NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu / Tamat
Popularitas:13.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Malam pertama dengan aturan baru itu terasa seperti lonceng kematian bagi ketenangan Amara. Setelah memastikan Kenzo tertidur pulas dan Mbak Lasmi beserta pelayan lainnya sudah kembali ke paviliun belakang, Amara berdiri di depan cermin kamarnya. Ia mengenakan pakaian yang telah disiapkan oleh Arlan—sebuah gaun tidur sutra hitam yang pas di tubuh, menampilkan sisi dirinya yang jauh lebih dewasa dari biasanya.

Dengan langkah gemetar dan perasaan cemas yang menghimpit, ia berjalan menuju kamar utama di ujung lorong. Setiap langkahnya menuju ruangan itu membuat jantungnya berdegup kencang.

Pintu kamar Arlan terbuka. Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu tidur yang redup, menciptakan bayangan-bayangan panjang di dinding. Arlan sedang duduk santai di sofa kulit besarnya, tampak berwibawa dengan kemeja yang kancing atasnya sengaja dibuka, memperlihatkan kesan tangguh yang mengintimidasi. Di tangannya, ia memegang sebuah kotak beludru kecil.

"T-Tuan... saya sudah datang," bisik Amara, ia berdiri dengan kaku, merasa sangat canggung di bawah tatapan sang tuan.

Arlan menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tatapannya begitu intens, seolah ingin membaca setiap pikiran yang ada di kepala Amara. "Pakaian itu sangat cocok untukmu, Amara. Kau terlihat berbeda malam ini."

Arlan kemudian meletakkan kotak beludru itu di atas meja kopi di depannya, lalu menyandarkan tubuhnya, memperlebar jarak namun justru meningkatkan tekanan di udara. "Kemari, Amara. Melangkah mendekat secara perlahan. Aku ingin melihat seberapa siap kau mematuhi perintahku malam ini."

Amara menahan napas. Langkahnya terasa berat di atas karpet tebal yang berbulu. Setiap langkah mendekat terasa seperti menyerahkan sebagian dari kebebasannya, namun ada rasa penasaran dan ketegangan yang aneh di dalam hatinya.

Arlan memperhatikan gerakan Amara yang ragu-ragu namun patuh dengan tatapan yang kian dalam. "Bagus... teruslah mendekat, Amara. Tunjukkan padaku bahwa kau adalah pelayan yang bisa diandalkan."

Saat Amara sampai di depan meja, Arlan membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah kalung choker hitam dari kain beludru halus dengan liontin kecil berwarna emas di tengahnya.

"Pakai ini," perintah Arlan dengan suara rendah yang mendominasi.

Amara dengan tangan bergetar mengambil kalung itu dan memasangkannya di leher jenjangnya sendiri. Sentuhan kain beludru itu terasa kontras dengan kulitnya yang dingin karena gugup.

Arlan bangkit dari duduknya, mendekat hingga jarak di antara mereka terkikis habis. Ia menyentuh liontin kecil itu dengan ujung jarinya, memaksa Amara untuk mendongak dan menatap langsung ke matanya. "Mulai malam ini, kau harus ingat siapa yang memegang kendali di rumah ini. Kau adalah tanggung jawabku sepenuhnya."

Arlan menunduk, menikmati aroma parfum lembut yang menguar dari tubuh Amara yang kini terpaku di depannya. Ia meraih sebuah botol kaca kecil dari meja di samping sofa. Cairan di dalamnya berwarna keemasan, sebuah minyak aroma terapi eksklusif dengan wangi melati dan cendana yang sangat menenangkan namun pekat.

"Sekarang, bersiaplah untuk beristirahat. Aku akan memastikan ketegangan di tubuhmu hilang agar kau bisa bekerja dengan baik besok," ucap Arlan serak.

Arlan memberi isyarat agar Amara merebahkan diri di ranjang besar yang sangat luas itu. Amara yang merasa tidak memiliki kekuatan untuk membantah, akhirnya naik dan berbaring dengan posisi telentang, menatap langit-langit kamar dengan jantung yang berpacu cepat.

Arlan segera menyusul, duduk di sisi ranjang di samping tubuh Amara. Ia menuangkan minyak hangat itu ke telapak tangannya, menggosoknya hingga hangat, lalu mulai mengusapkannya ke area lengan dan bahu Amara yang tegang.

"Ah..." Amara menghela napas pelan saat merasakan kehangatan minyak dan pijatan tangan besar Arlan yang mulai meredakan ketegangan otot-ototnya.

