Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
Setelah kepergian Zaky dan Nyonya Maya menuju Jakarta, Azzam dan Azzura memilih untuk berkeliling menjelajahi sekitar halaman rumah Arumi. Di belakang rumah sederhana itu, membentang hamparan sawah yang hijau merona serta sebuah anak sungai kecil dengan air jernih yang mengalir tenang.
Sementara itu, suasana rumah Arumi yang sebelumnya riuh dan ramai kini mendadak sepi setelah para tamu undangan serta keluarga besar memundurkan diri. Arumi melangkah lelah ke dalam kamarnya, lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menatap langit-langit kamar kayu itu dengan senyum tipis yang tak kunjung pudar. Rasa tak percaya masih menguasai benaknya sebentar lagi ia benar-benar akan menikah dengan Zaky, mewujudkan mimpi indah yang pernah hancur berkeping-keping 12 tahun yang lalu. Kini, hatinya telah bulat dan mantap untuk membina mahligai rumah tangga bersama cinta sejatinya.
Di belakang rumah, gelak tawa memecah keheningan sore. Azzam dan Azzura yang didampingi oleh Pak Darmawan sibuk menyingsingkan celana mereka untuk menangkap ikan di sungai jernih tersebut.
"Kak, lihat! Ada ikan karper (ikan Mas) besar di dekat batu!" seru Azzura antusias, menunjuk air sungai yang jernih.
"Sini, Ra! Biar Kakak tangkap pakai jaring!" sahut Azzam semangat.
Pak Darmawan terkekeh melihat kehebohan dua remaja kota itu. "Pelan-pelan, Nduk, Nak... ikannya gesit kalau dipatok langsung pakai tangan."
Ternyata, menikmati liburan di desa dengan nuansa alam yang asri seperti ini sungguh sangat menyenangkan bagi Azzam dan Azzura, membuat mereka lupa akan hiruk-pikuk Jakarta.
*
*
Sementara itu di Jakarta, Zaky yang baru saja tiba langsung memanggil asisten kepercayaannya ke ruang kerja. Tanpa membuang waktu, Zaky memberikan deretan instruksi penting.
"Arya, persiapkan semua kebutuhan pernikahan besar dalam waktu sepuluh hari ke depan. Aku ingin pernikahan ini digelar sangat megah di gedung terbaik di Jakarta," perintah Zaky mantap.
Mendengar perintah tiba-tiba itu, Arya seketika membelalakkan matanya, berdiri mematung karena syok luar biasa.
"T...Tuan... Anda sedang tidak bercanda, kan?" tanya Arya sampai menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. "Bukankah... bukankah kemarin Nona Arumi bilang dia akan menikah dengan orang lain di kampungnya?"
Mendengar kepanikan asistennya, Zaky justru menyunggingkan senyum lebar yang sangat jarang terlihat.
"Itu awalnya... tapi setelah terjadi kejutan di sana, akulah yang akan menjadi calon suaminya!" jawab Zaky santai.
"Hah?! Kok bisa begitu, Tuan?" cecar Arya makin bingung.
"Tentu saja bisa, namanya juga jodoh yang tertunda," kekeh Zaky. "Sudah, jangan banyak bertanya lagi. Cepat kau urus semua vendor, gaun pengantin, hingga sewa gedung terbaik. Kita tidak punya banyak waktu, sepuluh hari itu berjalan sangat cepat!"
Mulut Arya sampai menganga lebar mendengar batas waktu yang diberikan. "Sepuluh hari untuk acara pernikahan sebesar itu?! Ya Tuhan, Tuan Zaky benar-benar membuatku harus bekerja ekstra keras minggu ini!" gumam Arya pasrah seraya bergegas keluar ruang kerja untuk menjalankan tugas beratnya
*
*
Sepuluh hari berlalu begitu cepat. Suasana bahagia dan penuh rasa haru melingkupi kediaman keluarga besar sebelum keberangkatan. Paman Adrian dan Indah, putrinya, sudah tidak sabar lagi ingin melihat calon mempelai wanita yang selama belasan tahun ini memenangkan hatinya Zaky.
"Akhirnya kamu nikah juga dengan Arumi! Memang yang namanya jodoh itu gak akan kemana, Zaky!" ucap Paman Adrian sembari menepuk bangga bahu keponakannya. Zaky kini tampil sangat gagah mengenakan kemeja putih berlapis jas hitam elegan, lengkap dengan peci hitam yang melekat pas di kepalanya.
