NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:610.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pemakaman itu terlalu sunyi untuk hati yang membawa rindu bertahun-tahun. Angin pagi berembus pelan di pemakaman kecil itu, membawa aroma tanah basah yang bercampur wangi bunga kenanga. Langit mendung, seolah ikut menunduk memberi hormat pada nisan-nisan yang berdiri diam, menyimpan kisah hidup yang telah selesai.

Erza dan Elora berjalan pelan di sisi Azalea. Kedua tangan kecil itu menggenggam jemari Azalea erat, seakan takut kehilangan pegangan. Mata mereka bergerak ke segala arah, ke batu nisan, ke rumput liar yang tumbuh di sela-sela.

Erza dan Elora berdiri berdampingan di depan tiga pusara yang telah mereka ketahui sejak dari rumah. Tidak ada lagi tanya tentang siapa yang dimakamkan di sana. Yang ada hanyalah rasa penasaran yang sejak lama mengendap, seperti apa ibu kandung mereka, seperti apa sosok kakek dan nenek yang hanya hidup dalam cerita.

Azalea berdiri di belakang mereka, tangannya gemetar memegang kantong bunga tabur. Napasnya berat. Bukan karena lelah, melainkan karena setiap langkah di tanah itu terasa seperti menginjak kenangan sendiri.

“Mommy ...,” ucap Elora pelan. “Ini makam Mommy Jasmine, kan?”

Azalea mengangguk, tak langsung bicara. Ia maju satu langkah, lalu berlutut di depan pusara bertuliskan nama kakaknya. Jemarinya menyentuh nisan dingin itu dengan penuh hormat dan luka yang belum pernah sembuh.

“Iya, Sayang,” jawab Azalea akhirnya. “Ini makam Mommy Jasmine kalian. Kakak Mommy.”

Erza menelan ludah. Ia menatap tulisan di nisan itu lama, seolah ingin menghafalnya. “Mommy kami juga cantik, ya, Mom?”

Pertanyaan polos itu membuat dada Azalea sesak. Senyum kecil muncul, tapi matanya basah.

“Iya, cantik,” jawab Azalea lirih. “Cantik luar dan dalam.”

Azalea menaburkan bunga perlahan. Kelopak-kelopak itu jatuh satu per satu, seperti tahun-tahun yang telah berlalu.

“Kalian tahu,” lanjut Azalea sambil duduk di antara Erza dan Elora, “Mommy kalian itu orang yang sangat penyayang. Dia bukan cuma ibu yang baik, tapi juga kakak yang luar biasa.”

Kedua anak itu mendengarkan dengan serius. Tidak ada tawa, tidak ada rengekan. Hanya kesunyian yang penuh hormat.

“Waktu Mommy masih kecil,” suara Azalea mulai bergetar, “Kita sudah kehilangan Ayah dan Ibu. Usia Mommy belum genap delapan tahun. Mommy kalian—Jasmine—baru lima belas tahun.”

Erza terkejut. “Rupanya Mommy saat kecil sudah tidak punya orang tua.”

“Iya,” Azalea mengangguk. “Tapi sejak hari itu, Mommy Jasmine harus bisa bersikap layaknya orang dewasa. Dia jadi segalanya buat Mommy.”

Angin berembus pelan, menggerakkan daun-daun kering di sekitar makam, sehingga menimbulkan suara gemerisik yang menenangkan.

“Untuk makan,” lanjut Azalea, “Mommy Jasmine bekerja apa saja. Jadi tukang cuci, bantu panen di sawah orang, bahkan jadi tukang pijit. Kadang pulang dengan tubuh capek, tangan kasar, tapi dia selalu senyum kalau lihat Mommy.”

Erza mengepalkan tangannya kecil. “Mommy Jasmine kuat.”

“Sangat kuat,” Azalea mengusap kepala Erza. “Setelah lulus SMA, Jasmine kerja di mall. Jaraknya jauh, puluhan kilometer. Dia naik sepeda tiap hari. Saat musim kemarau dia ke panasan. Saat musim hujan, dia kehujanan. Dia jalani semua itu tanpa mengeluh.”

Azalea menarik napas dalam-dalam, suaranya semakin lirih. “Waktu Mommy masuk SMA, Mommy Jasmine memutuskan pergi kerja ke luar negeri. Dia bilang, ingin Mommy bisa hidup lebih layak.”

Di kejauhan, Enzo berdiri diam. Matanya tertuju ke arah pusara Jasmine, tetapi telinganya tajam mendengar setiap kata. Ia tahu sebagian kisah itu, tapi tidak pernah mendengarnya dari sudut Azalea, sudut yang jauh lebih menyakitkan.

“Di Jerman,” lanjut Azalea, “Mommy Jasmine bertemu sama Daddy kalian.”

Enzo terdiam. Rahangnya mengeras, tetapi ia tidak bergerak.

“Mommy kalian menikah karena cinta,” kata Azalea jujur. “Dia bahagia. Dan kalian lahir dari kebahagiaan itu.”

Elora menunduk. “Tapi Mommy pergi ....”

Azalea memeluk Elora erat. “Iya. Allah lebih sayang sama Mommy Jasmine.”

Azalea menoleh ke pusara itu, suaranya bergetar hebat. “Jasmine pergi terlalu cepat. Meninggalkan kalian dan meninggalkan luka yang besar.”

Erza mengusap matanya. “Mommy, terima kasih sudah sayang sama kami.”

