NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Kehadiran Alessio membuat suasana di koridor rumah sakit mendadak membeku. Jordan, Yessika, hingga Benny Grey mematungkan dengan ekspresi terkejut yang luar biasa.

Mata mereka bahkan sampai melotot tak percaya saat melihat kehadiran Alessio yang langsung mendominasi situasi.

"Alessio?!" geram Jordan sambil menatap adiknya dengan raut wajah penuh penolakan.

"Kenapa kau bisa ada di sini?! Bukankah seharusnya kau baru kembali beberapa hari lagi?!"

Alessio memiringkan kepalanya sedikit, menatap Jordan dengan pandangan malas nan meremehkan.

"Terserah aku mau pulang kapan saja. Sejak kapan jadwal kepulanganku harus melapor padamu?"

"Kau...!" Jordan mengepalkan tangannya, giginya menggertak gusar.

Namun di bawah tatapan dingin Alessio yang mengintimidasi, ia tak melanjutkan kalimatnya.

Alessio mengabaikan Jordan sepenuhnya. Ia kembali memutar tubuhnya, mengunci pandangannya lurus-lurus pada Vanessa.

"Katakan nominalnya, Nona Vanessa," ulang Alessio halus, pulpen mahal berujung emas sudah berada di jemari panjangnya.

"Sebutkan berapa harga ganti ruginya."

Vanessa menggeram kesal di dalam hati. Napasnya tertahan.

Ia tak percaya Alessio akan melangkah sejauh ini demi membela Yessika. Namun, sebuah pemikiran cepat melintas di kepalanya.

"Alessio pasti belum tahu kalau Yessika dan Jordan sudah berselingkuh di belakangnya. Dia hanya belum sadar sedang dimanfaatkan."

Vanessa mengepalkan jemarinya. Tugasnya nanti tinggal menunjukkan seluruh bukti perselingkuhan itu pada Alessio, lalu menarik pria berbahaya ini berdiri di pihak yang sama dengannya.

Melihat Alessio memegang buku cek, Jordan mendadak tertawa mengejek.

"Buku cek? Jangan buat aku tertawa, Alessio!" celetuk Jordan penuh nada menghina.

"Adikku yang malang... kau itu sudah terlantar di luar negeri selama sepuluh tahun tanpa sepeser pun bantuan dari keluarga Carlton. Memangnya kau punya apa? Dari mana kau dapat uang, hah?"

Jordan melangkah maju, menunjuk dada Alessio dengan senyum merendahkan.

"Jadi, berhenti bersikap sok kaya cuma demi menipu dan mendapatkan hati Yessika. Kau tidak punya apa-apa untuk dipamerkan di sini!"

Alessio sama sekali tidak terpengaruh oleh hinaan itu. Wajahnya tetap tenang tanpa riak. Ia bahkan tidak sudi melirik Jordan, matanya tetap tertuju pada Vanessa.

"Ayo, cepat sebutkan harganya, Nona Vanessa. Jangan membuang waktuku," desak Alessio dengan nada datar.

Yessika yang melihat kesempatan untuk memanaskan suasana langsung memajukan kursi rodanya dengan raut wajah lemah yang dibuat-buat.

"Alessio..." bisik Yessika lembut, matanya berkaca-kaca memamerkan kepolosan.

"Kau tidak perlu repot-repot membelaku, apalagi sampai mengeluarkan uang sebanyak itu demi aku... Aku tidak apa-apa. Aku... aku rela berlutut di kaki Vanessa sekarang juga demi memohon maaf..."

"Kau calon tunanganku, Yessika," potong Alessio dingin, suaranya terdengar sangat protektif di telinga orang-orang. "Wajar jika aku membelamu."

Yessika menunduk, menyunggingkan senyum malu-malu yang sangat manis. "Terima kasih, Alessio..."

Di samping mereka, rahang Jordan mengeras tajam. Matanya berkilat cemburu melihat interaksi manis antara Yessika dan adiknya. Dan itulah tepatnya reaksi yang diinginkan Yessika sejak awal.

Vanessa yang memperhatikan sandiwara picik di hadapannya hanya menyunggingkan senyum sinis. Jika mereka ingin bermain-main dengan uang, maka ia akan melayaninya.

"Baik," sahut Vanessa tegas.

Tanpa ragu, Vanessa maju satu langkah dan secara kasar merebut pulpen serta kertas cek dari genggaman Alessio. Dengan gerakan cepat, jemarinya menggoreskan pena di atas lembaran kertas berharga tersebut.

Lima ratus juta.

Vanessa menarik garis tegas di bawah angka 500.000.000 rupiah yang baru saja ditulisnya, lalu menyodorkan lembaran itu kembali ke hadapan Alessio.

Alessio menunduk melihat angka fantastis di atas ceknya. Sebuah senyuman miring yang misterius terukir di bibirnya.

"Lima ratus juta?" Alessio terkekeh pelan, menatap Vanessa dengan sorot mata yang makin dalam.

"Ternyata, Nona Vanessa cukup matre juga. Kau..." Dia mengetuk-ngetuk kertas cek itu dengan jari telunjuknya. "...menulis angka yang tidak tanggung-tanggung hanya untuk sebuah permintaan maaf."