Paman Adrian terkekeh bangga. "Keponakanku yang satu ini semakin matang usianya, semakin gagah! Akhirnya Paman bisa menyaksikan kamu menikah dengan Arumi!"
"Aku jadi penasaran deh, Papah... Mbak Arumi itu cantiknya seperti apa sih?" sahut Indah dengan mata berbinar-binar.
"Nanti juga kamu ketemu, Indah," ujar Paman Adrian sembari melemparkan senyum hangat ke arah Zaky.
Tak ketinggalan, Nyonya Maya sudah tampil anggun dan memikat dengan balutan kebaya mewahnya. Keluarga Tanuwijaya kini telah bersiap-siap menuju lokasi pengantin wanita. Demi menempuh jarak dengan cepat dan nyaman, mereka tidak menggunakan jalur darat, melainkan melalui jalur udara; sebuah pesawat jet pribadi sudah bersiap dan menunggu mereka di landasan penerbangan.
*
*
Sementara itu di desa, Arumi telah selesai didandani. Dalam balutan gaun pengantin muslimah yang anggun, paras cantiknya memancar begitu memukau dan menawan hati siapa pun yang melihatnya.
Azzura yang menemani di dalam kamar tak henti-hentinya menatap sang calon ibu tiri dengan takjub. "Wah, Bu Arumi... Ibu cantik sekali! Pantas saja Papah tidak pernah bisa melupakan Ibu. Selain cantik, Ibu itu baik dan sangat tulus... Terima kasih ya, Bu Arumi, sudah mau menikah dengan Papah dan menjadi bagian dari keluarga kami," ucap Azzura tulus.
Arumi tersenyum haru lalu merentangkan tangannya, mendekap erat tubuh remaja itu. "Ibu juga sangat bahagia, Ra... Menikah sama Papamu, Ibu langsung dapat bonus dua sekaligus!"
Azzura melepaskan pelukannya pelan-pelan lalu mengernyitkan keningnya bingung. "Maksudnya bagaimana, Bu?"
Arumi terkekeh pelan. "Ibu menikah sama Papamu, tapi langsung dapat bonus kamu dan Kak Azzam!"
Azzura tertawa gembira begitu tersadar bahwa "bonus" yang dimaksud Arumi adalah kehadiran dirinya dan sang kakak.
Satu jam kemudian, suasana rumah kedua orang tua Arumi telah berubah total. Kediaman sederhana itu kini dihias dengan dekorasi bernuansa tradisional namun terasa sangat elegan, membuat para kerabat dan tamu undangan betah berlama-lama menyelimuti acara dengan doa kebahagiaan. Wisnu pun turut hadir sebagai saksi nikah. Pria bijak itu benar-benar hadir dengan senyum ikhlas dan dada lapang, siap menjadi saksi menyatunya dua insan tersebut.
Tak lama berselang, iring-iringan rombongan pengantin pria tiba di lokasi. Lebih dari lima mobil mewah berjejer rapi di lapangan samping rumah Arumi, menyita perhatian seluruh warga desa.
Begitu Zaky keluar dari dalam mobil, matanya langsung tertuju pada teras rumah. Di sana, Azzam dan Azzura berdiri gagah dan anggun mengenakan baju batik untuk Azzam dan kebaya pink untuk Azzura, mereka berada di sisi kanan dan kiri Arumi. Sementara di depan Arumi, Pak Darmawan dan Bu Aminah berdiri siap menyambut pengantin pria dan keluarganya.
Pak Darmawan tersenyum hangat, menyambut Zaky lalu mengalungkan ronce bunga melati segar ke leher calon menantunya itu sebagai bentuk penyambutan resmi.
Zaky tersenyum membuncah penuh rasa syukur. Pandangannya mengunci lurus pada sosok Arumi yang menunduk malu-malu dengan pipi merona.
'Kau begitu cantik, Rum... Aku sampai tidak ingin berkedip dan ingin terus menatapmu,' batin Zaky penuh kehangatan, menyadari bahwa perjalanan panjang nan berliku mereka akhirnya berlabuh di dermaga pernikahan yang indah.
Bersambung...
mungkin dulu yudi miskin makanya citra ninggalin yudi?
achh penasaran bgt
mana si citra udah meninggal lg jd ga bisa nanya
berarti dulu si citra jebak zaky untuk tanggung jawab sm anak yg di kandung, kasian zaky 🥹
Wisnu Ama indah?
apakabar tu berdua
cieeeee
pak Arya
Ama pelakor jaman sekarang
udah pada rada lain yaa
🤣
bisa jadi perang dunia ke 2 ini
kalau nemuin lipstik di jas nya 😱