NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 Jalan Berdarah Menuju Pesisir

Roda-roda besar berbahan karet tebal dilapisi baja milik kendaraan taktis Thomas menggerus aspal jalan raya yang retak. Mesin diesel berdaya tinggi meraung halus namun bertenaga, membelah kesunyian kota yang telah mati.

Di sepanjang jalan utama menuju pesisir pantai, pemandangan hancur peradaban terhampar mengerikan. Mobil-mobil pribadi saling bertabrakan dan hangus terbakar, meninggalkan rangka besi hitam yang mengepulkan asap tipis. Ceceran bagian tubuh manusia yang membusuk dikerumuni lalat, sementara belasan zombie yang mendengar derum mesin kendaraan Thomas berusaha mengejar dari belakang dengan pergerakan kaku.

BAM! BAM!

Bemper baja bagian depan kendaraan taktis Thomas menghantam tiga zombie manusia yang menghalangi jalan tanpa melambat sedikit pun. Tubuh monster-monster itu terlempar belasan meter, hancur berkeping-keping menghantam tiang listrik.

Di balik kaca depan berarmor tahan peluru, mata Thomas menatap lurus ke depan dengan ketenangan yang dingin. Efek Evolusi Tier 2 membuat persepsi visualnya terhadap kecepatan meningkat pesat; setiap rintangan di jalanan, sudut kendaraan yang terbakar, dan pergerakan zombie di pinggir jalan dapat ia kalkulasikan hanya dalam hitungan milidetik.

Namun, semakin mendekati area pesisir pantai, medan pertarungan mulai berubah secara dramatis.

Bau udara yang tadinya beraroma asap gosong dan darah busuk perlahan berganti menjadi aroma amis garam yang teramat sengit dan pekat. Kabut tebal berwarna kebiruan berhembus dari arah laut, menyelimuti jalanan pesisir hingga jarak pandang berkurang drastis menjadi hanya sepuluh meter.

KRAAAK!

Mendadak, bagian depan kendaraan taktis Thomas bergoyang hebat! Ban depan sebelah kiri menghantam sesuatu yang keras dan meliuk di atas aspal.

Thomas menginjak rem dengan cekatan. Kendaraan taktis itu berhenti presisi di tengah persimpangan jalan pantai yang sepi. Ia tidak langsung keluar, melainkan menyapu pandangannya ke sekeliling melalui monitor kamera luar kendaraan.

Di atas aspal yang basah oleh air laut, tergeletak bangkai seekor ular laut raksasa sepanjang delapan meter yang kepalanya telah hancur terlindas roda militernya. Namun yang membuat pupil mata Thomas memicing bukanlah ular tersebut, melainkan ceceran lendir tebal berwarna hijau menyala yang melapisi seluruh jalanan di depannya.

Lendir itu seperti asam pekat—membuat aspal jalanan meleleh tipis dan mengeluarkan asap berbau menyengat.

GGRRRRR-SZZZZT!

Suara desisan aneh yang melengking bersahutan dari balik pepohonan bakau (mangrove) di pinggir pantai. Dari dalam kabut laut yang pekat, bermunculan sosok-sosok yang sangat jauh dari bentuk manusia biasa.

Itu adalah mutasi dari Kepiting Bakau dan Belut Moray.

Kepiting-kepiting mutan itu berukuran sebesar mobil sedan kecil, dengan cangkang berlapis duri tajam berwarna hitam kecokelatan dan sepasang capit baja yang sanggup memotong tiang besi. Sementara belut-belut laut itu bergerak merangkak menggunakan lipatan kulit perutnya, memamerkan taring-taring melingkar yang meneteskan lendir racun berasam tinggi.

"Ekosistem pesisir sudah sepenuhnya bermutasi..." gumam Thomas. Senyum dingin terukir di balik maskernya.

Bukannya merasa takut, darah pemburu di dalam tubuh Thomas justru berdesir hangat. Di mata manusia biasa, tempat ini adalah neraka mutlak di mana kematian menanti di setiap sudut. Namun di mata Thomas, setiap monster mutan ini adalah wadah kristal kekuatan yang akan membawanya ke puncak hirarki dunia baru.

Ia tidak mematikan mesin kendaraannya. Thomas meraih sepasang machete baja perisai hitamnya dari punggung, memastikan speargun pneumatik di pahanya terkunci sempurna, lalu menekan tombol pembuka pintu armor samping.

KLIK... BZZZT!

Thomas melangkah keluar dari kendaraan taktisnya, menjejakkan sepatu bot militernya ke atas aspal yang berlendir. Bilah-bilah parang hitamnya berkilat dingin menembus kabut biru pantai.

"Mari kita lihat seberapa tangguh cangkang kalian di hadapan baja dan kekuatan Tier 2," bisik Thomas dingin, memutar sepasang parang di kedua tangannya dan bersiap membuka jalan berdarah menuju bangunan raksasa Akuarium Fujimi yang megah di balik kubah pantai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!