-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tujuh
"tapi ini nanggung Mah" sela Jeslyn.
"udah gakpapa, ini sama Mamah aja dilanjutinnya" ujar Agatha, Jeslyn pun menyerah dia langsung berjalan menuju kamar tamu.
toktoktok
"kalian bangun" ucap Jeslyn sedikit teriak. Dan untung saja mereka itu gak kebo, jadi Jeslyn tak perlu repot-repot untuk teriak serta memukul mereka.
"nanti langsung ke kamar aku aja ya buat mandi sama ganti bajunya" kata Jeslyn.
"iya Jes,maaf ya jadi ngerepotin" ujar Manda.
"enggak apa-apa, yaudah aku mau bangunin Papah aku dulu ya kalian kalau udah beres langsung ke ruang makan buat sarapan" ucap Jeslyn panjang x lebar. Dia pun langsung melangkahkan kakinya lagi menuju kamar orang tuanya yang berada di sebelah kamarnya.
toktoktok
"Papah bangun Pah" panggil Jeslyn dari luar kamar. Karena tidak ada jawaban dari sang Papah dia pun masuk ke dalam kamar orang tuanya itu dan terlihatlah sang Papah yang masih tergelung selimut di badannya.
"Papahhhhhhhh" teriak Jeslyn sambil menggoyangkan badan Papahnya itu.
"hmm,,, iya iya Papah bangun ini" ujar Alderich seraya bangun dari tidurnya.
"yaudah Jeslyn kebawah dulu ya Pah" pamit Jeslyn tak lupa dia mencium pipi Alderich.
"iya sayang" balas Alderich.
Jeslyn pun melangkahkan kaki nya menuju arah tangga tetapi sejenak dia urungkan karena ingin melihat teman-temannya dulu.
"hai... mana Manda?" tanya Jeslyn ke Sinta yang sedang menonton Tv.
"eh Jejes. Manda lagi Mandi, jadi Sinta nungguin dia padahal udah hampir setengah jam dia mandi" ucap Sinta ke Jeslyn.
cklek
"lama banget sih man" dumel Sinta.
"iyaiya maaf, yaudah sana mandi" ujar Manda, Sinta pun langsung memasuki kamar mandi milik Jeslyn.
"oh iya Jes, lu ikut ke kampus apa enggak?" tanya Manda
"enggak deh kayaknya, aku ada rapat penting" jawab Jeslyn.
"yahhh,,,, padahal gua pengen disemangatin sama lu" ucap Manda dengan raut sedihnya.
"maaf ya Manda, bukannya aku gak mau tapi ini penting banget" ucap Jeslyn.
"iya deh gakpapa, di ajarin lu aja gua udah berterimakasih sama semangat kok" ujar Manda dengan raut muka kembali ceria.
"emm... betewe baju gua sama Sinta yang kemarin kemana Jes?" tanya Manda.
"emmm... kayaknya udah dicuci sama maid deh, yaudah kalian pakai baju aku aja, tapi nunggu Sinta ya biar dia gak kebingungan nyari kita" kata Jeslyn.
"inget ya Manda, kuncinya cuman satu jangan gugup. Sekali kamu gugup semua yang udah di hafalin pasti bakalan susah ingatnya. Semangat!!!" ucap Jeslyn memberi semangat ke Manda.
"iya siap!!!!!!! Semangat Manda!!!" ucapnya lebih tepatnya kayak teriak.
"ada apaan sih? Gak ngajak-ngajak nyebelin" kata Sinta mengagetkan kedua manusia itu.
"udahselesai lu mandinya?" tanya balik Manda yang membuat Sinta mendelik sinis.
"belum, gua masih sampoan" jawab Sinta ngasal, Jeslyn yang mendengarnya pun
tertawa.
"hahaha.... yaudah ayuk kalian ganti baju" ujar Manda, dan dia langsung melangkahkan kakinya menuju salah satu pinta yang ada di kamarnya.
Saat dibuka terpampanglah banyak pakaian, tas, sepatu, serta aksesoris lainnya.
"anjir! Surganya cewek" gumam Sinta, kalau Manda dia biasa aja karena punya dia juga gak kalah besar dari punya Jeslyn.
"yaudah kalian pilih aja baju yang pengen kalian pakai" ujar Jeslyn, Sinta dan Manda pun langsung memilih pakaian yang sekiranya cocok mereka pakai untuk ke kampus.
