Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.
Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Baru.
Setelah berjalan melewati kelas sambil berbincang-bincang dengan kak Anggi. Langkah kak Anggi berhenti tepat di depan pintu kelas yang ku lihat di atas pintu terdapat keterangan 11 IPS 2. Dan ku yakin inilah kelasnya.
"Ini kelas baru lo." Ujarnya padaku.
"Iya kak, Terima kasih sudah mengantarkan Maila sampai ke sini."
"Sama-sama."
Kring.... Kring.... Kring
Tiba-tiba saja terdengar suara bel masuk, yang menandakan semua siswa diharapkan untuk segera masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran pertama.
"Eh, udah bel." Ucap kak Anggi.
"Anggi, ngapain kamu kesini?" tiba-tiba terdengar suara di belakangku memanggil nama kak Anggi. Dan ku tengok ternyata seorang ibu guru yang kelihatan masih muda dan cantik.
"Ini bu, saya cuman mengantarkan anak baru kelas 11 IPS 2. Soalnya dia nggak tahu kelasnya dimana." Jawab kak Anggi sambil menepuk pelan punnggungku.
"Iya bu, saya anak baru disini. Saya nggak tahu kelas baru saya dimana dan kebetulan bertemu dengan kak Anggi, jadi saya memintanya untuk mengantarkan saya ke kelas baru saya." Timpalku.
"Oh, kalau begitu mari ikut ibu masuk ke dalam kelas. Kebetulan ibu adalah wali kelas 11 IPS 2, dan ibu hari ini mengajar pelajaran pertama di kelas tersebut." Ucap guru tersebut seraya mengajakku masuk ke dalam kelas, aku pun mengangguk sebagai jawaban.
"Anggi, kamu cepat masuk ke kelas kamu!" suruhnya pada kak Anggi.
Kak Anggi mengangguk." Iya bu, permisi!" sambil beranjak pergi ke kelasnya.
Aku masuk ke dalam kelas baru ku bersama guru yang menjadi wali kelasku sambil mengucapkan salam saat masuk ke dalam kelas.
"Assalamualaikum." Salam kami berdua.
"Waallaikumsalam." Jawab serentak siswa yang berada di kelas baruku dengan semangat. Ku lihat semua siswa yang berada disini saling menatapku, seperti begitu penasaran dengan kedatanganku ke kelas ini.
"Anak-anak! Kelas kita ini kedatangan murid baru. Agar kita tahu tentang dia, ibu akan menyuruh dia untuk memperkenalkan diri pada kalian semua." Seru guru di sebelahku. Lantas semua siswa langsung bergemuruh senang, ada yang bertepuk tangan, dan bahkan ada yang biasa saja tidak peduli dengan kedatanganku.
"Ayo! Silahkan perkenalkan diri kamu!" suruhnya padaku sambil menatapku. Jujur saat aku ingin memperkenalkan diriku di depan mereka rasanya sedikit canggung, ku lihat mereka terus menatapku dan bahkan penasaran denganku.
Aku mengela nafas agar perasaanku sedikit lega dan agar tidak canggung lagi.
"Halo Semua!" sapaku.
"Halo!" Jawab mereka serentak.
"Perkenalkan namaku Maila Rasnalita, kalian bisa panggil aku dengan sebutan Maila. Aku anak pindahan dari sekolah Victoria Junior College di Singapura." Lanjutku dengan menggunakan bahasa baku agar terlihat sopan.
Wah! Singapura!
Ngomong-ngomong kenapa lo sekolahnya pindah kesini? Bukannya sekolah di Victoria Junior College bagus ya?!
Ada seorang perempuan yang berada duduk di depan tepat di depan aku berdiri bertanya padaku.
" Aku pindah sekolah kesini karena bisnis ayahku sudah selesai di Singapura, karena sebelumnya aku tinggal di Indonesia." Jawabku.
Oh!
Singapura itu bukannya negara yang ada patung air mancur yang kepalanya singa terus badannya ikankah?!
Singa duyung kali! Yang kepalanya Singa, badannya ikan!
