Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Postingan Bella yang sedang olahraga pagi ini mendapat banyak pujian dari pengikut media sosialnya.
"Mereka ini sebenernya ngapain sih?" batin Bella ketika sedang membaca beberapa komentar.
Ting! Ponsel Anya berdering.
"Ketemu yuk" - Anya
"Kapan?" - Bella
"Hari ini?" - Anya
"Jam berapa?" - Bella
"Bebas. AKu udah resign" - Anya
"Tiba-tiba resign, tiba-tiba di luar negeri. Serba tiba-tiba banget kehidupan Anya" gumam Bella
"Oke. Kita lunch ya?"- Bella
"Deal" - Anya
Bella yang sudah menyelesaikan olahraga paginya, ia meninggalkan tempat tersebut dan kembali kerumah. Bella juga tidak lupa mengirim pesan kepada Alan jika ia sedang dalam perjalanan kerumah.
"Oke sayang" - Alan
"Dan aku mau ketemu Anya" - Bella
"Jam berapa?" - Alan
"Siang, mau lunch sama Anya" - Bella
"Oke sayang. Careful" - Alan
Alan membaca kembali pesan Bella, ia bahkan tidak tahu siapa saja yang ada di hidup Bella. Ia hanya tahu nama-nama orang yang Bella sebutkan, tapi sekalipun Alan tidak pernah bertemu.
"Kasihan Bella, mungkin sesekali aku harus menemui teman dekatnya" Gumam Alan
.
.
"Bell, info loker" ucap Anya
"Belum ada Anya. Kamu kenapa resign?"
"Gak cocok aja sama staff lain"
"Dimanapun kita kerja, aku rasa masalah itu pasti ada Nya"
"Ini terlalu toxic Bell. Bahkan personal life seseorang di ubek-ubek di bahas di morning briefing. Wtf"
"Oh, kalau itu keterlaluan sih. Sorry Anya"
"Makanya aku pilih resign Bell, aku udah mau cari kerjaan lain"
"Nafas dulu Nya, jangan buru-buru. Nikmatin menjadi pengangguran"
"Sesat nih perempuan, kita hidup pake apaan?"
"Kamu kan tinggal sama orangtua, kenapa pusing? Pacar kamu juga masih kasih uang"
"Hehe... Iya sih"
"Mall ini nyaman loh Nya. Kenapa kamu malah cari yang jauh"
"Bosen Bell, mall ini oke sih sebenernya"
"Belanja deh yuk" "Belanja apa lagi?" "Make up mungkin"
Bella menarik tangan Anya, mereka menuju store makeup kemudian mereka mulai memilih shade makeup sesuai dengan tone kulit mereka. Saat Bella sedang mencari-cari makeup brand lain, ia sangat terkejut karena melihat Tevy bersama dengan pria. Dan kali ini Tevy tidak menggunakan kursi roda.
Bella segera menghindari pandangan Tevy karena mereka pernah bertemu sebelumnya dan ia hawatir jika Tevy masih mengingat Bella.
Setelah berhasil menjauh dari Tevy, Bella mengambil ponselnya dan kemudian merekam apa yang ia lihat.
Setelah mengambil foto dan vidio yang menunjukan jika itu Tevy bersama pria lain, Bella segera menyimpan foto dan vidio tersebut. Kemudian ia mengaktifkan kameranya dan berjalan menuju brand makeup lain untuk mendekat kearah Tevy.
"Sayang, kamu yakin ALan gak akan curiga sama kamu?"
"Gak, dia cuma sibuk kerja. Lagian aku bilang hari ini terapi, jadi gak ada salahnya kan? Dan lagi dia mau bawa aku ke dokter lain, aku harus gimana sayang?"
"Dokter? Siapa nama dokternya, aku bisa bantuin kamu kalau aku tahu"
"Masalahnya ini di luar negeri, waktu dia lagi business trip dia dapat contact dokter itu"
"Kamu cari tahu namanya, nanti aku usahain bantu kamu"
"Janji?"
"Janji sayang"
Bella mengambil beberapa makeup kemudian meninggalkan Tevy dan pria tersebut lalu menuju kasir dan segera membayarnya.
"Jadi selama ini Tevy gak lumpuh? tapi kenapa?" batin Bella
"Bell, mikirin apa? Serius banget"
"Gak Nya, lagi kepikiran kerjaan aja. Kita kemana lagi setelah ini?"
"Kemana ya, makan?"
"Boleh"
Bella mengikuti Anya dari belakang. Bella tidak bisa menahan lagi tentang apa yang ia lihat, lalu Bella memutuskan untuk menghubungi Alan dan mengajaknya bertemu malam ini.
"Malam ini gak bisa sayang, Tevy udah buat janji dinner sama orangtuanya" - Alan
"Oke, next time aja" - Bella
"Kamu gak marah kan?" - Alan
"Gak sayang, relax" - Bella
"Aku gak tahu gimana reaksi kamu setelah lihat semua ini" batin Bella
Setelah menikmati harinya bersama dengan Anya, Bella kembali kerumah. Semua pembantuna sudah pulang, Bella masuk ke dalam kamar lalu segera mandi dan kembali melihat beberapa foto dan vidio yang ia ambil.
"Apa alasan Tevy melakukan ini? Bukannya dia cinta banget sama Alan" gumam Bella
Dan benar saja, saat Bella mulai stalking akun Tevy, ia dan Alan sedang menikmati makan malam keluarga. Ia melihat ada orangtua Alan dan juga orangtua Tevy bersama mereka.
Bella seketika merasa sedih, karena ia akan tetap menjadi bayangan diantara mereka, Bella tidak nyata, Bella hanya sesuatu yang tidak akan pernah bisa diakui.
Lamunan Bella berakhir begitu saja ketika mendengar ponselnya berdering.
"Iya Ma?" - Bella
"Bella, Nanda sepertinya akan cari pekerjaan di kota, mungkin kamu bisa sharing tempat tinggal?" - Santi
"Ma, tapi aku tinggal sama Anya. Dengan sikap Nanda yang seperti itu, aku gak mau pusing" - Bella
"Mama tahu Bella, tapi dia adik kamu" - Santi
"Aku akan bantu carikan tempat tinggal, dan bantu biayanya. Tapi aku gak bisa tinggal sama Nanda, Ma" - Bella
"Iya mama mengerti, nanti Mama coba bicara sama Papa ya" - Santi
"Iya Ma"
Tut! Telepon di matikan
"Ngapain dia pake acara ke kota segala" gerutu Bella