"Pagi om, tante" sapa Manda dan Sinta saat mereka bertiga sudah sampai di meja makan.
"Pagi juga" balas keduanya.
"ayuk sarapan dulu" ujar Agatha.
"makasih tante, maaf jadi ngerepotin" ucap Manda dengan senyum tek enak nya.
"gakpapa, oh iya panggil tante Mamah dan om Papah aja ya" pinta Agatha.
"baik Mah" ujar Manda dan Sinta.
Setelahnya mereka pun makan dengan tenang dan tanpa suara.
"oh iya, kamu mau sidang ya hari ini?" tanya Agatha ke arah Manda.
"hehe,,, iya Mah" jawab Manda.
"jangankebanyakan gugup, nanti malah jadi gak fokus" ucap Alderich setelah berlama mendiam, ehh...
"iya Pah, tadi juga Jeslyn bilang gitu" ucap Manda.
"oh iya? Kalau Sinta sidangnya kapan?" tanya Agatha ke arah Sinta.
"aku Mah besok Mah, jadinya masih bisa belajar lagi dirumah" ucap Sinta dan hanya di balas anggukan dari Agatha.
"sayang, kamu hari ini ada rapat?" kini giliran Alderich yang bertanya ke Jeslyn.
"iya Pah, rapat sama GG Company" jawab Jeslyn.
"sampai jam berapa?" tanya Agatha penasaran.
"emm,,, kayaknya sih sampai sore Mah. Soalnya mau ngebahas proyek baru Perusahaan dia sama Perusahaan kita" ujar Jeslyn memberitahu.
"yahh padahal Mamah mau ngenalin kamu sama teman Mamah" kata Agatha dengan nada kecewanya.
"tumben Mah? Siapa emang?" tanya Jeslyn.
'kayak nya mau dikenalin ke kakaknya Tristan deh'batin Manda seakan tau siapa yang akan dikenalin Agatha ke Jeslyn.
"gakpapa pengen aja" ujar Agatha.
"itu loh tante Aina istrinya om Yudha" lanjut Agatha membuat Jeslyn mengerutkan keningnya tanda berfikir.
"emmm,,, Tante Aina yang sering panggil aku Elyn Mah?" tanya Jeslyn lagi.
"iya, yang punya anak cowok kembar" ucap Agatha.
byur...
"loh Sinta kenapa?" tanya Agatha khawatir.
"eh? Enggak Mah, maaf ini mejanya jadi basah" ucap Sinta meminta maaf.
"iya sayang gakpapa, tapi kamunya gakpapa kan?" tanya Agatha masih dengan nada khawatirnya.
"Sinta gakpapa Mah" jawab Sinta dengan senyum menyakinkannya.
"syukur kamu gakpapa" ujar Agatha dengan nafas leganya.
"Jeslyn, nanti tolong kirimkan papa file tentang kerjasama dengan Perusahaan Bagaskara" pinta Alderich dan itu berhasil membuat Jeslyn terdiam dan melihat kearah depan dengan pandangan kosong entah apa yang sedang difikirkan wanita itu.
"sayang" panggil Agatha dengan nada lembutnya, tidak ada respon.
"Jeslyn" kini kedua temannya meganggilnya, dan masih tidak direspon Jeslyn.
"Jeslyn?!" panggil Alderich dengan nada tegasnya dan itu berhasil direspon Jeslyn.
"eh iya apa? Kenapa?" tanya Jeslyn setelah kembali kealam sadarnya.
"kamu kenapa nak?" tanya Agatha lembut tetapi raut mukanya menandakan Khawatir.
"emang aku kenapa Mah?" tanya balik Jeslyn, belum sempat Agatha menjawab Jeslyn sudah berbicara lagi
"iya Pah, nanti aku kirimkan ke email Papah" lanjut Jeslyn ke Alderich.
"yaudah kalau gitu aku berangkat dulu ya semuanya, Manda semangat sidangnya maaf gak bisa nungguin. Selamat pagi semua" pamit Jeslyn tak lupa dia mencium pipi Agatha dan Alderich sebelum pergi dari meja makan.
"Papah kenapa nanya itu sihhh? Kan nanti bisa sama Vina!" ujar Agatha sedikit teriak ke Alderich.
----Bersambung----
jangan lupa tinggalkan Like dan Komen terbaik kalian, karena 1 Like dan Komen kalian sangat berarti untukku!!!