Kalimat itu menghantam Azalea lebih keras dari apa pun. Ia memeluk Erza dan Elora sekaligus, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

“Mommy menyayangi kalian bukan karena kewajiban,” bisik Azalea. “Tapi karena kalian adalah bagian dari Kak Jasmine. Dan karena Allah menitipkan kalian ke Mommy.”

Di belakang mereka, Enzo akhirnya melangkah mendekat. Ia berdiri di samping Azalea, menunduk, membaca doa dalam diam. Wajahnya tenang, tapi matanya merah penuh penyesalan, kehilangan, dan syukur yang bercampur jadi satu.

“Maafkan aku, Jasmine,” batin Enzo. “Aku menyesali atas kesalahanku padamu yang terlambat kusadari. Sehingga semua ini terjadi.”

Enzo menatap Erza dan Elora, anak-anak yang dulu penuh amarah, keras, dan memberontak. Kini duduk tenang, berdoa dengan tangan terangkat, lisan yang lembut.

Lalu, Enzo menatap Azalea, perempuan yang tidak melahirkan mereka, tapi menghidupkan kembali jiwa anak-anaknya.

Ziarah itu tidak hanya tentang mengenang yang telah pergi. Tapi tentang cinta yang berpindah tangan, tanpa pernah berkurang.

***

Sambil menunggu update bab berikutnya, yuk, baca juga novel spesial Ramadan aku yang lainnya.

1
Dini Anggraini
Enzo Azalea sekarang hamil besar semoga kamu cepat angkat tlv istrimu sebelum semua terlambat seperti jasmine saat itu pendarahan di temukan Erza keesokan harinya saat jasmine sudah meninggal. Karena hamil muda saja gak boleh stress berlebihan bisa keguguran apalagi hamil tua bisa bahaya, jangan mentang2 kamu menyesal telantarkan jasmine kamu juga abaikan tlv Azalea juga. 🙏🙏😍😍😍
Ruwi Yah
jangan sampai kamu kehilangan untuk kedua kalinya enzo kebetulan posisi keduanya sama2 sedang hamil besar
Ariany Sudjana
Enzo penyesalan selalu datang terlambat, dan semoga dengan kamu mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama, dengan mengabaikan Azalea seharian penuh 😄
dewi wijayanti
❤️❤️❤️❤️
Arwondo Arni
berziarah ke makam Jasmin biar hatinya lapang dan Jasmin maafin,mungkin kl kamu cerita Lea kamu akan didiemin Lea Krn mengabaikan kakaknya yg hamil besar
Arwondo Arni
semoga Kel mama Elsa atau Kel kecil Enzo terhindar dr niat jahat karmila
dewi wijayanti
lea❤️❤️❤️
ken darsihk
Pengalaman terdahulu adalah guru terbaik dan untuk itu , belajar lah dari pengalaman itu jangan sampai penyesalan itu hadir lagi
Angkat telpon nya Azalea, Enzo
Esther
Tragis nasibmu Jasmine.
Dan kebenaran baru terungkap saat ini, membuat Enzo hidup dalam penyesalan.
Apa reaksi Azalea kalau tahu kakaknya meninggal, karena kecerobohan Enzo
sunaryati jarum
Lanjuut
ken darsihk
Nah ini dia yng menjadi penyesalan Enzo selama ini , dia tidak mempercayai Jasmine dan itu penyesalan Enzo yng terus menghantui hidup nya
Sugiharti Rusli
semoga apa yang terjadi pada mendiang Jasmine dulu jadi pelajaran yah bagi Enzo, dan beruntung saat sekarang Azalea tertimpa gosip video editan, Enzo bergerak cepat dan cari tahu kebenarannya terlebih dulu dan memang sang istri hanya jadi korban pihak yang tidak bertanggung jawab
Sugiharti Rusli
pengorbanan Jasmine ga sia", meski nyawa nya sendiri jadi taruhannya demi sang putri
vania larasati
lanjut
Sugiharti Rusli
yah pada akhirnya penyesalan datang belakangan bagi Enzo, sebetulnya dia masih beruntung tidak kehilangan Elora juga saat itu,,,
Sugiharti Rusli
dia lebih percaya gambar tak bergerak dibandingkan istrinya sendiri saat itu,,,
Sugiharti Rusli
semua berasal dari praduga sih yah, dan kemarahan menutup pintu hati Enzo saat itu,,,
Susma Wati
untuk kali ini enzo tidak terjebak akan permainan karmila, enzo mendapatkan kebenaran akan apa yang terjadi pada jasmine adalah permainan karmila dan dia teramat menyesal, tapi dengan apa yang menimpa azelea yang di fitnah terkuak sudah kejahatan karmila yang tidak dapat di maafkan oleh enzo dan mama elsa, tapi bagaimana dengan azelea jika tahu kakaknya meninggal karena fitnah karmila dan ketidak percaya an enzo terhadap jasmine yang membuat dia bersedih dan meninggal?
Ita rahmawati
huh dasar Enzo 😏
gimana kalo azalea tau ceritanya,,tp gpp sih azalea kan bijaksana pasti gpp sambil tersenyum menyejukkan 😂
SasSya
💔💔💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sakit hati rasanya
remuk redam
Jasmine 🫂🫂🫂🫂
entahlah!!!
Enzo pantas menyesali semua
tapi ingat!!!
jangan berlarut2 meratapi masa lalu!!!!!
jangan mengulang!
kasih kabar istri di rumah!!!
Azalea khawatir itu
ah!!!!
entahlah!!!!
zo Enzo!!!
tragis sekali nasib Jasmine 🫂🫂🫂🫂😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!