SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)
Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.
Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.
Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.
Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAKTIK GILA DAN SERIGALA DARAH
Langkah lusinan beast keluar dari pintu itu
GHRRR... KREK! KREK! KREK!
Gema gesekan batu granit yang tebal mengguncang seluruh arena melingkar.
Dari empat celah pintu granit yang perlahan terbuka, hawa dingin yang hanyir menusuk hidung menyembur keluar. Bau amis darah yang begitu pekat memenuhi udara, membuat suasana arena terasa semakin mencekam.
Tap... Tap... Tap...
Bayangan-bayangan hitam mulai melangkah keluar dari balik kegelapan.
Bukan lagi seekor Beast raksasa, melainkan kawanan makhluk berkaki empat dengan bulu merah gelap menyerupai gumpalan darah yang telah mengering. Sepasang mata mereka menyala merah menyala, memancarkan haus akan pembantaian.
Serigala Darah!
Secara individu, kekuatan mereka hanya berada di Peringkat 3. Namun, di dunia Beast, kawanan Serigala Darah dikenal sebagai salah satu mimpi buruk yang paling ditakuti.
Kerja sama mereka yang nyaris sempurna, naluri berburu secara kolektif, serta jumlah yang selalu bergerombol membuat bahkan Beast Peringkat 4 Puncak pun enggan berhadapan langsung dengan kawanan iblis itu.
Tian Xue menggertakkan giginya.
Tangan kirinya yang sebelumnya tertusuk tanduk kristal Cheetah masih meneteskan darah segar, meski sumsum tulang Naga Purba di dalam tubuhnya terus bekerja keras menutup luka.
Namun, reaksi gadis di sampingnya justru bertolak belakang.
"Waaah... Lihat itu, Tian!"
Mata Lu Shi membelalak lebar. Bukannya ketakutan, wajahnya malah dipenuhi antusiasme saat menatap kawanan Serigala Darah yang mulai mengepung mereka.
Gadis berdarah Rubah Ekor Sembilan itu menjilat bibir merahnya dengan ekspresi polos.
"Daging Serigala Darah itu enak sekali! Lemak di bagian lehernya lembut kalau dipanggang!"
Tian Xue sampai terbelalak.
Kerongkongannya mendadak terasa kering.
'Dalam situasi hidup dan mati seperti ini... dia masih sempat memikirkan makanan?!'
ROAAARRR!
Sebelum Tian Xue sempat memprotes kegilaan gadis itu, raungan serentak memecah udara.
Tiga ekor Serigala Darah di barisan depan melesat bagaikan anak panah, langsung mengincar leher Tian Xue.
Di saat yang sama, empat ekor lainnya menerjang dari sisi kiri, menyerbu Lu Shi tanpa memberi kesempatan untuk menghindar.
WUSH!
Dalam sekejap, sisik hitam kusam kembali menjalar di lengan kanan Tian Xue. Jemarinya berubah menjadi Cakar Naga Purba yang tajam dan mematikan.
Dengan naluri bertarung yang semakin terasah di ambang maut, Tian Xue memilih menyerang lebih dulu.
"Datanglah! Lebih banyak lagi!"
WUSH!
Tubuhnya melesat lurus ke tengah kawanan musuh.
BAAAM!
Cakar kanannya meluncur cepat, mencengkeram leher serigala pertama yang masih berada di udara.
Ia segera mengerahkan kekuatan sumsum tulangnya untuk menghancurkan tenggorokan Beast itu hanya dengan satu genggaman.
Namun, dua Serigala Darah lainnya tidak tinggal diam.
Dari kiri dan kanan, rahang bertaring mereka menyambar leher Tian Xue secara bersamaan.
Tanpa panik, Tian Xue memutar tubuh serigala yang masih dicekiknya, lalu melemparkannya sekuat tenaga ke arah serigala di sebelah kiri.
BRAAAAK!
Kedua tubuh Beast itu bertabrakan keras sebelum sama-sama menghantam lantai granit.
Tanpa membuang waktu, Tian Xue segera memutar tubuhnya ke kanan dan mengepalkan tangan.
Tinju Naga!
BOOOOOM!
Tinju bermuatan kekuatan penuh menghantam rahang serigala ketiga.
Suara retakan tulang tengkorak terdengar jelas saat tubuh Beast itu terpental hingga menghantam dinding granit dan tewas seketika.
HHEEEIKK!
Di sisi lain, pertarungan berlangsung sama brutalnya.
Lu Shi mengamuk tanpa ampun.
Sembilan ekor energi hijau pekat meledak dari belakang tubuhnya, terus-menerus memuntahkan bola-bola energi ke arah kawanan Serigala Darah.