Itu namanya bukan Singa Duyung ! Tapi patung Merlion Park! Dasar kudet ya lo!
Haha! Bukan kudet! Tapi gue emang nggak tau namanya.
"Sudah anak-anak! Maila sudah memperkenalkan dirinya, jadi kita persilahkan Maila untuk duduk di bangku kosong disana, di sebelah Rini!" Ucap guru di sebelahku, lantas beberapa siswa yang dari tadi mempermasalahkan tentang patung Merlion Park pun kelar. Guru itu menunjuk ke arah belakang pojok bangku kosong yang di sebelahnya seorang perempuan yang tengah duduk sambil memainkan pulpen yang di coret-coret ke buku tulisnya.
"Tapi sebelumnya. Ibu ingin memperkenalkan diri ibu kepada kamu. Jadi perkenalkan nama ibu adalah bu Sari, ibu wali kelas di kelas ini. Ibu mengajar pelajaran Sosiologi." Ucap guru di sebelahku yang namanya ternyata bu Sari dengan memperkenalkan dirinya padaku.
"Iya bu, salam kenal." Jawabku.
"Kalau begitu, kamu silahkan duduk di sana!" suruhnya sambil menunjuk ke bangku kosong tadi.
"Iya bu." Jawabku. Aku beranjak menuju bangku kosong disana yang di sebelahnya perempuan. Saat aku melewati siswa yang tengah duduk terus memperhatikanku. Ada yang tersenyum, biasa saja, bahkan ada yang tidak suka terhadapku. Setelah sampai aku duduk di sebelahnya dengan menaruh tasku ke dalam kolong kosong di bawah meja.
Ketika aku duduk, tiba-tiba orang yang duduk di bangku di depanku langsung berbalik menghadapku.
"Hai Maila! Nama Gue Ralita, tapi lo bisa panggil gue Lita!" Ucapnya memperkenalkan dirinya padaku dengan tersenyum ramah.
"Hai Lita, salam kenal." Jawabku sambil tersenyum ramah juga.
"Rin, lo nggak memperkenalkan diri lo?!" Ucap perempuan yang berada di depanku yang bernama Lita itu kepada perempuan yang sedang duduk di sebelahku.
"Hmmm, apaan sih! Gue ngantuk nih!" respon perempuan yang bernama Rini ini sedikit menguap, sepertinya dia sangat mengantuk.
"Lo nggak kenalan sama Maila apa?!" Ucap Lita.
"Hmmm, iya deh! Kenalin gue Rini, hobi gue main Game, dan cita-cita gue adalah menjadi seorang Gamer. Kalo lo suka game gue ajak buat mabar." Ucapnya memperkenalkan diri padaku.
Perkenalan seperti apakah ini?!
"Hai Rini, salam kenal. Tapi gue nggak tertarik sama Game. Hehehe." Jawabku dengan sedikit terkekeh.
"Ck, Rini, Rini. Mentang-mentang lo suka main game, teman baru aja langsung diajak mabar." Ledek Lita sambil terkekeh.
"Diam lo! Mau gue gibeng?!" ancam Rini dengan rasa kesalnya pada Lita.
"Mending lo ikut hobi gue aja. Gue itu suka sama make up, pashion, style, trus... Pokoknya yang termasuk ke model-model gitu." Ucap Lita padaku. Dan aku yakin cita-cita dia adalah menjadi seorang model.
"Udah! Dengerin tuh bu Sari lagi ngejelasin materi! Nanti lo di marahin lagi." Sergah Rini tiba-tiba dengan memasangkan wajah malas nya ke arah Lita.
"Tumben lo mulai perhatian sama pelajaran?! Biasanya juga suka tidur." Ledek Lita sambil berbalik menghadap ke arah depan.
Aku mengambil alat tulis beserta buku-buku di dalam tas, lalu menaruhnya di atas meja di depanku. Ku perhatikan ke arah depan, memandangi bu Sari yang sedang menjelaskan pelajaran Sosiologi. Sambil mendengar dan memahami apa yang di jelaskan, aku juga mencatat pokok-pokok yang menurutku penting yang di jelaskan olehnya ke dalam buku catatanku.