Vanessa menantang pandangan Alessio tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Kenapa? Tuan Alessio keberatan? Kalau Tuan Alessio benar-benar mencintai Yessika seperti yang Tuan katakan tadi, angka segitu seharusnya bukan apa-apa untuk membuktikannya, kan?"

Mata Yessika mendadak melotot lebar. Ia hampir melompat dari kursi rodanya karena terkejut.

"Kak Vanessa! Kau gila?!" jerit Yessika tak rela. "Lima ratus juta hanya untuk ganti rugi?! Kau sengaja memeras Alessio, ya?!"

Alessio mengangkat tangannya, menyuruh Yessika diam. Tanpa ragu sedikit pun, ia menempelkan lembaran cek itu ke telapak tangannya sendiri, lalu membubuhkan tanda tangan mewahnya yang rumit di bagian bawah.

Sret. Sret.

Alessio menyobek lembaran cek itu dengan gerakan anggun, lalu mengulurkannya tepat di depan wajah Vanessa.

"Ini uangmu," ujar Alessio dingin, menyertakan tatapan yang sarat akan hinaan. "Ternyata harga diri dan rasa sakit hatimu hanya senilai lima ratus juta."

Vanessa menyambar cek itu dari jemari Alessio dengan senyuman paling manis namun paling dingin yang pernah ia miliki.

Ia menyelipkan kertas berharga itu ke dalam tas tangannya dengan sangat tenang.

"Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Tuan Alessio," bisik Vanessa pelan sambil menatap lurus ke dalam manik mata pria itu.

"Di dunia yang busuk ini... tidak ada yang lebih penting dan lebih bisa dipercaya daripada uang."

Vanessa tersenyum miring lalu melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

"Vanessa! Kembalikan uang itu! Itu uangnya Tuan Alessio!" teriak Benny yang berusaha mengejar putri sulungnya.

"Dasar anak tidak tahu diri! Cepat kembali! Kau dengar aku, tidak?"

Grep!

Benny reflek meringis kesakitan saat pergelangan tangannya tiba-tiba dicengkeram oleh Alessio. Beberapa detik, Benny merasa jika tatapan Alessio seolah hendak membunuhnya.

Bulu kuduknya merinding. Apalagi, cengkraman Alessio ternyata sangat menyakitkan.

"Biarkan saja Nona Vanessa membawa uang itu. Aku yang memang ingin memberikan uang itu padanya."

Kemudian, Alessio melepaskan pergelangan tangan Benny kemudian menatap ke arah Yessika.

"Lagipula, uang lima ratus juta itu tak ada apa-apanya dibanding keselamatan calon tunanganku. Iya kan, Yessika?"

Entah kenapa, Yessika tak nyaman dengan tatapan itu. Alessio memang berkata dengan nada lembut. Tapi, entah kenapa tatapan pria itu terasa sedingin es.

"I-iya," angguk Yessika kaku.

Harus dia akui, jika Alessio dua kali lipat lebih tampan dibanding Jordan. Namun, tampan saja tak cukup. Yessika ingin pria yang berdiri di puncak kekuasaan. Bukan pria yang hanya modal tampang saja seperti Alessio.

Tapi, melihat Alessio begitu mudahnya mengeluarkan cek sebesar lima ratus juta, Yessika jadi penasaran.

Seberapa kaya Alessio sebenarnya?

1
ryuka
bagusss vanesaa.. mati kutu kan kamu yesika
Mundri Astuti
kalo sebaliknya berarti Jordan yg merat 😛
Titi Liana
suka
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin kesini makin seruuuuuuu ,,
penasaran kak ,,
Tri Handayani
seru semakin seru, up lagi donk kak
rurry Irianty
KK outhor up banyak² yaaa
Muft Smoker
aaaaaa gregeeet ,,

lanjuut kak ,,
ryuka
adduuhhh alesioo semoga rencana kamu berhasil ya
Tri Handayani
up lagi kpn thor🤭🤭🤭
ryuka: 🤭🤭🤭🫠🫠 ku tunggu up nya thoorrr
total 1 replies
Muft Smoker
kata aq mh udh aj pergi Vanessa toh klo 22 ny gx nikah ma km ,, 22 ny juga gx bakal dpat tahta yg mereka ingin kan ,,
Allea
ahh percuma vanes ngancam2 si arthur😅
Ayu Padi
jgn mau Vanessa
Mundri Astuti
kayanya ada sesuatu yg disembunyikan Arthur y, apa Jordan anak Arthur sama emaknya Kunti yak🤔
ryuka
gilaaa.. gillaaaa.. bpak nya gila
Muft Smoker
mungkin tuan Arthur bisa tutup mata dg kelakuan Jordan,, tp tanpa dsadari ia telah membangunkan singa yg sdang tidur ,,
Muft Smoker
ke tunggu peperangan tu terjadi ,,
pgen liat si Jordan Dan yessika keluar dr keluarga Carlton dg kaos oblong Dan daster ,,
😏😏😏
Muft Smoker
karena hanya aq yg peduli dg harta mu ,,, hrus ny km ngomong ny bgtu yessika ,, 😏😏😏😏
Mundri Astuti
makin seru ini
ryuka
manttaaabbb alesiooo 🔥🔥🔥
Tri Handayani
ku tunggu up selanjutnya ka😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!