BOOM! BOOM! BOOM!
Dua ekor serigala hancur seketika.
Namun, tiga ekor lainnya langsung menggantikan posisi yang kosong.
Jumlah mereka seolah tidak pernah berkurang.
"Lu Shi! Kita tidak akan pernah menang kalau terus bertarung seperti ini!" teriak Tian Xue di tengah riuhnya pertempuran.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, Bodoh?!" balas Lu Shi kesal sambil kembali mengayunkan ekor energinya.
Tatapan Tian Xue menjadi dingin.
Luka di tangan kirinya membatasi daya tempurnya.
Sementara itu, tenaga Lu Shi akan habis jika terus dipaksa menghadapi serangan tanpa henti.
Hanya ada satu cara.
Menghabisi seluruh kawanan itu dalam satu serangan penentu.
WUSH!
Tian Xue berbalik dan berlari ke arah Lu Shi.
"Hei! Apa yang kau—"
Belum sempat Lu Shi menyelesaikan ucapannya, Tian Xue sudah berada di hadapannya.
Tanpa ragu sedikit pun, Tian Xue mencengkeram lengan gadis itu, memutar tubuhnya, lalu melemparkannya sekuat tenaga ke udara, tepat di atas kerumunan Serigala Darah.
"BODOOOH! APA YANG KAU LAKUKAN?!"
Jeritan Lu Shi menggema di seluruh arena.
"PENGKHIANAT KAU...!"
Tubuh Lu Shi melayang tinggi.
Naluri berburu kawanan Serigala Darah langsung bereaksi.
Mereka serempak menghentikan kepungan, lalu berlari menuju satu titik yang sama.
Selusin Serigala Darah berkumpul tepat di bawah tubuh Lu Shi yang mulai jatuh.
Fokus mereka sepenuhnya teralihkan.
"Inilah saatnya..." gumam Tian Xue pelan.
WUSH!
Dengan kecepatan fisik yang luar biasa, Tian Xue menghentakkan kakinya ke lantai granit lalu melompat tinggi, melewati tubuh Lu Shi.
Di puncak lompatan, kedua matanya memancarkan aura Naga Purba yang begitu pekat.
Seluruh kekuatan sumsum tulang dan aliran darahnya dipusatkan ke lengan kanan.
Hantaman Gempa Naga!
Bagaikan meteor yang jatuh dari langit, Tian Xue menghujam turun dan menghantam pusat kerumunan Serigala Darah.
BOOOOOOOOOOMMMMMMMMM!
Lantai granit arena meledak hancur.
Gelombang kejut yang dahsyat menyapu ke segala arah, mengguncang seluruh arena.
HIIIIKKKKKH!
GHRRRR-HIK!
Raungan kesakitan terdengar bersahutan.
Tekanan fisik murni dari Hantaman Gempa Naga meremukkan kaki-kaki mereka, memaksa belasan Serigala Darah Peringkat 3 itu tertekan ke tanah tanpa mampu bergerak sedikit pun.
Berlutut di tengah kawah hasil serangannya, Tian Xue mendongak ke langit dan berteriak lantang.
"SEKARANG, LU SHI!"
Lu Shi yang masih berada di udara langsung membelalak.
Dalam sekejap, ia memahami rencana gila Tian Xue.
Ia bukan dilempar untuk dijadikan umpan mati.
Melainkan dijadikan pemancing agar seluruh kawanan berkumpul di satu titik.
"Kurang ajar kau, Bodoh!" teriak Lu Shi.
Namun, senyum liar justru menghiasi wajah cantiknya.
"Rasakan ini, Anjing-Anjing Kurap!"
BRUUUUUSSSSSHHH!
Sembilan ekor energi di belakang tubuh Lu Shi mengembang hingga batas maksimal.
Udara di sekelilingnya bergetar hebat ketika seluruh kekuatan terkumpul di ujung kesembilan ekor itu.
Tembakan Sembilan Ekor Rubah!
BOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMM!
Ledakan maha dahsyat mengguncang seluruh gua granit.
Sinar energi hijau pekat melesat bagaikan meriam raksasa, menghantam tepat ke arah belasan Serigala Darah yang masih terjebak di dalam kawah.
CRASH! BOOM! BOOM!
Daging, tulang, dan darah belasan Beast Peringkat 3 itu hancur berkeping-keping tanpa meninggalkan satu pun bangkai yang utuh.
Debu batu beterbangan memenuhi arena.
Bau hangus bercampur darah menyelimuti udara.
Untuk sesaat...
Seluruh arena granit kembali tenggelam dalam keheningan.