Minyak itu membuat kulit Amara menjadi terasa halus dan berkilat di bawah cahaya temaram. Arlan tidak hanya sekadar memijat; setiap sentuhannya penuh dengan penekanan yang tegas, seolah sedang menegaskan kepemilikannya. Tangannya bergerak perlahan dari bahu, turun ke arah lengan, dan memberikan pijatan lembut di sekitar area dada bagian atas yang terasa kencang akibat kelelahan merawat bayi.

"Minyak ini memiliki efek relaksasi yang kuat, Amara," bisik Arlan, wajahnya kini berada sangat dekat dengan wajah Amara, hingga napas hangatnya terasa di pipi gadis itu. "Ini akan membuatmu melepaskan semua beban dan fokus hanya pada kehadiranku."

Arlan terus mengusapkan minyak tersebut dengan gerakan melingkar yang menuntut, menciptakan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh saraf Amara. Amara merasa seluruh tenaganya seolah menguap, ia hanya bisa bersandar pasrah pada kehangatan tempat tidur sambil terus merasakan intensitas sentuhan sang tuan yang membelenggu dirinya.

Suasana di dalam kamar itu menjadi begitu pekat oleh aroma cendana dan ketegangan emosional yang tak kasat mata. Arlan menatap wajah Amara yang tampak pasrah dengan mata yang sayu, menikmati kepatuhan yang berhasil ia dapatkan dari gadis di bawah kuasanya itu.

"Ini adalah awal dari aturan baru kita, Amara. Dan kau melakukannya dengan sangat baik," geram Arlan dengan nada kepuasan yang mendalam.

Kamar utama yang mewah itu kini menjadi saksi bisu bagaimana sebuah batasan antara majikan dan pengasuh telah melebur menjadi sebuah ikatan baru yang penuh dengan dominasi dan ketergantungan. Amara menyadari, mulai malam ini, jalannya untuk mundur telah tertutup rapat, dan ia harus siap menghadapi setiap tuntutan dari sang tuan yang tak pernah terduga.

1
Ca
terus ibu dan adik2 nya gimana ? ntar mlh disandera mertua luknut lho
Safira Oksi
Alur ceritanya membuat pembaca tertegun sqlut dengan karakter Arlan yang nyaris sempurna. Kasar, emosi, kejam, lembut, bijaksana, bertanggung jawab. semua menyatu dalam balutan kasih sayang. Bukan lagi cinta nafsu.
KarTika Sahupala
kadang suka heran sama noveltoon ini, kalau ada cerita yang banyak dilihat malah di revisi ... pdhl orang² sudh ikuutin dan menunggu penulis keluarkan karyanya dr awal ...
Badkill 99
hanya berisi konten aataau ceritaa dewaasaa
Iniakun Ke2
di wc cuman digesek doang
Iniakun Ke2
disini banyak cewe yang basah baca nyaa, seruuuu
rahasia
setiap bab,gitu² an terus ya thor😭😭
sambua
arlan mau pamer crta nya ke Amara ya😂😂
sambua
arlan kalo kamu mau harus nya coba ngomong sama Amara ijin gtu🤣🤣🤣
sambua
mampir thoor crta nya bagus
Een Hasanah
kenapa gak di nikahin siri aja...dari pada zina terus, gak pakai pengaman lama2 Hamidun deh
Ndari Wsb
ceritanya membosankan
Ndari Wsb
lama lama ceritanya nggak menarik, membosankan
Visitor9021
Harusnya nikahi sj biar ngak zina
Rahma diana
namanya jg crt
Niluhminia Wati
dari awal saja kalian pindah, ibunya arlan gk bisa memperbudak amara
Niluhminia Wati
Moga saja arlan melihat cctv di ruang tengah rumahnya dan amara kalau ibunya membuat istrinya amara biar mentalnya hancur, moga dapat karma Sofia
Niluhminia Wati
Moga ada yang beritahu arlan kalau ibunya sofia memperlakukan istrinya dengan mempermalukan amara di depan umum🥺🥺🥺
Niluhminia Wati
kapan Amara mengandung keturunan aditama ya
Jamayah Tambi
orang lain hamil juga tak ada la dikontrol sangat kayak gitu.Orang di desa siap pergi ke sawah angkat padi,jerami,menugal kandungan merekacelok2 saja.Anak yg lahir sihat walafiat.Ibu pun sihat.Tak ada yg bentan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!