayahnya dulu pernah memiliki banyak kenalan dikalangan pengusaha, dia sangat yakin pasti ayahnya akan membantunya.
"Besok, aku akan menemui ayah. Aku sangat yakin, ayah pasti memiliki banyak kenalan pengusaha yang mampu menyaingi Pratama Group."
Setelah bertemu dengan Abian, dia menjadi tidak tenang saat teringat dengan kata-kata Abian yang akan membuat Devina mengandung anaknya. Dia tidak akan pernah membiatkan hal itu terjadi.
Dia tidak akan pernah memaafkan Abian jika sampai pria itu berani menyentuh Devina.
...****************...
Sementara itu, di Mansion Pratama.
"Selamat menikmati mandi malammu, Devina," ucap Abian sambil tertawa puas saat melihat Devina yang tergelincir dan jatuh ke dalam kolam renang.
Abian pun membalikkan badan, hendak masuk kembali ke dalam mansion. Namun, langkah kakinya tiba-tiba terhenti saat menyadari Devina belum juga naik ke tepi kolam.
Apakah mungkin gadis itu tidak bisa berenang?
Abian segera berlari mendekati kolam. Dia melihat Devina yang sedang meronta-ronta di dalam air kolam. Seolah sedang berjuang mati-matian agar tidak tenggelam.
"Aishh!" Pria itu mendesis kesal.
Tanpa berpikir panjang, dia langsung menjatuhkan dirinya ke dalam kolam untuk menolong gadis itu.
Byur!
Abian segera berenang mendekati Devina, mengulurkan tangannya untuk menarik Devina ke tempat yang aman. Namun, tiba-tiba Devina segera berdiri di dalam air kolam, dia tertawa terbahak-bahak.
Ternyata, Devina sengaja melakukannya untuk membalas perlakuan Abian kepadanya. Gara-gara Abian, dirinya terjatuh ke dalam kolam.
"Jadi kamu mengerjaiku?" tanya Abian dengan nada kesal, menyadari dirinya telah tertipu.
"Kamu duluan yang memulai, gara-gara kamu aku kecebur ke dalam kolam ini. Anggap saja semuanya impas. Satu sama," balas Devina dengan santai. Tanpa merasa berdosa sama sekali.
Abian tidak menjawab sepatah kata pun. Dia hanya menatap dingin pada Devina, sangat merasa dipermainkan.
Devina pun membalas tatapan itu sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit. "Selamat menikmati mandi malammu, Abian Pratama."
Setelah melontarkan kata-kata itu, Devina segera berjalan membelah air menuju tepi kolam untuk naik ke atas. Namun, lengannya tiba-tiba ditarik kuat oleh Abian. Gerakan itu membuat Devina kehilangan keseimbangan tubuhnya, menubruk dada bidang pria itu.
"Abian..."
Devina hendak protes, tapi perkataannya dipotong oleh Abian.
"Kali ini aku tidak main-main. Aku benar-benar akan menghukummu, Devina," ucap Abian dengan suara serak.
Jantung Devina berdebar kencang saat mendengar perkataan pria itu. Apalagi saat melihat bagaimana cara pria itu menatapnya. "Ma-maksud kamu apa..."
Ucapan Devina terhenti, dia membelalakan mata saat Abian tiba-tiba merengkuh pinggangnya, meraup bibir Devina.
"Mmhhh..."
"Mmhhh..."
Devina mencoba untuk memberontak, mendorong dada Abian. Tapi tenaga pria itu sangat kuat, justru ciuman Abian semakin dalam.
Ciuman Abian semakin menuntut. Dia menekan pinggang Devina, membuat tubuh mereka menempel tanpa celah, hingga tubuh mereka yang sangat dingin merasakan gelayar panas.
Pelahan, dorongan tangan Devina pada dada Abian semakin melemah, seakan dia mulai terbuai dengan ciuman panas pria itu. Apalagi udara malam ini begitu dingin, seakan mereka membutuhkan kehangatan.
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