Sedangkan dengan Rini, sedari tadi ketika aku menoleh ke arahnya. Ia terus menguap seperti sangat tidak kuat untuk segera memejamkan matanya. Mungkin yang dibilang Lita benar, kalau Rini biasanya suka tidur ketika jam pelajaran.
"Huammmm...." Rini menguap sambil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.
"Kenapa Rin? Ngantuk, ya?" tanyaku padanya. Ia langsung menoleh ke arahku.
"Hmmm, iya gue ngantuk. Lupa minum kopi pagi-pagi." Jawabnya dengan mata yang sudah tidak kuat untuk segera memejamkan matanya. Aku hanya mengangguk pelan, lalu kembali memperhatikan bu Sari yang sedang menjelaskan materi. Ketika di tengah penjelasan, tiba-tiba saja bu Sari langsung menatap ke arahku dengan tatapan datar, begitu juga dengan siswa disini yang tadinya menikmati penjelasan bu Sari langsung menoleh ke arahku.
Aku terdiam sambil membatin kenapa tiba-tiba mereka menatapku. Apa ada yang salah denganku. Tiba-tiba Lita langsung berbalik ke arahku.
"Astaga! Ini anak kebiasaan banget sih! Woy bangun! Jam segini tidur, malem-malem lo ngapain sih, nyari jangkrik lo?!" Ucap Lita sambil membangunkan Rini yang sedang tertidur, dengan kepala di atas meja dengan di tutup oleh bukunya.
Aku menghela nafas lega, ketika dari tatapan mereka semua yang kupikir aku melakukan kesalahan. Ternyata tatapan mereka mengarah ke arah Rini yang sedang tertidur. Bu Sari yang sedari terdiam dengan tatapan datarnya ke arah Rini, mulai beranjak ke arah mejaku dan Rini.
"Rini! Bangun kamu! Kebiasaan kamu tidur saat jam pelajaran!" Ucap bu Sari dengan nada tinggi ketika sampai di meja kami. Ia memukuli pundak Rini dengan spidol papan tulis. Tapi tetap saja Rini masih terdiam dan tidur.
"Rini! Bangun kamu!" Lanjut bu Sari yang kini dengan nada yang membentak. Lantas dari bentakannya membuat Rini membuyarkan tidurnya.
"Hmmm, apaan sih Lit?! Ganggu aja deh!" Gerutu Rini setengah sadar. Dan ketika ia melihat bu Sari di depannya ia langsung terbalalak.
"Eh, maaf bu ketiduran." Jawab Rini dengan menunduk malu. Lantas semua yang berada di kelas kecuali bu Sari dan dirinya langsung tertawa, sementara aku hanya mendengus tawaku.
"Kenapa sih kamu hobi banget tidur saat jam pelajaran? Memangnya semalam kamu ngapain aja?" tanya bu Sari dengan nada yang tinggi.
"Biasalah bu, paling juga nge-game." Sahut seorang laki-laki yang berada di dekat sebelahnya sambil terkekeh.
"Ish!!!" Rini hanya berdesis kesal ke arah laki-laki tersebut.
"Sekarang kamu pergi ke MCK putri untuk membasuh wajah kamu yang kantuk itu!" suruh Bu Sari kepada Rini.
"Maila, antar dia ke MCK putri! Takut dia malah tertidur disana." Lanjutnya padaku. Dan aku hanya mengangguk untuk mengiyakan.
Lantas kami berdua langsung beranjak pergi ke MCK putri. Di tengah langkah kami untuk menuju ke MCK putri, Rini terus menguap dengan menutup mulutnya dengan satu tangannya. Aku memang tidak tahu MCK putri dimana, jadi aku hanya mengikuti langkahnya saja. Untuk menuju ke sana kami melewati lapangan Basket, sambil melewati aku juga melirik ke arah sekumpulan laki-laki yang sedang bermain bola Basket. Dari gerakannya mereka sangat hebat dan jago dalam bermain.
Jangan lupa like, komen, vote, dan rate
Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰
Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️
Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!
Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
like😍
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